redesain-navbar Portlet

Blog

Kerja Tidak Sesuai Jurusan Bisa Dihindari, Begini Caranya

Dengan perencanaan yang tepat, kuliah dan kerja yang sesuai dengan kemampuan dan kepribadian itu bisa dilakukan.

kerja tidak sesuai jurusan, Photo by jose aljovin on Unsplash

Kebayang ga sih, kalau kamu kerja tidak sesuai jurusan setelah lulus kuliah nanti? Of course, cita-cita kita bakal bekerja sesuai dengan bidang ilmu selama kuliah. Namun ternyata Bapak Mendikbud Ristek kita sekarang sempat mengungkapkan bahwa 80% lulusan universitas itu enggak nyambung antara jurusan dan pekerjaannya. Artinya, sebagian besar orang saat ini bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan kuliahnya dulu, Sobat.

Bagaimana denganmu, nih? Kamu yang bakal berada di posisi mereka, para lulusan universitas, dalam empat hingga delapan tahun ke depan. Apakah kamu bakal kerja tidak sesuai jurusan kuliah juga, sama seperti mereka saat ini?

 

Sengitnya Persaingan di Pasar Kerja

kerja sesuai jurusan
Photo by @awmleer on Unsplash

You see, Sobat Pintar. Misalnya kamu kuliah Akuntansi, kemudian mencari kerja di bidang finance. Maka, lowongan kerja finance itu hanya akan diisi oleh rekan-rekanmu yang sama-sama belajar Akuntansi. Begitukah? Well, no. Karena hanya 27% orang yang bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan kuliahnya, berarti lowongan kerja yang ada diincar oleh lebih banyak kandidat. Selama bertahun-tahun, adalah hal yang wajar buat freshgraduates untuk melamar kerja tidak sesuai jurusan kuliahnya.

Alhasil, persaingan di pasar kerja pun menjadi lebih ketat. Kembali pada contoh di atas, alumni Akuntansi harus bersaing juga dengan alumni jurusan-jurusan lain untuk mengisi satu lowongan kerja auditor, misalnya. Gambaran ini terjadi pada berbagai bidang ilmu yang lain ya, Sobat Pintar. Memang pada kenyataannya, tak sedikit orang yang saat ini kerja tidak sesuai jurusan kuliah.

 

Ketika Harus Kerja Tidak Sesuai Jurusan

kuliah atau kerja
Photo by KE ATLAS on Unsplash

Melihat persentase yang disebutkan oleh Bapak Mendikbud Ristek di atas, kerja tidak sesuai jurusan kuliah menjadi kenyataan lapangan yang lumrah saat ini. Padahal, dampak kerja tidak sesuai jurusan itu bisa cukup mengganggu, Sobat Pintar.

First thing first, lintas profesi membuatmu harus belajar lagi, bahkan mungkin dari nol. Sebagai contoh kerja tidak sesuai jurusan kuliah, kamu alumnus Teknik Sipil yang sudah menguasai seluk-beluk teknik tentang bangunan. Namun kemudian, kamu bekerja sebagai guru kelas di sebuah Sekolah Dasar.

Apakah kamu akan mengajari murid-muridmu bagaimana membuat sebuah gambar teknik dengan presisi maksimal? Tentu tidak, Sobat Pintar. Sebaliknya, kamu harus belajar menyusun perangkat pengajaran, bagaimana mengelola kelas, membuat media pembelajaran, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, kamu harus belajar lagi tentang seluk-beluk bidang dan profesi barumu ketika harus kerja tidak sesuai jurusan.

Bagaimana pula dengan waktu yang telah kamu investasikan untuk belajar Teknik Sipil, setiap tetes peluh dan keringat itu? You can't turn back the time, Sobat Pintar. Malahan, kamu akan butuh waktu untuk belajar seluruh skills dan pengetahuan baru agar dapat menjalankan profesi barumu dengan baik. Dari sisi efisiensi waktu, dampak kerja tidak sesuai jurusan jelas merugikan.

Tak ketinggalan, biaya yang telah dikeluarkan selama kuliah menjadi terbuang sia-sia. It's not a small amount of money, Sobat. Bukan hanya UKT atau bahkan uang gedung, tapi juga tetek bengek fotokopi bahan kuliah, praktikum ini itu, pengeluaran mobilitasmu selama kuliah, dan lain sebagainya. Ketika akhirnya kamu memutuskan untuk lintas profesi atau kerja tidak sesuai jurusan kuliah, kamu (dan orang tuamu) harus bisa merelakan seluruh rupiah itu.

Tentu saja, tak selamanya kerja tidak sesuai jurusan itu berdampak negatif. Bila dipandang dari sisi lain, lintas profesi memberimu kesempatan untuk belajar hal baru. Anyway, bukankah kita memang harus terus belajar sepanjang hayat dikandung badan? Bagi mereka yang merasa salah jurusan selama kuliah, lintas profesi juga memberi kesempatan kedua untuk kerja sesuai bakat dan minat yang mungkin baru disadari.

 

Merencanakan Karier dan Kuliah

kerja sesuai jurusan kuliah
Photo by Brooke Cagle on Unsplash

Menimbang tak enaknya dampak kerja tidak sesuai jurusan, bukankah lebih baik bila kita bisa kerja sesuai jurusan kuliah, Sobat Pintar? Tak ada waktu dan biaya yang terbuang percuma. Udah gitu, kita bisa mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah, mengembangkannya lagi, dan mendapatkan lebih banyak pengalaman di bidang tersebut.

Makanya, perencanaan kuliah atau kerja sejak awal itu penting banget, Sobat. Tak ada jam kerja yang singkat, dan melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan diri sendiri hanya akan membuatmu merasa enggak happy, bahkan mungkin menjadi seseorang yang toxic.

Oleh karena itu, jangan sia-siakan bila ada cara mudah untuk mengetahui pekerjaan yang tepat, yang sesuai dengan kemampuan dan kepribadianmu. Ketahui pula jurusan apa saja yang bisa membekalimu dengan skills dan pengetahuan yang dibutuhkan agar kamu sukses menjalani profesi tersebut. Kalau kita semua bisa kerja sesuai jurusan, hingga mampu mengubah tren persaingan di pasar kerja, kenapa enggak?

10

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet