redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Rektor IAI Nganjuk Dorong Anak Muda Masuk Perguruan Tinggi

avatar penulis

Anggi Maulinda

1 November 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Generasi muda menjadi bagian penting untuk pembangunan bangsa. Karenanya, perlu diberikan perhatian khusus bagi anak muda Indonesia masuk perguruan tinggi, terlebih hanya 9 persen masyarakat kita yang pernah mengenyam perguruan tinggi.

Demikian pernyataan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro, Drs Riduwan M.Pd.I, saat membuka Sanlat BPUN 2016, di Aula Kampus Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (10/4).

Menurut Riduwan, salah satu syarat menjadi negara maju yakni harus mendorong anak-anak muda supaya lebih banyak lagi masuk ke perguruan tinggi. "Sekarang ini baru 9 persen anak-anak Indonesia yang masuk ke perguruan tinggi, setidaknya harus 20 persen. Malaysia sudah 20 persen, jangan sampai anak muda usia 18-21 semakin sedikit yang masuk ke perguruan tinggi," ujarnya.

Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, lanjut dia, berada pada masa emas, dimana jumlah usia produktif rakyat Indonesia mendominasi. Sementara di berbagai negara justru sudah sebaliknya karena masuk pada generasi tua.

Jumlah pelajar yang meneruskan ke perguruan tinggi di Indonesia kalah jauh dibandingkan Korea dan Malaysia. Ada anggapan rendahnya angka partisipasi itu karena biaya kuliah di Indonesia yang mahal.

Karenanya  bagi pelajar yang nantinya tidak lolos seleksi pesantren kilat (Sanlat) BPUN 2016 di Kabupaten Nganjuk, pihaknya akan memberikan bantuan. “Kami Istitut Agama Islam Pangeran Diponegoro Kabupaten Nganjuk membuka beasiswa bagi siswa/siswi program beasiswa yayasan” ujar Ketua LPTNU Nganjuk ini.

Kampus IAI Pangeran Diponegoro membuka beasiswa untuk Fakultas Ushuludin dan Studi Agama (FUSA) meliputi  Ilmu Qur'an dan Tafsir (IAT), Akhlaq Tasawuf ( AT), Fakultas Dakwah Komunikasi Islam (FDKI) Menejemen Dakwah (MD) dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro memiliki empat Fakultas  yaitu Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) meliputi (PAI), (PGMI) dan (PGRA). Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI)) meliputi Ekonomi Syariah (ES), Hukum Tata Negara/Siyasah (HTN). Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Manajemen Dakwah (MD) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Fakultas Usuludhin dan Studi Agama (FUSA) meliputi  Ilmu Al Quran dan Tafsir (IAT), Akhlak Tasawuf (AT).

“Sekarang dalam proses pembangunan fakultas kesehatan (Stikes) dan Tehnik (STIT). Insyaallah tahun depan sudah beroprasi. Target kami 2020 sudah jadi universitas,” pungkas Ketua MWC NU Kecamatan Wilangan ini.