Kisah Bullying di Sekolah
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
photo via westernhealthadvantage.wordpress.com
Enak-enak lagi jalan di selasar sambil ngelamun, eh tiba-tiba kakak kelas main nongol aja. Udah gitu, minta duit, pula. Atau, teman-teman sekelas dipaksa untuk mengabaikanmu, jadi sejak pagi sampai pulang sekolah kamu enggak bisa ngobrol sama siapapun.
Pernah mengalami kejadian semacam itu? Atau kamu melihat salah seorang temanmu yang mengalaminya? Eitts, barangkali kamu yang membuat salah seorang siswa di sekolah berposisi seperti di atas?
Â
Macam Ragam Bullying
Bullying tak sekedar memalak uang jajan atau mengucilkan. Menyebarkan gosip, mempermalukan, mencela, atau menjuluki seseorang dengan nama yang tak disukainya juga termasuk bullying. Bahkan, sekedar mengerjai dan mempermalukan seseorang, misalnya menyuruh adik kelas bicara sama tiang bendera atau merayu senior ekstrakurikuler, dapat dikategorikan bullying. Yang lebih ekstrim, byllying bisa berupa intimidasi, ancaman, hingga menimbulkan luka fisik.
Bagaimana dengan menegur dan menertibkan seragam atau kelakuan siswa? Itu tugas guru, bukan sesama siswa – bahkan ketika posisi siswa adalah senior dan junior dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Masalah Dibalik Bullying
Bullying, baik yang berupa fisik maupun verbal, adalah tindakan bermasalah. Akan tetapi, sebenarnya ada masalah lain yang jauh lebih besar dibalik sikap menindas – sebagaimana halnya orang yang ditindas juga akan menghadapi konflik pribadi yang jauh lebih besar dibanding peristiwa bullying itu sendiri.
Saat membaca tulisan ini, coba introspeksi dirimu sendiri – enggak akan ada yang menghakimimu, kok. Bila kamu melakukan berbagai tindakan di atas pada teman sekolahmu, apa yang mendorongmu melakukannya? Butuh dianggap keren? Suka merasa berkuasa? Atau yang lain?
Cermati lagi, kenapa kamu butuh orang lain menganggapmu keren? Apakah pendapat orang tentang keren atau tidaknya dirimu itu relevan? Atau, apa yang kurang dalam hidupmu sampai-sampai kamu butuh merasa berkuasa diluar sana? Dan ajukan pertanyaan-pertanyaan lain yang hanya dirimu saja yang bisa menjawabnya.
Jangan Lari dari Masalah
Hello, sekarang ini sudah zaman Artificial Intelligence. Kalau mesin saja makin pinter, masak kita yang manusia masih sibuk gencet-gencetan? Apa manfaatnya?
Pada akhirnya, kedua belah pihak, si pelaku dan korban bullying, akan sama-sama merugi. Bahkan penonton juga bisa rugi – barangkali sampai meragukan nuraninya sendiri karena tak terusik saat menyaksikan kejadian tak menyenangkan.
Jadi, jangan lari dari masalah yang sebenarnya. Kegalauan, kekurangan, ketidaksempurnaan dalam hidup seseorang tidak bisa menjadi validasi untuk melampiaskannya pada orang lain. Misalnya, bila kamu tak suka rambutmu yang lurus lepek, masalah ini takkan selesai hanya dengan menghasut seluruh teman-temanmu untuk membenci Ana yang berambut ikal mengombak seperti gulungan air pantai. Selama kamu belum menemukan cara untuk menata rambutmu, atau menerimanya dengan lapang hati, kamu tetap takkan puas bahkan setelah menggencet sepuluh orang Ana sekalipun. Hal ini berlaku pada setiap persoalan lain, baik itu dalam keluarga, dengan saudara, atau nilai ujian di sekolah. Seluruh tenaga yang dihabiskan untuk adik kelas, junior, teman sekolah, siapapun dia, akan lebih berfaedah bila kamu gunakan untuk menyelesaikan inti persoalan yang sebenarnya tengah kamu hadapi.
Sebaliknya, bila kamu telah menjadi korban bullying, jangan segan mencari pertolongan. Sampaikan keadaanmu pada siapapun yang sekiranya bisa membantu. Jangan menipu diri dengan mengatakan bullying itu tak terjadi. Mengingkari kenyataan tak menyenangkan hanya akan menciptakan masalah yang lebih besar lagi dikemudian hari – so help yourself, by getting help. Suatu saat nanti kamu akan bangga dan berterimakasih pada dirimu sendiri karena telah melewati satu masa suram di sekolah dengan baik.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog