redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Kimia

Kimia Hijau dalam pembangunan berkelanjutan 2030

MATERI

Pengertian dan Pentingnya Kimia Hijau

Pengertian Kimia Hijau
Kimia Hijau, juga dikenal sebagai Kimia Ramah Lingkungan atau Kimia Berkelanjutan, adalah pendekatan dalam ilmu kimia yang bertujuan untuk mengembangkan proses dan produk kimia yang lebih ramah lingkungan. Tujuan utamanya adalah mengurangi dampak negatif kimia terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, sambil mempromosikan keberlanjutan dan efisiensi dalam industri kimia.

Prinsip utama Kimia Hijau adalah "12 Prinsip Kimia Hijau" yang dikembangkan oleh Paul Anastas dan John Warner. Prinsip-prinsip ini menguraikan panduan untuk merancang reaksi kimia yang lebih bersih, menggunakan bahan baku yang lebih aman, mengurangi limbah, dan meningkatkan efisiensi energi.

Pentingnya Kimia Hijau

  1. Perlindungan Lingkungan
    Kimia Hijau bertujuan untuk mengurangi dampak negatif industri kimia terhadap lingkungan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip Kimia Hijau, proses produksi dapat dioptimalkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, dan mengurangi pembentukan limbah beracun.
  2. Kesehatan Manusia
    Kimia Hijau berfokus pada pengembangan produk yang lebih aman bagi kesehatan manusia. Dengan menghilangkan atau mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam produk kimia, risiko paparan terhadap zat-zat beracun dapat dikurangi, baik selama proses produksi maupun penggunaan produk tersebut.
  3. Efisiensi Sumber Daya
    Penerapan Kimia Hijau juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya alam. Dengan merancang proses produksi yang lebih efisien, penggunaan bahan baku dan energi dapat dikurangi. Hal ini dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang terbatas dan membantu mewujudkan penggunaan yang lebih berkelanjutan.
  4. Inovasi dan Keberlanjutan
    Kimia Hijau mendorong inovasi dalam pengembangan produk dan proses kimia. Dengan mencari solusi yang lebih ramah lingkungan, industri kimia dapat menghasilkan produk yang lebih berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan masa depan tanpa mengorbankan lingkungan. Kimia Hijau juga dapat memicu penemuan teknologi baru dan menciptakan peluang bisnis baru di sektor industri kimia.
  5. Kepatuhan Regulasi
    Dalam beberapa tahun terakhir, regulasi yang lebih ketat telah diberlakukan terkait penggunaan bahan kimia berbahaya dan dampaknya terhadap lingkungan. Dengan menerapkan pendekatan Kimia Hijau, perusahaan kimia dapat memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan yang ada dan meminimalkan risiko hukum yang terkait dengan dampak lingkungan dan kesehatan manusia.

12 Prinsip Kimia Hijau

Terdapat 12 prinsip Kimia Hijau yang dikemukakan oleh Paul T. Anastas dan John C. Warner dalam buku "Green Chemistry: Theory and Practice". Berikut adalah daftar lengkap 12 prinsip Kimia Hijau:

  1. Pencegahan Limbah:
    Contoh: Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya atau tidak diinginkan dalam sintesis kimia untuk menghindari pembentukan limbah beracun.
  2. Desain Molekuler yang Lebih Baik:
    Contoh: Mengembangkan bahan kimia dengan sifat yang diinginkan, seperti biodegradabilitas tinggi, untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.
  3. Sintesis yang Lebih Aman:
    Contoh: Menggunakan metode sintesis alternatif yang menggunakan kondisi reaksi yang lebih aman dan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.
  4. Penggunaan Bahan Baku Terbarukan:
    Contoh: Menggantikan bahan baku fosil dengan bahan baku terbarukan, seperti biomassa, untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya yang tidak dapat diperbaharui.
  5. Penggunaan Pelarut yang Lebih Aman:
    Contoh: Menggantikan pelarut organik berbahaya dengan pelarut berbasis air untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
  6. Efisiensi Energi:
    Contoh: Mengoptimalkan proses produksi dengan menggunakan teknologi yang lebih efisien energi, seperti reaktor yang efisien dan sistem penghematan energi.
  7. Penggunaan Katalis:
    Contoh: Menggunakan katalis dalam reaksi kimia untuk meningkatkan kecepatan reaksi, mengurangi suhu dan tekanan operasi, serta mengurangi limbah.
  8. Pengurangan Derivatisasi:
    Contoh: Menghindari penggunaan derivatisasi yang tidak perlu dalam sintesis kimia untuk mengurangi penggunaan bahan kimia tambahan dan limbah yang dihasilkan.
  9. Degradasi yang Lebih Aman:
    Contoh: Mengembangkan bahan kimia yang mudah terdegradasi secara alami setelah digunakan, mengurangi dampaknya pada lingkungan.
  10. Monitoring Proses Secara Real-time:
    Contoh: Menggunakan teknologi pemantauan dan kendali otomatis untuk memantau dan mengendalikan proses kimia secara real-time, mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi kerugian.
  11. Pengurangan Risiko Kecelakaan:
    Contoh: Merancang proses kimia yang lebih aman dan mengadopsi praktik kerja yang aman untuk mengurangi risiko kecelakaan dan paparan terhadap bahan kimia berbahaya.
  12. Rekayasa Ulang Produk:
    Contoh: Merancang ulang produk yang sudah ada untuk mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, dan mempermudah daur ulang atau pengolahan kembali produk tersebut.

 

Proses Kimia disekitar yang Tidak Mendukung Prinsip Kimia Hijau

Meskipun prinsip-prinsip Kimia Hijau memiliki tujuan untuk mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan, masih ada beberapa proses kimia dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut. Beberapa contohnya meliputi:

  • Penggunaan Plastik Sekali Pakai:
    Proses produksi plastik sekali pakai seperti kantong plastik, wadah makanan styrofoam, atau botol air mineral sering melibatkan bahan kimia berbahaya dan menghasilkan limbah plastik yang sulit terurai di lingkungan. Ini bertentangan dengan prinsip pencegahan limbah dan penggunaan bahan baku terbarukan.
  • Penggunaan Bahan Pembersih yang Berbahaya:
    Banyak produk pembersih rumah tangga yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti amonia, fosfat, dan klorin. Penggunaan bahan kimia ini dapat mencemari air dan tanah ketika dibuang dan tidak sejalan dengan prinsip penggunaan bahan kimia yang lebih aman dan pengurangan risiko kecelakaan.
  • Industri Pertanian Konvensional:
    Proses produksi pertanian konvensional sering melibatkan penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang dapat mencemari lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Ini bertentangan dengan prinsip penggunaan bahan baku terbarukan, penggunaan pelarut yang lebih aman, dan pengurangan risiko kecelakaan.
  • Industri Kimia Berat:
    Beberapa industri kimia berat, seperti industri tambang, pengolahan logam, atau produksi bahan kimia berbahaya, seringkali menghasilkan limbah beracun dan berbahaya yang dapat mencemari lingkungan dan berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Ini bertentangan dengan prinsip pencegahan limbah dan desain molekuler yang lebih baik.
  • Transportasi Berbahan Bakar Fosil:
    Penggunaan bahan bakar fosil dalam transportasi, seperti bensin dan diesel, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim. Ini bertentangan dengan prinsip efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan.

Dalam semua contoh ini, terdapat potensi untuk menerapkan prinsip-prinsip Kimia Hijau untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini meliputi penggunaan bahan baku dan pelarut yang lebih ramah lingkungan, pengembangan produk yang lebih aman dan mudah terurai, serta penggunaan energi terbarukan dan praktik pengurangan limbah yang lebih baik.

Kimia hijau dalam 17 agenda PBB Pembangunan Berkelanjutan 2030

Salah satu peran kimia hijau adalah mendukung 17 agenda pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030 yang dicanangkan PBB. Ke-17 agenda tersebut dapat Kalian simak pada gambar berikut:

Berikut adalah beberapa kegiatan yang mendukung prinsip Kimia Hijau sekaligus terkait dengan 17 Agenda Pembangunan Berkelanjutan hingga tahun 2030:

  1. Pengembangan Bahan Bakar Terbarukan: Mendorong penggunaan bahan bakar terbarukan seperti biofuel dan energi surya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (Agenda 7: Energi Terjangkau dan Bersih).
  2. Daur Ulang dan Pengelolaan Limbah: Memperkenalkan kegiatan daur ulang dan pengelolaan limbah yang efisien untuk mengurangi pembuangan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya (Agenda 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
  3. Penggunaan Bahan Baku Terbarukan dalam Industri: Menggunakan bahan baku terbarukan dalam proses produksi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas (Agenda 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
  4. Pengembangan Produk Ramah Lingkungan: Mengembangkan produk kimia yang lebih ramah lingkungan dengan desain molekuler yang aman dan bahan baku yang mudah terurai (Agenda 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
  5. Penggunaan Pestisida Ramah Lingkungan dalam Pertanian: Menggantikan penggunaan pestisida kimia berbahaya dengan penggunaan pestisida organik atau ramah lingkungan dalam pertanian (Agenda 2: Pangan yang Berkelanjutan).
  6. Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca dalam Industri: Mengadopsi teknologi dan praktik yang mengurangi emisi gas rumah kaca dalam industri kimia (Agenda 13: Tindakan Iklim).
  7. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat tentang Kimia Hijau: Meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang prinsip Kimia Hijau serta pentingnya praktik yang berkelanjutan dalam bidang kimia (Agenda 4: Pendidikan Berkualitas).
  8. Kolaborasi antara Pemerintah, Industri, dan Akademisi: Mendorong kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam pengembangan dan penerapan prinsip Kimia Hijau (Agenda 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

1.

Jawablah soal berikut ini!

Prinsip Kimia Hijau yang mendukung upaya pelestarian lingkungan adalah...


A. Penggunaan bahan kimia berbahaya secara luas
B. Pembuangan limbah kimia tanpa pengelolaan yang tepat
C. Pengembangan produk ramah lingkungan
D. Penggunaan energi fosil secara berlebihan
E. Peningkatan penggunaan pestisida berbahaya

JAWABAN BENAR

C.

Pengembangan produk ramah lingkungan

PEMBAHASAN

Salah satu prinsip Kimia Hijau adalah pengembangan produk kimia yang lebih ramah lingkungan dengan memperhatikan desain molekuler yang aman dan bahan baku yang mudah terurai.

2.

Jawablah soal berikut ini!

Salah satu contoh kegiatan yang mendukung prinsip Kimia Hijau adalah...


A. Penggunaan bahan bakar fosil dalam industri
B. Penggunaan pestisida kimia berbahaya dalam pertanian
C. Daur ulang dan pengelolaan limbah yang efisien
D. Penggunaan bahan baku alami dalam industri
E. Penggunaan produk kimia beracun dalam produksi

JAWABAN BENAR

C.

Daur ulang dan pengelolaan limbah yang efisien

PEMBAHASAN

Salah satu kegiatan yang mendukung prinsip Kimia Hijau adalah daur ulang dan pengelolaan limbah yang efisien untuk mengurangi pembuangan limbah dan memaksimalkan penggunaan kembali sumber daya.

3.

Jawablah soal berikut ini!

Salah satu agenda Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan Kimia Hijau adalah...


A. Agenda 4: Pendidikan Berkualitas
B. Agenda 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
C. Agenda 13: Tindakan Iklim
D. Agenda 16: Perdamaian, Keadilan, dan Institusi yang Kuat
E. Agenda 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

JAWABAN BENAR

B.

Agenda 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur

PEMBAHASAN

Agenda 9 yang berkaitan dengan Kimia Hijau adalah Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Agenda ini mencakup penggunaan bahan baku terbarukan dalam industri dan promosi praktik industri yang berkelanjutan.

4.

Jawablah soal berikut ini!

Salah satu contoh kegiatan yang mendukung Prinsip Kimia Hijau adalah...


A. Menggunakan pestisida kimia berbahaya dalam pertanian
B. Menggunakan bahan bakar fosil secara berlebihan
C. Mengembangkan produk ramah lingkungan
D. Membuang limbah kimia tanpa pengelolaan yang tepat
E. Menggunakan bahan baku sintetis dalam industri

JAWABAN BENAR

C.

Mengembangkan produk ramah lingkungan

PEMBAHASAN

Salah satu prinsip Kimia Hijau adalah mengembangkan produk kimia yang lebih ramah lingkungan dengan memperhatikan desain molekuler yang aman dan bahan baku yang mudah terurai.

5.

Jawablah soal berikut ini!

Salah satu agenda Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan Kimia Hijau adalah...


A. Agenda 6: Air Bersih dan Sanitasi
B. Agenda 11: Kota yang Terjangkau dan Berkelanjutan
C. Agenda 14: Kehidupan di Bawah Air
D. Agenda 15: Kehidupan di Darat
E. Agenda 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

JAWABAN BENAR

A.

Agenda 6: Air Bersih dan Sanitasi

PEMBAHASAN

Agenda 6 yang berkaitan dengan Kimia Hijau adalah Air Bersih dan Sanitasi. Agenda ini mencakup upaya untuk memastikan akses universal terhadap air bersih dan sanitasi yang aman, yang melibatkan penggunaan teknologi dan praktik kimia yang ramah lingkungan.

redesain-navbar Portlet