Jangan Jadi Mahasiswa Kupu-Kupu (Kuliah Pulang) Karena 5 Alasan Ini
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
photo via xplodemag.co.uk
Menjadi mahasiswa mungkin adalah impianmu selama ini. Bayangin aja, kamu bisa pergi kuliah tanpa seragam – salah satu alasan kamu bisa tampak lebih keren. Tapi sebenarnya, jadi mahasiswa tuh nggak sekedar urusan keren-kerenan, lho. Dibalik seru dan menariknya kehidupan kampus, ada hal-hal berikut ini yang tak kalah penting untuk diambil pelajaran.
1. IPK Memang Penting Banget, tapi Bukan Segalanya
Kuliah memang berarti kamu belajar dan menuntut ilmu tentang bidang tertentu secara spesifik, baik itu Kedokteran, Fisika, Manajemen, Sastra, atau yang lain. Tak jarang kamu mendapat wejangan tentang pentingnya lulus dengan IPK diatas 3,00 – kalau bisa 4,00. Iya, IPK memang penting, tapi bukan satu-satunya tujuan kenapa kamu datang ke kampus.
Makanya, jangan patah semangat saat IP semester ini masih terasa kurang memuaskan. Kamu punya kesempatan untuk mengulang matakuliah-matakuliah yang nilainya kurang. Justru disitulah kamu belajar tentang bagaimana menerima kekecewaan, namun tetap bangkit dan berjuang kembali supaya keadaan lebih menjadi lebih baik.
2. Perbanyak Teman, Perluas Pergaulan
Tak jarang, lowongan kerja mencantumkan angka IPK minimal. Jadi IPK penting, dong? Ya memang! Makanya jangan asal-asalan mengejar nilai setiap matakuliah. Tapi, sekali lagi, IPK bukan segalanya – artinya, punya IPK cum laude sekalipun takkan banyak berguna bila kamu tak kenal siapa-siapa.
Kenyataannya, banyak prospek kerja yang disebarkan dari mulut ke mulut – udah mirip-mirip gosip aja, deh. Makanya, kalau waktumu habis untuk baca buku di perpustakaan sampai tak ada waktu untuk sekedar tersenyum pada orang-orang disekitarmu, darimana kamu bisa tahu kalau ada lowongan kerja? Atau, kamu pasif banget saat kuliah sampai-sampai dosen tak ingat nama dan wajahmu. Bagaimana bila nanti kamu memerlukan rekomendasi dosen untuk beasiswa atau pekerjaan penting?
3. Ilmu yang Tak Ada di Buku Teksmu, Pelajarilah
Salah satu tugas individu mahasiswa adalah membaca. Percaya deh, banyak banget yang kudu dibaca – bahkan menarik untuk dibaca, apalagi tentang bidang ilmu yang sudah menjadi minatmu sejak dulu. Topik yang nggak disinggung dosen pun, bisa kamu pelajari sendiri dari berbagai sumber.
Sama halnya dengan orang. Belajar tentang orang bukan berarti meneliti dan membuat teori rumit tentang anatomi atau psikologi. Kamu hanya perlu mengenal berbagai macam karakter orang agar nantinya tak terlalu terkejut saat sudah bekerja. Apa sebabnya? Bergaul dengan rekan kerja akan sedikit berbeda dari berteman. Hubungan profesional yang didasari oleh kepentingan pekerjaan tak bisa dicampuradukkan dengan preferensi perasaanmu. Mungkin nanti kamu kurang suka dengan atasanmu – sebagaimana kamu kurang suka dengan salah satu dosen, tapi apa kamu punya pilihan lain? Nah, mumpung masih dikampus, kenalilah sebanyak mungkin dosen dan mahasiswa – bahkan dari jurusan lain. Siapa tahu salah satunya akan jadi bosmu kelak?
4. Kerja Kelompok: Bekerja dalam Kelompok
Tak jauh beda dengan masa sekolah, terkadang mahasiswa masih mendapat tugas kerja kelompok dari dosen. Apa yang biasa kamu lakukan saat kerja kelompok di sekolah? Sudah cukup aktifkah kamu sebagai anggota kelompok? Atau sebaliknya, kamu member antara ada dan tiada – memang ada secara fisik, tapi tak terlibat untuk memberi kontribusi dalam bentuk apapun?
Terlepas dari matakuliahnya atau bobot SKS-nya, kerja kelompok sebenarnya bernilai lebih karena melatihmu untuk bekerja dalam tim. Bila kamu termasuk mahasiswa yang aktif dalam kerja kelompok, kemungkinan besar kelak kamu juga akan menjadi salah satu anggota tim kerja yang bisa diandalkan. Bekerja dalam kelompok melatihmu untuk bertenggang rasa, berkomunikasi, dan, kembali pada poin sebelumnya, mengenal orang.
5. Manajer Diri Sendiri
Dibutuhkan rasa percaya diri yang kuat untuk menjadi seorang mahasiswa dengan prestasi akademik baik dan pergaulan yang sehat. Kamu harus memiliki keyakinan mana yang perlu didahulukan dan mana yang bisa ditangguhkan – mengerjakan tugas atau nongkrong di kafe, misalnya. Manajemen waktu yang baik adalah salah satu kunci keberhasilanmu melewati masa-masa kuliah, yang mustahil bisa dilakukan bila kamu tak memiliki integritas – dosen takkan serajin guru mengingatkan dan menegurmu, orang tua juga tak tahu detail tentang jadwal dan tugasmu.
Pada akhirnya, kemampuanmu untuk menyeimbangkan kuliah dan lingkaran pergaulan dapat mengantarkanmu lulus tepat waktu dengan IPK baik dan tanpa mengorbankan masa mudamu. Pelajaran yang kamu peroleh pada sepenggal perjalanan masa muda inilah yang turut membentukmu menjadi seseorang yang lebih keren lagi dimasa depan.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog