redesain-navbar Portlet

null

Blog

Pendidikan Berkualitas Berbanding Lurus dengan Kompetensi Guru

4 Kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru

Foto oleh Zhu Peng dari Pexels

Pendidikan berkualitas dapat mencetak generasi penerus yang berkualitas pula. Salah satu kunci penting tercapainya pendidikan yang berkualitas adalah kualitas guru. Seorang guru adalah agen pembelajaran yang harus mampu menjadi fasilitator, perekayasa, dan motivator bagi siswa. Dengan kata lain, kualitas guru sangat menentukan tinggi rendahnya mutu pendidikan yang berpengaruh pada kualitas dan daya saing sumber daya manusia.

Pada tahun 2020, Bank Dunia mengadakan survey terhadap kualitas guru di Indonesia. Hasilnya sungguh membuat prihatin. Hasil survey Bank Dunia menyatakan bahwa kualitas guru di Indonesia masih dikategorikan rendah. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Uji Kompetensi Guru (UKG) juga menunjukkan bahwa kompetensi guru masih belum memuaskan.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas guru harus ditingkatkan. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan membekali guru dengan kompetensi yang dapat mendorong pendidikan berkualitas. Pengertian kompetensi guru adalah kecakapan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik.  Jenis kompetensi guru ada empat. Kompetensi pendidik ini menentukan standar kualitas seorang guru yang pada akhirnya menentukan kualitas pendidikan itu sendiri.

4 kompetensi yang wajib dimiliki seorang guru berdasarkan Undang-undang adalah:


Foto oleh Max Fischer dari Pexels

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan siswa di kelas. Kompetensi pedagogik ini memiliki 7 aspek penting, yaitu:

Pemahaman akan karakteristik siswa

Memahami karakteristik siswa sangat berguna bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Karakteristik siswa yang harus diketahui oleh guru adalah intelektual, emosional, sosial, moral, fisik, dan lingkungan.

Penguasaan terhadap  teori-teori dan prinsip-prinsip pada pembelajaran

seorang guru akan mampu menjelaskan teori pelajaran dengan baik jika menguasai berbagai pendekatan, strategi, teknik, dan metode kreatif yang mampu membuat siswa mudah memahami pelajaran.

Pengembangan kurikulum

Pengembangan kurikulum yang ideal harus mengacu pada relevansi, efisiensi, efektivitas, kontinuitas, integritas, dan fleksibilitas. Jika hal ini tidak terpenuhi, pendidikan berkualitas hanyalah sebatas mimpi.

Pendampingan siswa

Peran guru tidak berhenti hanya pada saat ber pulang sekolah berbunyi. Seorang guru perlu memberikan layanan pendampingan pada siswa sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan maksimal.

Pengembangkan potensi siswa

Setiap siswa memiliki bakat dan potensi yang luar biasa. Sayang sekali jika potensi siswa tidak tergali dengan sempurna. Peran guru yang juga termasuk dalam kom memiliki potensi yang tidak sama. Guru Pintar harus mampu menganalisis hal tersebut sehingga dapat menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Hal ini memiliki tujuan supaya setiap siswa dapat melejitkan potensinya.

Komunikasi

Komunikasi yang efektif saat menyampaikan materi pembelajaran akan mempermudah siswa memahami materi tersebut. Gaya komunikasi yang baik, sopan, dan penuh empati seorang guru dapat menjadi teladan bagi siswa-siswanya.

Penilaian dan evaluasi

Setelah menyampaikan materi pembelajaran, seorang guru harus mengadakan penilaian untuk mengukur keberhasilan sebuah proses belajar mengajar. Evaluasi juga penting untuk melihat efektivitas pembelajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk lebih menyempurnakan proses belajar mengajar.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kedua yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi ini meliputi karakter personal seorang guru. Diharapkan seorang guru memenuhi indikator yang mencerminkan kepribadian positif seorang guru seperti supel, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berwibawa, santun, empati, ikhlas, berakhlak mulia, dan selalu bertindak sesuai norma sosial & hukum.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi gur yang ketiga adalah kompetensi professional. Kompetensi profesional guru adalah kemampuan atau keterampilan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai guru dalam mengajar siswa.  Kompetensi professional ini berkaitan erat dengan kinerja guru yang merujuk pada keterampilan teknis guru seperti:

a. menguasai materi pelajaran, standar kompetensi pelajaran(SK), kompetensi dasar pelajaran(KD), dan juga tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu.

b. Mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif.

c. Melakukan  refleksi untuk mengembangkan profesionalismenya sebagai seorang guru secara berkelanjutan.

d. memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran untuk menjawab tantangan zaman.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi terakhir yang harus dikuasai oleh seorang guru adalah kompetensi sosial. Kompetensi ini membuat guru mampu bersikap dan berinteraksi dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua siswa, dan masyarakat luas dengan baik. Indikator dari kompetensi osial adalah bersikap inklusifdan objektif, Berkomunikasi dengan efektif secara lisan maupun Tulisan, mampu beradaptasi saat menjalankan tugas sebagai guru dalam keadaan dan lingkungan apapun.

Pendidikan Berkualitas Berbanding Lurus dengan Kompetensi Guru
Foto oleh Yan Krukov dari Pexels

Untuk menguasai keempat kompetensi guru di atas tentu saja dibutuhkan usaha dan komitmen yang kuat. Selain itu kreativitas juga dibutuhkan sehingga rumusan kompetensi guru yang berbanding lurus dengan kualitas pendidikan dapat tercapai.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

CssBlog

metablog-web Portlet