redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Akademi Maritim Djadajat Siap Sukseskan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

avatar penulis

nurzubai ca

3 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Akademi Maritim Djadajat menggelar wisuda  Perwira Remaja ANT/ATT-III, Diploma III dan pelantikan Taruna dan Taruni ke 49 di Balai Samudra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (29/3).

Direktur Akademi Maritim Djadajat, Dr. Capt. H. M. Thamrin, MM, kepada Metropol mengatakan, wisuda kali ini Akademi Djadajat berhasil menamatkan 340 wisudawan dengan kualifikasi nautika III dan Teknika III.

Direktur Akademi Maritim Djadajat, Dr. Capt. H. M. Thamrin, MM

“Yang  diwisuda sebanyak 320 itu terbagi 210 ahli nautika dan sisanya yakni 110 itu ahli teknika,” ujar Thamrin.

Dikatakannya pula, lapangan kerja untuk para alumnus Akademi Maritim “Djadajat” telah tersedia di berbagai institusi baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Menurut dia, kesempatan kerja yang luas bagi alumninya tersebut tersedia karena sebelumnya pihaknya telah melaksanakan MoU dengan 15 instansi yang membutuhkan tenaga profesional di bidang pelayaran.

“Biasanya kalau alumnus kita fasih berbahasa Inggris, dia akan dipakai oleh perusahaan Korea atau Malaysia tetapi banyak juga yang kerja di dalam negeri seperti dengan PT Pertamina ataupun di PT Pelni,” imbuhnya.

Thamrin menyebutkan, saat ini Akademi Maritim Djadajat memiliki mahasiswa sebanyak 1620 mahasiswa yang telah diregistrasi di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Akademi Maritim Djadajat Capt. H. M. Djafar, M. Mar mengatakan, untuk menghasilkan pelaut yang profesional dan berkarakter, pihaknya menyiapkan fasilitas pendidikan dan pelatihan taruna/taruni yang memadai.

Kata dia, sarana dan prasarana pendidikan tersebut diseasuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir.

“Kami menyiapkan simulator, ARPA (Automatic Radar Plotting Aid red), GPS dan lain sebagainya yang banyak digunakan pada industri pelayaran,” terangnya.

Selain penyediaan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan yang memadai, pihaknya juga meningkatkan kualitas tenaga pengajar di Yayasan yang telah berumur 54  tahun tersebut.

“Pengajar kami harus bekualifikasi dan bersertifikat ANT (Ahli Nautika) I atau II  dan ATT (Ahli Tehnika) wajib mempunyai S2. Dia juga mengatakan beberapa pengajar di Akademi Maritim Djadajat telah mengantongi kualifikasi Strata- 3.

Sementara itu salah satu alumnus Akademi Maritim Djadajat, H. Dedi S. Ardiwinata mengatakan, alumnus Akademi Maritim Djadajat tidak hanya berkiprah di instansi swasta.

Kata dia, ada beberapa alumni Akademi Maritim Djadajat yang berkiprah di instansi pemerintahan bahkan ada yang berkarir di Militer.

Alumnus Akademi Maritim Djadajat, H. Dedi S. Ardiwinata.

Menurut H. Dedi, peluang alumnus Akademi Maritim Djadajat dalam menghadapi era persaingan global khususnya dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sangat terbuka lebar. Hal itu disebabkan karena alumnus Akademi Maritim Djadayat sudah dibekali dengan penguasaan kemampuan iptek maupun pengalaman berlayar baik di dalam maupun di luar negeri.

“Saya optimis kita akan mampu bersaing karena selama ini, taruna-taruni kita sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan yang disesuaikan dengan perkembangan iptek maupun dibekali dengan pengalaman berlayar,” kata H Dedi kepada Metropol.

Dirinya pun menyambut positif kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kata dia keputusan pemerintah tersebut merupakan suatu tantangan sekaligus peluang bagi dunia pelayaran Indonesia.

“Maritim identik dengan pelayaran, sudah pasti akan banyak membutuhkan tenaga-tenaga profesional yang siap menempati posisi-posisi tersebut. Kami alumnus Akademi Maritin Djadajat sudah siap menyambut tantangan dan mengisi peluang itu,” pungkasnya.