redesain-navbar Portlet

Blog

Proses Terjadinya Hujan dan Jenis-Jenis Hujan 

Bagaimana proses terbentuknya hujan? Bagaimana tahapan-tahapannya? Apa saja jenis-jenis hujan? Mari kita bahas!

Photo by Vlad Cletan On Pexels

Pernah gak sih sobat waktu kecil dulu kalian bertanya-tanya, kenapa bisa ada hujan? Bagaimana caranya air turun dari langit dan membasahi permukaan bumi? dan banyak sekali mungkin pertanyaan-pertanyaan kalian terkait dengan hujan. Seiring dengan bertambahnya usia dan semakin banyak belajar, maka kita tahu bahwa hujan tidak turun begitu saja, ada prosesnya sehingga bisa terjadi hujan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan merupakan bentuk presipitasi atau endapan dari cairan atau zat padat. Hal tersebut berasal dari kondensasi yang jatuh dari awan menuju ke permukaan bumi.

Proses terjadinya hujan dipengaruhi oleh siklus air atau sikus hidrologi. Siklus hidrologi adalah serangkaian tahapan yang dilalui oleh air dari atmosfer ke bumi kembali lagi ke atmosfer secara terus menerus. Oke mari kita bahas lebih detail tahapan-tahapan proses terjadinya hujan.

 

Tahapan-Tahapan Proses Terjadinya Hujan

Siklus terjadinya hujan melalui lima tahapan, yakni evaporasi, transpirasi, kondensasi, adveksi, dan presipitasi. Berikut penjelasannya:


 Photo by Jessica on Free Printable

1. Evaporasi

Tahap pertama dalam proses terjadinya hujan adalah tahap evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air oleh sinar matahari. Penguapan tersebut mengubah wujud air menjadi gas. Panas yang diterima menyebabkan molekul dalam air bergerak lebih cepat dan saling berbenturan. Beberapa molekul akhirnya melepaskan diri dari molekul lain dan menjadi uap air.

2. Transpirasi

Transpirasi adalah proses penguapan air dari tumbuh-tumbuhan melalui stomata atau mulut daun.

3. Kondensasi

Uap air yang naik akan mengalami proses kondensasi (perubahan uap air menjadi air akibat pendinginan) di dalam awan. Perubahan wujud terjadi karena pengaruh suhu udara yang rendah pada ketinggian tersebut.

4. Adveksi

Adveksi adalah proses pergerakan air secara horizontal, baik dalam bentuk padat, cair, atau uap melalui atmosfer karena perbedaan tekanan udara. Proses adveksi membantu pergerakan air dari satu tempat ke tempat lainnya. Tanpa adveksi, air yang menguap di atas lautan tidak dapat jatuh sebagai hujan di atas tanah.

5. Presipitasi

Tahap inilah yang merupakan tahap terjadinya hujan. Presipitasi adalah proses ketika uap air yang terkondensasi jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Hujan dapat turun dengan berbagai bentuk, seperti hujan air, hujan es, atau hujan salju. Sekitar 300 kilometer kubik hujan jatuh setiap harinya.

Perlu Sobat Pintar ketahui, nih. Indonesia memiliki rata-rata curah hujan yang tinggi lho, yakni 2000 mm/tahun, namun persebaran curah hujan di Indonesia tidak merata. Daerah dengan curah hujan tertinggi yakni Baturaden di lereng Gunung Slamet dengan rata-rata curah hujan sekitar 589 mm/tahun menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 

 

Jenis-Jenis Hujan

Selain curah hujan, jenis-jenis hujan juga bermacam-macam. Sobat Pintar sudah tahu tentang jenis-jenis hujan? Oke, mari kita bahas.

1. Hujan Zenithal (Hujan Konveksi)

Hujan ini terjadi akibat adanya pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara, sehingga membentuk gumpalan dan naik secara vertikal akibat terkena pemanasan ke atas awan. Proses ini menyebabkan awan yang memiliki massa berat mengalami penurunan suhu, sehingga terjadi proses kondensasi. Karena air yang menggumpal tadi sampai pada titik jenuhnya, akhirnya turunlah hujan. Karena letak turun hujan ini berada di atas garis khayal ekuator atau khatulistiwa, maka dinamakan dengan hujan zenithal. Hujan zenithal sering turun di daerah yang beriklim tropis karena intensitas penyinaran matahari yang tinggi. Skemanya bisa dilihat pada gambar berikut:

Photo by portalgeograf.com

2. Hujan Orografis

Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena udara yang mengandung uap air dipaksa oleh angin mendaki lereng pegunungan. Suhu di lereng pegunungan ini semakin ke atas semakin dingin, sehingga terjadi kondensasi. Setelah proses kondensasi, awan terbentuk dan jatuh sebagai hujan. Hujan yang jatuh pada lereng yang dilalui disebut hujan orografis, sedangkan di lereng sebelahnya bertiup angin kering yang tidak membawa uap air. Lereng sebelahnya disebut sebagai daerah bayangan hujan. Skema proses terjadinya hujan orografis bisa kalian lihat pada gambar berikut.


Photo by portalgeograf.com

3. Hujan Frontal

Hujan frontal adalah hujan yang terjadi di daerah front, yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang memiliki temperatur yang berbeda. Skema proses hujan frontal bisa kalian lihat pada gambar berikut.

Photo by Ilmugeografi.com

Bagaimana, Sobat Pintar? Sudah paham tentang pembentukan awan dan proses terjadinya hujan? Jadi, hujan tidak begitu saja turun dari langit ya, Sobat. Kalau di daerah kalian, jenis hujan apa yang sering terjadi? 

 

 

Writer: Nur Lailatul Maghfiroh
Editor: Deni Purbowati

 

 

50

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet