redesain-navbar Portlet

null

Blog

Menunda-Nunda Pekerjaan/Tugas – Kenali Sebabnya dan Trik Mengatasinya

Dari hal yang tampak sederhana seperti menunda mengerjakan sesuatu, dampak yang timbul terkadang tak sama sederhananya.

menunda pekerjaan, Photo by Andrew Neel on Unsplash

Hayo, siapa yang suka menunda-nunda ngerjain tugas? Emang sih, terkadang "passion" untuk mager itu kuat banget. Jadi, kalau bisa dikerjakan nanti, kenapa harus sekarang?

Eits! Enggak gitu juga, Sobat. Menunda-nunda pekerjaan dapat berakibat kurang menyenangkan, bahkan buruk. Lah, kok bisa? Padahal gitu doang?

Wow, tunggu dulu. Enggak bisa dibilang gitu doang sih, Sobat.

 

Kebiasaan Procrastinating

menunda-nunda

Photo by Artem Beliaikin on Pexels

Semakin sering kita menunda pekerjaan, biasanya label pemalas itu semakin lekat dengan diri kita. "Emang kamu males sih, makanya tugasmu nggak kelar-kelar," kira-kira begitu, deh.  Tapi apa benar kalau kita menunda-nunda ngerjain tugas itu karena kita pemalas?

Bukan pemalas. Sebenarnya kebiasaan menunda pekerjaan itu lebih tepat disebut procrastination. Procrastination literally means postponing or delaying doing something. Procrastinating artinya memang menunda pekerjaan, tapi karena apa?

Seseorang disebut procrastinating ketika dia menunda waktu untuk mengerjakan sesuatu dan memilih mengerjakan hal lain. Pemalas, sebaliknya, memilih untuk tidak mengerjakan apapun. Lantas, kenapa kita memilih mengerjakan hal lain itu?

 

Mengabaikan Tugas yang Lebih Penting

deadline tugas

Photo by StartupStockPhotos on Pixabay

Bukan cuma Sobat kok, yang ngerasa tugas datang silih berganti seakan tak ada jeda. Tapi, ngomong-ngomong, kalau to do list sudah panjang begitu, mana yang mau dikerjakan duluan nih?

Nah, jangan tunggu sampai kita bingung saking banyaknya yang harus dikerjakan, Sobat. Dari bantuin beberes rumah, ngerjain PR Matematika dan Kimia, bantuin adik bikin prakarya, dan sederet tugas yang lain, manakah yang lebih urgent untuk dikerjakan? Tahu prioritas itu penting banget karena salah satu sebab procrastinating adalah kurangnya kesadaran kita pada mana saja hal yang urgent dan mana yang bukan.

Tanpa prioritas yang jelas, kita cenderung mengerjakan sesuatu yang lebih kita sukai. Dengan menunda waktu mengerjakan tugas yang lebih penting, sebenarnya ada beban berat dan besar yang sedang menunggu. Sampai tugas itu selesai, disadari atau tidak, sebenarnya kita hanya menumpuk beban itu dan menjadi semakin tertekan karenanya.

 

Denial dengan Keadaan yang Sebenarnya

Photo by Leonie Fahjen on Pexels

Dikutip dari SehatQ, denial adalah kondisi saat seseorang mengabaikan fakta yang terjadi di depan mata, terutama ketika situasi tak sesuai dengan yang diharapkan. Bukan hanya sebagai bentuk pertahanan diri, denial dapat terjadi pula ketika seseorang enggan mengakui bahwa situasi yang dihadapinya memang buruk.

Dalam hal menunda pekerjaan, boleh jadi kita sedang melindungi diri sendiri dari rasa stres akibat mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai. Jujur deh, kita suka ngerasa bete kan, kalau ngerjain tugas yang nyebelin?

Unfortuantely, sikap denial seperti itu sebenarnya tak membantu, Sobat Pintar. Kita terhindar dari kemungkinan stres mengerjakan tugas itu untuk sesaat saja. Selama tugas itu tertunda, sebenarnya kita malah stres karena menunggu-nunggu waktu yang tak menyenangkan itu tiba. Pada tahap inilah kita cenderung bersikap denial, membohongi diri sendiri bahwa kita sedang berada dalam situasi yang baik-baik saja. Dan ketika waktu itu – deadline tugas, misalnya – benar-benar sudah di depan mata, kita pun semakin stres. Pendeknya, menunda-nunda pekerjaan dapat berakibat kita menjadi jauh lebih tertekan.

 

Cermat dan Disiplin Mengatur Waktu

Lantas bagaimana agar kita terhindar dari stres akibat menunda-nunda mengerjakan tugas? Salah satu trik mengatasi kebiasaan menunda pekerjaan adalah cermat dan disiplin dalam mengatur waktu. Sad to say, it isn't as easy as it sounds. Untuk memulainya, kita bisa membagi tugas-tugas yang harus dikerjakan ke dalam empat bagian di bawah ini, Sobat.

©Instagram.com/giftianicitra

Dari gambar di atas, kita mendapati empat kategori tugas atau pekerjaan yang harus diselesaikan. Misalnya, ada PR Bahasa Inggris dengan deadline tugas tiga hari lagi. Pada umumnya, semakin sulit suatu tugas untuk diselesaikan, semakin banyak waktu yang kita butuhkan. Jika Sobat jago Bahasa Inggris, menjadwalkan mengerjakan PR besok atau lusa mungkin masih oke, tuh. Tapi kalau nilai bahasa Inggrismu selama ini masih kurang memuaskan, sebaiknya PR itu dikerjakan... sekarang.

There's this old saying, Sobat Pintar: time flies. But you know what? You're the pilot!

Kalau begitu, apakah sekarang Sobat sudah menemukan penyebab tugas-tugasmu tertunda selama ini? Apa yang membuatmu menunda waktu mengerjakan tugas-tugas itu? Then, are you a slacker or procrastinator? Jangan denial menjawab pertanyaan ini ya, Sobat Pintar. Lagipula, nggak perlu dijawab keras-keras, kok. Cukup diri kita sendiri saja yang tahu, agar kita juga tahu dari mana mulai memperbaiki diri dan menjadi sosok yang lebih baik esok hari.

 

 

 

Sumber:
www.sehatq.com
130

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet