redesain-navbar Portlet

null

Blog

8 Cara membentuk Karakter Siswa

Selain kemampuan akademis, pendidikan karakter siswa merupakan target penting Pendidikan. Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk membangun karakter siswa supaya memiliki sifat atau ciri khas yang melekat pada diri seseorang dalam berperilaku sehari-hari. Tentu saja untuk membentuk karakter siswa tidak dapat dilakukan sendiri oleh Guru Pintar di sekolah. Pembentukan karakter siswa juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan maupun orang terdekat, misalnya keluarga dan lingkungan sekitar. Bahkan Keluarga adalah tempat belajar dan pembentukan karakter pertama yang diperoleh oleh anak.

Lingkungan sekolah sebagai salah satu tempat anak memperoleh pendidikan karakter dirumuskan dalam UUD no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 1 yang berbunyi:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Diharapkan melalui pendidikan karakter di sekolah, akan tercipta generasi yang cerdas, bermoral, berakhlak mulia, dan berpendidikan. Untuk mewujudkan hal itu Guru Pintar harus memiliki cara membangun karakter siswa. Strategi guru dalam pembentukan karakter siswa bermacam-macam. Berikut ini 8 cara membentuk karakter siswa yang dapat Guru Pintarkan lakukan di kelas.

1.  Memberikan Teladan


Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Siswa harus mendapatkan contoh bagaimana berperilaku yang baik kapan saja dan di mana saja. Predikat guru melekat pada Guru Pintar tidak hanya saat berada di sekolah. Di mana pun Guru Pintar berada, akan selalu menjadi perhatian segala tindak tanduknya.

Guru yang merupakan orang tua siswa di sekolah harus selalu bertingkah laku baik dan berhati-hati dalam setiap berucap atau berbuat sesuatu supaya dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa. Sering kali seorang guru diingat bukan saja karena pelajaran yang diajarkan, tetapi juga karena sifat yang dimilikinya, seperti sabar, tegas, dsb.

2. Memberikan Penghargaan/Apresiasi


Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Strategi pendidikan karakter yang dapat Guru Pintar terapkan adalah dengan memberikan apresiasi pada siswa. Ucapan selamat dan terima kasih jangan hanya diberikan saat murid atau siswa berhasil mengukir sebuah prestasi. Berikan apresiasi pada setiap kemajuan yang siswa buat sekecil apapun. Misalnya saat siswa datang tepat waktu, bersedia membantu temannya, atau berani jujur.

Pembentukan karakter siswa dengan cara seperti ini tidak hanya membuat siswa lebih percaya diri, siswa juga akan semakin bersemangat dalam belajar karena merasa diakui dan dihargai. Bagi siswa lain hal ini dapat menjadi inspirasi sehingga mereka juga kan berusaha lebih baik selama proses belajar.

3. Menyisipkan Pesan Moral dalam Setiap Pelajaran

Pengembangan karakter peserta didik dapat dilakukan dengan menyisipkan pesan moral dalam setiap pelajaran. Ajarkan siswa untuk mengambil hikmah dari setiap pelajaran yang dipelajari. Dengan demikian siswa dapat mengetahui bahwa ilmu yang sedang dipelajarinya memang penting untuk masa depannya.

Apakah pendidikan karakter dapat disisipkan dalam setiap pelajaran? Pasti bisa! Siapa bilang pelajaran Matematika hanya tentang angka-angka dan rumus-rumus saja. Dalam pelajaran Matematika Guru Pintar dapat menanamkan karakter bersabar, kerja keras, jujur, dan pantang menyerah dalam menyelesaikan tugas atau soal yang diberikan. Dengan demikian siswa akan tumbuh dan siap menghadapi masalah hidup, serta selalu berpikir optimis, dan berusaha untuk menyelesaikan masalahnya.

4. Jujur dan Open-Minded


Foto oleh Brett Jordan dari Pexels

Strategi pendidikan karakter di sekolah  dapat dilakukan dengan memberitahu siswa bahwa setiap manusia tentu pernah luput dari kesalahan, tak terkecuali guru. Saat melakukan kesalahan jangan pernah malu untuk mengakui dan meminta maaf pada siswa. Guru Pintar juga harus legowo saat murid memberikan koreksi.

Hal ini penting untuk dilakukan karena terbuka menerima kritik, berani berkata yang sebenarnya, dan bersedia mengakui kesalahan adalah bentuk contoh perilaku yang harus siswa teladani. Dengan begitu siswa dapat melakukan yang yang sama saat mengalami pengalaman serupa.

5. Mengajarkan Sopan Santun

Strategi pendidikan karakter di sekolah salah satunya dengan menerapkan 5S yaitu salam, senyum, sapa, sopan dan santun. Mengajarkan sopan santun tidak hanya dengan menuliskannya di lorong-lorong sekolah atau di dinding kelas. Sopan santun dapat diajarkan lagi-lagi dengan teladan.

Guru Pintar harus menegur siswa yang bertindak kurang sopan supaya siswa tahu apa yang dilakukan atau dikatakan tidak tepat. Ada kalanya siswa melakukan hal yang tidak sopan bukan karena sengaja melainkan karena mereka belum tahu yang mereka lakukan itu tidak baik. Berikan teguran dengan cara yang lemah lembut dan tidak menghakimi karena itu juga bentuk memberikan pelajaran sopan santun.

6. Menanamkan Leadership

Leadership atau jiwa kepemimpinan adalah salah satu karakter siswa yang harus dibangun. Sifat kepemimpinan dapat dilatihkan melalui pendidikan karakter. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menjadi pemimpin secara bergantian adalah salah satu contoh pendidikan karakter di sekolah.  

Cara lainnya untuk menanamkan leadership pada siswa dengan cara memberikan tugas secara berkelompok. Setiap kelompok harus memiliki pemimpin dan anggota. Tanamkan bahwa leadership bukan berarti harus selalu menjadi pemimpin orang lain. Ketika menjadi anggota kelompok dan dapat memberikan kontribusi pada kelompok artinya siswa sudah dapat memimpin dirinya sendiri.

7. Menceritakan Pengalaman Inspiratif

Sebelum memulai pembelajaran atau bahkan di sela-sela pembelajaran di kelas, Guru Pintar dapat menceritakan pengalaman inspiratif baik pengalaman diri sendiri atau tokoh-tokoh terkenal. Hal ini akan menginspirasi siswa  untuk menjadi lebih baik. Cerita inspiratif tidak hanya tentang keberhasilan seseorang saja, cerita tentang kegagalan seseorang dan bagaimana ia bangkit dari keterpurukannya akan memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa.

Guru Pintar juga dapat meminta siswa untuk menceritakan pengalamanya, pengalaman orang tua, atau tokoh idolanya di kelas. Dengan saling berbagi cerita dan pengalaman, siswa akan belajar satu sama lain sehingga terbit cita-cita untuk menjadi seperti orang yang diceritakan dan memiliki solusi saat menghadapi masalah yang sama.

8. Melalui Kegiatan Literasi

pendidikan karakter di sekolah
Foto oleh Yan Krukov dari Pexels

Guru Pintar pasti sudah mengetahui bahwa salah satu tujuan Literasi yang diterapkan di sekolah salah satunya adalah untuk membentuk karakter siswa. Literasi tidak melulu tentang kemampuan membaca dan menulis. Saat ini definisi Literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Diharapkan siswa dapat memahami dan memetik pelajaran dari buku yang dibacanya.

Pengembangan karakter peserta didik di sekolah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan membuat pojok baca, membaca nyaring (read aloud), pohon Literasi, lain sebagainya. Guru pintar harus mengatur sedemikian rupa supaya kegiatan Literasi dapat berjalan menyenangkan bukan menjadi beban supaya siswa dapat menyerap setiap pesan dari kegiatan Literasi yang dilakukannya.

Cara guru membentuk karakter siswa tidak akan berhasil jika tidak diiringi dengan rencana matang bagaimana mengaplikasikan cara-cara tersebut. Lakukan dengan tulus dan secara konsisten supaya target pendidikan karakter tercapai. Bagaimanakah caramu agar mempunyai karakter yang baik, begitu pula yang harus Guru Pintar lakukan supaya siswa memiliki karakter yang baik. Bagaimana mungkin siswa berkarakter baik jika gurunya tidak memberikan contoh yang baik.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet