redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

STTIND Padang Gelar Wisuda ke-46

avatar penulis

nurzubai ca

26 September 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Sekolah Tinggi Teknik Industri (STTIND) Padang menggelar wisuda ke-46 di Hotel Pangeran Beach, Senin, (13/8).
Dalam kesempatan ini, STTIND mewisuda sebanyak 81 mahasiswanya yang  terdiri dari 42 orang dari prodi Teknik Pertambangan, 20 orang dari prodi Teknik Industri, 12 orang dari prodi Teknik Lingkungan dan 7 orang dari Sistem Informasi.

Ketua STTIND Padang, Riko Erfil, mengatakan 18 orang wisudawan atau 22,2% diantaranya mendekati predikat dengan pujian (cumlaude). Dalam wisuda kali ini, Indeks Predikat Komulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Dela Nurmayuni dari prodi teknik industri dengan nilai 3.93.

“Dengan wisuda kali ini jumlah lulusan STTIND padang berjumlah 1425 orang. STTIND terus meningkatkan kompetesi lulusannya. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut yaitu dengan turut aktif dalam komunitas akademik internasional,”ujarnya.

Ia menjelaskan berkat kerja keras selama beberapa tahun terakhir, terbangunlah kerjasama akademik yang baik dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi di berbagai negara seperti Jepang, Korea, dan Taiwan. Ia berharap dengan adanya kerjasama ini, bisa meningkatkan kualitas dari alumni dan mahasiswa STTIND.

“Awal 2017 STTIND meraih peringkat 650 dari 4500 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Patut kita syukuri juga, STTIND tak henti-hentinya menoreh prestasi diberbagai bidang kompetensi,”ucapnya.

Prestasi yang diraih antara lain STTIND memperoleh juara 2 pada enterpreneur awal 1 yang diadakan kopertis X pada akhir 2017, serta juara harapan 2 kategori business plan. Prestasi gemilang lainnya STTIND memperoleh juara 3 pada lomba parade cinta tanah air yg diadakan kementrian pertahanan, lomba ini diikuti oleh 25 perguruan tinggi negeri  dan perguruan tinggi swasta di Sumbar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai perwujudan dari visi STTIND tentang kewirausaan, prodi Teknik Industri akan memulai unit kegiatan mahasiwa yg membuat program latihan memanah bagi masyarakt umum dalam waktu dekat. STTIND Archery Center, dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi ke SMA untuk menjadikan panah sebagai kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. Pada 17-20 September 2018 juga diadakan pelatihan keselamatan Tambang Bawah tanah yang bekerjasama dengan Kyusu University.

“Jadi nantinya bukan hanya memanahnya saja,  tetapi juga laboratorium ada laboratorium untuk membuat busur sampai anak panah seluruhnya dibuat oleh mahasiswa,”katanya.

Pengawas Yayasan Muhammad Yamin Padang, Nizwardi Jalinus, berharap wisudawan dapat memanfaatkan ijazah yang didapat dengan baik untuk mencari pekerjaan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Ijazah memiliki 3 kegunaan yaitu BMW, Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha. Ijazah bisa digunakan untuk bekerja dan mencari pekerjaan, melanjutkan pendidikan, maupun wirausaha yang merupakan ikon STTIND yang tercantum dalam visi dan misi. Bahkan, bukan tidak mungkin wisudawan menjadi pencipta lapangan kerja kelak,”ujarnya.

Ia berpendapat, menghadapi dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan ijazah saja, tetapi  juga setifikat keahlian untuk membuktikan bahwa ia profesional. Maka dari itu, dibutuhkan surat keterangan pendamping ijazah dalam mencari pekerjaan. Sertifikat ini menandai bahwa seseorang memiliki kompetensi pada bidang pekerjaannya.

Turut hadir Kasubag Tata Usaha, Yuniati, sebagai perwakilan dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (sebelumnya Kopertis) wilayah X, ia menyampaikan harapan agar wisudawan dapat berkarya dan mengembangkan potensi diri sebagai generasi gerakan membangun, di tengah masyarakat sesuai dengan keahlian yang diperolehnya.

“Semoga para wisudawan tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual sehingga kolaborasi ketiganya yaitu cepat, tanggap, dan respon dalam persoalan pada era globalisasi digital seperti sekarang ini bisa te Lomba Pidatorwujud,”tuturnya.