redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

UNIPA Raih Tiga Medali Perak di 3rd Bali International Choir Festival 2014

avatar penulis

Fikha Ardiani

15 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Paduan Suara Sora Nipa Universitas Nusa Nipa (UNIPA), Maumere, Kabupaten Sikka berhasil menyabet tiga medali perak dalam ajang lomba Paduan Suara bertaraf internasional, Bali International Choir Festival 2014.
    
Ajang berskala internasional itu berlangsung di gedung Art Centre Denpasar Bali, tanggal 25 – 31 Agustus 2014 lalu. Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial yang juga Dosen Ilmu Komunikasi UNIPA, Jonas K.G.D. Gobang, S.Fil, M.A. Dr. Can dalam percakapannya dengan SH, Jumat (5/9) mengatakan,  ajang bergengsi ini merupakan even internasional bagi komunitas paduan suara di Indonesia yang diadakan di Bali sebagai salah satu tempat tujuan wisata dunia.
   
Para peserta lomba dari berbagai negara termasuk dari Indonesia dapat tampil di panggung dengan standar internasional serta memperoleh penilaian oleh juri-juri internasional. Juri-juri internasional tersebut seperti Professor Dr Andre de Quadros dari USA, Andreas Sugeng Budiraharjo dari Indonesia, Anna Abeleda Tabita Piquero dari Philippines, Catharina Wiriadhinata Leimena dari Indonesia, Daud Kosasih dari Indonesia, Emily Howe dari USA, Hyo Won Wo dari Korea, Lim Ai Hool dari Singapore, Monika Hwang Hwasook dari Korea, Luca Daniel dari Italia, Professor Dr. Ronald Kean dari USA, dan Dr. Tomislav Dimov dari Macedonia.
   
Dijelaskan Gregorius Gobang, Lomba Paduan Suara bertaraf Internasional ini diikuti 128 kelompok Paduan Suara dari 23 negara. Pada ajang ini, Paduan Suara Sora Nipa Universitas Nusa Nipa Maumere mampu menggondol 3 medali perak untuk 3 kategori, masing-masing kategori music sacra (musik religius), kategori floklor (musik daerah) dan kategori mixmusic (campuran). Prestasi ini kata dia cukup membanggakan karena kelompok Paduan Suara dari Kampus Universitas Nusa Nipa Maumere untuk pertama kalinya mengikuti kompetisi bertaraf internasional.
   
“Dukungan tentu saja datang dari berbagai pihak, seperti Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dan pihak Rektorat Universitas Nusa Nipa serta masyarakat kota Maumere khususnya memberikan dukungan moril bahkan material agar peserta dari Universitas Nusa Nipa yang mewakili Provinsi NTT dapat berangkat ke Pulau Dewata Bali guna mengikuti lomba di pentas internasional tersebut,”terang Gregorius Gobang.
   
Sementara Benyamin Regi, pelatih sekaligus konduktor Paduan Suara Sora Nipa seperti disampaikan Gregorius Gobang mengaku puas dengan penampilan kontingen dari Universitas Nusa Nipa. Tetapi Regi juga menambahkan bahwa even berskala internasional tersebut menjadi panggung istimewa untuk dapat belajar agar dapat menjadi lebih baik di waktu yang akan datang.
   
Paduan Suara universitas lainnya dari Indonesia yang berhasil meraih juara adalah  Paduan Suara Mahasiswa Fakultas Hukum Undip (Satya Dharma Gita) meraih berbagai emas di berbagai kategori di 3rd Bali International Choir Festival 2014. Paduan Suara mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi yang mengikuti 'Equil Choir'.
   
UNIPA Maumere yang berdiri sejak tahun 2005 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 69/D/0/2005 tanggal 26 Mei 2005 bertekad ikut serta bersama komponen bangsa lainnya untuk berpartisipasi membangun komunitas intelektual yang mampu menguasai dan terampil memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk mendukung terwujudnya warga masyarakat serta bangsa, yang adil dan makmur berlandaskan moralitas yang baik.

Saat ini tambah Gregorius Gobang UNIPA memiliki 7 Fakultas yaitu Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan 18 Program Studi (Prodi), yakni Prodi S1 Keperawatan, Prodi D3 Keperawatan, Prodi Profesi Ners, Prodi Agribisnis, Prodi Agro Teknologi, Prodi Informatika, Prodi Teknik Sipil, Prodi Teknik Arsitektur, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Psikologi, Prodi Manajemen Sumber Daya Air, Prodi Managemen, Prodi Akuntansi, Prodi PGSD, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Kimia, Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Fisika.

Menuju PTN
UNIPA Maumere menurut Gregorius Gobang  kini sedang berada di jalur transisi menuju ke perubahan status dari PTS menjadi PTN.
   
“Proses ini sudah dimulai sejak awal digagas oleh para pendiri agar UNIPA Maumere menjadi sebuah universitas negeri di Pulau Flores. Gagasan itu kembali menguat pada tahun 2011, yaitu dengan adanya audiensi Bupati Sikka, Drs Sosimus Mitang, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP, Ketua Pembina Yayasan, Drs Alexander Longginus, Ketua Pengurus Yayasan, Drs. Sabinus Nabu, yang difasilitasi oleh anggota DPR RI asal Sikka, Melchias Markus Mekeng bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh pada tanggal 14 Desember 2011 di Jakarta. Selanjutnya tanggal 27 Agustus 2014, Ketua Pengurus Yayasan, Drs Sabinus Nabu bersama dengan Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP bertemu Mendikbud RI yang diwakili Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti, Prof Ir Hermawan Kresno Dipojono, MSEE.,Ph.D di Jakarta. Pada kesempatan itu diserahkan Naskah Akademik atau Studi Kelayakan mengenai penegerian UNIPA dan secara umum berkas diterima dan dinyatakan cukup lengkap untuk selanjutnya dievaluasi guna diambil langkah-langkah strategis selanjutnya di dalam proses perubahan status UNIPA Maumere menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN),”jelas kandidat Doktor Ilmu Komunikasi, Fikom Unpad, Bandung ini. 
     
Sejak tahun 2007, UNIPA Maumere telah mendapatkan kepercayaan dari Ditjen Dikti Kemendikbud untuk mengelola dana Hibah Kompetisi Pengembangan Kapasitas dan Daya Saing Perguruan Tinggi.
   
Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa dalam upaya mengelola UNIPA Maumere juga memperhatikan faktor-faktor penunjang seperti ketenagaan dosen dan tenaga kependidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana penunjang belajar yang secara bertahap mulai dilengkapi seperti laboratorium dan peralatannya pada semua program studi yang ada, fasilitas ruang kuliah dan auditorium yang layak untuk aktivitas akademis para mahasiswa, sebab dasar pemikirannya adalah public goods hendaklah menjadi public good dan public utility mestilah menjadi public utilized.
   
Dijelaskan dia, UNIPA Maumere memiliki posisi yang strategis dan dibutuhkan di wilayah kepulauan Flores ini. Pertama, untuk melayani orang-orang kecil di daerah kepulauan yang tidak mampu secara ekonomi. Kedua, untuk menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas. Wilayah kepulauan mengalami berbagai kendala komunikasi dan transportasi serta SDM yang berkualitas. Dengan dibukanya SMA atau SMK baru di setiap kecamatan maka tingkat angka partisipasi akan meningkat. Ketiga, adalah bertambahnya minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terutama masih besarnya minat terhadap perguruan tinggi negeri.
   
Kehadiran UNIPA di Kota Maumere kata dia telah memberikan efek positif bagi masyarakat di sekitar kampus radiusnya bertambah dan meluas dengan hadirnya para mahasiswa dan alumni UNIPA dalam berbagai bentuk kegiatan baik formal akademis maupun non-formal.
   
Selain itu, setiap tahun rata-rata jumlah lulusan yang terserap di dunia kerja baik sebagai PNS maupun swasta dan BUMN cukup signifikan. Hal inilah yang menegaskan bahwa kehadiran UNIPA Maumere telah memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat baik di Kabupaten Sikka maupun di kabupaten lainnya di Pulau Flores dan di Provinsi NTT.
 
http://scholae.co/web/read/523/unipa.raih.tiga.medali.perak.di.3rd.bali.internati