APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama Bahasa Indonesia di BAB keempat.

Yuk, mulai belajar bersama!

PENGERTIAN PUISI

Puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Mengungkapkan pikiran dan perasaan itu maksudnya adalah puisi dapat mengungkapkan rasa seperti kerinduan, keagungan Tuhan Yang Maha Esa, kegelisahan, kesedihan, kebahagiaan, dan lainnya yang diungkapkan oleh pengarang dengan menggunakan kata-kata yang indah dan penuh makna. Contohnya seperti penggalan puisi berikut ini:

Penggalan puisi di atas diambil dari puisi yang berjudul “Dalam Do’aku” karya Pak Sapardi Djoko Damono. Sobat pintar bisa kan merasakan apa rasa yang diungkapkan dari penggalan puisi tersebut? Yap!! Dalam puisi tersebut Pak Sapardi mengungkapkan perasaan cinta dalam puisinya!

Secara etimologi kata puisi berasal dari bahasa Yunani poema yang berarti membuat, poesis yang berarti pembuat, pembangun, atau pembentuk. Di Inggris puisi disebut poem atau poetry yang artinya tak jauh berbeda dengan to make (membuat) atau to create (menghasilkan), sehingga pernah lama sekali di Inggris puisi disebut maker

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima serta penyusunan lirik dan bait.

 

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Unsur-Unsur Pembangun Puisi

UNSUR-UNSUR PEMBANGUN PUISI

Jadi, unsur-unsur pembangun puisi itu dibagi menjadi dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Untuk penjelasannya bisa sobat pintar baca di bawah:

a. Struktur Fisik
Struktur ini merupakan unsur pembangun puisi yang berbentuk fisik atau bisa diamati dengan jelas. Struktur fisik terdiri atas:

- Diksi (pemilihan kata)
Diksi merupakan pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh pengarang dalam puisinya. Pemilihan kata-kata dalam puisi berkaitan erat dengan makna, rima, dan urutan kata dalam puisi. Oleh karena itu, kata-kata yang disajikan dalam puisi harus dipilih dengan cermat.

- Imaji
Imaji merupakan susunan kata-kata yang dapat membuat pembaca maupun pendengar puisi dapat mengungkapkan kesan/pengalaman yang bisa dirasakan oleh panca indra seperti menyentuh, melihat, maupun mendengar. Imaji dibagi menjadi tiga, yaitu imaji auditif (suara), imaji visual (penglihatan), dan imaji raba atau sentuh (taktil)

- Kata Konkret
Kata konkret merupakan kata yang dapat ditangkap dengan indra. Konkret sendiri berarti nyata atau benar-benar ada (berwujud, dapat dilihat, diraba, dan sebagainya). Jadi kata konkret ini bertujuan untuk membangkitkan imaji agar pembaca dapat merasakan dengan jelas bagaimana makna dari puisi yang dibaca. Contohnya seperti penggunaan kata buku yang mewakili ilmu dan kata bunga yang mewakili gadis cantik.

- Bahasa Figuratif (Majas)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan dengan sesuatu yang lain atau kiasan. Beberapa majas yang sering digunakan dalam penulisan puisi sebagai berikut:

  1. Personifikasi merupakan gaya bahasa yang menggambarkan benda mati seolah-olah memiliki nyawa.
  2. Hiperbola merupakan gaya bahasa yang mengandung makna melebih-lebihkan atau membesar besarkan sesuatu.
  3. Metonimia merupakan gaya bahasa menggunakan nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan segala sesuatu sebagai pengganti.
  4. Metafora adalah perbandingan implisit tanpa kata pembanding "seperti" atau "bagai" di antara dua unsur berbeda tanpa menggunakan kata penghubung.
  5. Simile adalah gaya bahasa yang membandingkan secara eksplisit (jelas), menggunakan kata penghubung diantaranya “bagaikan”, “seperti” atau “umpama”, dan sebagainya.
  6. Asosiasi atau perumpamaan merupakan perbandingan dua unsur yang sebenarnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama.
  7. Pleonasme merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang lebih daripada diperlukan.
  8. Ironi adalah gaya bahasa yang berupa sindiran halus, berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya.
  9. Litotes adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya dengan tujuan untuk merendahkan diri.
  10. Antitesis adalah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan dengan menggunakan kata-kata atau kelompok kata yang berlawanan.
  11. Repetisi adalah gaya bahasa berupa pengulangan kata, frasa, atau kalimat dalam larik ataupun bait puisi.

- Versifikasi (rima, ritme, metrum)
Versifikasi berarti seni atau praktik menulis sajak. Versifikasi menyangkut rima, ritme, dan metrum.

  1. Rima merupakan persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, maupun akhir baris puisi.
  2. Ritme/irama adalah alunan yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi pada arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada.
  3. Metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan panjang tekanan suku kata dalam setiap baris hingga pergantian naik turun suara secara teratur.

- Perwajahan Puisi (tipografi)
Perwajahan puisi (tipografi) adalah tatanan kata, kalimat, larik, dan bait dalam puisi. Perwajahan puisi memberikan kesan dan suasana tertentu dalam puisi. Tipografi ini yang membedakan puisi dengan prosa dan drama.

Fungsi tipografi ini adalah untuk menghidupkan puisi agar semakin menarik untuk dibaca. Salah satu contohnya adalah seperti tipografi zig zag yang ada dalam puisi karya Sutardji Calzoum Bachri.

 

b. Struktur Batin
Struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak dapat diperhatikan dengan langsung dalam penulisan puisi. Struktur batin puisi antara lain:

- Tema
Gagasan pokok yang menjadi pedoman atau dasar untuk pengarang dalam menulis puisi.

- Perasaan
Perasaan pengarang yang ingin disampaikan melalui puisi seperti perasaan bahagia, sedih, ataupun amarah, dan lain sebagainya.

- Nada dan Suasana
Pengarang puisi mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca. Sikap pengarang terhadap pembaca diungkapkan dalam nada, sehingga tercipta suasana puisi. Ada puisi yang bernada sinis, protes, menggurui, takut, mengejek, mengimbau, dan memuji.

- Amanat
Pesan atau nasihat yang terkandung dalam puisi, yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.


 

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Langkah-Langkah Penulisan Puisi

LANGKAH-LANGKAH PENULISAN PUISI

Dengan berlatih terus menerus, dijamin deh sobat pintar akan semakin mahir dalam menulis puisi! Tapi sebelum itu, mari perhatikan beberapa langkah dalam penulisan puisi. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

a. Menentukan tema puisi
Tema merupakan ide pokok atau landasan dasar membuat puisi. Tema menjadi kerangka awal dalam menulis puisi.

b. Menyusun kata-kata sesuai dengan tema dan isi puisi
Tema dapat dikembangkan dalam bentuk kata. Kata-kata yang sesuai dengan tema ditulis terlebih dahulu. Tujuannya, agar puisi yang dibuat tidak melenceng dari tema awal. Contohnya saja tema yang diambil adalah tentang kerinduan, jadi kata-kata yang sesuai antara lain seperti merindu, bertemu, lama tidak jumpa, dan masih banyak lagi.

c. Mengembangkan kata-kata menjadi larik-larik puisi yang mempunyai makna
Kata-kata yang sudah ditulis dapat dijadikan bahan dalam membuat larik puisi. Larik puisi dapat disusun dengan permainan rima, permainan kata, penggunaan majas, ataupun makna kias. Contohnya seperti ini:
1) Bagai matahari dan bulan -> rima a, menggunakan majas perumpamaan
2) Yang saling tak bertemu -> rima b
3) Engkau yang kurindukan -> rima a
4) Ku sangat ingin bertemu -> rima b

d. Mengembangkan larik-larik puisi menjadi bait-bait yang bertautan makna
Larik-larik dapat dijadikan bait puisi. Jumlah larik dalam setiap bait bebas. Meskipun demikian, lebih baik jika antar larik mempunyai kesatuan makna. Dengan demikian, perasaan dan makna puisi dapat tersampaikan dengan baik.

e. Mengoreksi dan mengganti jika diperlukan tambahan unsur pembangun puisi
Puisi yang dibuat harus dikoreksi. Koreksi dilakukan jika ada unsur puisi yang kurang pas. Sebagai contoh, diksi yang kurang pas, imaji yang tidak mendukung tema, tambahan rima jika dirasa perlu, atau tipografi yang dapat mendukung makna.

f. Memberi judul puisi
Puisi harus diberi judul. Judul yang menarik akan memancing ketertarikan pembaca untuk membaca puisimu. Judul juga merupakan identitas puisi. Identitas tersebut mewakili keseluruhan isi puisi. Banyak yang sering membuat judul puisi dengan kata atau frasa singkat. Namun, ada juga yang memberi judul puisinya dengan frasa panjang, bahkan kalimat.


 

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

Materi lebih lengkap ada di Apps Aku Pintar

Download GRATIS
Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!

QR Code

redesain-navbar Portlet