PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

photo credit abc,net

Jangan Tentukan Pilihan Jurusan Kuliahmu sebelum Mengetahui 6 Kesalahan Ini

Tips Kuliah

Kalau soal masuk sekolah, SMP dan SMA/ SMK, tentu kamu sudah punya pengalaman sendiri. Tapi bagaimana dengan kuliah? Proses masuk kuliah jelas beda banget dari mendaftar masuk sekolah. Lantas, sudahkah kamu tahu tentang apa saja yang harus dicermati sebelum masa-masa sekolahmu berakhir? Setidaknya, kamu bisa menghindari kesalahan-kesalan yang tak perlu seperti dibawah ini.

 

1. Nggak Memahami Diri Sendiri

Topik tentang apa sih, yang bisa bikin kamu betah berjam-jam surfing dan browsing didunia maya? Buku tentang apa yang paling menggoda buatmu? Ngerjain apa sih, yang kamu rela bela-belain begadang sampai pagi?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada pencarian minat seperti diatas dapat membantumu menentukan pilihan jurusan kuliah, alih-alih sekedar matapelajaran dengan nilai tertinggi atau propek kerjanya. Tapi memahami kemampuan diri sendiri juga nggak kalah penting. Kalau kamu nggak bisa masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, nggak ada salahnya kok kalau pilih jurusan dan perguruan tinggi lain yang lebih sesuai – mungkin sebenarnya kamu lebih cocok di Teknik Lingkungan Universitas Brawijaya?

 

2. Asal Pilih Saja

Pusing karena terlalu banyak pilihan, trus kamu merem dan asal tunjuk jurusan apapun bolehlah. Atau, ikutan temen satu geng pilih jurusan apa, kamu ikutan juga. Hmm... it's a big no!

Kuliah bukan lagi saat dimana kamu tergantung sama teman. Selain menelaah minatmu, lihat juga bakatmu dimana. Mungkin sobat karibmu jago dalam hitung-hitungan Matematika, tapi sepertinya kamu lebih mudah memahami matapelajaran Biologi. Kamu nggak akan pilih kuliah di Jurusan Statistika seperti pilihan sobatmu, kan? Apalagi kalau kalian beda kelas, IPA dan IPS, atau dengan Bahasa. Nah, udah beda jauh, tuh.

 

3. Fokus pada Orang Lain

Kalau kamu bisa kuliah di FK UI tuh, kan keren gitu, ya. Kamu bisa menjawab lantang dengan senyum terbentang saat tante, om, temannya tante, sepupunya om, atau kerabatnya tetangga dari koleganya orangtua bertanya kamu kuliah dimana.

Penting, ya? Nggak perlu banget deh, kamu mencemaskan apa yang dipikirkan orang lain tentang kuliahmu. Orangtua, kerabat, guru adalah orang-orang yang sayang dan perhatian sama kamu. Wajar saja saat mereka ngasih saran jurusan kuliah apa saja yang punya prospek cerah untuk masa depanmu. Tapi tetep saja, kamu sendiri yang menjalani kuliahnya. Kamu yang repot ngerjain tugas dan menghadapi dosen yang rewel – bukan orang-orang yang sayang sama kamu, apalagi orang-orang yang cuma kepo sama pendidikanmu.

 

4. Kurang Membandingkan dan Menelaah Ulang

Pokoknya kamu mau kuliah di FK UI. Titik.

Ya enggak segitunya juga, keles. Fakultas Kedokteran tuh nggak cuma di Universitas Indonesia. Masih ada  Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan perguruan tinggi yang lain. Nggak perlu terlalu maksa, deh – nggak ada manfaatnya juga menutup diri dari opsi lain. Lagipula, kamu perlu memeriksa dan membandingkan akreditasi jurusan pilihanmu, akreditasi kampusnya, hingga prospek alumninya. Segala pertimbangan tersebut lebih penting ketimbang keukeuh pingin kuliah di suatu jurusan atau program studi dan kampus tertentu tanpa alasan yang jelas.

 

5. Nggak Ngitung Biaya

Kan, udah dibiayain ortu. Atau, kamu dapat beasiswa, jadi udah bebas biaya kuliah.

Pengeluaran selama kuliah tuh nggak cuma bayar Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kamu juga butuh dana untuk riwa-riwi ngerjain tugas, mungkin kamu juga ikut kegiatan mahasiswa, atau yang lain. Belum lagi kalau kamu kuliah dijurusan yang terkenal mahal, misalnya Kedokteran atau Teknik Arsitektur. Jika kos dan tinggal di kota lain, kamu juga butuh biaya hidup nggak cuma buat makan tapi juga buat gaul. Tak jarang, biaya lain-lain ini total akhirnya bersaing ketat dengan biaya kuliah. Jadi, pendanaan dalam seluruh aspek sampai kamu lulus kuliah juga perlu masuk pertimbangan.

 

6. Menunda-Nunda sampai Realita Mengejutkanmu

Ah, kuliah masih dua tahun lagi. Masuk kampus baru tahun depan, santai dulu. Nggak usah ribet mikirin itu sekarang.

Oh, no! Menikmati masa SMA atau mempersiapkan Ujian Nasional bukan berarti kamu bisa menomorduakan rencana kuliah. Semakin awal kamu tahu mau kuliah dijurusan apa dan di kampus mana, maka semakin baik pula persiapanmu untuk mencapai tujuanmu. Orangtua dan keluarga juga dapat memberi dukungan yang lebih baik untukmu.

 

Jadi, udah tahu kan, kesalahan-kesalahan apa saja yang dapat kamu hindari sejak sekarang? Pada dasarnya, kalau ada waktu yang cukup untuk menimbang, memeriksa, dan memeriksa ulang pilihanmu, semakin kecil kemungkinan kamu salah pilih jurusan kuliah.

Lebih masukan Blog

Mulai Bisnis Kuliner yang Gampang? Coba 10 Ide Jajanan Ini

Bikin usaha disektor makanan tuh enggak ada matinya. Ya mau bagaimana lagi, makanan kan...

Kuliah Apa Sih, di Luar Negeri? Ini 7 Jurusan dan Rekomendasi Negaranya

" Pokoknya kuliah di luar negeri aja, deh. Negara manapun bisa, asalkan ke luar negeri....

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru