APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Biologi

Archaebacteria dan Eubacteria

MATERI

Karakteristik Archaebacteria

Sobat Pintar, Archaebacteria berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata archaio yang berarti kuno. Archaebacteria dianggap sebagai organisme tertua yang hidup di bumi.

Ciri-ciri archaebacteria:

  1. Organisme yang metabolisme energi khasnya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi karbon dioksida (CO2).
  2. Metabolisme bersifat anaerobik dan kemosintetik.
  3. Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, namun membran plasma mengandung lipid.
  4. Hidup di ekstrim, misalnya bakteri yang hidup di air panas, bakteri yang hidup di tempat berkadar garam tinggi, dan bakteri yang hidup di tempat yang panas atau asam, di kawah gunung berapi, dan di lahan gambut.

Klasifikasi Archaebacteria

Sobat, kelompok Archaebacteria merupakan organisme yang menempati daerah yang ekstrim seperti sumber air panas dan air dengan kadar garam (salinitas) tinggi. Para ilmuwan mengelompokkan Archaebacteria ke dalam tiga kelompok, yaitu Metanogen, Halofilik dan Termofilik (Start and Taggart, 1995: 352).

a. Metanogenik

Kelompok Archaebacteria ini bersifat anaerobik dan kemosintetik. Bakteri ini memperoleh makanan dengan mereduksi CO2 menggunakan H2 menjadi metana (CH4). Hidup di rawa-rawa dan danau yang kekurangan oksigen karena konsumsi mikroorganisme lain. Metanogenik juga berperan dalam pembusukan sampah dan kotoran ternak.

Metanogenik merupakan bakteri utama dalam pembentukan biogas atau gas metana. Beberapa bakteri metanogenik bersimbiosis dalam rumen herbivora dan hewan pengonsumsi selulosa lainnya. Contohnya Methanosarcina mazei.

b. Halofilik

Bakteri Halofilik (halo: garam, philis: suka) ini hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi dan sebagian memerlukan kadar garam 10 kali lebih tinggi daripada air laut untuk dapat hidup. Beberapa bakteri halofilik dapat berfotosintesis dan memiliki zat warna yang disebut bacteriorhodopsin.

c. Termofilik

Sesuai dengan namanya (thermo: panas, philis: suka), Archaebacteria ini hidup di tempat dengan suhu 60°C hingga 80°C. Beberapa bakteri termofilik mampu mengoksidasi sulfur, seperti Sulfolobus yang hidup di mata air sulfur. Bahkan, beberapa spesies mampu hidup dekat rekahan dasar laut dengan suhu 105°C.

1.

Berikut ini merupakan karakteristik Archaebacteria yang membedakannya dengan Eubacteria, kecuali....


A. dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan
B. hidup pada lingkungan yang ekstrem
C. tidak sensitif terhadap antibiotik
D. memiliki intron
E. merupakan prokariotik

JAWABAN BENAR

E.

merupakan prokariotik

PEMBAHASAN

Berikut merupakan perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria:

 

2.

Bakteri yang menghasilkan CH4 dengan cara mereduksi CO2 adalah....


A. Halofilik
B. Metanogenik
C. Pereduksi sulfur
D. Termoasidofilik
E. Renibacterium

JAWABAN BENAR

B.

Metanogenik

PEMBAHASAN

Archaebacteria merupakan bakteri primitif dan memiliki habitat dengan kondisi lingkungan yang ekstrem, misalnya kawah gunung berapi, air dengan kadar garam tinggi, dan mampu menghasilkan gas metana. Archaebacteria dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. Termoasidofilik, hidup pada kawah gunung berapi dengan suhu yang tinggi dan pH yang rendah (asam). Contohnya Sulfolobus, Thermoproteus, Pyrobaculum, Pyrodictium, Pyrococcus dan Archaeoglobus.
  2. Halofilik, hidup pada daerah dengan kadar garam tinggi. Contohnya Halobacterium halobium, Natronobacterium, Halococcus, Haloferax, Halobacterium salinarum, dan Haloarcula.
  3. Metanogenik, hidup menghasilkan gas metana. Contohnya Methanobacterium, Methanosarcina, Methanococcus, Methanopyrus, dan Methanospirillum.

3.

Halobacterium dapat hidup pada lingkungan dengan....


A. kadar garam tinggi
B. Suhu tinggi
C. suhu rendah
D. lingkungan sangat asam
E. lingkungan sangat basa

JAWABAN BENAR

A.

kadar garam tinggi

PEMBAHASAN

Halobacterium dapat hidup di kolam air laut untuk produksi garam, habitatnya berada pada lingkungan dengan kadar garam tinggi sehingga diklasifikasikan sebagai bakteri halofil.

4.

Pernyataan yang benar tentang bakteri anaerob obligat adalah....


A. Dapat hidup bila ada oksigen maupun tidak ada oksigen
B. Memperoleh makanan dengan cara fotosintesis
C. Memperoleh makanan dengan cara kemosintesis
D. Tidak membutuhkan oksigen dalam hidupnya
E. Dapat hidup bila ada oksigen

JAWABAN BENAR

D.

Tidak membutuhkan oksigen dalam hidupnya

PEMBAHASAN

Bakteri anaerob obligat adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen dalam hidupnya. Bila ada oksigen maka bakteri akan mati.

5.

Bakteri mempertahankan diri pada lingkungan buruk dengan cara membentuk....


A. Lendir
B. Heterokista
C. Akinet
D. Kapsul
E. Endospora

JAWABAN BENAR

E.

Endospora

PEMBAHASAN

Beberapa jenis bakteri dapat bertahan hidup meskipun kondisi lingkungan kurang menguntungkan, yaitu dengan membentuk endospora didalam sel. Endospora merupakan bentuk bakteri yang tidak aktif (istirahat).

redesain-navbar Portlet