Ingin Memahami Masa Depan Anak? Begini Caranya
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Photo by cottonbro studio on Pexels
Masa depan anak tak jarang membuat orang tua merasa khawatir. Akankah anak-anak nanti baik-baik saja? Apakah kehidupannya kelak akan cukup sejahtera? Bagaimana mendidik anak supaya bisa jadi sukses?
Setiap orang tua tentu memiliki pertanyaan-pertanyaan bernada serupa meskipun mungkin tak sama persis. "Apa yang harus kita lakukan untuk masa depan?"
Pertanyaan-pertanyaan khawatir seperti ini semata-mata tumbuh dari besarnya kasih sayang orang tua. Bahkan terkadang orang tua sampai bertindak otoritatif lantaran mengkhawatirkan sukses anak di masa mendatang.
Di sisi lain, tak sedikit anak yang tampaknya berseberang jalan dengan orang tua. Jangankan memahami kehawatiran orang tuanya, mereka seolah tak peduli atau tak punya gambaran akan seperti apa masa depan bagi anak muda itu. Lantas bagaimana semestinya orang tua menyikapinya?
Â
Photo by RODNAE Productions on Pexels
Pengalaman, value, dan ekspektasi orang tua dan anak memengaruhi sudut pandang dan pola pikir mengenai masa depan. Orang tua memiliki pengalaman yang lebih banyak dan telah melewati fase kehidupan di usia anak. Tak heran bila orang tua seringkali memiliki sudut pandang yang lebih panjang dalam memikirkan masa depan anak. Sebagian orang tua dengan pola pikir yang lebih tradisional dan konservatif dalam memandang karier dan pendidikan cenderung menganggap keamanan finansial sebagai prioritas utama.
Di sisi lain, anak-anak cenderung memiliki sudut pandang yang lebih pendek, lebih bersemangat untuk mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru. Anak muda biasanya memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan kreatif dalam memandang masa depannya. Hal-hal seperti passion, minat, dan kebahagiaan adalah faktor yang penting bagi mereka untuk mempersiapkan masa depan yang cerah.
Photo by Agung Pandit Wiguna on Pexels
Sebenarnya perbedaan sudut pandang dan pola pikir tidak harus menjadikan orang tua dan anak berada di posisi yang bertentangan. Mengutip sepenggal puisi Kahlil Gibran, On Children:
You may house their bodies but not their souls, For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
Bagaimanapun juga, anak-anak akan menjalani masa depan yang tak sama dengan kehidupan orang tuanya. Namun, sekali lagi, dengan pengalaman dan kebijakannya, orang tua tentu dapat memahami masa depan anak yang berbeda itu.
Sekalipun tampaknya berada di sisi yang berseberangan, anak-anak masih tetap membutuhkan orang tua untuk mendukung eksplorasi dan minat mereka. Mereka masih membutuhkan bimbingan orang tua untuk menemukan jalur pendidikan dan karier yang tepat. Untuk mempersiapkan masa depan yang cerah, anak-anak membutuhkan saran dan pengalaman orang tua agar dapat membuat keputusan yang bijaksana dan berkesinambungan.
Photo by Min An on Pexels
Kalau begitu, apa saja yang harus dipersiapkan untuk masa depan anak? Di sisi orang tua sendiri, ada beberapa hal praktis yang dapat dilakukan sekarang juga.
Orang tua harus memahami pentingnya meningkatkan skill demi masa depan bagi anak muda. Sekali lagi, anak-anak memiliki masa depannya sendiri yang tak sama dengan masa depan versi orang tua. Orang tua mungkin telah berhasil memanfaatkan skill yang dimiliki dan mencapai kesejahteraan hidup. Namun dalam lima atau sepuluh tahun lagi, skill yang sama takkan bernilai sama lagi. Anak muda sekarang membutuhkan skill set yang berbeda bagi masa depannya sendiri.
Dalam mempersiapkan masa depan anak, orang tua harus bisa menjadi teladan. Integritas, etika, dan tanggung jawab adalah value penting yang harus diajarkan kepada anak-anak melalui keteladanan. Di manapun mereka kelak akan belajar dan bekerja, nilai-nilai mendasar seperti inilah yang dapat membantu anak sukses di masa depan.
Anak-anak tidak hanya melihat, tetapi mereka juga memaknai dan menginternalisasi value orang tua terhadap uang. Anak-anak cenderung memperlakukan uang sebagaimana mereka selama ini dibiasakan. Orang tua perlu menyadari bahwa mempersiapkan masa depan anak juga berarti mempersiapkan mereka untuk hidup mandiri – dan itu memerlukan pengelolaan keuangan yang baik.
Setiap masa memiliki tantangannya sendiri. Pola asuh yang diterapkan generasi sebelumnya tidak dapat digunakan sepenuhnya oleh orang tua masa kini. Tak ada salahnya membuka diri terhadap perkembangan ilmu parenting agar orang tua menjadi lebih percaya diri, terutama dalam membuat keputusan yang penting untuk masa depan anak. Meng-update ilmu parenting bisa dilakukan dengan, misalnya, mengikuti One Parents Day bersama Aku Pintar.
One Parents Day
ArtikelTerkaitV3
Misteri Banjir di Dataran Tinggi: Kok Bisa Ya, Sobat Pintar?
Belakangan ini, Kota Malang yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan pegunungannya justru dilanda banjir. Wah, padahal kan Malang itu dataran tinggi, kok bisa kebanjiran? Nah, biar nggak penasaran, yuk kita kupas tuntas alasan di balik fenomena in...
Baca Selengkapnya
LPG vs DME: Kompor di Rumah Harus Dimodifikasi atau Bisa Lan
Wacana Pemerintah: LPG Bakal Diganti DME, Apa Bedanya? Sobat Pintar, pemerintah sedang gencar mendorong penggunaan Dimethyl Ether (DME) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk mengurangi impor energi. Tapi, apa benar kompor LPG di rumah bis...
China Bangun Pabrik Kelapa di Morowali: Ini Peluang Emas bua
Sobat Pintar, baru-baru ini viral kabar tentang rencana pembangunan pabrik kelapa oleh investor asal China di Morowali. Kabar ini bukan cuma penting buat dunia bisnis, tapi juga buat kita yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Kenapa? Karena ini ...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog