redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hai sobat pintar! Sebelum kita masuk ke materi, yuk perhatikan dulu peta belajar materi ini!!

Nah sudah, kan?? Kalau sudah ayo kita mulai belajar bersama!

PENGERTIAN PUISI

Puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Mengungkapkan pikiran dan perasaan itu maksudnya adalah puisi dapat mengungkapkan rasa seperti kerinduan, keagungan Tuhan Yang Maha Esa, kegelisahan, kesedihan, kebahagiaan, dan lainnya yang diungkapkan oleh pengarang dengan menggunakan kata-kata yang indah dan penuh makna. Contohnya seperti penggalan puisi berikut ini:

Penggalan puisi di atas diambil dari puisi yang berjudul “Dalam Do’aku” karya Pak Sapardi Djoko Damono. Sobat pintar bisa kan merasakan apa rasa yang diungkapkan dari penggalan puisi tersebut? Yap!! Dalam puisi tersebut Pak Sapardi mengungkapkan perasaan cinta dalam puisinya!

Secara etimologi kata puisi berasal dari bahasa Yunani poema yang berarti membuat, poesis yang berarti pembuat, pembangun, atau pembentuk. Di Inggris puisi disebut poem atau poetry yang artinya tak jauh berbeda dengan to make (membuat) atau to create (menghasilkan), sehingga pernah lama sekali di Inggris puisi disebut maker

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan lirik dan bait.

 

Jenis-Jenis Puisi

JENIS-JENIS PUISI

a. Puisi Naratif
Puisi naratif adalah puisi yang mengandung cerita. Terdapat unsur-unsur seperti pelaku, perwatakan, latar, atau rangkaian peristiwa tertentu yang menjalin suatu cerita. Puisi jenis ini terbagi menjadi dua:

- Balada
Puisi ini mengisahkan tentang kehidupan manusia secara objektif. Maksud dari objektif itu berdasarkan keadaan yang sebenarnya terjadi di kenyataan. Beberapa contoh puisi balada antara lain “Balada Orang-Orang Tercinta” dan “Blues Untuk Bonnie” karya W.S. Rendra.

- Romansa
Puisi ini mengandung kisah percintaan yang diselingi dengan konflik. Bahasa yang digunakan cenderung bersifat romantic. Contoh puisi romansa antara lain “Taman” karya Chairil Anwar dan “Surat Cinta” karya W.S. Rendra.


b. Puisi Lirik
Puisi lirik adalah puisi yang berisi luapan batin pengarangnya dengan segala macam pengalaman, sikap, dan suasana batin yang melingkupinya. Puisi lirik terbagi menjadi:

- Elegi
Puisi ini berisi ungkapan perasaan sedih atau berduka. Contoh dari puisi elegi antara lain “Derai-Derai Cemara” dan “Sia-Sia” karya Chairil Anwar.

- Serenada
Puisi ini adalah puisi atau sajak percintaan yang bisa dinyanyikan. Contohnya seperti “Serenada Kelabu” karya W.S. Rendra dan “Serenada Cinta” karya Dimas Arika Mihardja.

- Ode
Puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang, suatu hal, maupun suatu keadaan. Contoh dari puisi ode antara lain “Diponegoro” karya Chairil Anwar dan “Teratai” karya Sanusi Pane.


c. Puisi Deskriptif
Dalam puisi deskriptif pengarang bertindak sebagai pemberi kesan terhadap suatu peristiwa, keadaan, benda, atau suasana yang dipandang menarik perhatiannya. Yang termasuk jenis puisi ini antara lain:

- Satire
Puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan dengan cara menyindir. Satire sendiri dalam KBBI merupakan bentuk gaya bahasa untuk menyatakan sindiran. Puisi yang merupakan contoh dari puisi satire adalah “Negeri Haha Hihi” karya Gus Mus dan “Pencopet Metropolitan” karya Malik Abdul.

- Puisi Kritik Sosial
Puisi ini berisi tentang ketidaksenangan pengarang terhadap keadaan atau diri seseorang dengan cara mengekspos ketidakberesan keadaan atau seseorang tersebut. Contoh puisi kritik sosial adalah ”Suara dari Rumah-Rumah Miring” dan ”Peringatan” karya Wiji Thukul.

- Puisi Impersionistik
Puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) pengarang terhadap suatu topik. Melalui puisi impresionistik pengarang dapat menyampaikan kesan terhadap suatu keadaan yang sebenarnya. Contoh dari puisi ini antara lain “Aku” dan “Senja di Pelabuhan Kecil” karya Chairil Anwar.

 

 

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang berisi tentang ungkapan pengarang dalam bentuk….

A. Cerita bergambar

B. Kumpulan kata

C. Cerita pendek

D. Kata-kata yang indah

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Puisi “Aku” karya Chairil Anwar merupakan jenis puisi….

A. Puisi deskriptif

B. Puisi naratif

C. Puisi elegi

D. Puisi lirik

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

Puisi elegi adalah....

A. Puisi yang berisi ungkapan sedih atau berduka

B. Puisi yang berisi sajak percintaan yang bisa dinyanyikan.

C. Puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang yang berjasa.

D. Puisi yang berisi ketidakpuasan penulis terhadap sesuatu.

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut!

Bentuk karya sastra dari hasil ungkapan dan perasaan penyair dengan bahasa yang terikat irama, matra, rima, penyusun lirik dan bait, serta penuh makna. Pernyataan tersebut merupakan pengertian dari....

A. Prosa

B. Cerpen

C. Gurindam

D. Puisi

Latihan Soal

Jawablah dengan benar!

Puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan dengan cara menyindir adalah puisi....

A. Ode

B. Elegi

C. Satire

D. Impresionistik

Unsur-Unsur Pembangun Puisi

UNSUR-UNSUR PEMBANGUN PUISI

Jadi, unsur-unsur pembangun puisi itu dibagi menjadi dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Untuk penjelasannya bisa sobat pintar baca di bawah:

a. Struktur Fisik
Struktur ini merupakan unsur pembangun puisi yang berbentuk fisik atau bisa diamati dengan jelas. Struktur fisik terdiri atas:

- Diksi (pemilihan kata)
Diksi merupakan pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh pengarang dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi berkaitan erat dengan makna, rima, dan urutan kata dalam puisi. Oleh karena itu, kata-kata yang disajikan dalam puisi harus dipilih dengan cermat.

- Imaji
Imaji merupakan susunan kata-kata yang dapat membuat pembaca maupun pendengar puisi dapat mengungkapkan kesan/pengalaman yang bisa dirasakan oleh panca indra seperti menyentuh, melihat, maupun mendengar. Imaji dibagi menjadi tiga, yaitu imaji auditif (suara), imaji visual (penglihatan), dan imaji raba atau sentuh (taktil)

- Kata Konkret
Kata konkret merupakan kata yang dapat ditangkap dengan indra. Konkret sendiri berarti nyata atau benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Jadi kata konkret ini bertujuan untuk membangkitkan imaji agar pembaca dapat merasakan dengan jelas bagaimana makna dari puisi yang dibaca. Contohnya seperti penggunaan kata buku yang mewakili ilmu dan kata bunga yang mewakili gadis cantik.

- Bahasa Figuratif (Majas)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan dengan sesuatu yang lain atau kiasan. Beberapa majas yang sering digunakan dalam penulisan puisi sebagai berikut:

  1. Personifikasi merupakan gaya bahasa yang menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki nyawa.
  2. Hiperbola merupakan gaya bahasa yang mengandung makna melebih-lebihkan atau membesar besarkan sesuatu.
  3. Metonimia merupakan gaya bahasa menggunakan nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan segala sesuatu sebagai pengganti.
  4. Metafora adalah perbandingan implisit tanpa kata pembanding "seperti" atau "bagai" di antara dua unsur berbeda tanpa menggunakan kata penghubung.
  5. Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan secara eksplisit (jelas), menggunakan kata penghubung diantaranya “bagaikan”, “seperti” atau “umpama”, dan sebagainya.
  6. Asosiasi atau perumpamaan merupakan perbandingan dua unsur yang sebenarnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.
  7. Pleonasme merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang lebih daripada diperlukan.
  8. Ironi adalah gaya bahasa yang berupa sindiran halus, berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya.
  9. Litotes adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya dengan tujuan untuk merendahkan diri.
  10. Antitesis adalah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata-kata atau kelompok kata yang berlawanan.
  11. Repetisi adalah gaya bahasa berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat dalam larik ataupun bait puisi.

- Versifikasi (rima, ritme, metrum)
Versifikasi berarti seni atau praktik menulis sajak. Versifikasi menyangkut rima, ritme, dan metrum.

  1. Rima merupakan persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, maupun akhir baris puisi.
  2. Ritme/irama adalah alunan yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi pada arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada.
  3. Metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dalam setiap baris hingga pergantian naik turun suara secara teratur.

- Perwajahan Puisi (tipografi)
Perwajahan puisi (tipografi) adalah tatanan kata, kalimat, larik, dan bait dalam puisi. Perwajahan puisi memberikan kesan dan suasana tertentu dalam puisi. Tipografi ini yang membedakan puisi dengan prosa dan drama.

Fungsi tipografi ini adalah untuk menghidupkan puisi agar semakin menarik untuk dibaca. Salah satu contohnya adalah seperti tipografi zig zag yang ada dalam puisi karya Sutardji Calzoum Bachri.

 

b. Struktur Batin
Struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak dapat diperhatikan dengan langsung dalam penulisan puisi. Struktur batin puisi antara lain:

- Tema
Gagasan pokok yang menjadi pedoman atau dasar untuk pengarang dalam menulis puisi.

- Perasaan
Perasaan pengarang yang ingin disampaikan melalui puisi seperti perasaan bahagia, sedih, ataupun amarah, dan lain sebagainya.

- Nada dan Suasana
Pengarang puisi mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca. Sikap pengarang terhadap pembaca diungkapkan dalam nada, sehingga tercipta suasana puisi. Ada puisi yang bernada sinis, protes, menggurui, takut, mengejek, mengimbau, dan memuji.

- Amanat
Pesan atau nasihat yang terkandung dalam puisi, yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.


 

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut!

Majas personifikasi adalah….

A. Majas yang menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki nyawa

B. Majas yang mengandung pernyataan yang mengecil-ngecilkan keadaan yang sebenarnya dengan tujuan untuk merendahkan diri

C. Majas yang membandingkan keadaan secara jelas

D. Majas yang berupa pengulangan kata

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut!

Berikut ini yang merupakan struktur batin dari puisi, kecuali….

A. Tema

B. Amanat

C. Kata konkret

D. Nada dan suasana

Langkah-Langkah Penulisan Puisi

LANGKAH-LANGKAH PENULISAN PUISI

Dengan berlatih terus menerus, dijamin deh sobat pintar akan semakin mahir dalam menulis puisi! Tapi sebelum itu, mari perhatikan beberapa langkah dalam penulisan puisi. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Menentukan tema puisi
Tema merupakan ide pokok atau landasan dasar membuat puisi. Tema menjadi kerangka awal dalam menulis puisi.

b. Menyusun kata-kata sesuai dengan tema dan isi puisi
Tema dapat dikembangkan dalam bentuk kata. Kata-kata yang sesuai dengan tema ditulis terlebih dahulu. Tujuannya, agar puisi yang dibuat tidak melenceng dari tema awal. Contohnya saja tema yang diambil adalah tentang kerinduan, jadi kata-kata yang sesuai antara lain seperti merindu, bertemu, lama tidak jumpa, dan masih banyak lagi.

c. Mengembangkan kata-kata menjadi larik-larik puisi yang mempunyai makna
Kata-kata yang sudah ditulis dapat dijadikan bahan dalam membuat larik puisi. Larik puisi dapat disusun dengan permainan rima, permainan kata, penggunaan majas, ataupun makna kias. Contohnya seperti ini:
1) Bagai matahari dan bulan -> rima a, menggunakan majas perumpamaan
2) Yang saling tak bertemu -> rima b
3) Engkau yang kurindukan -> rima a
4) Ku sangat ingin bertemu -> rima b

d. Mengembangkan larik-larik puisi menjadi bait-bait yang bertautan makna
Larik-larik dapat dijadikan bait puisi. Jumlah larik dalam setiap bait bebas. Meskipun demikian, lebih baik jika antar larik mempunyai kesatuan makna. Dengan demikian, perasaan dan makna puisi dapat tersampaikan dengan baik.

e. Mengoreksi dan mengganti jika diperlukan tambahan unsur pembangun puisi
Puisi yang dibuat harus dikoreksi. Koreksi dilakukan jika ada unsur puisi yang kurang pas. Sebagai contoh, diksi yang kurang pas, imaji yang tidak mendukung tema, tambahan rima jika dirasa perlu, atau tipografi yang dapat mendukung makna.

f. Memberi judul puisi
Puisi harus diberi judul. Judul yang menarik akan memancing ketertarikan pembaca untuk membaca puisimu. Judul juga merupakan identitas puisi. Identitas tersebut mewakili keseluruhan isi puisi. Banyak yang sering membuat judul puisi dengan kata atau frasa singkat. Namun, ada juga yang memberi judul puisinya dengan frasa panjang, bahkan kalimat.


 

Pembacaan Puisi

PEMBACAAN PUISI

Dalam membaca puisi, kamu tidak hanya asal membaca puisi secara langsung dengan suara lantang. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti diantaranya:

a. Ekspresi
Yaitu memperlihatkan air muka pembaca terhadap perasaan yang ada dalam puisi. Ekspresi ini penting jika ingin menyampaikan bagaimana perasaan dan isi dari puisi yang dibaca.

b. Lafal
Yaitu bunyi bahasa yang diucapkan ketika membaca puisi. Ketika membaca puisi pelafalannya harus jelas dan tepat agar dengan mudah dapat dipahami oleh pendengar.

c. Tekanan
Yaitu kuat lemahnya cara pengucapan kata atau kalimat puisi.

d. Intonasi
Yaitu naik turunnya lagu kalimat dalam pembacaan puisi.

 

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut!

Berikut ini langkah-langkah tahap penulisan puisi, kecuali….

A. Menentukan tema

B. Menuliskan kata-kata yang sesuai tema

C. Mempublikasikan puisi

D. Mengembangkan kata-kata menjadi larik

Latihan Soal

Jawablah pertanyaan berikut ini!

Intonasi adalah….

A. Naik turunnya lagu kalimat dalam pembacaan puisi

B. Air muka yang ditunjukkan ketika membaca puisi

C. Bunyi bahasa yang diucapkan

D. Kuat lemahnya tekanan bunyi yang diucapkan

redesain-navbar Portlet