redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Mawapres UNS 2019 Temukan Oliswel sebagai Obat Demam Berdarah

avatar penulis

Azrul Prayoga

21 February 2020

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Menjadi mahasiswa berprestasi mungkin menjadi impian banyak mahasiswa. Ada sebagian yang mewujudkannya, ada sebagian yang hanya menjadikannya sebatas mimpi saja tanpa upaya. Ruby Agil Hasan, mahasiswa D3 Agribisnis Agrofarmaka Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi salah satu yang berupaya mewujudkan mimpinya.

Sudah sejak lama, Ruby Agil Hasan yang kerap dipanggil Agil ini ingin menjadi mahasiswa berprestasi. Namun ia masih kurang percaya diri dan berencana untuk mendaftar Mahasiswa Prestasi (Mawapres) tahun depan saat ia sudah memasuki semester 5.

Beberapa hari menjelang penutupan pendaftaran, Agil diminta oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Agribisnis Agrofarmaka mewakili Program Studi (Prodi) untuk maju sebagai perwakilan Prodi, akhirnya ia pun memiliki kepercayaan diri untuk mendaftarkan diri sebagai Mawapres di tingkat Fakultas.

Dengan persiapan yang cukup singkat, ia membuat karya tulis beserta produk, dan melewati berbagai macam tahapan seleksi. Setelah melalui seleksi tingkat Prodi, ia maju ke tingkat fakultas, dan kemudian mewakili FP menuju ke seleksi tingkat universitas bersama satu rekannya dari jenjang diploma dan dua rekan lain dari jenjang sarjana.

“Saya awalnya tidak percaya diri, mempersiapkan penelitian dan produk dalam waktu yang singkat, tetapi saya berusaha mengerjakannya semaksimal mungkin, bahkan satu hari sebelum seleksi tingkat universitas saya bersama Imam yang juga Mawapres Diploma FP membuat poster di sela-sela kesibukan rapat dan mencetaknya di malam hari, sampai kami mencari-cari tempat percetakan yang masih buka karena banyak yang sudah tutup,” ungkap Agil.

Dalam seleksi pemilihan mahasiswa berprestasi tersebut, Agil membuat sebuah karya tulis lengkap dengan produknya yang bernama Oliswel. Oliswel ini terbuat dari ekstrak euphorbia hirta yang ditambah dengan jahe dan madu. Produk tersebut berfungsi sebagai obat alternatif dalam penyembuhan pasien demam berdarah. Produk tersebut diubah dalam bentuk permen yang dimaksudkan agar dapat diterima oleh semua orang termasuk oleh anak-anak yang biasanya kurang menyukai rasa pahit dari obat.

Agil menjelaskan, oliswel diberikan pada pasien demam berdarah sekitar 3-4 hari atau sampai tubuh penderita mulai merasa membaik, namun setelah itu, pasien tetap dianjurkan untuk mengkonsumsi oliswel guna meningkatkan jumlah trombosit lagi. Selain itu, kandungan dari oliswel tersebut juga memiliki senyawa anti dengue yang selain dapat meningkatkan trombosit juga dapat melawan virus dengue.

“Sebenarnya nama Oliswel ini diberikan dengan harapan semoga yang menggunakan produk ini nantinya akan mendapatkan mukjizat dan semuanya akan baik-baik saja alias ‘All is Well’. Menyesuaikan dengan kebiasaan orang-orang Jawa yang tidak mau ribet, produk ini kemudian saya namai Oliswel, jadinya versi jawa,” tutur Agil.

(uns.ac.id)