redesain-navbar Portlet

null

Blog

Kepoin Profesi dan Jurusan: Arsitek

Aku Pintar Kepoin Profesi dan Jurusan membahas tuntas dengan profesi arsitek dan kuliah Arsitektur.

Arsitek, photo by energepic.com on pexels

Ada nggak nih, Sobat Pintar yang pengin jadi arsitek? Atau memang pengin jadi arsitek, tapi masih galau dengan berbagai hal. Misalnya, "Mahasiswa Arsitektur kudu pinter Matematika, nggak sih?" atau "Apakah kuliah Arsitektur kudu jago gambar-menggambar?"

Nah, Aku Pintar Kepoin Profesi dan Jurusan pada 17 Februari 2021 mengupas tuntas semua hal yang membuatmu galau tentang kuliah Arsitektur dan profesi arsitek. Kepoin Profesi dan Jurusan kali ini menghadirkan seorang arsitek, Kak Linda Widiachristy, S.T., dan dosen Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Ibu Fenty Ratna Indarti, S.T., M. Arch.

 

Tentang Profesi Arsitek

Photo by Pixabay on Pexels

Kak L. Pebri H., CEO Aku Pintar, mengawali Kepoin Profesi dan Jurusan dengan mengulik lebih dalam tentang profesi arsitek melalui Kak Linda. Mahasiswa S2 Tata Kota Lingkungan Belanda ini adalah seorang arsitek yang dulunya sempat galau juga saat masih SMA. Beliau berganti pilihan jurusan tiap dua bulan sekali, Sobat!

Akan tetapi, minatnya pada seni dan teknik membuat Kak Linda akhirnya menjatuhkan pilihan kuliah di Jurusan Arsitektur. Aspek timeless pada karya arsitektur, bagaimana generasi berikutnya akan selalu mengenang karya tersebut, adalah salah satu sebab jatuh hatinya Kak Linda pada dunia desain bangunan ini.

Mengenang kembali masa-masa kuliah S1-nya dulu, Kak Linda menepis anggapan umum bahwa mahasiswa Arsitektur jago begadang. Akan tetapi, memang inspirasi atau ide mengerjakan Studio Perancangan biasanya muncul saat deadline sudah dekat. Alhasil, begadang bukan hal baru bagi mahasiswa Arsitektur. Untuk itu, Kak Linda menekankan pentingnya kita bisa me-manage waktu agar tak sampai sering-sering begadang.

Begitu pula dengan mitos bahwa mahasiswa Arsitektur harus bisa menggambar. Kak Linda menyampaikan bahwa mahasiswa Arsitektur itu nggak harus jago gambar kok, Sobat. Bahkan untuk seleksi masuk Jurusan Arsitektur pun tak ada tes gambar! Justru saat kuliah kita belajar tentang bagaimana mengomunikasikan ide melalui media gambar.

Menariknya, ternyata nggak semua lulusan Jurusan Arsitektur berprofesi sebagai arsitek. Teman-teman Kak Linda ada yang bekerja di Kementerian atau menjadi banker, ahli render, hingga 3D modeller.

Bagi Kak Linda sendiri, sebagai seorang arsitek, semua project desain itu menarik, bahkan magical. Setiap project membawa ceritanya masing-masing, yang membuat Kak Linda hepi dan menikmati proses desain bersama setiap kliennya dari awal hingga akhir.

Di akhir kisahnya, Kak Linda menyampaikan pentingnya kita mengetahui minat diri agar tahu apa saja yang harus disiapkan. Dengan begitu, kita tak sampai salah jurusan dan tahu lebih banyak tentang dunia kerja di bidang yang menjadi minat kita tersebut.

 

Tentang Kuliah Arsitektur

Photo by Lex Photography on Pexels

Lantas, seperti apa sih, kuliah Arsitektur itu? Nah, kalau soal itu, Ibu Fenty adalah sosok yang tepat untuk menjabarkannya. Beliau adalah salah seorang dosen di Departemen Arsitektur ITS sekaligus alumnus University of Nottingham, Inggris.

So, menurut penjelasan Ibu Fenty, kuliah Arsitektur itu berarti kita belajar tentang arsitektur, baik teori maupun praktek. Segala yang kita pelajari di jurusan ini benar-benar baru, berbeda dari apapun yang telah kita ketahui selama sekolah. Materi perkuliahan Arsitektur, selain mata kuliah umum di awal-awal semester, langsung mengarah kepada profesi arsitek. Kita belajar tentang bagaimana mendesain dan berpikir desain, tentang perbedaan building dan architecture, tentang bangunan dan lingkup sekitarnya di mana bangunan tersebut berada, bahkan tentang idea development.

Untuk kuliahnya, mahasiswa Arsitektur saat ini tak harus memiliki serangkaian pensil gambar dengan ketebalan berbeda-beda maupun stationery Arsitektur lain yang cukup beragam. Sebagai contoh, para mahasiswa baru Arsitektur ITS yang harus menjalani kuliah jarak jauh selama pandemi hanya membutuhkan laptop. Pada dasarnya mereka bebas menggunakan software maupun teknologi yang dibutuhkan.

Departemen Arsitektur ITS sendiri memiliki pencapaian-pencapaian luar biasa, seperti memenangkan kompetisi-kompetisi desain baik di dalam maupun luar negeri. Arsitektur ITS juga pernah mewakili Indonesia dalam kompetisi desain di Hong Kong. Bahkan, Departemen Arsitektur ITS saat ini sedang bersiap untuk kompetisi pada 2030 nanti, Sobat!

Alumni Arsitektur ITS pun sudah tersebar di berbagai negara di dunia, salah satunya Kak Linda yang juga tengah menempuh pendidikan S2-nya di Belanda. Salah seorang alumnus senior Arsiktur ITS pernah berkarier di Amerika Serikat selama 20 tahun sebelum akhirnya kembali dan berkarya di Indonesia.

Menyusul kiprah alumninya yang mendunia, ITS membuka international undergraduate program di Departemen Arsitektur. Mahasiswa program ini berkesempatan untuk belajar arsitektur di dalam dan luar negeri. Langkah ini merupakan sikap proaktif Departemen Arsitektur ITS dalam menyambut pasar bebas, khususnya di bidang jasa.

Setelah menuntaskan kuliah Arsitektur selama empat tahun, kita bisa melanjutkan kuliah ke jenjang S2 atau mengambil program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr). ITS adalah salah satu kampus dengan PPAr yang sudah diakui oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Berbekal lisensi setelah lulus PPAr tersebut, kita bisa berprofesi sebagai arsitek atau membuka biro jasa arsitektur.

Selain menempuh program PPAr, kita juga bisa menjadi arsitek dengan bekerja di biro-biro jasa arsitektur setelah lulus kuliah S1. Pengalaman kita dalam mengerjakan proyek-proyek arsitektur selama dua tahun dapat kita gunakan untuk mengajukan lisensi.

Nah, Sobat Pintar ingin tahu lebih banyak tentang kuliah Arsitektur di ITS? Apakah kebanyakan mahasiswanya cowok atau cewek? Dan apa pula perbedaan Arsitektur dengan Teknik Sipil, DKV, maupun Desain Interior? Semua dijelaskan secara gamblang oleh Ibu Fenty di IG TV @akupintar.id.

Bincang-bincang Kak Pebri bersama Kak Linda dan Ibu Fenty juga menjawab pertanyaan-pertanyaan Sobat Pintar yang mengikuti IG Live Kepoin Profesi dan Jurusan Arsitek. Misalnya, haruskah kita pintar Matematika kalau ingin kuliah Arsitektur? Hingga pertanyaan tentang beasiswa kuliah Arsitektur ke luar negeri.

Menutup Aku Pintar Kepoin Profesi dan Jurusan Arsitek, Kak Linda berpesan agar kita mau menggali minat dan tak menyerah dengan kegalauan kita. Penting banget kita tahu arah kita akan ke mana. Bagi Kak Linda, arsitektur itu fun. Bahkan sampai bekerja pun, excitement yang dirasakannya tetap ada.

Sementara itu, Ibu Fenty berpesan agar kita menjalani apapun itu, baik passion maupun amanah orang tua, dengan ikhlas. Apapun jurusan yang dipilih, terutama Arsitektur, kita akan tetap bisa mengembangkan diri. Semua departemen akan terasa menyenangkan selama kita merasa bisa. Yang penting jangan minder atau julid sama diri sendiri, ya!

90

More Blog Entries

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet