APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Geografi

Interpretasi Peta dan Pengolahan Citra Penginderaan Jauh Terkait Jaringan Transportasi dan Tata Guna Lahan

MATERI

Sistem Infornasi Geografis (SIG)


 

Sobat kita ingat kembali yuk apa definisi dari SIG!
SIG (Sistem Informasi Geografis) adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi.
Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya, keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.
SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografis.
Dengan SIG, seluruh data yang ada pada suatu wilayah dapat disimpan, dimanipulasi, dan dianalisis melalui komputer. Teknologi komputer mampu menangani berbagai informasi secara cepat dan akurat sehingga SIG yang berbasis teknologi komputer menjadi pilihan bagi banyak pengguna pada saat ini.

 

Cara pengelolaan SIG


 

Sobat pernah dengar subsistem dalam SIG?
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas tiga subsistem:
1. Subsistem masukan (input subsystem), yaitu pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan dalam topik geografi yang akan diinformasikan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta, bagan, grafik, atau tabel. Input data SIG diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit, dan hasil survei lapangan.
2. Subsistem pengolahan dan penyimpanan data (processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan untuk dipanggil kembali secara cepat dan akurat.
3. Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian semua data atau sebagian data dalam bentuk tabel, peta file elektronik (digital), dan grafik. 

Tahapan kerja SIG yang dilakukan sebagai berikut:
1.  Masukan (input) Dalam kerja SIG, mula-mula dibutuhkan data awal atau database, yaitu data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan dalam komputer, atau peta-peta yang telah ada dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam komputer. Database dapat digunakan untuk pengelolaan lebih lanjut. Input atau data masukan dapat diperoleh dari penelitian (lapangan), kantor pemerintah, peta, dan data citra pengindraan jauh.
2. Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan dalam komputer.
3. Keluaran (output) Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman soft copy dan tayangan (display).

Komponen SIG


 

Tahukah Sobat dalam kerja SIG, diperlukan komponen-komponen SIG yang merupakan sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer yang lain di tingkat fungsional dan jaringan.
Berikut komponen-komponen SIG.
●Perangkat keras (hardware), berupa suatu unit komputer terdiri atas CPU, VDU, disk drive, tape drive, digitizer, printer, dan plotter.
●Perangkat lunak (software) berupa modul-modul program misal Arc/info, Arc View, Mapinfo, R2V, dan sebagainya. Modul tersebut berupa masukan data, verifikasi data, penyimpanan data, pengolahan dan manajemen data, presentasi data, transformasi data, dan interaksi dengan pengguna.
●Data dan informasi geografi, berupa data spasial (peta) foto udara, citra satelit dan data atribut seperti data penduduk, data industri, dan pertambangan.
● Manajemen berupa sumber daya manusia yang mempunyai keahlian mengolah SIG.
Dari uraian di atas secara keseluruhan, maka SIG tidak hanya diterapkan di bidang sumber daya alam, tetapi sekarang berkembang pada bidang perencanaan pembangunan.

 

Peran SIG dalam Kajian Geografi


 

Sobat kita berdiskusi peran SIG dalam kajian geografi yuk!
Sistem informasi geografi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang;
●Bidang sumber daya alam, meliputi inventarisasi, manajemen sumber daya alam, kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisis daerah rawan bencana, dan potensi laut.
●Bidang perencanaan, meliputi perencanaan wilayah, perencanaan permukiman transmigran, dan perencanaan lokasi industri.
●Bidang pertanahan, meliputi sistem pertanahan dan manajemen pertanahan.
●Bidang kependudukan, meliputi penyusunan data pokok, penyediaan informasi sensus sosial-ekonomi, sistem informasi pemilu, dan lain-lain.
●Bidang ekonomi, bisnis, dan marketing, meliputi penentuan lokasi yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, kantor ATM, dan lain-lain.
●Bidang militer, meliputi penyediaan data spasial untuk analisis rute perjalanan, logistik, peralatan perang, dan sebagai tools untuk kebutuhan war game, dan lain-lain.
●Bidang pendidikan, meliputi penentuan lokasi pendidikan, sistem informasi pendidikan/ akademis, dan lain-lain.
●Bidang transportasi, meliputi inventarisasi jalan transportasi, analisis kesesuaian dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, analisis lokasi rawan kemacetan, dan bahaya kecelakaan.

 

Jaringan Transportasi


Sob, ada beberapa istilah yang harus kamu tau nih!
Prasarana transportasi mencakup segala sesuatu secara fisik yang menunjang terselenggaranya proses transportasi, seperti jalan umum dan jalan khusus, jembatan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan prasarana lainnya.
●Jaringan pelayanan transportasi adalah susunan rute pelayanan transportasi yang menghubungkan ruang lalu lintas.
●Ruang lalu lintas merupakan suatu ruang gerak sarana transportasi dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi.
●Simpul transportasi adalah suatu tempat yang berfungsi untuk kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang, membongkar dan memuat barang, mengatur perjalanan serta tempat perpindahan intermoda dan antarmoda.
●Transportasi antarmoda. Moda transportasi adalah sarana transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Moda transportasi dapat berupa angkutan darat dan angkutan laut. Sedangkan transportasi antarmoda merupakan transportasi penumpang yang menggunakan lebih dari satu moda.
●Transportasi jalan merupakan prasarana pendukung sistem transportasi darat. Jaringan jalan adalah rangkaian jalan yang terhubung satu dengan lainnya. Berdasarkan fungsinya jaringan jalan terbagi menjadi 
(1) jaringan jalan primer (tingkat nasional dan diutamakan untuk pengmbangan suatu wilayah), 
(2) jaringan jalan sekunder merupakan jaringan jalan untuk pelayanan di perkotaan. Berdasarkan peruntukannya, jalan terbagi menjadi jalan umum untuk lalu lintas umum dan jalan khusus selain untuk penggunaan umum, tapi juga untuk pertambangan atau perkebunan. Berdasarkan statusnya dapat diklasifikasikan menjadi jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa.

 
Contoh Peta Jaringan Transportasi Sumber: data:image/jpeg;base64,/9j/


●Transportasi kereta api memiliki jaringan prasarana berupa simpul yang berwujud stasiun dan ruang lalu lintas berupa jalur kereta api. Stasiun kereta api berdasarkan statusnya dibedakan menjadi stasiun umum dan stasiun khusus, contoh dari stasiun khusus adalah stasiun yang diperuntukkan untuk kegiatan tertentu saja misalnya stasiun batu bara.
●Transportasi sungai dan danau, pelayannya dilakukan dalam trayek tetap teratur dan trayek tidak tetap dan tidak teratur. Angkutan sungai atau danau secara komersil biasanya menghubungkan pelabuhan antar kota dengan tujuan efisiensi, adapun angkutan sungai atau danau perintis bertujuan menghubungkan daerah terpencil atau terisolasi dan biasanya angkutan ini di subsidi pemerintah.
● Transportasi penyebrangan, adalah angkutan yang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan yang berfungsi mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya.
● Transportasi laut, adalah angkutan yang berfungsi memindahkan barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lainnya yang dipisahkan oleh wilayah perairan. Terdapat dua paradigma dalam mengembangkann transportasi laut, ship follow the trade artinya pembangunan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi laut mengikuti arus dan aktivitas perdagangan sedangkan ship promote the trade artinya pembangunan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi laut dilakukan guna membentuk arus dan aktivitas perdagangan yang baru. Jaringan prasaran transportasi laut terdiri dari simpul yang berwujud pelabuhan laut dan ruang lalu lintas yang berwujud alur pelayaran.
 



Peta Jaringan Transportasi Laut Sumber: https://www.facebook.com/


Transportasi udara, merupakan kumpulan rute penerbangan yang melayani kegiatan transportasi udara dengan jadwal dan frekuensi yang sudah tentu. Rute penerbangan terbagi menjadi rute penerbangan luar dan dalam negeri. Jaringan penerbangan dalam negeri sudah satu kesatuan dengan jaringan transportasi darat dan laut. Rute penerbangan memiliki tiga hirarki yaitu rute penerbangan utama, rute pengumpan dan rute perintis.
● Transportasi pipa merupakan perangkat transportasi angkutan barang melalui pipa dengan komoditas yang umum diangkut adalah gas alam , minyak mentah, minyak hasil olahan atau air.

Interpretasi Peta dan Pengolahan Citra Penginderaan Jauh Terkait Jaringan Transportasi


 

Tahukah Sobat bahwa penginderaan jauh berperan dalam membantu berbagai moda transportasi.
 



Pemanfaatan SIG di bidang transportasi Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com


Beberapa manfaat inderaja dalam bidang transportasi yaitu:
a. Inderaja menggabungkan pandangan sinoptik yang luas dengan kemampuan mendeteksi perubahan permukaan kenampakan geografis secara cepat dan rutin.
b. Citra satelit mampu memberikan liputan berulang dan konsisten di suatu wilayah.
c.  Kemampuan mengumpulkan informasi dalam waktu dekat dan realtime
d.  Internet memudahkan transmisi citra dan data satelit sehingga mudah diakses dan tepat waktu
e.  Data yang dihasilkan jadi lebih akurat dan meminimalisir kesalahan yang umum terjadi jika dilakukan oleh manusia.
f.  Teknologi inderaja menghemat biaya dan mampu menjangkau daerah terpencil.

Lalu, informasi apa saja yang dapat diberikan dari inderaja untuk perkembangan transportasi?
a. Identifikasi karakteristik dari sarana transportasi seperti jalan, rel kereta, alur sungai maupun alur laut.
b. Identifikasi potensi bencana atau kecelakaan yang dapat terjadi serta rencana penanggulangannya seperti jalur evakuasi dan jarak dari rumah sakit terdekat.
c. Identifikasi bentuk lanskap dalam perencanaan jalur transportasi yang efektif dan efisien

Sob, terdapat tiga kenampakan fisik yang mempengaruhi sistem transportasi loh!
a. Topografi. Infrastruktur transportasi darat utama biasanya dibangun di wilayah yang memiliki hambatan fisik paling sedikit seperti dataran, sepanjang lembah atau celah antar pegunungan. Transportasi air dipengaruhi oleh keadaan air misalnya terumbu karang dan garis pantai turut mempengaruhi lokasi infrastruktur pelabuhan. Sementara transportasi udara cenderung membutuhkan lapangan yang luas untuk tinggal landas dan mendarat.
b. Hidrologi. Sifat, sebaran dan sirkulasi air berperan penting dalam industri transportasi terutama transportasi air. Beberapa sungai dimanfaatkan untuk navigasi air misalnya di Kalimantan di sisi lain keberadaan sungai ini kadang menjadi penghambat bagi transportasi darat.
c. Iklim. Komponen utama iklim yaitu suhu, angin dan curah hujan berpengaruh pada moda transportasi sebab dapat menjadi penghambat dalam keberlangsungan aktivitas transportasi.

Ada dua model peta dalam transportasi yaitu peta geografis yang menggambarkan suatu wilayah secara keseluruhan dan peta topologi yang berfokus mengaitkan elemen tertentu dalam suatu wilayah. Pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dapat bermanfaat dalam hal berikut:
a. Inderaja dapat dimanfaatkan dalam proyek perencanaan koridor.
b. Inderaja dapat dimanfaatkan untuk memantau keadaan jembatan.
c. Ilmu dan teknologi inderaja dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan kemanan berbagai jenis sistem transportasi.

Tata Guna Lahan


 

Sobat sudah tau apa itu lahan?
Merujuk pada pendapat FAO (1998) lahan adalah setiap wilayah yang menembus permukaan bumi dan mencakup semua atribut biosfer tepat diatas atau dibawah permukaan bumi. Atribut biosfer yang dimaksud berupa iklim, tanah dan bentuk dataran, hidrologi permukaan (termasuk danau dangkal, sungai dan rawa). 
 


Peta Tata Guna Lahan Sumber: http://www.mongabay.co.id


Tata guna lahan dicirikan oleh pengaturan, kegiatan dan masukan oleh orang-orang untuk menghasilkan, mengubah atau mempertahankan tipe tutupan lahan tertentu sehingga terjadi hubungan langsung antara tindakan orang-orang di lingkungan tersebut dengan tata guna lahan.


Antara tata guna lahan dan tutupan lahan memiliki pengertian yang berbeda. Tata guna lahan merupakan aktivitas manusia yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari lahan. Sementara tutupan lahan merupakan vegetasi atau konstruksi yang menutupi permukaan bumi, hal ini mengacu pada karakteristik fisik atau biofisik atau keadaan permukaan dan di bawah permukaan bumi yang dikendalikan oleh sebaran vegetasi, air, gurun, es, dan kenampakan fisik lainnya termasuk yang disebabkan oleh kegiatan manusia.


Campbel mendefinisikan penggunaan lahan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik dalam arti ekonomi formal atau dalam arti yang lebih luas dari hubungan fungsional antar manusia serta antara manusia dan lingkungan.

Faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan
Cauhan mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan diantaranya 
a. faktor fisik yang mencakup relief, geologi, kualitas tanah, vegetasi, drainase dan iklim.
b. faktor ekonomi mencakup tingkat perkembangan ekonomi, sistem keuangan, perdagangan, transportasi dan teknologi
c. faktor konfigurasi budaya mencakup konsentrasi penduduk, relasi sosial, adat istiadat, tradisi, tingkat pendidikan dan sistem penguasaan lahan.

Klasifikasi lahan
Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas dua, yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya
a. Kawasan lindung adalah wilayah dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan
b. Kawasan budi daya adalah kawasan dengan fungsi utama untuk membudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan. Kriteria kawasan budidaya adalah sebagai berikut: 
1) kawasan peruntukan hutan produksi, 
2) kawasan peruntukan pertanian, 
3) kawasan peruntukan pertambangan, 
4) kawasan peruntukan permukiman, 
5) kawasan peruntukan industri, 
6) kawasan peruntukan pariwisata dan 
7) kawasan perdagangan dan jasa.

 

Interpretasi Peta dan Pengolahan Citra Penginderaan Jauh Terkait Tata Guna Lahan


Peta Tata Ruang Kota Bandung Sumber: https://commons.wikimedia.org

Peta penggunaan lahan termasuk peta tematik yang menunjukkan jenis dan intensitas penggunaaan lahan yang berbeda di wilayah tertentu. Unsur geografi disajikan dengan simbol titik, garis atau area dengan fitur utama yang tampak pada peta berupa kenampakan wilayah seperti vegetasi, air, informasi yang ditambahkan selama pembaharuan dan area-area yang padat. Warna garis biasanya menunjukkan jenis atau kelas informasi yang serupa seperti kontur topografi, aliran sungai, saluran irigasi, jaringan tanah, jalan penting dan lainnya.

Tata guna lahan dan tutupan lahan dapat dipetakan, dievaluasi dan dipantau dengan menggunakan citra penginderaan jauh dari satelit observasi bumi. Studi tentang tata guna lahan dan tutupan lahan dilakukan dengan menggunakan satelit beresolusi tinggi seperti Landsat Thematic Mapper (TM, resolusi 30 m) atau Systeme Probatoire d’Observation de la Terre (SPOT, resolusi 20 m atau 10 m) dan Multispectral Scanner (MSS, resolusi 79 m). Citra satelit bumi telah digunakan dalam berbagai penelitian terutama untuk merekam area seluas 185 km x 185 km. 


Jika Sobat akan menganalisis citra untuk tata guna lahan maka Sobat perlu memperhatikan beberapa unsur berikut, yaitu:
 


Unsur Interpretasi Citra Sumber: https://www.researchgate.net

 

a. Rona/warna, mengacu pada variasi yang dapat dibedakan dari putih menjadi hitam dan merupakan cahaya refleksi dari permukaan bumi ke film.
b. Ukuran, mencakup panjang, lebar dan luas suatu objek.
c. Bentuk, mampu memberikan suatu petunjuk diagnostik dalam identifikasi.
d. Tekstur, mengacu pada frekuensi perubahan rona pada bagian tertentu dari citra. Tekstur memiliki tiga tingkatan kenampakan mulai dari halus, sedang dan kasar.
e. Bayangan, berkaitan dengan ukuran dan bentuk suatu objek dan biasanya pola banyangan membantu dalam mendeteksi suatu objek.
f. Pola, merupakan penataan ruang suatu objek yang mampu menjadi diagnostik kenampakan geografis pada lanskap dan biasanya terdapat perbedaan antara pola ynag dibuat oleh manusi adan pola yang secara alami terbentuk oleh alam.
g. Posisi, merupakan letak suatu objek terhadap objek lain di sekelilingnya.
h. Asosiasi, menjadi petunjuk paling bermanfaat dlam mengidentifikasi instalasi buatan manusia karena beberapa objek umumnya berkaitan dengan keberadaan objek lain.

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sobat, coba ingat kembali materi apa saja yang dipelajari dalam bab SIG di kelas X!
 


GIS Sumber:https://www.researchgate.net

 

SIG merupakan sistem yang mengelola pangkalan data yang berisi data dengan referensi geografis dan memiliki informasi spasial. SIG berfugsi mengumpulkan, mengatur, mengelola, menyimpan dan menyajikan segala jenis data yang berkaitan dengan kondisi suatu wilayah. Terdapat empat subsistem dalam penglolaan SIG yaitu:
1. Subsistem masukan data (data input), pada proses ini terdapat proses pengambilan, pengumpulan dan pengubahan data spasial dan tematik kedalam bentuk digital. Data dapat berupa kombinasi peta yang tercetak, foto udara, citra, laporan dan dokumen survei. Terdapat dua jenis data yaitu data spasial dan data atribut.
a. Data spasial adalah sebuah data yang berorientasi geografi dan memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. 
 


Format Data Spasial Sumber: https://cdn.lancangkuning.com

b. Data atribut, menggambarkan karakteristik kenampakan spasial dan informasi deskriptif tentang kenampakan geografis. 


Data Atribut Sumber: https://lh3.googleusercontent.com

Tahukah Sobat ada lima jenis sistem memasukan data yang umum digunakan dalam SIG?
Sistem memasukan data yang umum dalam SIG yaitu:
●Keyboard entry adalah metode memasukkan data spasial secara manual kedalam basis data di terminal komputer dengan menggunakan keyboard. 
● Geometri koordinat dilakukan dengan cara memasukkan koordinat data secara presisi dari objek yang telah disurvei.
● Digitasi manual banyak digunakan untuk memasukkan data spasial dari format cetak seperti peta.
● Memindai dapat digunakan untuk mengonversi data dari format cetak seperti peta menjadi peta digital.

2. Subsistem penyimpanan data dan pengambilan data mengelola data spasial dan data atribut sehingga dapa dengan cepat diambil oleh pengguna untuk melakukan analisis. Terdapat beberapa model data, yaitu

a.  Model data untuk data spasial.
Model data adalah model yang tersusun dari data dan bagaimana data tersebut saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain. Terdapat dua model data spasial yaitu data vektor dan data raster. 
Data vektor, entitas di duna nyata dikelompokkan menjadi kenampakan geografis yang di definisikan dengan jelas berdasarkan geometri, titik, garis dan poligon. 
Data raster menggambar lokasi geografis sebagai suatu susunan sel yang saling berkaitan, biasanya berbentuk persegi dengan ukuran yang sama di seluruh area dalam model. 
b. Model data untuk data atribut.
Data atribut tidak memiliki informasi data spasial, tapi menjadi pelengkap bagi data spasial. Oleh karena itu seringkali data atribut disimpan dan dimanipulasi dengan cara yang sepenuhnya terpisah dari data spasial. Terdapat beberapa model data dalam data atribut yaitu model data tabular, model data hierarki, model data jaringan dan model data relasional. 
• Model data tabular menyimpan data atribut sebagai sebagai file data sekuensial dengan format tetap, model pangkalan data ini termasuk data yang sederhana dan sudah ketinggalan zaman karena model data tidak dapat memeriksa integritas data dan tidak efisien untuk menyimpan data. 
•  Model data hierarki mengatur data dalam kategori berbentuk pohon seperti dalam silsilah keluarga. 
• Model data jaringan, mengatur data dalam satu jaringan menggunakan struktur data berbentuk pohon seperti model data hierarki, model ini memungkinkan akses data dengan cepat. 
• Model data relasional, mengatur data dalam tabel dan model data ini berfungsi sebagai penghubung antara definisi spasial data dan atribut untuk kenampakan geografis. Model data relasional paling banyak digunakan untuk mengelola atribut data geografis.

3. Subsistem manipulasi dan analisis data. Subsistem ini memungkinkan penggunaan untuk menentukan dan mengeksekusi prosedur spasial dan atribut untuk menghasilkan informasi spasial. 
● Manipulasi data dilakukan dengan memperbarui pengelompokan, pengurutan data spasial, geocoding, pembaruan atribut dan menyesuaikan dengan perubahan dalam konfigurasi peta. Geocoding merupakan upaya untuk menghubungkan data nonspasial dengan peta dasar.
● Analisis data bertujuan untuk memperoleh informasi spasial yang baru dari data yang sudah ada sehingga diperoleh gambaran mengenai pola dan perubahan dari fenomena yang terjadi di wilayah tersebut.
●Analisis statistik adalah pengkajian data berupa angka yang dikumpulkan dan digolongkan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala. 
● Analisis bentuk lahan menggunakan data elevasi, khususnya model elevasi digital untuk menunjukkan karakter permukaan lahan. 


Tahukah Sobat apa saja peran analisis bentuk lahan?
Analisis bentuk lahan memiliki beberapa peran, yaitu:
1.  Deskripsi bentuk lahan bertujuan untuk mendefinisikan bentuk lahan secara kuantitatif dengan mengetahui atribut topografi.
2. Menyediakan dasar untuk stratifikasi tempat pengambilan sampel untuk mengklasifikasikan unit sampel atas dasar homogenitas dari variabel target.
3. Menghasilkan variabel prediktor untuk model lanskap tanah yaitu area lahan yang memiliki topografi dan tanah yang dapat dikenal dan dapat diperinci.
4. Meningkatkan kualitas visual dan komunikasi. Analisis bentuk lahan sangat berguna dalam survei tanah dan evaluasi lahan karena mampu memberikan dasar yang lebih jauh untuk memvisualisasikan lapisan data.

●Overlay merupakan proses penumpang susunan beberapa lapisan data spasial yang mengintegrasikan informasi dari lapisan penyusunnya untuk di analisis. Dua model overlay yang umum adalah union (gabungan) dan intersect (irisan).
 


Overlay Sumber: https://3.bp.blogspot.com

 

●Buffering merupakan prosedur dalam analisis spasial SIG untuk menciptakan suatu wilayah baru dengan jarak tertentu di sekitar kenampakan geografis yang dianalisis. Buffering dapat berupa titik dengan bentuk lingkaran, berupa garis dengan bentuk koridor dan poligon dengan poligon lebih besar.



Buffering Sumber: https://i1.wp.com

 

4. Subsistem penyajian data (output) merupakan subsistem prosedur di mana informasi dari SIG disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan data. Subsistem ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan tampilan grafik, biasanya peta dan tabel yang menggambarkan informasi yang diperoleh.

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis (SIG) Terkait Potensi Wilayah

Sobat pastinya sudah tidak asing dengan istilah wilayah, coba ingat kembali materi tersebut ya!



Wilayah merupakan ruang yang merupakan kesatuan geografis berserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. 
Potensi wilayah dipengaruhi oleh potensi lahan yang ada disana, potensi alam mengidentifikasi potensi penggunaan lahan untuk tujuan tertentu. Klasifikasi potensi lahan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa faktor yang dapat dipetakan menggunakan SIG seperti faktor peta kemiringan lereng, kedalaman tanah, tekstur tanah, permeabilitas dan erosi. 
 


Peta Tata Ruang untuk Mengetahui Potensi Wilayah Sumber: https://gurugeografi12.com

 

Selain untuk penentuan tata guna lahan dalam pengembangan potensi wilayah, SIG dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan wilayah terkait potensi persebaran penduduk, jaringan transportasi, pusat pertumbuhan baru, pengembangan kawasan permukiman, industri, sekolah, pusat perbelanjaan atau perkantoran.
 

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis terkait Kesehatan Lingkungan

Sob, seringkali kesehatan lingkungan dihubungkan dengan lingkungan hidup. Apa ya yang dimaksud lingkungan hidup?

 

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri. WHO memandang kesehatan lingkungan sebagai suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan sehingga keadaan sehat manusia dapat terjamin. Lingkungan sehat mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi dan fasilitas umum.

Kesehatan lingkungan dipengaruhi juga oleh bahaya lingkungan, mencakup tiga faktor yaitu:
a. Faktor biologis misalnya bakteri dalam air minum atau makanan.
b. Faktor kimia misalnya timbal dalam tanah, dan
c.  Faktor fisik misalnya yang terkait dengan desain perumahan dan sistem transportasi.

Kesehatan lingkungan melibatkan unsur ruang dan lokasi, sehingga SIG dapat berperan dalam menunjang kesehatan lingkungan terutama dalam pemodelan bahaya lingkungan. Tidak hanya bahaya lingkungan SIG juga berperan dalam penentuan daerah potensial bencana, daerah aman bencana dan lokasi-lokasi yang terjadi perusakan lingkungan.
 



Peta Sebaran Covid Sumber: https://bpbd.grobogan.go.id/Peta-Sebaran/

 

redesain-navbar Portlet