redesain-navbar Portlet

kampus_pintar_v3

Informasi Seputar Berita Kampus

Informasi spesial untuk menambah wawasan Sobat Pintar tentang Universitas Gadjah Mada (UGM)

Berita Kampus

Kartika Putri, 06 June 2024

Mengenang Perjalanan, FSRD Maranatha Adakan Dies Natalis Ke-19

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan rangkaian Dies Natalis ke-19 pada 30 April 2024. Segenap keluarga besar FSRD turut menghadiri kegiatan yang diselenggarakan di Exhibition Hall, Gedung B UK Maranatha ini. Dengan mengusung tema “New Step for a New Beginning”, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FSRD, Dr. Dra. Seriwati Ginting, M.Pd., berharap FSRD dapat terus maju, berkarya, dan menginspirasi banyak orang. Dies Natalis kali ini juga menjadi momen kilas balik dan mengenang perjalanan FSRD sejak awal berdiri, sebelum ke depannya akan merger dengan Fakultas Bahasa dan Budaya (FBB) menjadi Fakultas Humaniora dan Industri Kreatif (FHIK). Ke depannya, FSRD berharap dapat terus menciptakan rasa kekeluargaan, bekerja sama, dan bersama-sama membangun masa depan yang cemerlang. Seriwati juga menyampaikan bahwa Dies Natalis bukan hanya sekedar acara tahunan, tetapi merupakan salah satu upaya untuk berhenti sejenak guna mengevaluasi kinerja, menilai prestasi, dan mencari solusi agar dapat berkembang lebih baik lagi. “Saya berharap dengan dilakukannya merger, kita bersama-sama dapat lebih baik dan maju lagi, angka penelitian lebih meningkat, dan dosen studi lanjut lebih banyak lagi. Tentunya ini bisa memberikan dampak yang positif bagi Maranatha,” ungkapnya. Dekan FSRD, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com., turut mengungkapkan bahwa tema tersebut memiliki makna bersiap diri untuk menyambut sesuatu yang baru dan akan menjadi lebih baik. Ia juga mengatakan makna ini bertepatan dengan pelaksanaan merger yang akan dilakukan. “Dengan dilakukannya merger, kita akan semakin terbuka dengan wawasan, teman, budaya penelitian, dan pengajaran dengan sistem yang baru. Karena FSRD dan FBB memiliki beberapa kesamaan sehingga hal itu akan menjadi suatu kolaborasi yang baik,” tuturnya. Rangkaian Dies Natalis FSRD ke-19 diisi dengan alumni gathering dan sharing bersama alumni berprestasi. (va/vir)   Sumber : Berita Maranatha

Baca Selengkapnya

Berita Kampus

Penghargaan dan Apresiasi untuk Sang Living Legend

Nama Prof. Dr. H. Nang Primadi Tabrani tentu sudah tidak asing lagi ditelinga para penikmat seni. Beliau adalah seorang guru besar asal Institut Teknologi Bandung (ITB), penemu ilmu Bahasa Rupa. Sebuah Ilmu baru yang belum ada dalam literatur barat. Ilmu ini ditemukan oleh Prof. Primadi di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB pada tahun 1991 dalam disertasi yang tebalnya ‘satu peti’ (58x33x27 cm). Penelitian beliau terhadap bahasa rupa gambar gua sejarah merupakan penelitian pertama yang dilakukan dan memicu sejumlah generasi muda Indonesia untuk meneliti gua prasejarah di Indonesia. Pada tahun 1991, American Library of Congress dari Amerika Serikat memesan tujuh peti untuk disampaikan pada perguruan tinggi seni rupa dan desain di Amerika Serikat. Agar temuan ini dapat dimanfaatkan oleh bangsa kita, maka Prof. Primadi bersama kolega-koleganya mensosialisasikan Bahasa Rupa dengan menerbitkan buku dan memasukkan Bahasa Rupa dalam kurikulum sejumlah fakultas seni rupa dan desain di Bandung, antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Pasundan, dan Universitas Komputer Indonesia. Lalu, apa itu bahasa rupa? Bahasa rupa adalah sebuah ilmu yang mengajarkan kita untuk dapat ‘membaca’ gambar sungguh yang tak memiliki teks, seperti gambar prasejarah, gambar tradisi, gambar anak, relief candi, dan kita juga bisa menggunakannya untuk berkarya seni rupa. FSRD Universitas Kristen Maranatha memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Primadi atas kontribusinya dalam pengembangan ilmu seni rupa dan desain, mulai dari teori proses kreasi, gambar anak, proses belajar, hingga bahasa rupa dengan mengadakan pameran dan seminar yang berjudul “Bahasa Rupa Go International; Tribute to Prof. Primadi Tabrani”. Pameran ini menjadi rangkaian acara Hajad Jagad yang berlangsung Senin, 5 September 2017 bertempat di Gedung B lantai 5 Univeritas Kristen Maranatha. Turut dihadirkan juga karya seni bertemakan bahasa rupa dari empat universitas yang memiliki kurikulum Bahasa Rupa. “Kami sangat bersyukur masih bisa belajar tentang bahasa rupa dari seorang living legend dan hal ini juga menjadi berkah bagi kita semua. Semoga ke depannya kita bisa melanjutkan ilmu ini dan bisa berguna untuk bangsa Indonesia”, ungkap Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Kom. selaku Dekan FSRD Universitas Kristen Maranatha dalam sambutannya di awal acara. Dr. Dra. Ariesa Pandanwangi, M.Sn., merupakan salah satu dosen FSRD Maranatha yang sebelumnya pernah menjadi mahasiswa dari Prof. Primadi juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi Prof. Primadi yang luar biasa. (vir) (www.news.maranatha.edu)

Baca Selengkapnya