redesain-navbar Portlet

null

Blog

Cara Agar Kelas Offline Bisa Interaktif Meskipun Dalam Keterbatasan

Tips mengelola kelas agar efektif dan menyenangkan

Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Kelas offline sudah mulai dibuka kembali. Tidak hanya Guru Pintar saja, siswa dan orang tua pun tak kalah antusiasnya. Meskipun sudah boleh mengadakan pertemuan tatap muka setelah hampir dua tahun belajar di rumah, ada banyak perubahan yang harus dihadapi guru dan siswa.

Banyak sekali pembatasan-pembatasan diberlakukan untuk menjaga protokol kesehatan. Siswa harus duduk berjarak, tidak boleh berkerumun, harus selalu mengenakan masker, dan waktu belajar yang terbilang sangat singkat. Bagaimana caranya membuat siswa tetap senang belajar dalam situasi seperti ini? Tenang, Guru Pintar! Dengan melakukan tips di bawah ini, kegiatan pertemuan tatap muka terbatas juga tetap bisa dilakukan dengan interaktif.

kelas offline interaktif
Foto oleh Max Fischer dari Pexels

1. Jaga Interaksi

kelas offline bisa interaktif jika interaksi berjalan dengan baik. Selama belajar dari rumah siswa hanya melihat Guru pintar sebatas kepala saja. Ketika kegiatan tatap muka teratas diberlakukan, interaksi antara guru dan siswa harus dibangun kembali. Berikan motivasi supaya siswa tetap merasa nyaman mengikuti pembelajaran dan tidak malu-malu lagi. Pastikan semua siswa merasa disambut sehingga mereka merasa aman dan tidak segan menyampaikan pendapat, bertanya, atau berkomunikasi dengan gurunya.
2. Posisi saat mengajar

Pembelajaran interaktif saat sekolah offline dapat dilakukan dengan memperhatikan posisi saat mengajar. Meskipun interaksi tidak sebebas sebelum pandemi melanda, bukan berarti Guru Pintar hanya mengajar dengan duduk di kursi saja. Guru Pintar tetap dapat mengatur posisi saat mengajar. Misalnya berdiri, berpindah posisi saat menerangkan, atau menghampiri siswa yang kesulitan dengan tetap menjaga jarak.

3. Media Pembelajaran Interaktif

Kelas offline bisa interaktif media pembelajaran yang digunakan juga interaktif. Guru Pintar tetap dapat menggunakan media-media berbasisteknologi yang biasanya digunakan di kelas online. Jangan sampai pertemuan tatap muka membuat Guru Pintar mengajar ala kadarnya, hanya bermodalkan papan tulis dan spidol atau kapur tulis saja. Media-media pembelajaran yang menarik dan membuat siswa terlibat dalam proses pembelajaran secara otomatis membuat suasana kelas interaktif pula. Contoh media yang dapat Guru Pintar gunakan antara lain: media berbasis teknologi, board game, lagu, dan lain sebagainya.

4. Ajak siswa bergerak

Kelas interaktif ditandai dengan siswa-siswa yang aktif. Aktif dalam bertanya, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan juga bergerak. Tapi siswa kan tidak dibatasi ruang geraknya? Betul sekali, tetapi bukan berarti siswa dipaksa untuk duduk diam di kursinya selama pembelajaran. Sudah dapat dipastikan betapa siswa akan merasa bosan dan tidak menikmati proses pembelajaran. Supaya tubuh tidak kaku, Guru Pintar dapat mengajak siswa melakukan senam atau menari sebentar, meregangkan otot, atau mengadakan pembelajaran yang menghendaki respon fisik seperti menunjuk, menulis, dan lain sebagainya. Tentu saja tetap dengan menjaga prokes ketat sehingga tidak membuka peluang penularan virus corona.

5. Memberikan apresiasi

Pembelajaran yang menarik akan membuat siswa bersemangat belajar. Jangan lupa memberikan apresiasi atau reward pada siswa sekecil apapun pencapaiannya. Di masa sekarang beban siswa sudah begitu berat. Dengan membuat siswa belajar dengan efektif dan menyenangkan setidaknya akan menurunkan tingkat stress siswa. Apresiasi dapat berupa pujian yang konstruktif, kalimat-kalimat motivasi, atau poin-poin tertentu.

6. Metode pengajaran yang sesuai

Metode mengajar saat kelas offline harus Guru Pintar perhatikan. Segala keterbatasan yang dihadapi oleh Guru Pintar dan siswa dalam pertemuan tatap muka terbatas menjadi tantangan bagi Guru Pintar bagaimana membuat murid senang. Untuk itu Guru Pintar harus tahu cara menguasai kelas saat mengajar tanpa melanggar prokes yang sudah diberlakukan. Di saat seperti ini Guru Pintar dituntut untuk lebih berempati dan kreatif menjawab kebutuhan dan kesulitan siswa. Dengan demikian kekhawatiran akan terjadinya learning loss dapat diminimalisir.


Foto oleh Max Fischer dari Pexels

Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan selama masih bisa diusahakan. Membuat kelas interaktif, efektif, dan menyenangkan tetap dapat diwujudkan di tengah keterbatasan. Kuncinya adalah kemauan dan kimitmen dari Guru Pintar untuk selalu menyajikan pendidikan yang bermakna bagi siswa.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet