redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

MEMBANGGAKAN, UNIJAYA BONTANG WAKILI DUA PROVINSI DI AJANG NUDC SE-KALIMANTAN

avatar penulis

nurzubai ca

30 October 2018

header image article

Photo by Chaitanya Tvs on Unsplash

Universitas Trunajaya (Bontang) patut berbangga diri karena berhasil lolos seleksi dan menang dalam National University Debating Champhionsip (NUDC) yang berlangsung di Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda, pada tanggal 13 Juli 2016 lalu.

Bagaimana tidak, universitas ini mampu menumbangkan universitas lainnya yang ikut berkompetisi pada kegiatan debat bahasa inggris ini, yang rutin tiap tahunnya diadakan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisdikti) Republik Indonesia.

Garda Satria, anggota organisasi English Debat Society (EDS) Unijaya yang ikut dalam ajang ini mengatakan, seleksi diikuti 12 universitas swasta se-Kalimantan Timur (Katim) dan Kalimantan Utara (Kaltara), hasil seleksi dari kopertis wilayah XI.

“Awalnya kegiatan ini diselenggarakan 2 hari yaitu tanggal 13-14 Juli 2016, namun dipersingkat menjadi satu hari saja demi efisiensi waktu. Waktu istirahat bagi pemenang yang akan melanjutkan ke tingkat Kalimantan,” kata Garda saat ditemui dikediamannya, Jalan Gn. Umsini, BSD PKT, Belimbing, Bontang Barat, Sabtu (16/7/2016)

“Seleksi terdiri dari 3 preliminary round, kemudian diambil 4 tim terbaik untuk masuk final. Dari final, diambil 3 tim terbaik untuk menjadi perwakilan Kaltim-Kaltara, untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya di tingkat Kalimantan, tempatnya nanti di Banjarmasin,” tambahnya

Garda menjelaskan, tema yang diperdebatkan dalam pertandingan ini berkaitan dengan isu-isu hangat yang terjadi dimasyarakat. Antara lain masalah ekonomi, sosial, pemerintahan, lingkungan, dan lain sebagainya.

“Dari unijaya mengirim 1 tim terdiri dari 2 orang debaters, 1 orang N1 adjudicators, dan 2 orang pendamping yang mensupport dan untuk belajar sebagai regenerasi,” ujarnya

Universitas Trunajaya sebagai satu-satu nya perwakilan bontang, berhasil menjadi tim terbaik dengan poin tertinggi saat 3 preliminary round, dan menjadi runner up / peringkat 2 saat final. Ini berarti, Unijaya berhak mewakili universitas swasta provinsi Kaltim-Kaltara, untuk menghadapi universitas negeri dan swasta se-Kalimantan di tingkat selanjutnya.

Garda berharap Unijaya bisa terus melanjutkan trend positif ini. Dan juga, kegiatan ini dapat diikuti lebih banyak mahasiswa lagi. Karena kata dia, salah satu tujuan Kemenrisdikti mengadakan kompetisi debat bahasa inggris ini adalah, menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berfikiran kritis dan sistematis, yang bisa menjadi harapan kemajuan bangsa kedepannya, sehingga sangat positif untuk mahasiswa.

“Hanya saja di Kaltim-Kaltara ini masih kurang peminat dari kalangan mahasiswa, jauh dibandingkan dengan daerah jawa. Semoga kedepannya lebih banyak yang antusias untuk mengikuti kompetisi ini,” pungkasnya

Adapun yang menjadi juara dalam kompetisi ini diantaranya Universitas Balikpapan keluar sebagai juara 1, Universitas Trunajaya Bontang juara 2, dan juara 3 jatuh pada Universitas Widyagama Mahakam Samarinda.

“Tahun lalu Unijaya Bontang juga masuk runner up tingkat kaltim, tingkat Kalimantan peringkat 11. Dan yang diberangkatkan ke nasional 8 tim, jadi sayang sebenarnya belum rejeki, makanya tahun ini target go Nasional,” tandasnya

“Terima kasih kepada Anggalani Wisesa yang selalu semangat untuk menjadi Mentor kami. Dan saya sangat mengharapkan doa dan dukungan dari teman-teman Unijaya untuk mengikuti pertandingan selanjutnya,” katanya

Kendati EDS Unijaya mendapatkan juara dan diberi kepercayaan untuk mewakili Kaltim dan Kaltara diajang selanjutnya, namun kata Garda hal itu bukanlah sesuatu untuk bersenang hati dan berbangga diri. Karena menurutnya, mendapatkan juara dalam seleksi kali ini, adalah tanggung jawab dan konsistensi yang harus dipersiapkan, untuk lebih mematangkan diri mengikuti seleksi selanjutnya, sehingga mampu lolos ke tingkat Nasional dan menjadi juara.