APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Kecerdasan Emosional, Kenapa Penting?

Kecerdasan Emosional Pelajar Mahasiswa

photo via thedreamlifecoach.com

"Tuh orang nyebelin banget, deh! Bikin emosi jiwa!"

Pernah merasa begitu? Atau pernah mendengar ada yang berkata seperti itu? Orang sering menyamakan antara marah dengan emosi – emosi berarti marah. Padahal nggak gitu, lho. Emosi adalah perasaan yang kuat, yang biasanya muncul sebagai reaksi atas sesuatu – tidak terbatas dan selalu terwujud dalam bentuk amarah. Nggak percaya? Yuk, belajar tentang emosi lebih jauh.

 

Kenapa Manusia Punya Emosi?

Emosi itu salah satu pemberian Tuhan untuk mendukung kelangsungan hidup manusia – sama seperti tangan, kaki, otak, atau organ tubuh yang lain. Ketika kamu marah, ada dorongan kuat pada dirimu yang mempengaruhi persepsi dan tingkah lakumu hingga kamu menyerang sumber atau penyebab amarahmu. Sama saja ketika kamu takut, perasaan itu mendorongmu untuk menghindar sebagai bentuk perlindungan diri. Emosi atau perasaan kuat yang dirasakan pada akhirnya terwujud dalam perilaku, baik menyerang atau melarikan diri pada contoh diatas.

Contoh lain, ada jadwal UTS pekan depan, sedangkan kamu belum siap sama sekali karena selama beberapa pekan terakhir kamu sibuk mengikuti jadwal pertandingan Liga-Liga Eropa. Rasa cemas dan stres membuatmu sulit tidur, padahal jam tidurmu sudah berkurang gegara nonton bola. Alhasil, kamu memutuskan untuk membuat contekan buat ujian – setidaknya, itulah caramu untuk bertahan hidup.

 

Kenapa Perlu Menyadari Emosi?

Berbuat curang saat ujian pada contoh diatas adalah muara dari perasaan cemas dan stres. Jika dapat menyadari apa yang kamu rasakan, dan kemudian menanganinya, sebenarnya kamu tak perlu sampai mencontek – sebuah tindakan yang tak pantas dilakukan.

Panik sesaat setelah melihat jadwal UTS itu wajar, apalagi kalau belakangan ini kamu sibuk nonton bola. Tapi bila kamu dapat mengenali kepanikan, kecemasan, dan stres yang kamu rasakan, kemudian memanfaatkan dorongan energi yang kamu rasakan dari emosi-emosi tersebut untuk belajar dan mengejar ketertinggalanmu, maka kamu masih punya kesempatan untuk mengikuti ujian dengan percaya diri – tanpa perlu contekan.

 

Kecerdasan Emosional? Apa itu?

Dua contoh yang bertolak belakang diatas menunjukkan peran Kecerdasan Emosional (Emotional Intelligence atau Emotional Quotient). Ya, ada kecerdasan lain yang mempengaruhi manusia, bukan hanya Intelligence Quotient (IQ).

Pernahkah kamu mendapati seseorang yang super pintar dengan hasil tes IQ 140, misalnya? Tak diragukan lagi, tentu orang tersebut jenius. Tapi bagaimana perilakunya? Apakah dia dapat menerima perasaan tidak nyaman, kemudian mengelola dan mengendalikan rasa tidak nyaman tersebut supaya tidak berimbas pada orang-orang disekitarnya?

Bila dapat mengendalikan dorongan perasaannya, orang tersebut memiliki Kecerdasan Emosional yang tinggi. Sebaliknya, seseorang yang tidak dapat mengendalikan diri dan tidak memiliki empati pada orang lain bisa dikatakan memiliki Kecerdasan Emosi yang rendah.

Nah, bayangkan saja. Kamu lebih suka berteman dengan seseorang yang jenius tapi menyebalkan, menang sendiri, dan kasar? Atau kamu lebih suka bergaul dan bekerja dengan seseorang yang kecerdasan intelegensinya biasa-biasa saja, tapi memiliki Kecerdasan Emosional yang baik?

 

Seberapa Pentingkah Kecerdasan Emosional?

Seseorang dengan Kecerdasan Emosional yang baik akan mampu mengenali, menggunakan, memahami, dan mengelola emosinya secara positif sehingga dapat mengurangi rasa stresnya, berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan yang ada, hingga meredam konflik yang timbul. Makanya, orang-orang dengan Kecerdasan Emosional yang tinggi cenderung lebih disukai dalam dunia kerja dibanding mereka yang hanya mengandalkan IQ.

Menurut sebuah penelitian psikologi di Harvard School of Education, seseorang yang terampil dalam mengelola emosinya, dapat menangani perasaannya dengan baik, serta mampu membaca dan menghadapi perasaan orang lain berpotensi memiliki keberuntungan dalam setiap bidang kehidupan – ya, termasuk pendidikan.

Bahkan sejak tahun 1980-an, pakar psikolog telah menyatakan bahwa kesuksesan tak bertumpu pada satu kecerdasan (IQ) semata. Akan tetapi, ada kecerdasan dengan spektrum yang lebih luas, yang disebut EI (Emotional Intelligence), yang lebih menentukan tingkat kesuksesan seseorang.

 

Apa Kamu Memiliki Kecerdasan Emosional?

Nah, pertanyaan penting yang perlu dilontarkan berikutnya adalah, apakah kamu memiliki Kecerdasan Emosional? Tenang saja, meskipun rasa-rasanya kamu masih kurang dalam hal ini, Kecerdasan Emosional itu bisa dilatih dan ditingkatkan – tidak seperti IQ.

Kecerdasan Emosional berubah seiring dengan keinginanmu untuk belajar dan berkembang. Sama seperti keterampilan yang dapat hilang bila tak lagi dipraktekkan, Kecerdasan Emosional perlu dipelajari dan dilatih supaya kamu dapat mengidentifikasi, mengalami, memahami, dan mengungkapkan emosimu dalam cara-cara yang sehat dan produktif.

Berapapun angka IQ-mu, bila kamu memiliki Kecerdasan Emosional yang baik, maka kamu memiliki peluang besar untuk sukses dan bahagia.  Siapa sih, yang nggak mau keduanya?

0
170

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog