6 Cara Menjadi Juara
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
photo via www.golf.com
Kamu merasa jadi orang yang gampang cemas, khawatir, atau takut? Pingin jadi orang yang lebih berani, tangguh, dan percaya diri? Iri melihat teman-temanmu yang sepertinya yakin banget dengan apapun yang dilakukannya? Coba trik-trik berikut ini untuk melatihmu menjadi seseorang yang lebih juara.
1. Just Do It
Meskipun latarbelakangnya cukup suram, slogan Nike ini bisa diadopsi untuk membuatmu melangkah. Adakalanya berlebihan dalam memikirkan banyak hal takkan membawamu kemana-mana. Risiko memang perlu dipertimbangkan dan diukur, tapi jangan sampai overthingking – so just do it.
Mau coba bikin bisnis? Mau coba ikut klub panjat tebing? Mau coba resep cake baru? Lakukan saja!
2. Belajar dari Kesalahan
Salah satu sebab overthinking adalah menghindari kesalahan. Tapi bila bisa berbesar hati untuk menerima kesalahan yang telah terjadi, kamu dapat belajar banyak dari kesalahan itu.
Misalnya kamu ikut klub panjat tebing, dan suatu hari kamu terjatuh sampai patah tulang. Apakah kamu akan berhenti panjat tebing? Noo! Bersabarlah menjalani masa pemulihan, kemudian pelan-pelan mulailah melakukan olahraga itu dengan teknik yang lebih benar dan jangan mengulangi kesalahan yang sama.
3. Kerjakan Hal Baru
Kalau kamu mengulang hal yang sama di tempat yang sama, tahu benar apa yang perlu dilakukan, maka kamu berada di zona nyaman yang membuatmu merasa aman. Santaiii serasa di pantai...
Tapi kamu nggak akan berkembang, nggak akan berubah kearah yang lebih baik! Cobalah melakukan sesuatu yang baru. Misalnya kalau kamu selalu mengambil rute yang sama saat pulang pergi sekolah atau ngampus, lain waktu cobalah rute yang berbeda. Kamu akan menemukan hal baru, pemandangan baru, suasana baru yang tak biasa kamu jumpai setiap hari. Siapa tahu kamu bisa dapat ide-ide baru, melakukan sesuatu yang berbeda, atau yang lain?
4. Jangan Dengki
Orang lain lebih sukses dari kamu? Temanmu punya IP jauuuhh lebih bagus dibanding kamu yang udah usaha mati-matian nugas, pedekate dosen, atau apapun itu. Barangkali, teman sebangkumu yang tiap hari kelihatan santai, jadi juara kelas tanpa kamu terimbas sepercikpun kejeniusannya.
Merasa iri? Wajar, manusiawi kok. Tapi kalau perasaan itu hanya membuatmu membenci, kamu nggak akan kemana-mana. Ya, tetep aja begitu, nggak akan jadi lebih baik.
Alih-alih merasa dunia tak adil, gunakan prestasi orang lain sebagai pelecut semangatmu untuk terus berusaha. Tuhan nggak akan merubah hidupmu kalau kamu nggak mau merubah apa-apa yang kurang pada dirimu. Mungkin kamu harus lebih rajin, lebih sopan, lebih bersikap baik, lebih banyak baca, dan lain sebagainya – kamu sendiri yang tahu, kan?
5. Lebih Asertif
Kamu merasa apa yang disampaikan guru atau dosen di depan kelas kurang up to date? Acungkan tangan dan sampaikan apa yang kamu tahu. Mungkin awalnya berat, dagdigdug, tanganmu berkeringat, but it's okay! Lama-kelamaan kamu akan terbiasa menyampaikan pendapatmu.
Kenapa mengungkapkan pikiranmu itu penting? Selain melatih keberanian dan kepercayaan diri, sikap asertif akan membuatmu merasa lebih lega. Coba, apa manfaatnya memendam "perasaan, gak gitu deh" atau "kan mestinya begini, bukan begitu." Yang ada juga, malah kamunya yang terus mikirin padahal apapun itu udah lewat, udah nggak relevan lagi.
Sikap asertif juga berlaku dalam menyampaikan pujian. Tak ada ruginya mengapreasiasi prestasi atau sikap baik orang lain – dengan mengucapkan selamat atas prestasinya atau berterimakasih atas kebaikannya. Sikap positif seperti ini tak hanya mengikis dengki dihati, tapi juga dapat membuatmu merasa lebih riang – hey, hidup nggak suram-suram banget, kok!
6. Ambil Pilihan Tersulit
Bila ingin menantang dirimu sendiri ketingkat yang lebih ekstrim, cobalah untuk memilih sesuatu yang lebih membuatmu merasa takut saat dihadapkan pada dua pilihan. Cara nekat ini dapat membuatmu 'terpaksa' keluar dari zona nyaman – asal kamu tak lupa mengukur risikonya dan menimbang masak konskuensinya.
Tahukah kamu, apa kata Steve Jobs tentang bagaimana dia menentukan pilihan dalam hidupnya? He said, "Remembering that I'll be dead soon is the most important tool I've ever encountered to help me make the big choices in life. Because almost everything - all external expectations, all pride, all fear of embarrassment or failure - these things just fall away in the face of death, leaving only what is truly important."
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog