redesain-navbar Portlet

Blog

5 Kesalahan Pendaftaran SNMPTN yang Harus Dihindari

Beberapa kesalahan saat pendaftaran SNMPTN sering diabaikan atau dianggap tidak berpengaruh.

foto snmptn yang salah, Photo by CHUTTERSNAP on Unsplash

Tau gak Sobat, apa kesalahan daftar SNMPTN yang paling sering terjadi? Karena seleksi ini berdasarkan prestasi akademik, mudah saja kita beranggapan bahwa pengalaman gagal SNMPTN mungkin disebabkan oleh nilai rapor yang jelek. Padahal, kesalahan pengisian data SNMPTN tak jarang menjadi penyebab gagalnya SNMPTN sejak tahap pendaftaran.

Apa lagi kesalahan pendaftaran SNMPTN yang lain? Yuk, kita bahas sampai tuntas apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan gagal SNMPTN agar kamu bisa menghindarinya.

 

1. Teledor dan Kurang Teliti Berakibat Kesalahan Pengisian Data SNMPTN

gagal snmptn
Photo by Patrick Amoy on Unsplash

Bukan hanya pendaftaran SNMPTN yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran, Sobat. Hampir semua proses pendaftaran atau apapun yang melibatkan pengisian data selalu membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Tapi ada yang ekstra dengan pendaftaran SNMPTN: kita harus melakukannya bersama pihak sekolah.

Sekali lagi, pendaftaran SNMPTN dilakukan oleh siswa bersama pihak sekolah – bukan salah satu pihak saja. Misalnya saja, registasi akun LTMPT harus sama-sama dilakukan oleh siswa dan sekolah, enggak bisa salah satunya saja. Selain itu, kita juga harus aktif berkomunikasi dengan guru untuk memastikan eligibilitas kita mengikuti pendaftaran SNMPTN. Pastinya, kamu bukan satu-satunya siswa di sekolah yang berminat mengikuti SNMPTN.

Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) diisi oleh sekolah. Akan tetapi, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) milik kita lah yang didaftarkan oleh sekolah. Jadi, jangan sampai enggak kepo ya Sobat, terutama memastikan password pendaftaran SNMPTN. Asal kamu tau saja, salah satu kesalahan pendaftaran SNMPTN yang cukup sering terjadi pada tahap ini adalah menyerahkan segalanya pada sekolah. Enggak gitu cara mainnya ya Sobat, apalagi kalau kamu harus mengunggah portofolio – itu sepenuhnya portofoliomu, bukan punya sekolah.

 

2. Gagal SNMPTN Akibat Mengunggah Foto yang Salah


Photo by Nguyen Hiep on Unsplash

Tak semua jurusan menghendaki portofolio, tapi semua pendaftar SNMPTN harus mengunggah foto. Sekilas perkara foto saat pendaftaran SNMPTN tampaknya tak berkaitan dengan prestasi akademik yang cukup menentukan kesuksesanmu masuk PTN. Namun kenyataannya, kesalahan dalam mengisi SNMPTN yang pernah terjadi adalah foto yang tak sesuai ketentuan.

Jika LTMPT menghendaki foto formal, maka unggah foto formal – bukan foto selfie. Jika ada warna tertentu yang ditentukan sebagai latar belakang foto, jangan kreatif dengan menggunakan latar lain yang menurutmu lebih menarik. Jangan sampai nilai rapor yang sudah kita perjuangkan dengan tetesan keringat selama lima semester itu menjadi tak berguna hanya gegara foto SNMPTN yang salah.

Satu lagi alasan kenapa kita jangan sampai menggunakan foto SNMPTN yang salah. Foto tersebut akan digunakan sebagai identitas ketika verifikasi nilai SNMPTN atau kelulusan. Jadi, ikuti saja ketentuan foto yang diminta ya, Sobat.

 

3. Mengabaikan Informasi Resmi Menyebabkan Kesalahan Daftar SNMPTN


Photo by Agnieszka Boeske on Unsplash

Dua kesalahan pendaftaran SNMPTN di atas tak perlu terjadi bila kita rajin memeriksa dan selalu cross check dengan informasi resmi yang ada di laman LTMPT. Mulai dari persyaratan, tahapan, sampai jadwal SNMPTN semuanya lengkap dicantumkan pada laman tersebut. Jangan ogah-ogahan membuka lamannya dan mempelajari informasinya ya, Sobat. Pengalaman SNMPTN sejatinya adalah pengalaman individual, bukan "Kata doi..." atau "Kata Guru BK..."

 

4. Blunder saat Pendaftaran SNMPTN Akibat Memilih Jurusan dengan Keketatan Rendah


Photo by Nathan Wright on Unsplash

Selain mengikuti pendaftaran SNMPTN, kuliah juga merupakan pengalaman individual. Apa yang akan dilalui selama empat tahun di perguruan tinggi sepenuhnya adalah perjalanan pribadi kita masing-masing. Meskipun, misalnya, jurusan pilihanmu sama dengan jurusan kuliah yang dipilih oleh Sobat terbaikmu, belum tentu kalian akan mengalami, belajar, dan memetik pelajaran yang sama hingga lulus kuliah nanti. Itulah sebabnya, memilih jurusan kuliah idealnya dilakukan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan diri kita masing-masing.

Tapi bukankah jurusan yang sepi peminat berpeluang lebih besar meloloskan kita di SNMPTN? Semakin sedikit peminat, seharusnya memang semakin kecil kemungkinan kita gagal SNMPTN. Namun perlu diingat Sobat, lolos atau tidaknya kita di SNMPTN sepenuhnya menjadi kewenangan pihak universitas. Lagipula, akankah kamu mau menghabiskan empat tahunmu untuk belajar sesuatu yang tak benar-benar menarik dan pahami hanya karena peluang masuk jurusan tersebut lebih besar?

 

5. Kepedean Dapat Menyebabkan Gagal SNMPTN


Photo by Zakaria Zayane on Unsplash

Pede atau percaya diri itu harus. Ambis, selama dalam kadar yang tepat, itu sehat. Tapi jika semua berlebihan, akibatnya tentu tak baik. Yakin banget bahwa kamu akan lolos SNMPTN, itu namanya kepedean. Terlalu percaya diri, dalam hal ini, mengakibatkan kita tidak siap gagal SNMPTN. Sebaliknya, mengikuti pendaftaran SNMPTN sambil terus menyiapkan diri mengikuti UTBK tak bisa dianggap pesimis. Justru itu adalah tindakan yang smart.

Salah satu contoh kepedean, atau mungkin menggampangkan, atau sekedar procrastinating, adalah melakukan pendaftaran SNMPTN mendekati, atau tepat pada, hari terakhir. Kemungkinan kita melakukan kesalahan pengisian data SNMPTN menjadi lebih besar bila kita terburu-buru melakukannya karena menyadari itu adalah hari terakhir.

Memilih hari terakhir untuk melakukan pendaftaran SNMPTN sebenarnya terlalu berisiko, Sobat. Kita tak pernah tahu apa yang mungkin terjadi hari itu. Bisa jadi server down, misalnya, dan masih ada 1001 kemungkinan lain yang bisa menghambatmu melakukan pendaftaran SNMPTN di hari terakhir itu.

 

Selagi bisa dilakukan, yuk hindari lima kesalahan daftar SNMPTN di atas, Sobat Pintar. Jadikan kesempatanmu untuk mengikuti pendaftaran SNMPTN kali ini menjadi pengalaman yang pertama dan terakhir, jangan sampai menjadi pengalaman gagal SNMPTN (*ketok meja).

70

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet