redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Tak Tertandingi!! Virtual Laboratory Rancangan Mahasiswa UM Juarai SIVIIC 2019-2020

avatar penulis

Azrul Prayoga

25 February 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Sabah International Virtual Innovation and Invention Competition (SIVIIC) 2019-2020, diadakan di Kota Kinabulu, Sabah, Malaysia. Bertemakan Bridging Research, Industry and Society for Sustainable Development kegiatan ini diikuti oleh 76 tim dari berbagai negara. Kegiatan yang diadakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sabah ini berhasil mengantarkan Tim yang berasal dari Universitas Negeri Malang (UM) meraih gelar juara pertama dalam kategori Science Technology (Tertiary S&T), pada (6/2).

Tim yang berasal dari UM ini terdiri dari lima orang yang diantaranya ialah Ardian Arifka Widyananta (Kimia), Deni Ainur Rokhim (Kimia), Annida Dhea Hajar Mastrin (Kimia), Muhammad Roy Asrori (Kimia), dan Rahadian Dimas Dody Aditya Djaya M.a (Sastra Inggris).

Beranggotakan lima orang, Ardian bertindak sebagai ketua tim dan berhasil lolos pada tahap penyeleksian dan mendapatkan gelar juara. Kegiatan yang dimulai sejak November tahun lalu untuk registrasi, sedangkan untuk pembuatan video ditutup pada 28 Desember 2019 dan pengumuman pemenang serta presentasi karya pada tanggal 6 Februari 2020.

Tim yang beranggotakan mayoritas mahasiswa dari Jurusan Kimia dan seorang dari Jurusan Sastra Inggris ini mengusung sebuah inovasi baru dalam metode pembelajaran praktikum dengan model terbaru yakni menggunakan virtual laboratory. Berjudul “Virtual Laboratory Development in Android Integrated Chemical Separation Practicum” kelima mahasiswa ini berharap dapat membantu mempermudah pembelajaran praktikum pemisahan kimia. Selain itu, Virtual laboratory ini merupakan aplikasi android, sehingga dapat diakses melalui seluler.

“Tujuan pembuatan virtual laboratory adalah untuk membantu mahasiswa dalam melakukan pre-praktikum. Pada aplikasi juga terdapat menu lain yang bertujuan untuk menunjang perkuliahan mata kuliah praktikum pemisahan kimia” Jelas Ardian mahasiswa asal Banyuwangi tersebut.

Tidak hanya itu saja, Ardian juga mengungkapkan bahwa dirinya dan tim sangat senang dikarenakan mendapat pengalaman baru di negera orang serta berhasil mengharumkan almamater UM dikancah Internasional. Selain itu, Ardian sebagai ketua tim mewakilkan teman-temannya menjelaskan harapannya terkait pengembangan aplikasi virtual laboratory ini menjadi lebih baik lagi dan dikembangkan dalam triple representatif.

(um.ac.id)