redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Pentingnya Keterampilan Mengolah Big Data, UPH Adakan Webinar “Big Data Skill Set”

avatar penulis

UPH IMPACTS LIVES

07 July 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Istilah “Data is The New Oil” mungkin seringkali kita dengar saat ini. Pentingnya data yang valid sangat dibutuhkan untuk menyusun perencanaan, membuat keputusan yang tepat, sampai mengesekusi program sebuah perusahaan sehingga menjadi tepat sasaran. Berkaitan dengan hal tersebut, Big Data saat juga mempunyai peran yang besar dalam sebuah perencanaan perusahaan. Dilansir dari it-jurnal.com, Big Data merupakan kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga perlu tenaga professional yang mempunyai keterampilan khusus dalam menangani Big Data ini.

Penjelasan tersebut disampaikan lewat webinar yang diselenggarakan Universitas Pelita Harapan (UPH) via aplikasi Zoom yang bertajuk “Big Data Skill Set” pada 28 Mei lalu. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian acara webinar “Liburan Bareng Yuk!” yang bertujuan untuk mengisi liburan para pelajar SMA dengan hal yang bermanfaat serta membantu mereka menentukan minat saat masuk kuliah.

Webinar “Big Data Skill Set” mengulas secara garis besar bagaimana peran seorang Data Scientist dalam mengolah Big Data dan apa saja latar belakang pendidikan yang diperlukan. Tiga narasumber yang hadir adalah Sety Ven (UPH Alumni Matematika, Head of Data Style Theory), Abe Vallerian (UPH Alumni Matematika, Data Scientist Tokopedia), dan Kie Van Ivanky (Ketua Program Studi Matematika Terapan dan Aktuaria UPH).

Dalam webinar ini, para narasumber mengungkapkan bahwa kemampuan mengolah data telah menjadi tren di dunia kerja karena dibutuhkan oleh banyak perusahaan. “Kalau kita lihat industri sekarang, apabila kita punya data, kita bisa memenangkan kompetisi. Itu benar,” ujar Sety Ven.

Mengambil jurusan atau arah pendidikan yang tepat juga harus dilakukan guna membekali pelajar untuk menjadi seorang Data Scientist. “Semakin kesini saya rasa jurusan matematika lebih powerful untuk mendukung pekerjaan sebagai Data Scientist karena intuisi ketika belajar matematika akan membantu,” ungkap Abe. Ivanky selaku ketua prodi Matematika UPH juga menjelaskan hal yang serupa. “Beberapa mata kuliah di Matematika akan relevan ketika menjadi Data Scientist. Seperti kalkulus, statistika, dan probabilitas.”

Program Studi Matematika Aktuaria dan Terapan UPH memiliki tiga konsentrasi yakni matematika aktuaria, matematika bisnis, dan matematika komputasi. Konsentrasi matematika komputasi akan mengarahkan mahasiswa untuk mendalami data science dengan fokus pada penerapan ilmu matematika untuk pemrograman dan analisis teknologi informasi. Mahasiswa tentunya akan dibekali dengan dasar-dasar bahasa pemrograman dan basis data.

Selain itu, mahasiswa UPH juga diajarkan mata kuliah yang membantu mahasiswanya menjadi seorang data scientist seperti Introduction to Machine Learning, Data Mining and Predictive Analytics, dan Artifficial Inteligence. Tak hanya itu, UPH juga mengajarkan perangkat lunak yang biasanya digunakan di dunia kerja seperti Pyhton, serta basic-basic software seperti C++.

Nah, ternyata menjadi seorang data scientist nggak mudah, ya. Perlu ada keterampilan khusus yang harus dipelajari terlebih dahulu. UPH selalu menyiapkan para lulusannya dengan pembelajaran yang menyeluruh agar siap menjadi tenaga kerja yang profesional. Jadi, yuk gabung dengan UPH!