7 Tips Menjadi Teman Terbaik
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Tips Menjadi Teman Terbaik, image via www.socialsamosa.com/
Besok ada PR? Tanya teman. Kapan kuis Matematika? Tanya teman. Mengerjakan tugas? Cari teman. Uang saku ketinggalan di rumah? Cari teman. Begitulah, kalau banyak teman, banyak juga faedahnya. Tapi punya banyak teman bukan hanya untuk diambil manfaatnya seperti ini ya, Sobat.
Saling memberi dan menerima menjadi bagian penting dalam pertemanan. Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat memberi lebih banyak lagi dan diterima oleh lebih banyak teman?
Â
1. Bersikap Rendah Hati, Tak Merasa Lebih Baik daripada Siapapun
Siapa sih, yang tak suka bercakap dengan orang yang rendah hati? Cara bicaranya tenang dan hangat, topik pembicaraannya juga ringan dan riang. Sobat Pintar sendiri, lebih suka ngobrol dengan teman yang asyik dan santai atau dengan juara kelas yang memonopoli pembicaraan dan selalu menemukan kesalahan oran lain? Yes, you know the answer.
2. Tidak Menilai Sepihak dan Menghakimi dengan Asumsi Pribadi
"Kenapa muka si A jutek terus belakangan ini? Jangan-jangan dia punya kunci jawaban ujian besok." Hold on there! Kalau asumsi dan tuduhan tak berdasar seperti ini dialamatkan pada diri kita sendiri, akankah kita menyukainya? Siapa tahu, barangkali si A sedang menahan sakit kepala berhari-hari.
3. Mendengar Lebih Banyak, Tidak Bersikap Sok Tahu
Air beriak tanda tak dalam dan tong kosong nyaring bunyinya. Daripada ditertawakan dikemudian hari, lebih baik kita diam dulu dan mendengarkan – lebih banyak membaca dan belajar tentang banyak hal. Ada saatnya ketika pendapat kita dibutuhkan, maka itulah waktu yang tepat untuk membuka mulut. Bukankah diatas langit masih ada langit?
4. Tulus dan Jujur Menjadi Diri Sendiri
Dalam berteman, apa yang kita butuhkan? Orang-orang yang membuat kita merasa nyaman? Atau mereka yang memiliki gadget lebih keren? Tak mudah menemukan seseorang dengan hati tulus yang mengiringi langkah kita sebagai sahabat. Maka, kenapa tak memulainya dari diri sendiri?
Pada saat yang sama, jujur dan menjadi diri sendiri tidak serta merta membuat semua orang suka. Tapi selama kita tak merugikan orang lain dan senantiasa memilih untuk melakukan yang benar, biarlah ketidaksukaan orang lain menjadi kegalauannya sendiri.
5. Ringan Tangan, Mudah Menolong tanpa Perhitungan
Kalau kita membuat catatan tentang siapa saja yang sudah pernah menolong kita dan sudah berapa kali, akan seberapa tebal catatan itu nanti? Tolong-menolong bukan hanya dikerjakan saat ekstrakurikuler Pramuka – atau bahkan saat ujian. Lagipula, bukankah kita akan menuai apa yang kita tanam? Jadi, mari ringankan tangan kita, Sobat!
6. Mawas Diri, Mampu Membaca dan Memahami Situasi
Bukan hanya buku, tapi keadaan juga perlu dibaca. Misalnya, kita ingin makan beramai-ramai ke kantin saat jam istirahat. Ada dua teman sekelas yang tengah berbicara dengan nada pelan dan tampak serius. Kalau mereka menolak pergi, apakah kita akan menuduh mereka tidak kompak?
Sikap mawas diri juga tampak dari pilihan kata yang kita gunakan. Pada contoh diatas, mengajak kedua teman tersebut ke kantin didepan banyak orang tentu dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua pihak. Apalagi, bila sampai ada tuduhan 'tidak kompak' yang terlontar. Bagaimana bila kita sendiri yang menerima kata-kata yang kurang enak didengar? Bila kita sendiri tak menyukainya, besar kemungkinan orang lain pun tak suka.
7. Jangan Tunda Meminta Maaf Bila Diperlukan
Bagaimana bila kita terlanjur menyakiti orang lain dengan kata-kata yang kasar? Jawabannya sederhana, Sobat: meminta maaf. Sayangnya, tindakan meminta maaf itu sendiri tidak selalu mudah dikerjakan. Tapi bagaimana sih, seandainya kita sendiri yang berada diposisi disakiti?
Tentu kita akan sangat menghargai bila ada orang yang datang dan berbicara empat mata, menyentuh hati kita untuk meminta maaf. Bahkan boleh jadi, kalian akan menjadi sahabat terbaik setelah kejadian yang kurang mengenakkan tersebut.
Dalam perjalanan hidup, kita akan bertemu dengan berbagai macam orang. Sebagian mereka menjadi teman, sebagian lagi menjadi sahabat dekat, namun ada pula yang tak menyukai kita. And it's okay, Sobat. Selama kita terus berusaha memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kita pun akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik disekeliling kita.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog