APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

 

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab Pertama!


 

Interpretasi Peta


 

Sob! Peta itu apa sih?

Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia Sumber: Mainlokal

     Singkatnya peta adalah representasi dari seluruh atau sebagian permukaan bumi atau beberapa benda langit pada permukaan bidang dengan tanda-tanda konvensional. Representasi ini digambarkan melalui skala tertentu, sehingga setiap aspek yang berbeda dari permukaan bumi seperti relief, permukiman, penggunaan lahan dan jaringan transportasi dapat dikenali.
Pendapat lain juga mengatakan bahwa peta adalah gambaran permukaan tiga dimensi yang ditampilkan dalam bidang dua dimensi.

 

Fungsi Peta


 

Sob sedikitnya terdapat lima fungsi peta, diantaranya sebagai berikut!
     Peta sangat bermanfaat untuk menunjukkan atau menggambarkan:
1.    Arah dan jarak di bumi,
2.    Lokasi suatu tempat,
3.    Ketinggian suatu tempat,
4.    Puas dan bentuk wilayah,
5.    Perubahan sifat alami dan nonalami.

Jadi, peta dapat berfungsi memperlihatkan / menyajikan bentuk, ukuran, dan lokasi/letak suatu daerah terhadap daerah lain yang berada di permukaan bumi ke dalam bidang datar; menyajikan data tentang potensi yang dimiliki suatu daerah (sebagai sumber data). 

 

Jenis dan Klasifikasi Peta


 

Sob kita mulai dari jenis-jenis peta yuk!

Jenis Peta
Sobat Pintar, berdasarkan skalanya, jenis peta dibedakan menjadi lima macam.

  • Skala 1: 100 sampai 1: 5.000 disebut peta kadaster. Peta ini berguna untuk menggambarkan peta tanah dalam sertifikat hak milik tanah (bahasa Jawa: pikukuh).
  • Skala 1: 5.000 sampai 1: 250.000 disebut peta skala besar. Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang sempit, misalnya peta kota.
  • Skala 1: 250.000 sampai 1: 500.000 disebut peta skala sedang. Peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas, misalnya peta provinsi.
  • Skala 1: 500.000 sampai 1: 1.000.000 disebut peta skala kecil. Peta ini digunakan untuk menggambarkan wilayah yang cukup luas, misalnya menggambarkan suatu negara.
  • Skala kurang dari 1: 1.000.000 disebut peta skala geografi. Peta ini digunakan untuk menggambar benua atau dunia.

 

Klasifikasi Peta
Peta dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu peta dasar dan peta tematik.

Peta Dasar
Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan peta berikutnya. Peta dasar yang digunakan ialah peta topografi yang menggambarkan keadaan bentuk muka bumi (bentang alam). Peta ini disebut juga peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh kenampakan yang ada di suatu daerah, misalnya sungai, sawah, pemukiman, jalan raya, dan jalan kereta api, peta rupa bumi.

Peta Tematik
Peta tematik adalah peta yang menggambarkan kenampakan tertentu di permukaan bumi. Berikut beberapa contoh peta tematik.
●    Peta khusus atau peta tematik
●    Peta tematik kualitatif
●    Peta lokasi pertambangan
●    Peta persebaran hutan bakau
●    Peta persebaran industri
●    Peta persebaran jenis tanah
●    Peta tematik kuantitatif
●    Peta kepadatan penduduk
●    Peta tingkat pendapatan
●    Peta produksi jagung

 

Memperbesar dan Memperkecil Peta

   
 

     Memperbesar peta adalah kegiatan mengubah ukuran peta menjadi lebih besar daripada ukuran semula. Sebaliknya, memperkecil peta adalah kegiatan mengubah ukuran peta menjadi lebih kecil daripada ukuran semula. Mengubah ukuran peta dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya, memperbesar dan memperkecil petak/dam pada peta, mengolah skala menggunakan fotokopi, dan menggunakan pantograf.
Contoh:

  • Peta berskala 1: 50.000 diubah menjadi 1: 100.000. Jika jarak petaknya p cm, maka peta tersebut mengalami pengecilan
  • Peta berskala 1: 100.000 diubah menjadi 1: 50.000. Jika jarak petaknya y cm, maka peta tersebut mengalami pembesaran menjadi x y cm = 2 cm.

Kesimpulan: Semakin besar angka pembagiannya, semakin kecil skala peta tersebut, begitu sebaliknya. 

Membaca, Menganalisi dan Menginterpretasi Peta


 

Sobat pernah dengar klasifikasi peta berdasarkan isinya?
Berdasarkan isinya peta terbagi menjadi peta umum dan peta khusus atau peta tematik. Salah satu contoh peta tematik adalah peta jaringan jalan. 
Suatu peta dapat dibaca, dianalisis dan diinterpretasi.

Ketiga istilah ini memiliki makna yang berbeda dalam aktivitas kompleks penggunaan peta loh, yuk baca dengan seksama penjelasannya ya!

Membaca Peta


 
Unsur Peta Sumber: Utakatikotak.com


Membaca peta merupakan aspek dasar dalam penggunaan peta, hal ini bertujuan untuk menggali informasi dari peta.

Hal yang perlu diperhatikan ketika membaca peta yaitu judul peta, skala peta, legenda, orientasi peta, garis tepi peta dan tahun pembuatan peta.


Manfaat yang akan didapatkan ketika Sobat mampu membaca peta dengan baik dan benar adalah Sobat bisa menggambarkan fenomena geografis sebagai panduan dalam melakukan perjalan.


Unsur geografi yang dapat diketahui dengan membaca peta yaitu:
1. Kenampakan pokok
seperti laut, sungai, danau, gunung, bukit, lembah, vegetasi, permukiman, jaringan jalan dan industri.
2. Jarak pada peta
dapat dibaca dengan bantuan penggaris, ini bisa dilakukan jika jaraknya adalah jarak lurus. Untuk mengukur jarak yang tidak beraturan misalnya jarak sungai dapat dilakukan dengan menggunakan benang yang ditempelkan mengikuti pola sungai kemudian benang tersebut diukur menggunakan penggaris.
Tahukah Sobat?
Untuk mengukur jarak ini selain menggunakan pengaris dapat juga menggunakan garis lintang dan bujur, setiap satu derajat garis lintang setara dengan 111 km. Cakupan area yang luas ini menyebabkan pembagian koordinat dibagi lagi menjadi menit (‘) dan detik (“).

3. Arah merupakan suatu hal penting untuk diatur sedemikian rupa, sehingga bagian utara tetap mengarah ke arah utara. Pengaturan ini dapat dilakukan dengan bantuan kompas. Terdapat dua model kompas yang umum digunakan yaitu kompas dengan model bearing dan model azimuth.
a. Model bearing adalah istilah bahari yang menghubungkan pembacaan derajat timur atau barat dari garis referensi utara-selatan. Terdapat empat kuadran bearing yang digunakan dalam menentukan arah dengan besaran sudut antara 0-90 º. Pengukuran dimulai dari titik dimana kita berada kemudian mengukur sudut dari utara ke selatan searah jarum jam atau berlawanan jarum jam. Misalnya U 45º T, artinya 45º dari arah utara menuju timur.
 

Model Bearing Sumber: https://slideplayer.info


b. Model azimuth digunakan untuk menentukan arah dengan mengukur dari utara berputar searah jarum jam ke titik yang dituju dengan besaran sudut antara 0-360 º.
 

Model Azimuth Sumber: https://slideplayer.info


4. Lokasi, lokasi suatu kenampakan geografi dapat dibaca dengan beberapa cara, yaitu:
a. Parallel dan meridian, metode ini dilakukan dengan berdasar pada sistem koordinat geografis. Garis yang menghubungkan barat dan timur bumi sejajar dengan garis khatulistiwa disebut garis lintang, garis ini memiliki luasan 0 º sampai 180 º dan semakin pendek ketika mendekati kutub. Sedangkan garis yang melingkari bumi secara vertikal adalah garis bujur dengan meridian utama berada di Greenwich sehingga sering disebut sebagai Meridian Greenwich.
b.Arah dan jarak dalam kuadran, penerapan konsep ini dilakukan dengan meletakkan suatu lokasi berdasarkan jarak suatu lokasi terhadap lokasi awal dan sudut azimuth.
c. Jarak dan jarak dalam koordinat kartesius, jarak dalam konsep ini menggunakan sumbu horizontal x dan sumbu vertikal y. Jarak satu ada pada titik x sedangkan jarak dua ada pada titik y dan titik awal disebut sebagai pusat koordinat (titik O) yang menjadi perpotongan antara garis x dan y.
d. Metode arah dan arah, penentuan lokasi dengan metode ini menggunakan cara resection dan intersection. Metode reseksi adalah dilakukan dengan menentukan sudut bearing dari dua lokasi yang telah diketahui dengan baik pada peta. Gunakan tiga atau lebih lokasi untuk akurasi yang lebih baik, metode ini dapat dilakukan dengan membidik azimuth lokasi pertama kemudian tentukan back azimuth dari lokasi tersebut dan lakukan hal yang sama pada lokasi lainnya. Titik pertemuan dari back azimuth lokasi pertama dan lokasi kedua adalah perkiraan lokasi Sobat.


5.Ketinggian merupakan jarak vertikal yang diukur dari permukaan laut. Ketinggian pada peta dapat dibaca melalui 
a. Ketinggian titik-titik tertentu (spot height) menunjukkan ketinggian suatu tempat dengan simbol titik hitam dan angka yang menunjukkan angka ketinggiannya.
b. Titik-titik triangulasi, menunjukkan ketinggian tertinggi dengan simbol segitiga biru dan angka keterangan ketinggian.
c. Garis kontur yang disajikan dengan warna coklat, menghubungkan tempat dengan ketinggian yang sama diatas permukaan laut dan digambarkan dengan jarak interval sama.

Menganalisis Peta
Analisis peta bertujuan menunjukkan hubungan antara berbagai variabel yang berbeda yang ditemukan pada peta. Verifikasi dalam analisis peta dibutuhkan untuk memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam peta adalah benar. Evaluasi peta pun dibutuhkan untuk mengetahui sumber dan tahun pembuatan peta sehingga analis mengetahui data yang disajikan berupa data terbaru atau data lama. 
Orientasi menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika menganalisis peta, dari orientasi ini akan diketahui bagaimana kedudukan dan hubungan suatu wilayah dengan wilayah sekitarnya. Unsur yang dianalisis yaitu ukuran skala, sistem koordinat, deklinasi, relief dan simbol lainnya.
Analisis peta mencakup beberapa kegiatan yaitu pengklasifikasian, delineasi, pembuatan daftar dan pengukuran.
a. Pengklasifikasian dilakukan pada objek, fitur atau wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Terdapat tiga hal yang perlu diperahtikan dalam pengklasifikasian yaitu menentukan satu atau lebih kenampakan geografis pada peta, menentukan kenampakan geografis yang lebih umum, mengidentifikasi identitas objek lebih detail.
b. Delineasi atau penarikan garis batas sementara suatu objek atau wilayah misalnya wilayah pertambangan.


 
Delineasi Peta Sumber: Blogspot.com


c. Enumerasi atau pembuatan daftar atau penghitungan hal-hal yang terlihat berbeda pada peta.
d. Pengukuran, mengacu pada pengukuran kuantitatif variabel fisik tertentu seperti jarak, ketinggian, volume dan kuas.

Menginterpretasi Peta
Interpretasi peta berfungsi dalam menjelaskan perbedaan spasial atau mengapa kenampakan geografis tertentu terjadi di tempat tertentu. Hal yang harus diperhatikan dalam interpretasi peta yaitu kemampuan menjelaskan pola spasial dengan mengaitkan setiap pola geografis dengan informasi yang diketahui, tidak hanya berfokus pada penentuan jarak, ketinggian, lokasi dan kuantitas tetapi pada ciri fisik dan sifat. Interpretasi peta dapat dilakukan dalam beberapa langkah yaitu 
a. Mengenali pola spasial dengan mempelajari sifat dan ciri yang digambarkan oleh suatu pola. Tidak hanya kenampakan budaya saja, suatu pola dapat menggambarkan kenampakan fisik misalnya pada ketinggian 2000 mdpl jenis vegetasi yang dapat ditemui adalah teh.
b. Menjelaskan pola, dilakukan dengan identifikasi jenis pola dan membuat garis besar informasi yang dapat menjawab pertanyaan apa, dimana dan kapan pola itu terjadi.
c. Mengorelasikan pola yang berbeda, sebab keberadaan suatu pola bisa menjadi sebab dari adanya pola lain disekitarnya. Misalnya terdapat pemukiman di sepanjang aliran sungai, itu artinya pola alami bisa berhubungan dengan pola sosial atau pola budaya.


 

 Peta Pola suatu Fenomena Sumber: https://docplayer.info


d. Sadar akan keterbatasan kartografi, keterbatasan pada peta dapat dilihat dari proses pembuatan peta.

Secara umum keterbatasan peta yaitu

  1. keterbatasan pada sifat terutama pada simbol, skala dan bentuknya berupa dua dimensi,
  2. keterbatasan data, beberapa peta menggunakan data statistik untuk menggambarkan suatu fenomena misalnya populasi. Informasi yang dimuat merupakan suatu hal yang dinamis sehingga dapat berubah kapan saja,
  3. keterbatasan teknologi, hal ini menentukan kualitas tampilan dan komponen peta,
  4. keterbatasan pembuatan peta, sebab peta tidak selalu dibuat oleh seorang ahli kartografi atau GIS atau pembuat peta tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang daerah yang dipetakan,
  5. keterbatasan dari pemesan peta, sebab peta tidaklah netral melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dari pengguna peta,
  6. keterbatasan pengguna peta, kemampuan pengguna peta yang minim akan menyebabkan kesalahan dalam membaca dan menafsirkan peta.

Pengertian Penginderaan Jauh


 

Sob! pernah belajar penginderaan jauh kan waktu kelas X?
Penginderaan jauh merupakan suatu teknik untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menentukan objek serta memperoleh informasi tentang sifat fisik objek melalui analisis data objek yang dikumpulkan dengan menggunakan sensor yang letaknya jauh dari objek dan tidak bersentuhan langsung secara fisik dengan objek.  Penginderaan jauh telah mengalami banyak perkembangan, selain dari wahana dan instrumen, sensor yang digunakan pun turut berkembang. 
 

Citra hasil Inderaja Sumber : Google Earth
 

Komponen Penginderaan Jauh


 

Yuk kita pelajari komponen inderaja!

Komponen Inderaja Sumber: https://www.researchgate.net
 


Penginderaan jauh memiliki beberapa komponen, yaitu:
a.    Sumber energi, berupa gelombang elektromagnetik untuk mendapatkan gambaran permukaan bumi
b.    Atmosfer yang selektif terhadap panjang gelombang
c.    Sensor untuk melacak, mendeteksi, dan mereka objek sasaran di alam dalam jangka waktu tertentu
d.    Perolehan data dengan interpretasi foto udara
e.    Penggunaan data sebagai penentu tingkat keberhasilan


 

Citra merupakan gambaran objek yang terlihat pada lensa kamera atau pada hasil cetakan. Citra terbagi menjadi dua yaitu citra foto yang dihasilkan oleh sensor kamera dan citra nonfoto yang dihasilkan sensor bukan kamera. Citra foto adalah hasil foto udara sementara radar adalah hasil rekaman gelombang.
      


Gambar 9 Citra Nonfoto Sumber: data:image/jpeg;base64


Gambar 10 Citra Foto Sumber: http://4.bp.blogspot.com/


Dalam penginderaan jauh, bumi dipotret dari ruang angkasa dengan menggunakan pesawat atau satelit. Pesawat atau satelit inilah yang disebut dengan wahana.

Jarak pemotretan terbagi menjadi tiga tingkat ketinggian;
● Ketinggian 1.000 m sampai 9.000 m dari permukaan laut, pemotretan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang rendah sampai medium (low to medium altitude aircraft). Citra yang dihasilkan adalah citra foto (foto udara).
● Ketinggian sekitar 18.000 m dari permukaan bumi, pemotretan dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang tinggi (high altitude aircraft). Citra yang dihasilkan adalah foto udara dan multispectral scanners data.
● Ketinggian 400 km sampai 900 km dari permukaan bumi, pemotretan dilakukan dengan menggunakan satelit. Citra yang dihasilkan adalah citra satelit.

 

Proses pemotretan objek yang sedang diteliti, baik melalui pesawat terbang maupun satelit, merupakan tahap pengumpulan data yang hasilnya berupa citra foto udara atau citra satelit.
Tahap pengumpulan data ini memerlukan lima komponen pendukung, yaitu:

  • sumber tenaga (energi),
  • atmosfer,
  • objek,
  • sensor,
  • dan produk (data yang diperoleh). 

Nah Sob, umumnya terdapat empat langkah dalam pengolahan citra
Empat langkah dalam pengolahan citra yaitu:
a. Prapengolahan data (preprocessing) merupakan langkah yang dilakukan sebelum analisis data utama dan ekstraksi informasi. Tahapan dalam pengolahan data terdiri atas tahapan

  • koreksi geometrik mencakup penerapan algoritma untk gambar yang cocok dengan kelengkungan bumi,
  • koreksi georeferensi mencakup pembentukan sistem koordinat geografis atau membuat susunan gambar yang diperlukan untuk tumpang susun (overlay),
  • koreksi radiometrik adalah proses memastikan keakuratan nilai reflektansi permukaan yang diwakili angka digital dalam gambar. Koreksi radiometrik ini berupaya untuk menghilangkan kesalah dalam sensor.

 



Proses Koreksi Atmosferic Sumber:https://uzishidqi.files.wordpress.com


b. Peningkatan kualitas citra, ditujukan agar interpretasi dan analisis visual dapat dilakukan dengan baik. Tindakan yang dapat dilakukan berupa reduksi citra, pembesaran citra, dan penyesuaian kontras linier dan non linier.
c. Transformasi citra bertujuan hampir sama dengan peningkatan kualitas citra dan mencakup pemrosesan gabungan data dari beberapa pita spektrum.
d. Klasifikasi citra merupakan langkah dalam pengolahan data citra digital penginderaan jauh yang dilakukan berdasarkan kategori tertentu. Terdapat dua jenis klasifikasi yaitu klasifikasi terbimbing (supervised classification) dan klasifikasi tidak terbimbing (unsupervised classification).

  • Klasifikasi terbimbing memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengklasifikasikan secara mandiri, artinya klasifikasi ini dilakukan atas arahan peneliti melalui training sample yang menjadi bahan pembelajaran otomatis bagi komputer.
  • Sementara klasifikasi tidak terbimbing menyerahkan sepenuhnya klasifikasi pada sistem komputer dengan cara memisahkan sejumlah besar piksel yang tidak diketahui pada gambar berdasarkan nilai reflektansi.

      



Klasifikasi Terbimbing Sumber: http://horizonlangit.blogspot.com    

 


 

Klasifikasi Tidak Terbimbing Sumber: http://horizonlangit.blogspot.com/

Interpretasi Citra Penginderaan Jauh


 

Sobat mari kita berdiskusi mengenai interpretasi citra!
Penginderaan jauh menyajikan representasi permukaan bumi berdasarkan pantulan energi elektromagnetik dari objek yang akan direkam sensor.      

Objek yang terekam pada citra memiliki beberapa ciri yaitu 
(1) ciri spasial yang berkaitan dengan aspek keruangan yang mencakup bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur situs dan asosiasi, 
(2) ciri temporal, yaitu ciri yang berkaitan dengan umur benda atau waktu perekaman, 
(3) ciri spektral yaitu ciri yang dihasilkan dari interaksi tenaga elektomagnetik dengan benda yang dinyatakan dengan rona dan warna.

Terdapat tiga pengetahuan dasar dalam interpretasi citra
a. Pengetahuan tentang subjek interpretasi. Hal ini akan memberi akurasi lebih bagi interpreter karena beberapa disiplin ilmu lain juga digunakan dalam interpretasi citra.
b. Pengetahuan tentang wilayah geografis. Setiap lokasi memiliki karakteristik unik yang mempengaruhi pola yang terekam citra, pengalaman interpreter akan sangat berguna dalam mengidentifikasi kenampakan dalam peta.
c. Pengetahuan tentang sistem penginderaan jauh. Interpreter harus mengetahui bagaimana variabel berbeda dapat mempengaruhi citra yang akan diinterpretasikan dan bagaimana mengevaluasinya sehingga informasi yang diperoleh adalah informasi yang berguna.

Nah Sob, dalam interpretasi citra terdapat beberapa gugus tugas loh!
Gugus tugas dalam interpretasi citra diantaranya sebagai berikut:
a. Klasifikasi adalah penempatan objek, fenomena atau wilayah ke kelompok tertentu berdasarkan kenampakannya pada citra.
b. Pencacahan dilakukan dengan membuat daftar atau menghitung data diskret yang terlihat pada citra.
c. Pengukuran dalam interpretasi terdiri atas pengukuran jarak, tinggi, volume dan luas wilayah, jenis pengukuran ini membentuk subjek fotogrametri yang menerapkan pengetahuan geometri citra ke derivasi jarak yang akurat. Pengukuran jarak yang kedua adalah menilai kecerahan kualitatif terhadap kecerahan gambar. Densitometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur derajat kepekaan suatu objek.
d. Penggambaran, adalah kegiatan menggambarkan secara garis besar wilayah sebagaimana yang diamati pada citra penginderaan jauh. Peneliti harus mampu membedakan dan memisahkan setiap wilayah yang berbeda baik dari segi corak dan tekstur tertentu.

Nah Sob, untuk menginterpretasi citra kita harus mengetahui unsur-unsur interpretasi citra
Unsur interpretasi citra diantaranya yaitu:
1.  Rona, adalah tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra.
2. Ukuran, meliputi dimensi panjang, luas, tinggi, kemiringan dan volume objek.
3. Bentuk, memiliki kaitan yang erat dengan ciri keuangan, konfigurasi dan batas sebuah objek.
4. Tekstur, biasanya dikelompokkan menjadi kasar dan halus.
5. Pola, merupakan ciri yang menandai objek buatan manusia atau alami.
6. Bayangan, membantu dalam menegaskan objek pada citra.
7. Situs, adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya.
8. Asosiasi, merupakan keterkaitan antara objek yang satu dengan lainnya.

 

Manfaat Citra Penginderaan Jauh


 

Sobat sudah tahu apa saja keunggulan penginderaan jauh? Yuk kita cari tahu!
Keunggulan penginderaan jauh diantaranya sebagai berikut:
● Daerah atau kota yang semula tidak tampak dapat direkam sehingga terwujud dalam bentuk citra yang akhirnya dapat dikenali.

● Setiap gambar dapat meliputi daerah yang luas, misalnya sampai setengah bola bumi.
● Merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk memetakan daerah bencana. Misalnya, daerah gempa dan daerah banjir.
● Pembuatannya dapat diulang-ulang dalam waktu yang pendek.
● Merupakan alat yang baik untuk pembuatan peta karena dapat menggambarkan objek secara lengkap dan mirip dengan wujud yang sebenarnya.
●  Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara terestrial.

 

Manfaat citra pengindraan jauh yaitu:
● Sebagai alat penerima, Citra merupakan alat yang baik dalam memberikan rekaman objek sehingga citra sangat berguna bagi pendidikan dan pengajaran geografi, juga merupakan alat pendukung dalam penelitian geografi.
● Untuk mendapatkan kenyataan terbaru setiap saat dan dalam cuaca apapun, pengambilan citra dapat dilakukan. Citra merupakan sumber data dan dapat menyajikan gambar secara lengkap.
● Alat penjelasan, Citra merupakan alat yang baik untuk memahami letak dan susunan gejala di muka bumi, karena citra menyajikan gambar yang lengkap dan wujud yang sebenarnya.
● Alat bantu menyusun teori Foto udara merupakan penghubung yang baik antara fakta dan teori. Teori disusun berdasarkan penelitian yang dibuat dengan tingkat kepercayaan antara fakta dan teori.

 

Latihan 1

Type here..

Latihan 1

Perhatikan pernyataan berikut!

Manfaat citra:
1.    memetakan daerah aliran sungai
2.    mengamati beda ketinggian tempat
3.    mengetahui sistem pola angin permukaan
4.    membantu analisis dan prakiraan cuaca
5.    pengamatan jenis dan pola gerakan
Pemanfaatan penginderaan jauh di bidang meteorologi terdapat pada angka….
a.    1, 2 dan 4
b.    1, 2 dan 5
c.    1, 3 dan 4
d.    2, 3 dan 5
e.    3, 4 dan 5

 

Latihan 2

Perhatikan pernyataan berikut!

Karakteristik objek pada citra:
1.    bentuk dan ukuran rumah sama
2.    pola perumahan memanjang mengikuti jalan tanah
3.    jarak rumah satu sama lain sama
4.    sekitar rumah terdapat pekarangan yang luasnya sama
5.    tampaknya ada tanaman dari bertekstur sedang sampai kasar.
Objek wisata yang tergambar kemungkinan pemukiman di daerah….
a.    pedesaan
b.    pantai
c.    transmigrasi
d.    perkotaan
e.    pegunungan

 

Latihan 3

Pilih jawaban paling tepat!

Pada foto udara jalan kereta api seperti pita kecil dengan tikungan tidak tajam, bagian hilir sungai tampak seperti pita yang lebih besar dan berkelok-kelok, dan atap rumah seperti segi empat. Interpretasi foto udara tersebut berdasarkan pada unsur….
a.    warna
b.    bayangan
c.    rona
d.    tekstur
e.    bentuk

 

Latihan 4

Pilih jawaban paling tepat!

Hasil penginderaan jauh yang berupa citra memiliki karakteristik yang khas. Konfigurasi objek citra dapat dipahami dari….
a.    rona
b.    ukuran
c.    bayangan
d.    bentuk
e.    pola

 

Latihan 5

Pilihlah jawaban paling tepat untuk pertanyaan berikut!

Bila objek pada sebuah citra terlihat gelap, hal ini disebabkan oleh….
a.    tekstur objek halus
b.    tekstur objek kasar
c.    intensitas sinar besar
d.    situs objek terpencil
e.    pantulan sinar dari objek sedikit

 

Latihan 6

Pilihlah jawaban yang tepat!

Model analisis untuk menentukan jangkauan rumah sakit adalah ....
a.    intersection
b.    overlay
c.    buffering
d.    intersect
e.    union

 

Latihan 7

Pilihlah jawaban yang tepat!

Penentuan lokasi di peta dengan menggunakan data atau lokasi yang telah diketahui baik di lapangan maupun di peta disebut ....
a.    resection
b.    map setting
c.    map layouting
d.    marking
e.    overlay

 

Sistem Infornasi Geografis (SIG)


 

Sobat kita ingat kembali yuk apa definisi dari SIG!
SIG (Sistem Informasi Geografis) adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi.
Data tersebut memuat data atau fakta permukaan bumi secara lengkap, misalnya, keadaan geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim, dan budaya. Wujud data tersebut disajikan dalam bentuk peta sehingga sistem informasi geografi tidak terlepas dari peta sebagai basis data.
SIG adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografis.
Dengan SIG, seluruh data yang ada pada suatu wilayah dapat disimpan, dimanipulasi, dan dianalisis melalui komputer. Teknologi komputer mampu menangani berbagai informasi secara cepat dan akurat sehingga SIG yang berbasis teknologi komputer menjadi pilihan bagi banyak pengguna pada saat ini.

 

Cara pengelolaan SIG


 

Sobat pernah dengar subsistem dalam SIG?
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas tiga subsistem:
1. Subsistem masukan (input subsystem), yaitu pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukkan dalam topik geografi yang akan diinformasikan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam bentuk peta, bagan, grafik, atau tabel. Input data SIG diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit, dan hasil survei lapangan.
2. Subsistem pengolahan dan penyimpanan data (processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan untuk dipanggil kembali secara cepat dan akurat.
3. Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian semua data atau sebagian data dalam bentuk tabel, peta file elektronik (digital), dan grafik. 

Tahapan kerja SIG yang dilakukan sebagai berikut:
1.  Masukan (input) Dalam kerja SIG, mula-mula dibutuhkan data awal atau database, yaitu data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan dalam komputer, atau peta-peta yang telah ada dilarik secara optis dan dimasukkan ke dalam komputer. Database dapat digunakan untuk pengelolaan lebih lanjut. Input atau data masukan dapat diperoleh dari penelitian (lapangan), kantor pemerintah, peta, dan data citra pengindraan jauh.
2. Proses dalam SIG dapat berfungsi untuk memanggil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan dalam komputer.
3. Keluaran (output) Data yang sudah dianalisis oleh SIG akan memberikan informasi pada pengguna data sehingga dapat dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta cetakan (hard copy), rekaman soft copy dan tayangan (display).

Komponen SIG


 

Tahukah Sobat dalam kerja SIG, diperlukan komponen-komponen SIG yang merupakan sistem kompleks yang biasanya terintegrasi dengan lingkungan sistem komputer yang lain di tingkat fungsional dan jaringan.
Berikut komponen-komponen SIG.
●Perangkat keras (hardware), berupa suatu unit komputer terdiri atas CPU, VDU, disk drive, tape drive, digitizer, printer, dan plotter.
●Perangkat lunak (software) berupa modul-modul program misal Arc/info, Arc View, Mapinfo, R2V, dan sebagainya. Modul tersebut berupa masukan data, verifikasi data, penyimpanan data, pengolahan dan manajemen data, presentasi data, transformasi data, dan interaksi dengan pengguna.
●Data dan informasi geografi, berupa data spasial (peta) foto udara, citra satelit dan data atribut seperti data penduduk, data industri, dan pertambangan.
● Manajemen berupa sumber daya manusia yang mempunyai keahlian mengolah SIG.
Dari uraian di atas secara keseluruhan, maka SIG tidak hanya diterapkan di bidang sumber daya alam, tetapi sekarang berkembang pada bidang perencanaan pembangunan.

 

Peran SIG dalam Kajian Geografi


 

Sobat kita berdiskusi peran SIG dalam kajian geografi yuk!
Sistem informasi geografi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang;
●Bidang sumber daya alam, meliputi inventarisasi, manajemen sumber daya alam, kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaan tata guna lahan, analisis daerah rawan bencana, dan potensi laut.
●Bidang perencanaan, meliputi perencanaan wilayah, perencanaan permukiman transmigran, dan perencanaan lokasi industri.
●Bidang pertanahan, meliputi sistem pertanahan dan manajemen pertanahan.
●Bidang kependudukan, meliputi penyusunan data pokok, penyediaan informasi sensus sosial-ekonomi, sistem informasi pemilu, dan lain-lain.
●Bidang ekonomi, bisnis, dan marketing, meliputi penentuan lokasi yang prospektif untuk bank, pasar swalayan, kantor ATM, dan lain-lain.
●Bidang militer, meliputi penyediaan data spasial untuk analisis rute perjalanan, logistik, peralatan perang, dan sebagai tools untuk kebutuhan war game, dan lain-lain.
●Bidang pendidikan, meliputi penentuan lokasi pendidikan, sistem informasi pendidikan/ akademis, dan lain-lain.
●Bidang transportasi, meliputi inventarisasi jalan transportasi, analisis kesesuaian dan penentuan rute-rute alternatif transportasi, analisis lokasi rawan kemacetan, dan bahaya kecelakaan.

 

Jaringan Transportasi


Sob, ada beberapa istilah yang harus kamu tau nih!
Prasarana transportasi mencakup segala sesuatu secara fisik yang menunjang terselenggaranya proses transportasi, seperti jalan umum dan jalan khusus, jembatan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan prasarana lainnya.
●Jaringan pelayanan transportasi adalah susunan rute pelayanan transportasi yang menghubungkan ruang lalu lintas.
●Ruang lalu lintas merupakan suatu ruang gerak sarana transportasi dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi.
●Simpul transportasi adalah suatu tempat yang berfungsi untuk kegiatan menaikkan dan menurunkan penumpang, membongkar dan memuat barang, mengatur perjalanan serta tempat perpindahan intermoda dan antarmoda.
●Transportasi antarmoda. Moda transportasi adalah sarana transportasi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Moda transportasi dapat berupa angkutan darat dan angkutan laut. Sedangkan transportasi antarmoda merupakan transportasi penumpang yang menggunakan lebih dari satu moda.
●Transportasi jalan merupakan prasarana pendukung sistem transportasi darat. Jaringan jalan adalah rangkaian jalan yang terhubung satu dengan lainnya. Berdasarkan fungsinya jaringan jalan terbagi menjadi 
(1) jaringan jalan primer (tingkat nasional dan diutamakan untuk pengmbangan suatu wilayah), 
(2) jaringan jalan sekunder merupakan jaringan jalan untuk pelayanan di perkotaan. Berdasarkan peruntukannya, jalan terbagi menjadi jalan umum untuk lalu lintas umum dan jalan khusus selain untuk penggunaan umum, tapi juga untuk pertambangan atau perkebunan. Berdasarkan statusnya dapat diklasifikasikan menjadi jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa.

 
Contoh Peta Jaringan Transportasi Sumber: data:image/jpeg;base64,/9j/


●Transportasi kereta api memiliki jaringan prasarana berupa simpul yang berwujud stasiun dan ruang lalu lintas berupa jalur kereta api. Stasiun kereta api berdasarkan statusnya dibedakan menjadi stasiun umum dan stasiun khusus, contoh dari stasiun khusus adalah stasiun yang diperuntukkan untuk kegiatan tertentu saja misalnya stasiun batu bara.
●Transportasi sungai dan danau, pelayannya dilakukan dalam trayek tetap teratur dan trayek tidak tetap dan tidak teratur. Angkutan sungai atau danau secara komersil biasanya menghubungkan pelabuhan antar kota dengan tujuan efisiensi, adapun angkutan sungai atau danau perintis bertujuan menghubungkan daerah terpencil atau terisolasi dan biasanya angkutan ini di subsidi pemerintah.
● Transportasi penyebrangan, adalah angkutan yang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan jaringan jalan yang berfungsi mengangkut penumpang dan kendaraan beserta muatannya.
● Transportasi laut, adalah angkutan yang berfungsi memindahkan barang dan jasa dari satu wilayah ke wilayah lainnya yang dipisahkan oleh wilayah perairan. Terdapat dua paradigma dalam mengembangkann transportasi laut, ship follow the trade artinya pembangunan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi laut mengikuti arus dan aktivitas perdagangan sedangkan ship promote the trade artinya pembangunan jaringan pelayanan dan prasarana transportasi laut dilakukan guna membentuk arus dan aktivitas perdagangan yang baru. Jaringan prasaran transportasi laut terdiri dari simpul yang berwujud pelabuhan laut dan ruang lalu lintas yang berwujud alur pelayaran.
 



Peta Jaringan Transportasi Laut Sumber: https://www.facebook.com/


Transportasi udara, merupakan kumpulan rute penerbangan yang melayani kegiatan transportasi udara dengan jadwal dan frekuensi yang sudah tentu. Rute penerbangan terbagi menjadi rute penerbangan luar dan dalam negeri. Jaringan penerbangan dalam negeri sudah satu kesatuan dengan jaringan transportasi darat dan laut. Rute penerbangan memiliki tiga hirarki yaitu rute penerbangan utama, rute pengumpan dan rute perintis.
● Transportasi pipa merupakan perangkat transportasi angkutan barang melalui pipa dengan komoditas yang umum diangkut adalah gas alam , minyak mentah, minyak hasil olahan atau air.

Interpretasi Peta dan Pengolahan Citra Penginderaan Jauh Terkait Jaringan Transportasi


 

Tahukah Sobat bahwa penginderaan jauh berperan dalam membantu berbagai moda transportasi.
 



Pemanfaatan SIG di bidang transportasi Sumber: https://encrypted-tbn0.gstatic.com


Beberapa manfaat inderaja dalam bidang transportasi yaitu:
a. Inderaja menggabungkan pandangan sinoptik yang luas dengan kemampuan mendeteksi perubahan permukaan kenampakan geografis secara cepat dan rutin.
b. Citra satelit mampu memberikan liputan berulang dan konsisten di suatu wilayah.
c.  Kemampuan mengumpulkan informasi dalam waktu dekat dan realtime
d.  Internet memudahkan transmisi citra dan data satelit sehingga mudah diakses dan tepat waktu
e.  Data yang dihasilkan jadi lebih akurat dan meminimalisir kesalahan yang umum terjadi jika dilakukan oleh manusia.
f.  Teknologi inderaja menghemat biaya dan mampu menjangkau daerah terpencil.

Lalu, informasi apa saja yang dapat diberikan dari inderaja untuk perkembangan transportasi?
a. Identifikasi karakteristik dari sarana transportasi seperti jalan, rel kereta, alur sungai maupun alur laut.
b. Identifikasi potensi bencana atau kecelakaan yang dapat terjadi serta rencana penanggulangannya seperti jalur evakuasi dan jarak dari rumah sakit terdekat.
c. Identifikasi bentuk lanskap dalam perencanaan jalur transportasi yang efektif dan efisien

Sob, terdapat tiga kenampakan fisik yang mempengaruhi sistem transportasi loh!
a. Topografi. Infrastruktur transportasi darat utama biasanya dibangun di wilayah yang memiliki hambatan fisik paling sedikit seperti dataran, sepanjang lembah atau celah antar pegunungan. Transportasi air dipengaruhi oleh keadaan air misalnya terumbu karang dan garis pantai turut mempengaruhi lokasi infrastruktur pelabuhan. Sementara transportasi udara cenderung membutuhkan lapangan yang luas untuk tinggal landas dan mendarat.
b. Hidrologi. Sifat, sebaran dan sirkulasi air berperan penting dalam industri transportasi terutama transportasi air. Beberapa sungai dimanfaatkan untuk navigasi air misalnya di Kalimantan di sisi lain keberadaan sungai ini kadang menjadi penghambat bagi transportasi darat.
c. Iklim. Komponen utama iklim yaitu suhu, angin dan curah hujan berpengaruh pada moda transportasi sebab dapat menjadi penghambat dalam keberlangsungan aktivitas transportasi.

Ada dua model peta dalam transportasi yaitu peta geografis yang menggambarkan suatu wilayah secara keseluruhan dan peta topologi yang berfokus mengaitkan elemen tertentu dalam suatu wilayah. Pengolahan citra penginderaan jauh terkait jaringan transportasi dapat bermanfaat dalam hal berikut:
a. Inderaja dapat dimanfaatkan dalam proyek perencanaan koridor.
b. Inderaja dapat dimanfaatkan untuk memantau keadaan jembatan.
c. Ilmu dan teknologi inderaja dapat digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan kemanan berbagai jenis sistem transportasi.

Tata Guna Lahan


 

Sobat sudah tau apa itu lahan?
Merujuk pada pendapat FAO (1998) lahan adalah setiap wilayah yang menembus permukaan bumi dan mencakup semua atribut biosfer tepat diatas atau dibawah permukaan bumi. Atribut biosfer yang dimaksud berupa iklim, tanah dan bentuk dataran, hidrologi permukaan (termasuk danau dangkal, sungai dan rawa). 
 


Peta Tata Guna Lahan Sumber: http://www.mongabay.co.id


Tata guna lahan dicirikan oleh pengaturan, kegiatan dan masukan oleh orang-orang untuk menghasilkan, mengubah atau mempertahankan tipe tutupan lahan tertentu sehingga terjadi hubungan langsung antara tindakan orang-orang di lingkungan tersebut dengan tata guna lahan.


Antara tata guna lahan dan tutupan lahan memiliki pengertian yang berbeda. Tata guna lahan merupakan aktivitas manusia yang dilakukan untuk mendapatkan manfaat dari lahan. Sementara tutupan lahan merupakan vegetasi atau konstruksi yang menutupi permukaan bumi, hal ini mengacu pada karakteristik fisik atau biofisik atau keadaan permukaan dan di bawah permukaan bumi yang dikendalikan oleh sebaran vegetasi, air, gurun, es, dan kenampakan fisik lainnya termasuk yang disebabkan oleh kegiatan manusia.


Campbel mendefinisikan penggunaan lahan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, baik dalam arti ekonomi formal atau dalam arti yang lebih luas dari hubungan fungsional antar manusia serta antara manusia dan lingkungan.

Faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan
Cauhan mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan diantaranya 
a. faktor fisik yang mencakup relief, geologi, kualitas tanah, vegetasi, drainase dan iklim.
b. faktor ekonomi mencakup tingkat perkembangan ekonomi, sistem keuangan, perdagangan, transportasi dan teknologi
c. faktor konfigurasi budaya mencakup konsentrasi penduduk, relasi sosial, adat istiadat, tradisi, tingkat pendidikan dan sistem penguasaan lahan.

Klasifikasi lahan
Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas dua, yaitu kawasan lindung dan kawasan budidaya
a. Kawasan lindung adalah wilayah dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumberdaya alam dan sumberdaya buatan
b. Kawasan budi daya adalah kawasan dengan fungsi utama untuk membudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan. Kriteria kawasan budidaya adalah sebagai berikut: 
1) kawasan peruntukan hutan produksi, 
2) kawasan peruntukan pertanian, 
3) kawasan peruntukan pertambangan, 
4) kawasan peruntukan permukiman, 
5) kawasan peruntukan industri, 
6) kawasan peruntukan pariwisata dan 
7) kawasan perdagangan dan jasa.

 

Interpretasi Peta dan Pengolahan Citra Penginderaan Jauh Terkait Tata Guna Lahan


Peta Tata Ruang Kota Bandung Sumber: https://commons.wikimedia.org

Peta penggunaan lahan termasuk peta tematik yang menunjukkan jenis dan intensitas penggunaaan lahan yang berbeda di wilayah tertentu. Unsur geografi disajikan dengan simbol titik, garis atau area dengan fitur utama yang tampak pada peta berupa kenampakan wilayah seperti vegetasi, air, informasi yang ditambahkan selama pembaharuan dan area-area yang padat. Warna garis biasanya menunjukkan jenis atau kelas informasi yang serupa seperti kontur topografi, aliran sungai, saluran irigasi, jaringan tanah, jalan penting dan lainnya.

Tata guna lahan dan tutupan lahan dapat dipetakan, dievaluasi dan dipantau dengan menggunakan citra penginderaan jauh dari satelit observasi bumi. Studi tentang tata guna lahan dan tutupan lahan dilakukan dengan menggunakan satelit beresolusi tinggi seperti Landsat Thematic Mapper (TM, resolusi 30 m) atau Systeme Probatoire d’Observation de la Terre (SPOT, resolusi 20 m atau 10 m) dan Multispectral Scanner (MSS, resolusi 79 m). Citra satelit bumi telah digunakan dalam berbagai penelitian terutama untuk merekam area seluas 185 km x 185 km. 


Jika Sobat akan menganalisis citra untuk tata guna lahan maka Sobat perlu memperhatikan beberapa unsur berikut, yaitu:
 


Unsur Interpretasi Citra Sumber: https://www.researchgate.net

 

a. Rona/warna, mengacu pada variasi yang dapat dibedakan dari putih menjadi hitam dan merupakan cahaya refleksi dari permukaan bumi ke film.
b. Ukuran, mencakup panjang, lebar dan luas suatu objek.
c. Bentuk, mampu memberikan suatu petunjuk diagnostik dalam identifikasi.
d. Tekstur, mengacu pada frekuensi perubahan rona pada bagian tertentu dari citra. Tekstur memiliki tiga tingkatan kenampakan mulai dari halus, sedang dan kasar.
e. Bayangan, berkaitan dengan ukuran dan bentuk suatu objek dan biasanya pola banyangan membantu dalam mendeteksi suatu objek.
f. Pola, merupakan penataan ruang suatu objek yang mampu menjadi diagnostik kenampakan geografis pada lanskap dan biasanya terdapat perbedaan antara pola ynag dibuat oleh manusi adan pola yang secara alami terbentuk oleh alam.
g. Posisi, merupakan letak suatu objek terhadap objek lain di sekelilingnya.
h. Asosiasi, menjadi petunjuk paling bermanfaat dlam mengidentifikasi instalasi buatan manusia karena beberapa objek umumnya berkaitan dengan keberadaan objek lain.

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sobat, coba ingat kembali materi apa saja yang dipelajari dalam bab SIG di kelas X!
 


GIS Sumber:https://www.researchgate.net

 

SIG merupakan sistem yang mengelola pangkalan data yang berisi data dengan referensi geografis dan memiliki informasi spasial. SIG berfugsi mengumpulkan, mengatur, mengelola, menyimpan dan menyajikan segala jenis data yang berkaitan dengan kondisi suatu wilayah. Terdapat empat subsistem dalam penglolaan SIG yaitu:
1. Subsistem masukan data (data input), pada proses ini terdapat proses pengambilan, pengumpulan dan pengubahan data spasial dan tematik kedalam bentuk digital. Data dapat berupa kombinasi peta yang tercetak, foto udara, citra, laporan dan dokumen survei. Terdapat dua jenis data yaitu data spasial dan data atribut.
a. Data spasial adalah sebuah data yang berorientasi geografi dan memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya. 
 


Format Data Spasial Sumber: https://cdn.lancangkuning.com

b. Data atribut, menggambarkan karakteristik kenampakan spasial dan informasi deskriptif tentang kenampakan geografis. 


Data Atribut Sumber: https://lh3.googleusercontent.com

Tahukah Sobat ada lima jenis sistem memasukan data yang umum digunakan dalam SIG?
Sistem memasukan data yang umum dalam SIG yaitu:
●Keyboard entry adalah metode memasukkan data spasial secara manual kedalam basis data di terminal komputer dengan menggunakan keyboard. 
● Geometri koordinat dilakukan dengan cara memasukkan koordinat data secara presisi dari objek yang telah disurvei.
● Digitasi manual banyak digunakan untuk memasukkan data spasial dari format cetak seperti peta.
● Memindai dapat digunakan untuk mengonversi data dari format cetak seperti peta menjadi peta digital.

2. Subsistem penyimpanan data dan pengambilan data mengelola data spasial dan data atribut sehingga dapa dengan cepat diambil oleh pengguna untuk melakukan analisis. Terdapat beberapa model data, yaitu

a.  Model data untuk data spasial.
Model data adalah model yang tersusun dari data dan bagaimana data tersebut saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain. Terdapat dua model data spasial yaitu data vektor dan data raster. 
Data vektor, entitas di duna nyata dikelompokkan menjadi kenampakan geografis yang di definisikan dengan jelas berdasarkan geometri, titik, garis dan poligon. 
Data raster menggambar lokasi geografis sebagai suatu susunan sel yang saling berkaitan, biasanya berbentuk persegi dengan ukuran yang sama di seluruh area dalam model. 
b. Model data untuk data atribut.
Data atribut tidak memiliki informasi data spasial, tapi menjadi pelengkap bagi data spasial. Oleh karena itu seringkali data atribut disimpan dan dimanipulasi dengan cara yang sepenuhnya terpisah dari data spasial. Terdapat beberapa model data dalam data atribut yaitu model data tabular, model data hierarki, model data jaringan dan model data relasional. 
• Model data tabular menyimpan data atribut sebagai sebagai file data sekuensial dengan format tetap, model pangkalan data ini termasuk data yang sederhana dan sudah ketinggalan zaman karena model data tidak dapat memeriksa integritas data dan tidak efisien untuk menyimpan data. 
•  Model data hierarki mengatur data dalam kategori berbentuk pohon seperti dalam silsilah keluarga. 
• Model data jaringan, mengatur data dalam satu jaringan menggunakan struktur data berbentuk pohon seperti model data hierarki, model ini memungkinkan akses data dengan cepat. 
• Model data relasional, mengatur data dalam tabel dan model data ini berfungsi sebagai penghubung antara definisi spasial data dan atribut untuk kenampakan geografis. Model data relasional paling banyak digunakan untuk mengelola atribut data geografis.

3. Subsistem manipulasi dan analisis data. Subsistem ini memungkinkan penggunaan untuk menentukan dan mengeksekusi prosedur spasial dan atribut untuk menghasilkan informasi spasial. 
● Manipulasi data dilakukan dengan memperbarui pengelompokan, pengurutan data spasial, geocoding, pembaruan atribut dan menyesuaikan dengan perubahan dalam konfigurasi peta. Geocoding merupakan upaya untuk menghubungkan data nonspasial dengan peta dasar.
● Analisis data bertujuan untuk memperoleh informasi spasial yang baru dari data yang sudah ada sehingga diperoleh gambaran mengenai pola dan perubahan dari fenomena yang terjadi di wilayah tersebut.
●Analisis statistik adalah pengkajian data berupa angka yang dikumpulkan dan digolongkan sehingga dapat memberikan informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala. 
● Analisis bentuk lahan menggunakan data elevasi, khususnya model elevasi digital untuk menunjukkan karakter permukaan lahan. 


Tahukah Sobat apa saja peran analisis bentuk lahan?
Analisis bentuk lahan memiliki beberapa peran, yaitu:
1.  Deskripsi bentuk lahan bertujuan untuk mendefinisikan bentuk lahan secara kuantitatif dengan mengetahui atribut topografi.
2. Menyediakan dasar untuk stratifikasi tempat pengambilan sampel untuk mengklasifikasikan unit sampel atas dasar homogenitas dari variabel target.
3. Menghasilkan variabel prediktor untuk model lanskap tanah yaitu area lahan yang memiliki topografi dan tanah yang dapat dikenal dan dapat diperinci.
4. Meningkatkan kualitas visual dan komunikasi. Analisis bentuk lahan sangat berguna dalam survei tanah dan evaluasi lahan karena mampu memberikan dasar yang lebih jauh untuk memvisualisasikan lapisan data.

●Overlay merupakan proses penumpang susunan beberapa lapisan data spasial yang mengintegrasikan informasi dari lapisan penyusunnya untuk di analisis. Dua model overlay yang umum adalah union (gabungan) dan intersect (irisan).
 


Overlay Sumber: https://3.bp.blogspot.com

 

●Buffering merupakan prosedur dalam analisis spasial SIG untuk menciptakan suatu wilayah baru dengan jarak tertentu di sekitar kenampakan geografis yang dianalisis. Buffering dapat berupa titik dengan bentuk lingkaran, berupa garis dengan bentuk koridor dan poligon dengan poligon lebih besar.



Buffering Sumber: https://i1.wp.com

 

4. Subsistem penyajian data (output) merupakan subsistem prosedur di mana informasi dari SIG disajikan dalam bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan data. Subsistem ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan tampilan grafik, biasanya peta dan tabel yang menggambarkan informasi yang diperoleh.

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis (SIG) Terkait Potensi Wilayah

Sobat pastinya sudah tidak asing dengan istilah wilayah, coba ingat kembali materi tersebut ya!



Wilayah merupakan ruang yang merupakan kesatuan geografis berserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional. 
Potensi wilayah dipengaruhi oleh potensi lahan yang ada disana, potensi alam mengidentifikasi potensi penggunaan lahan untuk tujuan tertentu. Klasifikasi potensi lahan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa faktor yang dapat dipetakan menggunakan SIG seperti faktor peta kemiringan lereng, kedalaman tanah, tekstur tanah, permeabilitas dan erosi. 
 


Peta Tata Ruang untuk Mengetahui Potensi Wilayah Sumber: https://gurugeografi12.com

 

Selain untuk penentuan tata guna lahan dalam pengembangan potensi wilayah, SIG dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan wilayah terkait potensi persebaran penduduk, jaringan transportasi, pusat pertumbuhan baru, pengembangan kawasan permukiman, industri, sekolah, pusat perbelanjaan atau perkantoran.
 

Analisis Keruangan pada Sistem Informasi Geografis terkait Kesehatan Lingkungan

Sob, seringkali kesehatan lingkungan dihubungkan dengan lingkungan hidup. Apa ya yang dimaksud lingkungan hidup?

 

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang memengaruhi alam itu sendiri. WHO memandang kesehatan lingkungan sebagai suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan sehingga keadaan sehat manusia dapat terjamin. Lingkungan sehat mencakup lingkungan permukiman, tempat kerja, tempat rekreasi dan fasilitas umum.

Kesehatan lingkungan dipengaruhi juga oleh bahaya lingkungan, mencakup tiga faktor yaitu:
a. Faktor biologis misalnya bakteri dalam air minum atau makanan.
b. Faktor kimia misalnya timbal dalam tanah, dan
c.  Faktor fisik misalnya yang terkait dengan desain perumahan dan sistem transportasi.

Kesehatan lingkungan melibatkan unsur ruang dan lokasi, sehingga SIG dapat berperan dalam menunjang kesehatan lingkungan terutama dalam pemodelan bahaya lingkungan. Tidak hanya bahaya lingkungan SIG juga berperan dalam penentuan daerah potensial bencana, daerah aman bencana dan lokasi-lokasi yang terjadi perusakan lingkungan.
 



Peta Sebaran Covid Sumber: https://bpbd.grobogan.go.id/Peta-Sebaran/

 

Latihan 1

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

Sumber data Sistem Informasi Geografis dapat diperoleh melalui peta, penginderaan jauh, dan data terestrial. Yang termasuk data terestrial adalah….
a.    foto udara dan peta penggunaan lahan
b.    peta geologi dan jenis mineral
c.    citra satelit dan sumber daya
d.    peta jalur lalu lintas dan data iklim
e.    jumlah penduduk dan curah hujan

 

Latihan 2

Pilihlah jawaban yang tepat!

Tenaga yang bersifat sinar buatan apabila dilakukan pemotretan pada malam hari disebut….
a.    sistem aktif
b.    jendela atmosfer
c.    hamburan rayleigh
d.    hamburan atmosfer
e.    sistem pasif

 

Latihan 3

Pilihlah jawaban yang tepat!

Berikut yang tidak termasuk dalam gugus tugas dalam interpretasi citra adalah ....
a.    pencacahan
b.    pengukuran
c.    klasifikasi
d.    penggabungan
e.    penggambaran

 

Latihan 4

Pilihlah jawaban yang tepat!

Data yang diperlukan untuk pengembangan perencanaan pembangunan rumah sakit baru adalah ....
a.    citra resolusi tinggi dan data kemiskinan
b.    citra resolusi sedang dan data luas lahan
c.    citra resolusi rendah dan data akses jalan
d.    citra resolusi sedang dan data tutupan lahan
e.    citra resolusi tinggi dan data kepadatan penduduk

 

Latihan 5

Pilihlah jawaban yang tepat!

Sebuah pemukiman pada citra dicirikan dengan polanya yang sejajar dengan jalan, Jenis ciri penginderaan jauh yang ditunjukan oleh pemukiman tersebut adalah ....
a.    Situs
b.    Asosiasi
c.    Spektral
d.    Temporal
e.    Tekstur

 

Latihan 6

Pilihlah jawaban yang tepat!

Hasil perekaman jalan aspal lebih gelap daripada hasil perekaman rel kereta api karena....
a.    perbedaan lokasi
b.    perbedaan daya pantul
c.    perbedaan panjang objek
d.    perbedaan tutupan awan
e.    perbedaan unsur atmosfer

 

Latihan 7

Pilihlah jawaban yang tepat!

Ciri spasial yang dapat membedakan bangunan pemukiman dengan apartemen adalah ....
a.    rona
b.    pola
c.    bentuk
d.    bayangan
e.    situs

 

redesain-navbar Portlet