redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Career Center UPH Beri Solusi Bagi Fresh Graduates Melalui Webinar “Step Up Your Job Hunting Game in Virtual Era”

avatar penulis

UPH IMPACTS LIVES

7 July 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Memasuki semester akhir tentunya menjadi sebuah momentum bagi para mahasiswa untuk saling berkompetisi agar masuk ke perusahaan impian. Para calon fresh graduate ini tentunya memiliki beragam pertanyaan dan membutuhkan arahan untuk mempersiapkan diri agar dapat dilihat oleh perusahaan impian. Webinar dari Career Center UPH bersama Korn Ferry yang bertajuk Step Up Your Job Hunting Game in Virtual Era” ini, dapat menjadi jawaban bagi para calon fresh graduate yang sedang kebingungan dalam menentukan langkah untuk mengejar karier impian. Korn Ferry sendiri merupakan konsultan perusahaan management consultant yang bertujuan membantu kliennya dalam memaksimalkan potensi mereka.

Bersama Career Center UPH, pada 5 Mei 2020, Korn Ferry, menghadirkan narasumber Nares Wiadnyana – Research Associate Korn Ferry dan Melisa Soentoro – Principal Korn Ferry memberikan tips untuk para fresh graduate dalam mencapai karier impian:

Pertama, Networking Prinsip networking selalu cocok diterapkan di beragam aspek, seberapa luas jejaring kita, akan membantu dalam menjalin relasi dan mendapatkan karier impian. Di eranya milenial ini, networking bukan lagi bicara pertemuan tatap muka, tapi juga secara online. Mulailah manfaatkan media sosial professional, seperti Linkedin, serta media sosial pribadi seperti Instagram, Facebook, twitter, dan lainnya.  Jadi ingat ya, networking memiliki 2 area, online juga offline!

Kedua, Personal Branding Pastinya istilah ini tidak asing lagi. Bukan hanya produk saja yang membutuhkan branding. Pribadi kita juga membutuhkan strategi untuk branding. Dilansir dari Techinasia.com, secara sederhana personal branding artinya proses memasarkan diri dan karier melalui pembentukan citra untuk publik. Sehingga, menurut Nares Wiadnyana, fresh graduate sangat penting memiliki kemampuan dalam menunjukan diri.

Be visible, tingkatkan kemampuan dalam personal branding, misalnya dengan memberikan informasi lengkap dan menarik di Linkedin, seperti level pendidikan, pengalaman, foto profil yang profesional, dan lainnya. Selain Linkedin kita juga bisa menggunakan media lainnya sesuai kapasitas kita, misal melalui Youtube, Canva, atau media lainnya,” jelas Nares.

Selain media profesional, peserta juga diingatkan untuk selalu memperhatikan private social media. Karena saat ini, sangat mungkin recruiters menggunakan media sosial sebagai media untuk mengintip seperti apa diri kita.

Ketiga, Elevator Pitch. Bangun first impression yang menarik selama 30 detik!

Menurut Nares, ada 3 komponen utama di elevator pitch yaitu deskripsi ‘who you are’ – penjelasan siapa diri kita , minat, dan lainnya.  ‘What you do’ – apa yang dilakukan, pengalaman organisasi di kampus, hobi, cerita lain yang unik menggambarkan diri kita. Terakhir ‘what you are looking for’ – target apa yang ingin dicapai dari pekerjaan yang dicari.

Keempat, resume atau Curicullum Vitae (CV). Semua orang pasti bisa membuat CV, namun belum semua memahami seperti apa CV yang baik.

“Faktanya resume atau CV kita hanya dilihat 6 seconds. Sangat singkat. Jadi kita harus membuat CV kita menarik namun dengan cara yang tepat. 3 hal penting yang harus kita perhatikan yaitu, buat resume sesuai objektif dalam mencari kerja seperti bidang apa atau posisi apa yang ingin disasar. Kedua, lihat resume sebagai marketing tool. Resume is our brochure, kita harus meyakinkan perusahaan tertarik dengan apa yang kita miliki. Ketiga, coba dulu mengirimkan resume untuk mendapatkan panggilan interview,” jelas Melisa Soentoro.

Kelima, pahami aspek remunerasi.  Tentu poin utama mencari kerja yaitu mendapat pekerjaan dan mendapatkan penghasilan. Remunerasi artinya penghargaan perusahaan terhadap diri kita dan memiliki beragam elemen yaitu posisi, pekerjaan, skill, kapabilitas, dan kinerja kita nantinya. Perlu diketahui, ada 2 jenis remunerasi, yaitu Monetary based reward dan Non-monetary based reward

“Monetary based reward artinya fixed annual cash dengan elemennya yaitu gaji pokok, tunjangan, short term dan long term variable pay, juga benefit lainnya. Kemudian Non-monetary based reward yaitu reward diluar uang yang diperoleh, beragam jenis tergantung kebijakan perusahaan. Contohnya flexible benefitWorkplace and personal development, dan Intrinsic Rewards atau reward berupa kebanggaan terhadap perusahaa dan budayanya,” kata Melisa Soentoro.

Dengan kelima penjelasan sederhana ini, Career Center UPH berharap para mahasiswa tingkat akhir maupun alumni sudah siap memulai dunia profesionalnya.

UPH juga akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan komprehensif dengan menjawab beragam kebutuhan komunitas, mulai dari kebutuhan calon mahasiswa, kebutuhan mahasiswa aktif selama studi di UPH, hingga para alumninya. Hal ini sesuai dengan komitmen UPH dalam menghasilkan lulusan yang siap menjadi future leader di dunia profesional.