redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Dosen Stiepari Semarang : Harus Ada Inovasi Agar Kampung Tematik Semarang Tetap Hidup

avatar penulis

Anggi Maulinda

17 February 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Dosen Stiepari Semarang : Harus Ada Inovasi Agar Kampung Tematik Semarang Tetap Hidup

Kampung tematik saat ini memang lagi tren.

Sehingga langkah yang dilakukan Pemkot Semarang dengan mengembangkan kampung tematik itu sudah tepat.

Hal itu disampaikan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia (Stiepari) Semarang, Reny Apriliani, kepada Tribun Jateng, Selasa (5/12/2017).

"Namun perlu diperhatikan, pengembangan kampung tematikharus berkesinambungan agar tidak ramai di depan saja dan seterusnya mati atau sepi. Jangan sampai kembali seperti awalnya, yaitu kampung yang kumuh," katanya.

Untuk menjaga agar Kampung Pelangi tetap hidup, menurutnya, warga harus memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Selain itu, harus ada inovasi yang baru dan menonjol agar wisatawan selalu tertarik untuk datang.

Jika hanya mengandalkan foto-foto saja, bisa jadi wisatawan itu akan bosan karena sudah pernah bahkan beberapa kali datang dan melakukan swafoto.

"Sehingga inovasi diperlukan untuk membuat wisatawan menemukan hal yang baru ketika datang," ucapnya.

Faktor yang perlu diperhatikan lagi adalah soal kebersihan. Wisatawan tentu tidak akan betah jika tempat wisata itu kotor. Terlebih sungainya, perlu diperhatikan dan dipastikan agar tidak ada yang membuang sampah di sungai.

Akan lebih bagus lagi jika warga diberi kemampuan penguasaan bahasa asing. Sehingga jika ada wisatawan mancanegara, warga bisa menjamu dan mengarahkan wisatawan tersebut.

"Jika hal-hal penting itu tidak diperhatikan, dipastikan destinasi wisata itu akan ditinggalkan para wisatawan dan lama kelamaan akan mati," pesannya.

 

http://jateng.tribunnews.com/2017/12/06/dosen-stiepari-semarang-harus-ada-inovasi-agar-kampung-tematik-semarang-tetap-hidup