APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

Pembahasan Tata Nama Senyawa Kimia

Tata nama senyawa kimia telah diatur sesuai dan mengikuti ketentuan yang berlaku secara internasional.

Photo by RF._.studio on Pexels

Penamaan senyawa kimia, dalam dunia kimia, adalah aspek penting yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menyebutkan senyawa secara konsisten dan universal. Tanpa sistem penamaan senyawa kimia yang jelas, komunikasi antara ilmuwan di berbagai disiplin ilmu dan negara akan sulit terjadi. Oleh karena itu, International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) telah menetapkan aturan tata nama senyawa kimia yang diakui secara internasional. Nah, Sobat Pintar, kita akan menjelajahi apa itu tata nama senyawa, mengapa penting, dan bagaimana sistem penamaan ini bekerja.

 

Apa Itu Tata Nama Senyawa Kimia?

rumus kimia dan tata nama senyawa
Photo by Vedrana Filipović on Unsplash

Tata nama senyawa adalah sistem yang digunakan untuk memberikan nama unik pada setiap senyawa kimia. Senyawa kimia memiliki komposisi unik dari atom-atom yang terikat bersama melalui ikatan kimia. Dengan memberikan nama yang tepat pada setiap senyawa, kita dapat membedakan satu senyawa dari yang lain dan memahami komposisi serta struktur molekulnya.

 

Mengapa Tata Nama Senyawa Itu Penting?

nama nama senyawa kimia lengkap
Photo by Pixabay on Pexels

Tata nama senyawa sangat penting dalam komunikasi di bidang kimia. Sebagaimana telah disebutkan di awal, dengan adanya sistem penamaan yang universal, ilmuwan di seluruh dunia dapat berkomunikasi dengan jelas dan memahami senyawa yang dibahas tanpa adanya kebingungan. Selain itu, tata nama senyawa juga memudahkan kita dalam mencari informasi tentang senyawa tertentu dalam literatur ilmiah atau basis data kimia.

 

Sistem Penamaan Senyawa Kimia Ada Berapa?

tata nama senyawa kimia
Photo by Edward Jenner on Pexels

IUPAC telah mengembangkan aturan penamaan senyawa kimia yang terperinci. Aturan-aturan tersebut mencakup tatanama senyawa anorganik dan organik.

Tata Nama Senyawa Anorganik

Senyawa anorganik adalah golongan senyawa yang tersusun dari unsur-unsur yang tidak mengandung atom karbon organik. Seperti pada sebagian besar senyawa molekuler, senyawa anorganik umumnya lebih sederhana dibandingkan senyawa organik. Senyawa anorganik dikelompokkan ke dalam senyawa biner dan senyawa poliatom.

1. Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang tersusun dari dua unsur kimia, seperti HCl, H2S, BaO, dan Na2O. Penamaan senyawa biner dibedakan berdasarkan unsur pembentuknya, yaitu senyawa ionik dan kovalen. Senyawa ionik terbentuk dari atom logam dan nonlogam, sedangkan senyawa kovalen terbentuk dari dua atom nonlogam.

Tata nama senyawa biner dari atom logam dan nonlogam (senyawa ionik)

Logam-logam yang berasal dari golongan IA, IIA, dan IIIA, umumnya hanya memiliki satu jenis bilangan oksidasi. Penulisan tata nama senyawa yang terbentuk dari atom logam dan nonlogam dapat dilihat pada NaCl (natrium klorida). Natrium pada NaCl termasuk golongan IA, sementara klorin termasuk atom nonlogam yang berwujud gas. Pada akhiran nama nonlogam ditambahkan –ida sehingga senyawa NaCl disebut natrium klorida. Berikut daftar kation monoatomik umum dan anion monoatomik umum.

Tabel: Daftar kation monoatomik umum

Tabel: Daftar anion monoatomik umum

Dalam beberapa kasus, kita mungkin akan menemukan logam-logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu. Misalnya, logam Fe pada Fe2O3 dan FeO3 memiliki bilangan oksidasi yang berbeda. Pada senyawa Fe2O3, Fe memiliki bilangan oksidasi +3, sedangkan pada senyawa FeO3 bilangan oksidasi Fe adalah +2. Untuk membedakan nama-nama senyawa tersebut, bilangan oksidasi dari logam ditulis menggunakan angka romawi setelah nama logamnya.

Contoh:

FeCL2 = Besi (II) klorida

FeCL3 = Besi (III) klorida

Bagaimana penulisan ion logam dengan bilangan oksidasi yang banyak? Berikut nama-nama senyawa kimia lengkap untuk ion logam berbilangan oksidasi banyak.

Tabel: Daftar ion logam berbilangan oksidasi banyak

Penamaan senyawa kimia biner dari logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis dapat dilakukan dengan memberikan akhiran –o bila biloks logam tersebut lebih kecil dan akhiran –i untuk biloks yang lebih besar. Contohnya, CrCl2 disebut kromo klorida, sedangkan CrCl3 disebut kromi klorida.

Tata nama senyawa biner dari dua unsur nonlogam (senyawa kovalen)

Tata nama senyawa biner yang tersusun dari dua unsur nonlogam disebut senyawa kovalen. Untuk menamai senyawa ini, awalan 'mono' tidak digunakan pada atom nonlogam pertama.

Awalan juga dapat menunjukkan jumlah atom nonlogam yang berikatan. Berikut awalan yang digunakan dalam penulisan tata nama senyawa kovalen.

Tabel: Daftar awalan jumlah

Dengan demikian, tata nama senyawa kovalen bisa dituliskan seperti berikut, Sobat Pintar. Contohnya, BCl3 disebut Boron triklorida karena unsur klorin terdiri dari tiga atom nonlogam yang berikatan. N2O disebut Dinitrogen monoksida karena unsur nitrogen terdiri dari dua atom nonlogam yang berikatan dan unsur oksigen terdiri dari satu atom nonlogam yang berikatan.

Perlu diketahui, ada beberapa senyawa yang sudah dikenal dengan nama umum. Misalnya, penamaan senyawa kimia NH3 adalah amoniak, bukan Nitrogen trihidrida. H2O disebut air, bukan dihidrogen monoksida.

2. Tata Nama Senyawa Poliatom

Senyawa poliatom adalah senyawa yang dibentuk oleh lebih dari dua unsur yang berbeda. Umumnya, senyawa ion poliatomik terbentuk dari ion kation (ion bermuatan positif) dan ion anion (ion bermuatan negatif). Penamaan senyawa kimia ini dimulai dari ion positif (kation), lalu dilanjutkan dengan ion negatif (anion). Untuk ion logam yang memiliki lebih dari satu jenis muatan, diberikan keterangan angka romawi di tengahnya sesuai besar muatan. Contoh di bawah diikuti dengan daftar rumus kimia dan tata nama senyawa poliatom.

Contoh:

NaClO = Natrium hipoklorit

Na2C2O4 = Natrium oksalat

(NH4)2SO4 = Amonium sulfat

Tabel: Daftar ion poliatomik

3. Tata Nama Senyawa Asam dan Basa

Penulisan tata nama senyawa anorganik berikutnya adalah senyawa asam dan basa. Berikut penulisan tata nama senyawanya.

Senyawa asam

Arrhenius mendefinisikan senyawa asam sebagai senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+. Penulisan tata nama senyawa ini dimulai dengan menuliskan unsur asam terlebih dahulu, lalu diikuti dengan nama anion. Contohnya, H2SO4 disebut asam sulfat, sedangkan HCl disebut asam klorida.

Senyawa basa

Adapun senyawa basa, Arrhenius mendefinisikannya sebagai senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion OH–. Penulisan tata nama senyawa ini dimulai dengan menuliskan nama kation terlebih dahulu, lalu diikuti dengan hidroksida. Contohnya, KOH disebut kalium hidroksida, sedangkan Al(OH)3 disebut alumunium hidroksida.

Tata Nama Senyawa Organik

Tata nama senyawa kimia organik dapat dibedakan berdasarkan rantai karbonnya. Berikut penamaan senyawa kimia organik.

1. Senyawa dengan Rantai Karbon Tunggal (Alkana)

Alkana adalah senyawa dengan rantai karbon tunggal. Penamaan senyawa kimia alkana diawali dengan prefiks yang menunjukkan jumlah atom karbon dalam rantai.

Contoh:

CH4 = metana.

C3H8 = propana.

2. Senyawa dengan Rantai Karbon Bercabang

Penamaan senyawa kimia ini, pertama-tama, dilakukan dengan mengidentifikasi rantai utama (terpanjang) dalam molekul. Kemudian, identifikasi substituen (gugus cabang) yang menggantikan atom hidrogen.

Contoh:

CH3CH(CH3)CH2CH3 = 2-metilpentana.

3. Senyawa dengan Gugus Fungsi

Bagaimana tata nama senyawa dengan gugus fungsi? Nama senyawa mengacu pada nama rantai utama dan gugus fungsi yang terdapat dalam molekul.

Contoh:

CH3OH = metanol

CH3COOH = asam asetat

Penting untuk dicatat, Sobat Pintar, bahwa penamaan senyawa kimia organik dapat menjadi lebih kompleks dengan adanya substituen dan struktur yang lebih rumit. Dalam kasus tersebut, dapat diterapkan aturan tambahan guna memberikan nama yang akurat pada senyawa tersebut.

Kesimpulannya, tata nama senyawa kimia anorganik dan organik adalah sistem penamaan resmi yang digunakan untuk memberikan nama unik pada setiap senyawa kimia. IUPAC menetapkan aturan-aturan yang harus diikuti dalam tata nama ini untuk memastikan komunikasi yang jelas dan konsisten dalam ilmu kimia. Dengan memahami aturan dasar ini, para ilmuwan dapat mengidentifikasi dan menyebutkan senyawa kimia dengan benar, sehingga memfasilitasi pemahaman yang lebih baik tentang sifat-sifat dan struktur molekul senyawa kimia.



 

 

Penulis: Muhammad Fahmi Ridlo

Penyunting: Deni Purbowati

40

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00
ps.store.test
00

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog