redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Lulusan AKN Bojonegoro Banyak Diminati Dunia Kerja

avatar penulis

Anggi Maulinda

25 January 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Lulusan AKN Bojonegoro Banyak Diminati Dunia Kerja

Ketua Prodi Diluar Domisili (PDD) Akademi Komunitas Negeri (AKN) Bojonegoro Yudi Pramono menyatakan, sebanyak 1.000 lulusan AKN angkatan I dan II banyak yang diterima bekerja di berbagai perusahaan di Jawa Timur. "Data yang kami terima sekitar 60 persen dari 1.000 lulusan program D2 AKN bisa diterima bekerja di berbagai perusahaan," kata Yudi Pramono, di Bojonegoro,Minggu

Menurutnya, mahasiswa program D2 AKN setelah lulus sebagian besar tidak lebih dari tiga bulan sudah bisa diterima bekerja di berbagai perusahaan besar, di antaranya di Surabaya dan Gresik. Seorang dosen AKN Wahyu Setiawan, mahasiswa AKN yang masih menjalani kuliah di prodi Manajemen Informatika, Komputer Akutansi dan Teknik Otomotif, sudah diincar berbagai perusahaan.Disebutkan berbagai perusahaan besar yang sudah mengincar Mahasiswa AKN, antara lain, Indomaret Grup, Yahama Electronic Manufacturing Indonesia (YEMI) Pasuruan dan PT Tripatra-Samsung Jakarta.

"Mahasiswa AKN yang masih kuliah banyak yang 'dibidik' perusahaan-perusahaan besar," ucapnya, menegaskan.Lebih lanjut Yudi menjelaskan pendirian AKN Bojonegoro berdasarkan Permendikbud No. 161/P/201 yang menunjuk Politeknik Negeri Malang untuk membuat Prodi di luar Domisili (PDD) untuk pendirian AKN Bojonegoro.

Dalam persyaratan yang harus dipenuhi yakni pemkab harus menyiapkan tanah, juga bangunan gedung perkuliahan dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa melalui APBD."Sejak AKN berdiri sudah ada 120 mahasiswa AKN yang memperoleh beasiswa," ucapnya, menambahkan.

Sesuai rencana, lanjut dia, lokasi gedung perkuliahan dibangun di atas tanah seluas 7 hektare di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

"AKN Bojonegoro menjadi mandiri kalau pemkab menghibahkan tanah dan gedung perkuliahan kepada Kementeristek dan Dikti," jelas dia. Menurutnya, keberadaan AKN itu sesuai dengan program Pemerintah dan pemkab yang mencanangkan komposisi SMA 30 persen dan SMK atau sekolah kejuruan 70 persen, sedangkan sekarang ini masih SMA 40 persen dan SMK 60 persen.

Tujuan perubahan itu, menurutnya, dalam menyiapkan tenaga terdidik yang siap bekerja setelah menyelesaikan pendidikan."Pemerintah mentargetkan komposisi lembaga pendidikan SMA 30 persen dan SMK 70 persen bisa direalisasikan 2019," tandasnya.(bor/dra)