Akuntansi UI dan UGM – Apa Bedanya?
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Akuntansi UI dan UGM Apa Bedanya, image via www.connectadpartners.com
Beberapa tahun terlewat, media Kompas pernah menuliskan bahwa Jurusan atau Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia (UI) adalah yang terbaik di Indonesia. Lantas, bagaimana dengan Akuntansi Universitas Gadjah Mada (UGM)? Ayo cari tahu bersama-sama, Sobat.
Akuntansi UI
Akuntansi merupakan salah satu jurusan berakreditasi A pada Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (FEB UI). Pada departemen ini, terdapat program S1 Akuntansi reguler dan paralel.
Kalau Sobat Pintar mengikuti seleksi SNMPTN, SBMPTN, atau SIMAK-UI, maka program yang diambil adalah reguler. Sementara untuk program paralel, jalur masuknya melalui SIMAK-UI atau PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar).
Prodi reguler dan paralel memiliki sejumlah perbedaan. Pertama, secara umum prodi reguler memerlukan biaya kuliah lebih rendah dibanding prodi paralel. Misalnya, uang pangkal hanya dibebankan pada mahasiswa paralel – untuk Jurusan Akuntansi saat ini sejumlah Rp25.000.000,00.
Selain itu, ada program Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B) yang memungkinkan mahasiswa reguler membayar biaya kuliah per semester sesuai dengan kemampuan orang tua. BOP-B Akuntansi UI saat ini berkisar dari Rp100.000,00 hingga Rp5.000.000,00 – BOP-B mahasiswa paralel sebesar Rp10.500.000,00 per semester.
Kedua, mahasiswa prodi reguler berpeluang mendapat beasiswa selama kuliah. Hal ini tak berlaku bagi mahasiswa prodi paralel. Ketiga, jalur masuk reguler hanya dapat diikuti oleh lulusan SMA tiga tahun terakhir, sedangkan jalur masuk paralel terbuka bagi semua tahun lulusan SMA.
Meskipun demikian, mahasiswa Akuntansi UI pada program reguler dan paralel tidak mengalami perbedaan perlakuan maupun ijazah – keduanya sama! Perbedaan diatas hanya bertujuan memberikan subsidi silang sehingga semua mahasiswa dapat belajar dan menuntut ilmu bagaimanpun keadaan ekonominya.
Alumni Akuntansi UI bergelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Kalau ingin menjadi seorang akuntan, Sobat Pintar harus mengikuti Program Profesi Akuntan setelah lulus kuliah.
Akuntansi UGM
Akuntansi UGM berada pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM (FEB). Sarjana Ekonomi (S.E) dari jurusan ini dipastikan telah memilih satu dari enam konsentrasi, yaitu Akuntansi Syariah, Sektor Publik dan Perpajakan, Manajerial, Sistem Informasi, Audit, dan Keuangan.
Seleksi masuk yang dapat diikuti untuk menjadi mahasiswa Akuntansi UGM yaitu SNMPTN, SBMPTN, Ujian Tulis (UTUL), dan Penelusuran Bibit Unggul (PBU) atau disebut juga sebagai jalur prestasi. Selain itu, masih ada pula seleksi program internasional.
Ada dua macam program S1 Akuntansi UGM, yaitu reguler dan internasional. Can you guess in what way they are different? Ya, bahasa pengantarnya berbeda, Sobat. Program reguler menggunakan Bahasa Indonesia, sedangkan program sarjana internasional menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kuliah.
Salah satu keunggulan program internasional atau International Undergraduate Program (IUP) yaitu kredit kuliah yang dapat ditransfer kepada universitas mitra UGM di luar negeri. Alhasil, mahasiswa IUP dapat memiliki pengalaman mirip program pertukaran mahasiswa dan berhak lulus dengan gelar ganda dari UGM dan universitas mitra tersebut.
Selain akreditasi A untuk Jurusan Akuntansi, FEB UGM telah meraih akreditasi sekolah bisnis internasional, Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB). Bagi mahasiswanya, kualitas ini harus ditebus dengan perkuliahan yang tak semudah di kampus-kampus lain – misalnya, tak ada semester pendek.
Bagaimana dengan biaya kuliah? UGM menetapkan sembilan kelompok UKT berdasar pada keadaan ekonomi keluarga mahasiswa.
UKT 0 adalah mahasiswa dengan bantuan dana pemerintah (saat ini Bidikmisi), sedangkan UKT 1 dan 2 masing-masing sebesar Rp500.000,00 dan Rp1.000.000,00. Saat ini, UKT mahasiswa S1 Akuntansi UGM berkisar antara Rp3.500.000,00 pada UKT 3 dan Rp10.000.000,00 pada UKT 10.
Itulah beberapa perbedaan antara program sarjana Akuntansi di Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Nah, mana yang menjadi pilihanmu, Sobat?
ArtikelTerkaitV3
Misteri Banjir di Dataran Tinggi: Kok Bisa Ya, Sobat Pintar?
Belakangan ini, Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya justru dilanda banjir. Wah, padahal kan Malang itu dataran tinggi, kok bisa kebanjiran? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita kupas tuntas alasan di balik fenomena in...
Baca Selengkapnya
LPG vs DME: Kompor di Rumah Harus Dimodifikasi atau Bisa Lan
Wacana Pemerintah: LPG Bakal Diganti DME, Apa Bedanya? Sobat Pintar, pemerintah sedang gencar mendorong penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk mengurangi impor energi. Tapi, apa benar kompor LPG di rumah bis...
China Bangun Pabrik Kelapa di Morowali: Ini Peluang Emas bua
Sobat Pintar, baru-baru ini viral kabar tentang rencana pembangunan pabrik kelapa oleh investor asal China di Morowali. Kabar ini bukan cuma penting buat dunia bisnis, tapi juga buat kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Kenapa? Karena ini ...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog