PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo via mylearningsolutions.org

4 Pertimbangan Penting dalam Memilih Jurusan Kuliah

Tips Kuliah

Untuk yang kesekian kalinya, kamu ketemu lagi sama saran-saran memilih jurusan kuliah. Bosen nggak, sih? Well, siapa tahu ada informasi baru yang terlewat, belum sempat kamu perhatikan. So, langsung aja deh, berikut ini empat pertimbangan penting yang wajib kamu perhatikan dalam memilih jurusan atau program studi kuliah pada jenjang pendidikan tinggi.

 

1. Memilih Jurusan Sesuai dengan Kesukaanmu

Kamu sukanya apa? Hitung-menghitung atau membaca-menulis? Pilihan jurusan yang didasari atas minat dan passion diri akan membuatmu punya semangat untuk menjalani keseharianmu di kampus. Bahkan, konon katanya, kesuksesan diawali dari pilihan jurusan yang sesuai dengan keinginan.

Ups, masih belum tahu kesukaanmu tentang apa? Bagaimana dengan kelebihanmu? Mungkin tanpa disadari sepenuhnya, selama ini kamu tak punya kesulitan menghapal nama-nama Latin aneka hewan dan tumbuhan, misalnya – hal yang tak mudah dilakukan oleh orang lain. Kemudian, coba lihat lagi, apakah kamu memang mudah menghapal dan tak mudah lupa? Atau, kamu mudah menguasai bahasa asing, termasuk menghapal kosakata baru?

Kalau kamu memang kuat pada hapalan, mungkin Jurusan Ilmu Hukum bisa dipertimbangkan. Sementara itu, kalau kemampuan bahasamu yang unggul, pilihan jurusanmu bisa pada Sastra Arab, Jepang, Perancis, atau yang lain.

Take your time. Fokus pada diri sendiri memang tak mudah dilakukan bagi sebagian orang. Tapi meluangkan waktu untuk mencari letak minat dan kemampuanmu akan sangat menentukan salah tidaknya langkah berikutnya dimasa depan yang akan kamu ambil.

 

2. Pertimbangkan Jurusan dengan Prospek Kerja yang Baik

Oke, kamu punya minat yang teramat sangat tinggi pada fosil. Rasa penasaranmu pada kehidupan prasejarah dan asal mula kehidupan di bumi membuatmu ingin kuliah Arkeologi. Well, that's good! Kita butuh lebih banyak Arkeolog yang mumpuni, tapi sudahkah prospek kerja Arkeolog di Indonesia masuk dalam pertimbanganmu? Dibanding Akuntan, misalnya, permintaan Arkeolog dipasar kerja masih sangat rendah.

Lantas bagaimana menilai apakah suatu jurusan, atau bahkan jurusan impianmu selama ini, punya prospek yang baik dimasa depan? Rajin-rajinlah update dengan tren global. Perhatikan bagaimana teknologi berkembang, profesi baru apa yang muncul, dan lain sebagainya.

Kemudian, bandingkan dengan keadaan terkini di Indonesia. Kira-kira, dalam lima tahun kedepan, saat kamu lulus kuliah, apakah keahlian dan keilmuan yang kamu dalami akan dibutuhkan? Kalaupun tidak di dalam negeri, apakah kamu berpeluang untuk bekerja di luar negeri?

Bagaimana pula dengan tren lapangan kerja kedepannya? Apakah kamu ingin menjadi employee atau employer?

 

3. Lihat Rekam Jejak Alumninya

Salah satu sudut pandang dalam menilai prospek kerja adalah dengan melihat alumni jurusan yang kamu incar. Coba lihat siapa saja tokoh-tokoh bangsa yang berlatarbelakang pendidikan jurusan tersebut.

Atau sebaliknya, coba googling latarbelakang pendidikan public figur yang ada saat ini, misalnya Ibu Sri Mulyani. Apakah kamu ingin seperti beliau? Atau, kamu lebih tertarik menjadi pilot seperti Captain Vincent Raditya setelah subscribe pada YouTube channelnya? Kalau begitu, coba cari tahu beliau sekolah apa, di mana, berapa lama, bahkan berapa biayanya.

Melihat secara nyata kiprah para alumni dapat memberimu gambaran seperti apa masa depan lulusan jurusan tertentu. Hidup orang memang tak sama, nggak bisa dicopy paste juga, tapi setidaknya kamu punya tujuan arah kemana kira-kira setelah lulus kuliah nantinya.

 

4. Periksa Akreditasi Jurusan dan Kampusnya

Setelah menjatuhkan pilihan, misalnya kamu memutuskan untuk kuliah di Jurusan Teknik Sipil, berikutnya adalah memilih kampus tempatmu kuliah. Kalau targetmu Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada, kudu dikebut tuh belajarnya biar lolos ujian masuk PTN. Kalau targetmu pada kampus lain yang persaingan masuknya tak seketat kedua PTN jempolan itu, boleh-boleh aja, kok. Bahkan bila kamu ingin kuliah di PTS, nggak ada yang ngelarang juga!

Yang pasti, jangan lupa cek akreditasi jurusannya pada laman BAN-PT. Misalnya, sama-sama Teknik Sipil, akreditasi jurusan pada universitas X takkan sama dengan universitas Y. Nah, pilihlah Teknik Sipil pada jurusan yang terakreditasi A – atau minimal B. Selain menunjukkan kualitas perkuliahan hingga lulusannya, akreditasi yang baik diperlukan saat kamu mencari kerja nantinya – dan ini berlaku pada akreditasi kampusnya pula.

 

Empat poin penting diatas jangan sampai terlupa dalam menentukan pilihan jurusan kuliah ya, Sobat Pintar. Yang tak kalah pentingnya juga, jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Always take your time to think, and rethink.

Lebih masukan Blog

Mengejar PTN – Caramu yang Mana?

Kalau sudah mengenali berbagai tipe cara belajar, tentu kamu bisa memahami cara belajarmu...

2 PTS Ini Sedang Membuka Pendaftaran Calon Maba

Niat hati ingin kuliah di PTN apa PTS, nih ? Tapi sekedar kepo-kepoin masa pendaftaran...

Menambah Komentar

K
king kin maharani 7 Bulan Lalu
ka aku mau tanya dong, snmptn itu nilai per mapel harus naik atau nilai rata ratanya harus naik?
Harap sign in untuk melanjutkan.
I
Ica Alicia Syifa 7 Bulan Lalu
Iyaa kak, nilai snmptn paling kecil turun berapa angka ya kak?
Harap sign in untuk melanjutkan.
Syafina lim 7 Bulan Lalu
ada yang bilang rata rata ada yang bilang permapel :(
Harap sign in untuk melanjutkan.
andi arsi 7 Bulan Lalu
kalau rata2 pasti bagus tpi klau permapel sih ancur pasti
Harap sign in untuk melanjutkan.

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru