redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

MBKM Universitas Suryakancana Manfaatkan Virtual Reality Kosa Kata Bahasa Inggris Bagi Siswa SD

avatar penulis

Amin Amin

25 January 2022

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

UNIVERSITAS Suryakancana (UNSUR) Cianjur menyelenggarakan program pelaksanaan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan PKM Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Tahun 2021.

 

Hasilnya dengan menyelenggarakan seminar hasil dengan tema ‘Penggunaan Virtual Reality Dalam Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris Pada Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur’ yang digelar, Senin (27/12).

 

Seminar dibuka Rektor Universitas Suryakancana  Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., MH., Sp.N. Hadir pula Wakil Rektor I Dr Hj Iis Ristiani S.Pd M.Pd, Wakil Rektor II Dr Hj Mia Amalia SH MH, Wakil Rektor III Dr Anita Kamila, SH, MH dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSUR, Dr. dr. Hj. Trini Handayani, SH, MH.

 

Kegiatan penelitian mengacu pada Permendikbud Nomor 3 Tahun 2020. Lewat adanya kegiatan MBKM yang dilaksanakan oleh UNSUR dengan melibatkan para peneliti yaitu mahasiswa dan dosen dengan berkegiatan di luar kampus.

 

Kegiatan ini lewat pembelajaran kolaboratif, yang bertujuan untuk mengukur pengaruh setiap irisan dari domain ConteXtual Knowledge (XK) dan penggunaan Virtual Reality (VR) terhadap capaian pembelajaran lulusan SD, terutama untuk mata pelajaran Bahasa Inggris.

 

Adapun hasil yang diharapkan akan menjadi masukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, dengan sasaran kegiatan sebanyak 600 siswa SD di Kecamatan Cipanas, 45 mahasiswa dan 15 dosen UNSUR. Rincian sebanyak 45 mahasiswa dari Prodi Bahasa Inggris, Prodi Sastra Indonesia, dan Prodi Matematika FKIP. Sedangan 15 Dosen diantaranya dari Fakultas Hukum (FH), FKIP, Fakultas Sain Terapan (FASTER) juga juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur.

 

“Bersama-sama dengan Tim dari Universitas Suryakancana berkomitmen dalam meningkatkan literasi berbahasa Inggris bagi murid Sekolah Dasar,” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSUR, Dr. dr. Hj. Trini Handayani, SH, MH.

 

“Pelaksanaan kegiatan ini didanai Sekretariat Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” ungkap Trini.

 

Menurut Trini, prioritas pada kegiatan ini, yaitu pada SD di wilayah Kecamatan Cipanas, mengingat bahwa kecamatan ini merupakan daerah dengan potensi wisata yang besar. Beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi oleh domestik dari mancanegara, seperti Kebun Raya Cibodas, Gunung Gede Pangrango, Taman Mandalawangi, Taman Mandala Kitri, Sky Bridge, Curug Cibeureum, Curug Ciismun, Kota Bunga, Taman Bunga Nusantara, Gunung Kasur, Istana Presiden Cipanas, Sevillage, dan masih banyak daerah wisata lainnya, seperti Kebun Petik Strawberry dan sebagainya.

 

Pada kegiatanya ini berperan aktif  dalam mengkoordinir survei-survei yang melibatkan guru dan siswa di lokasi survei. Bersama-sama mengusulkan kebijakan peningkatan literasi kepada pemerintah daerah tidak hanya untuk Bahasa Inggris, tetapi juga mata pelajaran lainnya dengan menggunakan Virtual Reality yang pada saat ini sudah teruji dapat meningkatkan motivasi dalam berliterasi pada siswa.

 

Adapun pelaksanaan kegiatan mulai dari survei need assesment guru TPACK dan survei penentuan lokasi purposive sampling pada 8 SD yaitu pada 12 Desember, FGD mahasiswa 17 Desember, FGD Guru 20 Desember dan implementasi virtual reality di 15 SD dan 21 SD pada 24 Desember serta Seminar Hasil pada 27 Desember dan Seminar Nasional pada 29 Desember 2021.

 

Adapun peneliti pada kegiatan ini dengan tema Perception Analysis of Elementary School Teachers on The TPACK Framework and The Impact on Learning Achievement disampaikan oleh Dr. H.M Yahya Ahmad, Ir, MM, M.A.Ed.

 

Materi Implementation of Collaborative Multimodal Teaching to Develop Student Teachers’ Competencies yang disampaikan oleh Dr. Jauhar Helmi, SS, H.Hum. The Praxis of Integrating Virtual Reality into Vocabulary Teaching to Young Learners yang disampaikan oleh Nia Kurniawati, S.Pd, M.Pd. A Teaching English Procedure to Young Learners Using Virtual Reality oleh Dr. Halimah, S.Pd, M.Pd.

 

Luaran pengabdian berupa pelatihan penggunaan VR dalam pengajaran kosa kata bahasa Inggris pada guru SD di Kecamatan Cipanas. Pelatihan implementasi VR sebagai media pembelajaran berbasis digital untuk mengembangkan kompetensi pedagogik guru-guru SD di Kecamatan Cipanas.

 

Menumbuhkan karakter kepemimpinan anak SD sebagai dampak pembelajaran VR pada siswa SD di Kecamatan Cipanas. Implementasi lesson plan berbasis tpack  dengan memanfaatkan  media virtual reality  guru-guru SD di Kecamatan Cipanas. 

 

Pendampingan lesson plan menggunakan media virtual reality di SD Negeri 3 Cimacan. Sinergitas VR dengan pembelajaran bahasa Inggris pada siswa SD Kecamatan Cipanas.

 

Adapun manfaat dari VR ini diantaranya kegiatan pengabdian hasil penelitian ini sangat bermanfa’at untuk Universitas Suryakancana yaitu merupakan implementasi program MBKM, terutama yang berkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Nomor 2, IKU 3 dan IKU 7. Mahasiswa berkegiatan di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus dan pembelajaran kolaboratif dan partisipatif. Selain itu juga kegiatan ini merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Manfaat lainnya untuk mahasiswa berupa peningkatan literasi digital dan softskill yang merupakan modal utama dalam upaya menjadi calon pendidik yang professional. Adanya simbiosis mutualisme antara Perguruan Tinggi dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini adalah SD yang dijadikan lokasi pengabdian.

 

Dimana SD sebagai tempat Lab School bagi dosen dan mahasiswa untuk melakukan implementasi pilot project pembelajaran terkini dan Sekolah Dasar mendapat manfaat adanya pembelajaran dengan teknologi Virtual Reality merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa.

 

Trini menambahkan, kendala dan hambatan yang ditemukan di lapangan yaitu, jumlah device tidak cukup untuk semua siswa, karena device yang compatible tidak cukup. Koneksi internet ada gangguan. Kemampuan literasi digital gurunya masih kurang. Siswa tidak boleh membawa smartphone-stereotype penggunaan smartphone (kontradiksi penggunaan teknologi).

 

Dikarenakan jumlah VR Box terbatas dan penggunaan dilaksanakan secara bergiliran, ada sebagian siswa yang membawa smartphone menggunakannya untuk fungsi game. Kurangnya pengawasan dari guru sehingga siswa konsentrasinya terganggu.

 

Selain itu VR merupakan alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa sehingga secara otomatis dapat meningkatkan angka literasi. VR dapat dipakai media pembelajaran mata pelajaran lainnya.

 

Saran perlu dilakukan upgrading terhadap guru SD tentang pengetahuan dan kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi dan content pembelajaran untuk meningkatkan Capaian Pembelajaran. Bahasa Inggris dijadikan mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar, jangan menjadi mata pelajaran pilihan atau ekstrakurikuler. Perlu kreativitas guru dalam pembelajaran VR agar siswa tidak bosan.