CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Jenis Jenis Gaya Mengajar Guru di Kelas

Jenis gaya mengajar yang dipilih guru turut menentukan keberhasilan proses belajar mengajar

Foto oleh Thirdman dari Pexels

Mengajar adalah sebuah sebuah proses penyampaian atau transfer ilmu dari seorang guru kepada siswa-siswinya. Seorang guru harus mengetahui cara menguasai kelas saat mengajar, teknik mengajar, dan berbagai variasi gaya mengajar. Gaya mengajar seorang guru di kelas merupakan cara guru untuk mempermudah siswa yang diajarnya menerima materi pelajaran yang disampaikan, sekaligus sebagai alat untuk  mengatasi rasa bosan atau jenuh pada siswa saat belajar, dan juga untuk meningkatkan minat belajar siswa. Gaya mengajar Guru Pintar turut menjadi faktor penentu apakah siswa-siswa mampu mencapai target pembelajaran yang sudah dicanangkan. Oleh karena itu, cara memulai mengajar, gaya mengajar, metode mengajar, dan kesiapan mengajar lainnya harus dirancang secara matang sebelum pembelajaran dimulai.

Pengertian Gaya Mengajar


Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Apa itu gaya mengajar? Uzer Usman menjelaskan bahwa Gaya Mengajar adalah suatu kegiatan guru dalam kontek proses interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa. Hal ini bertujuan dalam situasi belajar mengajar siswa senantiasa  menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi dalam belajar. Pendapat lain tentang teori mengajar disampaikan oleh Abu Ahmadi. Menurutnya, gaya mengajar adalah tingkah laku, sikap dan perbuatan guru dalam melaksanakan proses pengajaran. Sedangkan menurut Syahminan Zaini, yang juga terdapat dalam buku Abu Ahmadi, mengatakan bahwa gaya mengajar adalah gaya atau tindak-tanduk guru sebagai pernyataan kepribadiannya dalam menyampaikan bahan pelajarannya kepada siswa.

Dari definisi-definisi yang diberikan oleh para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar guru adalah pengubahan tingkah laku, sikap, dan perbuatan guru dalam konteks belajar mengajar yang bertujuan untuk mengatasi rasa bosan siswa, sehingga siswa memiliki minat belajar yang tinggi terhadap pelajarannya yang akan dibuktikan melalui ketekunan, antusiasme, dan keaktifan mereka dalam belajar dan mengikuti pelajarannya di kelas.

baca juga: 5 Perbedaan Cara Mengajar Guru Zaman Dulu dan Sekarang

Macam-Macam Gaya Mengajar

gaya mengajar di kelas menentuka keberhasilan proses pembelajaran
 

Macam-macam cara mengajar perlu diketahui oleh seorang guru. Mengetahui teori mengajar saja tidak cukup untuk menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan dan bermakna. Menurut Abdul Majid (2013), gaya mengajar yang perlu diterapkan oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar di kelas sebaiknya bersifat variatif, inovatif, serta mudah diterima oleh siswa.

Berikut ini adalah beberapa macam gaya mengajar yang dapat diterapkan oleh Guru Pintar dalam proses pembelajaran menurut E. Mulyana (2011):

1.Gaya Mengajar Klasikal

Cara mengajar guru dengan gaya mengajar klasik biasanya masih menekankan pada konsep bahwa cara mengajar ini sebagai satu-satunya cara belajar dengan berbagai konsekuensi yang diterimanya. Guru masih sering mendominasi kelas tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran sehingga akan menghambat perkembangan siswa.Gaya mengajar klasikal tidak sepenuhnya salah, hal ini tergantung dengan kondisi kelas yang dihadapi oleh guru dan mengharuskan guru tersebut untuk memilih gaya belajar ini. Ketika guru mengajar dalam kondisi kelas di mana jumlah siswanya sangat banyak dan mayoritas pasif, biasanya gaya mengajar ini yang dipilih. Dalam pembelajaran ini, peran guru sangat dominan. Meskipun demikian, saran untuk guru dalam mengajar tetap diharapkan untuk dapat melibatkan siswa dalam proses belajar mengajar.

2.Gaya Mengajar Teknologis

Menurut Muhammad Ali, gaya mengajar teknologis lebih berfokus pada kompetensi siswa  secara individual. Dalam gaya mengajar ini, bahan pelajaran disesuaikan dengan tingkat kesiapan siswa. Peranan isi pelajaran adalah dominan dalam gaya mengajar teknologis. Oleh karena itu, bahan ajar  yang berkaitan dengan data objektif dan keterampilan yang dapat menuntun kompetensi vokasional siswa disusun oleh ahlinya masing-masing. Apakah peranan siswa? Di sini peranan siswa adalah belajar dengan menggunakan perangkat atau media yang telah disediakan. Dengan merespon apa yang diajukan kepadanya melalui perangkat itu, siswa akan dapat mempelajari apa yang dapat bermanfaat bagi dirinya dalam kehidupan. Sedangkan guru memiliki beberapa peran yaitu sebagai pemandu (guide), pengarah (director), atau pemberi kemudahan (facilitator) dalam belajar. Hal ini disebabkan karena pelajaran sudah diprogram sedemikian rupa dalam perangkat, baik perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Gaya mengajar teknologis ini menuntut Guru Pintar untuk berpegang pada berbagai sumber media yang tersedia. Guru Pintar harus mengajar dengan memperhatikan kesiapan siswa dan selalu memberikan stimulan supaya siswa mampu menjawab segala persoalan yang dihadapi. 

3.Gaya Mengajar Personalisasi

Gaya mengajar yang ketiga yaitu gaya mengajar personalisasi. Gaya mengajar ini merupakan gaya mengajar dimana siswa sangat dominan saat pembelajaran. Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan atas minat, pengalaman, dan pola perkembangan mental siswa. Bahan pelajaran yang akan disampaikan disusun secara situasional sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa secara individual. Proses penyampaian materi dilakukan sesuai dengan perkembangan mental, emosional, dan kecerdasan siswa. Lalu apa peran guru dalam gaya mengajar ini? Peran guru dalam gaya mengajar personalisasi adalah membantu menuntun perkembangan siswa melalui pengalaman belajar, menjadi psikolog, menguasai metode pengajaran dan sebagai narasumber. Pembelajaran personalisasi ini dilakukan berdasarkan atas minat, pengalaman, dan pola perkembangan mental siswa. Dominasi pembelajaran berada di tangan siswa. Guru Pintar tidak hanya memberikan materi pembelajaran untuk membuat siswa menjadi lebih pandai, melainkan agar siswa menjadikan dirinya lebih pandai. Guru dengan gaya mengajar personalisasi harus selalu meningkatkan belajarnya dan juga senantiasa memandang siswa seperti dirinya sendiri. Guru tidak boleh memaksakan siswa untuk sama dengan gurunya, karena siswa tersebut mempunyai minat, bakat, dan kecenderungan masing-masing yang pasti berbeda-beda.

4.Gaya mengajar interaksional 

Guru yang mengajar dengan gaya mengajar interaksional lebih mengedepankan proses dialogis dengan siswa sebagai bentuk interaksi dinamis. Guru dan siswa atau siswa dengan siswa saling memiliki ketergantungan. Yang dimaksud saling memiliki ketergantungan adalah mereka sama-sama menjadi subjek pembelajaran dan tidak ada yang dianggap baik atau sebaliknya paling jelek. Dalam konteks ini mengajar tidak diartikan hanya sebagai proses menyampaikan informasi, akan tetapi proses mengatur lingkungan dengan tujuan agar siswa belajar. Belajar itu sendiri, tidak hanya proses menjejali otak dengan informasi, akan tetapi proses memfungsikan otak untuk mengubah perilaku secara menyeluruh baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotor. Gaya mengajar interaksional merupakan gaya mengajar guru dimana saat pembelajaran guru dan siswa sama-sama dominan. 

Demikian empat gaya mengajar yang dapat guru pintar terapkan di kelas. Guru Pintar dapat memilih gaya mengajar yang paling sesuai dengan kondisi kelas dan juga tujuan pembelajaran. Tidak menutup kemungkinan juga Guru Pintar dapat mengkombinasikan berbagai gaya mengajar di atas.

 

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog