redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta belajar Bersama Geografi di Bab ketujuh!


Yuk, mulai belajar bersama kita!

Siklus hidrologi

SIKLUS HIDROLOGI, yaitu gerakan dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan dari tanah kembali ke laut. Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daerah melalui penguapan.

Siklus air dibedakan menjadi tiga macam, yaitu siklus kecil, sedang, dan panjang.

Siklus Kecil
Karena pemanasan matahari, terjadi penguapan air laut yang berkumpul menjadi awan. Pada ketinggian tertentu karena kondensasi terjadi titik-titik air yang berkumpul semakin lama semakin besar volumenya, kemudian jatuh sebagai hujan. Selanjutnya air kembali ke laut.

Siklus Sedang
Mula-mula terjadi penguapan air laut sehingga terbentuk awan. Awan terbawa oleh angin ke daratan dan terjadi kondensasi. Karena kondensasi akhirnya awan jatuh sebagai hujan. Sebelum kembali ke laut, air hujan tersebut masuk ke dalam tanah, selokan-selokan, terus mengalir ke sungai-sungai, dan kembali ke laut.

Siklus Panjang
Prosesnya sama dengan siklus sedang. Hanya setelah terjadi kondensasi, titik-titik air terbawa angin ke tempat yang lebih tinggi sehingga menjadi kristal-kristal es. Kristal-kristal es tersebut masih terbawa angin ke puncak gunung kemudian jatuh sebagai salju, terjadi gletser, mengalir ke sungai, dan akhirnya kembali ke laut.

Terjadinya siklus hidrologi didukung proses-proses sebagai berikut.

  • Evaporasi, yaitu penguapan dari benda-benda abiotik dan merupakan proses perubahan wujud air menjadi gas. Penguapan di bumi paling besar berasal dari penguapan air laut.
  • Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan melalui mulut daun dan batangnya.
  • Evapotranspirasi, yaitu proses evaporasi dan transpirasi secara bersama-sama.
  • Kondensasi, yaitu proses perubahan wujud dari uap air menjadi titik-titik air yang disebabkan pendinginan.
  • Adveksi, yaitu transportasi air pada pergerakan horizontal seperti dalam transportasi panas dan uap air dari satu tempat ke tempat lain.
  • Presipitasi, yaitu segala bentuk curahan dari atmosfer ke bumi yang meliputi hujan, hujan es, dan hujan salju. Presipitasi yang langsung jatuh ke laut sekitar 77% dari seluruh presipitasi. Daerah yang banyak mengalami presipitasi, yaitu sepanjang ekuator yang sering mengalami Daerah Konvergensi Antar-Tropik (DKAT). Presipitasi yang jatuh ke tanah sebagian dialirkan melalui sungai dan diserap oleh tanah.
  • Run off, yaitu pergerakan aliran air di permukaan tanah melalui aliran selokan, kanal, sungai, dan anak sungainya.
  • Infiltrasi, yaitu perembesan dan pergerakan air ke dalam tanah.
  • Perkolasi, yaitu pergerakan aliran air di dalam tanah.

Latihan 1

Perhatikan soal berikut!

Hidrosfer terdiri atas...

A. air dan tempatnya

B. proses dan asal-usul air

C. air di permukaan dan di bawah permukaan bumi

D. air di bumi dan di atas bumi

E. air sungai dan air laut

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Air di bumi tidak pernah habis walaupun terus-terusan digunakan. Hal ini dikarenakan air mengalami ...

A. perputaran

B. penambahan

C. percampuran

D. pengurangan

E. penguapan

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

Proses evaporasi biasanya ditandai dengan….

A. peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah, serta dari permukaan air ke udara.

B. penguapan air melalui daun tumbuh-tumbuhan.

C. gabungan penguapan melalui tubuh air dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan.

D. proses perubahan uap air menjadi titik air hujan

E. kumpulan titik air atau es yang jumlahnya banyak

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Kondensasi merupakan proses….

A. peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah, serta dari permukaan air ke udara

B. penguapan air melalui daun tumbuh-tumbuhan

C. gabungan penguapan melalui tubuh air dan tanaman atau tumbuh-tumbuhan

D. perubahan uap air menjadi titik air hujan yang disebabkan terjadinya pendinginan di atmosfer

E. kumpulan titik air atau es yang jumlahnya banyak dan merupakan bagian dari inti kondensasi

Sungai

 

POLA SUNGAI di Indonesia mempunyai sifat yang berbeda dengan sungai yang terdapat di negara lain. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sungainya sungai hujan; pada musim penghujan volum air besar dan pada musim kemarau kecil.
  • Banyak mengandung lumpur karena terdapat di daerah tropis yang banyak hujan.
  • Sungai di Pulau Jawa alirannya deras, sungainya pendek, daya erosi besar, banyak mengangkut hasil erosi, dan tidak berfungsi untuk lalu lintas air.
  • Sungai di Sumatera dan Kalimantan alirannya tenang, sungainya panjang, daya erosi kecil, dan muara sungai berbentuk estuarium (corong).

JENIS-JENIS SUNGAI

Sungai dibedakan berdasarkan sebagai berikut:

Menurut Sumber Airnya

  • Sungai gletser, yaitu sungai yang airnya berasal dari salju yang mencair. Contoh: bagian hulu Sungai Memberamo (Irian)
  • Sungai hujan, yaitu sungai yang mendapatkan air dari hujan. Sebagian besar sungai-sungai di Indonesia adalah sungai hujan.
  • Sungai campuran, yaitu sungai gletser yang alirannya mendapat campuran air hujan. Contoh: bagian hilir Sungai Memberamo dan Sungai Digul.

Menurut Kesinambungan Aliran Airnya

  • Sungai episodik adalah sungai yang airnya tetap mengalir sepanjang tahun, antara lain terdapat di Sumatera, Kalimantan, dan Irian (Papua).
  • Sungai periodik adalah sungai yang hanya berair pada musim penghujan. Sungai ini banyak terdapat di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

Menurut Struktur Lapisan Batuan Tempat Mengalirnya Air

  • Sungai konsekuen adalah sungai yang mengalir searah dengan kemiringan batuan daerah yang dilaluinya.
  • Sungai subsekuen adalah sungai yang mengalir tegak lurus pada sungai konsekuen.
  • Sungai obsekuen adalah sungai yang alirannya berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan daerah itu, merupakan anak sungai subsekuen.
  • Sungai resekuen adalah sungai yang alirannya ke bawah, arahnya sama dengan sungai konsekuen yang asli.
  • Sungai anteseden adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah yang dilaluinya. Setiap terjadi pengangkatan, sungai tersebut berhasil mengikisnya.
  • Sungai superimposed adalah sungai yang mengalir di atas batuan kristalin pada batuan sedimen yang datar atau di atas formasi aluvial.
  • Sungai antiklinal adalah sungai anteseden yang mengalir di permukaan, kemudian diangkat miring berlawanan dengan arah alirannya.
  • Sungai reserved adalah sungai anaklinal yang sudah berubah arah alirannya untuk mendapatkan kondisi semula.
  • Sungai epirogenesa adalah sungai yang terus-menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga mencapai batuan induk daerah yang dilalui.

Pola Aliran Sungai

Pola aliran sungai dipengaruhi oleh struktur geologi dan permukaan daerah yang dilalui. Macam pola aliran sungai sebagai berikut.

  • Radial adalah pola aliran sungai menyebar (sentripetal) yang terletak di daerah dataran tinggi.
  • Pinnate adalah pola aliran sungai yang muara anak sungainya berbentuk sudut lancip.
  • Anular adalah pola aliran sungai semula radial sentrifugal, kemudian timbul sungai-sungai subsekuen yang sejajar kontur. Biasanya terdapat di daerah dome stadium dewasa.
  • Dendritik adalah pola sungai yang arah alirannya tidak teratur biasanya terdapat di daerah pantai.
  • Rectangular adalah pola sungai yang aliran sungainya melalui daerah patahan yang membentuk sudut siku-siku.
  • Trellis adalah pola aliran sungai yang menyirip daun dan mempunyai kombinasi antara sungai resekuen, obsekuen, dan konsekuen.

Pemanfaatan Sungai untuk Berbagai Keperluan Sungai dapat dimanfaatkan sebagai sarana:

  • Irigasi/pengairan sawah-sawah,
  • Pembangkit tenaga listrik (plta),
  • Lalu lintas air,
  • Budi daya perikanan darat, dan
  • Rekreasi dan olahraga air.

Danau dan Rawa

MEMBEDAKAN DANAU DAN RAWA

Danau, yaitu cekungan atau kubangan di permukaan bumi yang terisi air. Danau mendapat air dari sungai, curah hujan, mata air, dan air tanah, sedangkan pengalirannya dapat terjadi karena penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan pengaliran.

Rawa, merupakan tanah bawah yang selalu digenangi oleh air karena kekurangan drainase atau letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya. Di Indonesia rawa terdapat di daerah aliran Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Mamberamo (Irian Jaya), Sungai Komering, dan Sungai Musi (Sumatera).

DANAU

Tipe-tipe danau antara lain sebagai berikut;

  • Danau vulkanik atau danau kawah, merupakan danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanisme. Contoh: Danau Kelimutu di Flores, Danau Segara Anak di NTB, dan Danau Kawah Kelud di Jawa Timur.
  • Danau tektonik, adalah danau yang terjadi karena peristiwa tektonik. Contoh: Danau Poso dan Danau Towuti di Sulawesi, Danau Singkarak di Sumatera.
  • Danau tektovulkanik, terjadi karena tenaga tektonik dan vulkanik. Contoh: Danau Toba, Danau Ranau, dan Danau Kerinci.
  • Danau karst adalah danau yang terdapat di pegunungan kapur berupa dolina dan uvala, terjadi karena proses pelarutan kimia.
  • Danau glasial adalah danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es dilluvium. Contoh: Danau Michigan, Danau Superior, dan Danau Ontario, semuanya terdapat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada.
  • Danau bendungan, terjadi karena terbendungnya aliran sungai oleh lava, akibat letusan gunung api. Contoh: Danau Air Tawar di Aceh, Danau Tondano di Sulawesi Utara.
  • Danau buatan, merupakan aliran sungai yang dibendung, disebut juga waduk.

Faktor-faktor penyebab rusaknya danau antara lain sebagai berikut;

  • Terisi endapan hasil erosi sungai yang mengalir ke danau sehingga danau cepat menjadi dangkal.
  • Terjadi penguapan yang lebih besar daripada jumlah air yang mengalir ke dalam danau sehingga airnya menjadi kering.
  • Adanya gerakan tektonik dari dasar danau atau akibat tektonik yang dapat mengubah arah aliran-aliran sungai yang masuk ke dalam danau.
  • Rusaknya tanggul dan pintu air pada danau buatan (waduk) sehingga waduk menjadi jebol.

Manfaat danau antara lain sebagai berikut;

  • Sebagai pengatur air sehingga tidak terjadi banjir.
  • Sebagai persediaan air yang penting untuk irigasi.
  • Tempat rekreasi dan objek pariwisata.
  • Sebagai sumber tenaga listrik (PLTA).
  • Tempat pemeliharaan ikan air tawar.
  • Sebagai sarana olahraga air.

RAWA

Macam-macam rawa antara lain sebagai berikut;

  • Rawa tergenang, yaitu rawa yang airnya selalu tergenang dan dasar rawa merupakan lapisan gambut yang tebal. Air rawa ini tidak dapat digunakan untuk air minum.
  • Rawa pasang surut, yaitu rawa yang airnya dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Manfaat rawa sebagai berikut.

  • Sebagai sumber pembangkit tenaga listrik.
  • Bila rawa dapat mengalami pergantian air maka dapat digunakan untuk lahan persawahan dan perikanan.
  • Habitat hidup biota di pantai

Pantai

 

PANTAI adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut, yang masih terpengaruh oleh proses-proses abrasi (pengikisan oleh air laut), sedimentasi (pengendapan), dan pasang surut air laut.

Menurut bentuknya pantai dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pantai landai dan pantai terjal.

Pantai Landai
Kalau kita pergi ke suatu pantai di mana kita dapat turun langsung ke air laut dan dapat berenang, bermain pasir serta dapat bermain-main dengan ombak di tepinya maka pantai tersebut dinamakan pantai landai. Pantai landai terletak di daerah dataran rendah sehingga masih terpengaruh proses abrasi, pengendapan, dan pasang surut air laut.

Pantai Terjal
Sebaliknya apabila kita pergi ke suatu pantai, di mana kita tidak dapat turun langsung ke air, tidak dapat berenang, tidak dapat bermain pasir dan ombak di tepinya, namun hanya dapat melihat dari kejauhan di atas bukit atau pegunungan maka pantai tersebut disebut pantai terjal. Pantai terjal tidak terpengaruh adanya pengendapan dan pasang surut air laut, tetapi sangat terpengaruh oleh abrasi.

Pesisir adalah daratan di tepi laut yang tergenang pada saat air pasang dan kering pada saat air laut surut. Wilayah pesisir lebih luas daripada wilayah pantai. Wilayah pesisir lebarnya bisa mencapai antara 50 - 100 m. Pada daratan wilayah pesisir terdapat proses perembesan air laut, pasang surut air laut, dan hembusan angin laut, sedangkan di perairan masih dipengaruhi oleh sifat-sifat daratan seperti sedimentasi dan aliran air tawar. Pesisir merupakan daerah yang rawan terhadap proses abrasi serta kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia. Oleh sebab itu, kita wajib untuk melindunginya.

Perairan samudera adalah kumpulan dari perairan laut. Contoh: Samudera Pasifik, kumpulan dari Laut Jepang dan Laut Cina Selatan.

Teluk adalah perairan laut yang masuk ke darat. Contoh: Teluk Pacitan, Teluk Benggala India, dan Teluk Meksiko.

Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut. Contoh: Tanjung Kodok, Tanjung Aru, dan Tanjung Indramayu.

Selat adalah perairan laut yang terletak di antara dua daratan, pulau, atau benua. Contoh: Selat Bali, Selat Malaka, dan Selat Bosporus.

Latihan 1

Perhatikan soal di bawah ini!

Danau buatan disebut juga...

A. telaga

B. rawa

C. waduk

D. bendungan

E. laut

Latihan 2

Perhatikan soal di bawah ini!

Danau Batur di Bali termasuk dalam tipe danau...

A. vulkanik

B. tektonik

C. karst

D. glasial

E. tektovulkanik

Latihan 3

Perhatikan soal di bawah ini!

Pola aliran sungai yang berpeluang terbentuk di daerah lereng pegunungan yang curam adalah….

A. dendritic

B. anular

C. pinate

D. trellis

E. rectangular

Latihan 4

Perhatikan soal di bawah ini!

Pola air sungai di daerah yang relatif datar, anak-anak sungai bermuara pada sungai induk secara tidak teratur, serta membentuk sudut tumpul dan lancip adalah….

A. pola radial sentripetal

B. pola radial sentrifugal

C. pola dendritik

D. pola anular

E. pola trellis

Lapisan Air Tanah

AIR TANAH adalah air yang berada pada lapisan di bawah permukaan tanah. Kedalaman air tanah tidak sama pada setiap tempat. Hal itu tergantung pada tebal tipisnya lapisan permukaan di atasnya dan kedudukan lapisan air tanah tersebut. Kedalaman air pada sumur-sumur yang digali merupakan cerminan kedalaman air tanah pada suatu tempat. Permukaan yang merupakan bagian atas dari tubuh air itu disebut permukaan freatik.

Air tanah berasal dari air hujan, laut, atau magma. Air tanah yang berasal dari air hujan (air meteorit) disebut air vados atau air tua. Air ini mengandung air berat (H3) atau tritium. Tritium ialah suatu unsur yang terbentuk pada atmosfer dan terdapat di dalam tanah karena turun bersama-sama dengan air hujan.

Air tanah yang berasal dari laut juga terdapat di daerah pantai dan kemungkinan air tanah ini asin. Air tanah yang berasal dari magma disebut air juvenil. Air juvenil belum mengalami siklus hidrologi. Air ini merupakan air baru yang ditambahkan pada zona kejenuhan dari kulit bumi yang dalam. Air yang berasal dari magma itu belum tentu berbentuk air, tetapi dapat berbentuk hidrogen (H) dan oksigen (O2).

LAPISAN AIR TANAH

Volume air yang meresap ke dalam tanah tergantung pada jenis lapisan batuannya. Berdasarkan kenyataan tersebut terdapat dua jenis lapisan batuan utama, yaitu lapisan kedap (impermeable) dan lapisan tak kedap air (permeable).

Lapisan Kedap Air (Impermeable)

Kadar pori lapisan ini sangat kecil sehingga kemampuan untuk melewatkan air juga kecil. Kadar pori adalah jumlah ruang pada celah butir-butir tanah yang dinyatakan dengan bilangan persen. Yang termasuk lapisan kedap air antara lain geluh, napal, dan lempung. Lapisan permukaannya mengisap air hingga jenuh. Daerah-daerah yang lapisan tanahnya kedap, pada umumnya mempunyai keadaan sebagai berikut;

  • Terdapat banyak jaringan aliran sungai.
  • Kandungan air tanahnya kecil.
  • Permukaan tanahnya mudah terkikis.
  • Daerah sungai mudah dilanda banjir.

Lapisan Tak Kedap Air (Permeable)

Kadar pori lapisan tak kedap air cukup besar maka kemampuan untuk melewatkan air juga besar. Air hujan yang jatuh akan terus meresap ke bawah dan berhenti di suatu tempat yang telah tertahan oleh lapisan kedap. Yang termasuk lapisan tembus air antara lain pasir, padas, kerikil, dan kapur. Lapisan-lapisan ini merupakan tempat-tempat persediaan air yang baik.

Air Tanah Dangkal (Phreatis Water)

Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air tidak jauh dari permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui sumur atau mata air.

Air Phreatis dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Sungai bawah tanah di daerah kapur,
  • Mata air,
  • Mata air artesis,
  • Geyser,
  • Travertin.

Air Tanah Dalam (Artesian Water)

Air Artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan kedap air (lapisan akuifer).

Menurut Krussman dan Ridder (1970) dalam Utaya (1990) bahwa macam - macam akuifer berdasarkan bahan penyusunnya / struktur batuannya sebagai berikut:

a) Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer)

Yaitu lapisan lolos air yang hanya sebagian terisi oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer ini disebut dengan water table (preatik level), yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan hidrostatik sama dengan atmosfer.

b) Akuifer Tertekan (Confined Aquifer)

Yaitu aquifer yang seluruh jumlahnya air yang dibatasi oleh lapisan kedap air, baik yang di atas maupun di bawah, serta mempunyai tekanan jenuh lebih besar dari pada tekanan atmosfer.

Berdasarkan permeabelitas tanah :

(1) Akuifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer)

Yaitu aquifer yang seluruhnya jenuh air, dimana bagian atasnya dibatasi oleh lapisan semi lolos air dibagian bawahnya merupakan lapisan kedap air.

(2) Akuifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)

Yaitu aquifer yang bagian bawahnya yang merupakan lapisan kedap air, sedangkan bagian atasnya merupakan material berbutir halus, sehingga pada lapisan penutupnya masih memungkinkan adanya gerakan air.

c. Air tanah lokal (Perched groundwater)

Air tanah jenis ini terjadi pada akuifer-akuifer setempat (perched akuifer). Letaknya pada lajur jenuh air atau di zona freatik dan dibawahnya terdapat lapisan kedap air dengan luas yang terbatas.

d. Air tanah daerah karst

Air tanah jenis ini biasanya membentuk sungai bawah tanah. Sifat batuan karst yang mudah mengalami pelarutan akan membentuk bidang-bidang retakan (diaklas) di bawah tanah hingga membentuk gua-gua atau lorong-lorong.

Latihan 1

Perhatikan soal berikut!

Di daerah khatulistiwa, kadar garam air laut rendah karena...

A. banyak hujan dan kurang penguapan

B. banyak hujan dan banyak penguapan

C. kurang hujan dan kurang penguapan

D. kurang hujan dan banyak penguapan

E. cukup hujan dan Cukup penguapan

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Salah satu contoh tindakan yang dapat menghemat air yaitu ...

A. mencuci pakaian tiap hari dalam jumlah sedikit

B. mencuci kendaraan tiap hari

C. menyiram tanaman dengan air keran

D. mematikan keran setelah digunakan

E. mandi berkali-kali dalam sehari

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

  1. Permukaan tanah yang miring
  2. Vegetasi yang menutupi tanah.
  3. Lapisan batuan yang impermeabel
  4. Tanah yang gundul

Faktor yang mempercepat proses infiltrasi ditunjukkan nomor….

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 1 dan 4

D. 2 dan 3

E. 3 dan 4

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Sebagian air hujan yang jatuh ke daratan akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi). Jumlah air yang meresap ke dalam tanah juga dipengaruhi jenis lapisan batuan. Jenis lapisan yang sulit untuk meneruskan air adalah….

A. pasir

B. lempung

C. kapur

D. padas

E. kerikil

Pesisir dan Laut

PESISIR adalah bagian permukaan bumi yang terletak antara pasang naik dan pasang surut. Pada waktu pasang naik, pesisir tertutup oleh air laut dan pada waktu surut nampak berupa daratan, oleh karna itu pesisir sama panjangnya

PANTAI adalah bagian daratan yang terdekat dengan laut. Perbatasan dataran dengan laut seolah-olah membentuk suatu garis yang disebut garis pantai. Keadaan dan bentuk pantai berbeda pada setiap tempat

LAUT adalah tubuh air asin yang sangat luas dan saling berhubungan antara lautan yang satu dan lautan lainnya. Sebesar 70% permukaan bumi merupakan lautan sehingga jika dilihat dari angkasa luar, bumi didominasi oleh warna biru. Laut yang luas disebut dengan samudra. Ada lima samudra di bumi, yaitu samudera Antartika, Samudera Artik, Samudera Atlantik, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik (Sindhu P, 2013:282).

Berturut turut dari kiri: Pantai, Pesisir, Laut

Klasifikasi Perairan Laut

PERAIRAN LAUT dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:

a. Berdasarkan luas dan bentuknya

  1. Teluk adalah bagian laut yang menjorok ke darat
  2. Selat adalah laut yang relatif sempit dan terletak antara dua pulau
  3. Laut adalah perairan yang terletak di antara pulau-pulau yang relatif lebih luas dibandingkan dengan selat
  4. Samudera adalah laut yang sangat luas dan terletak diantara benua

b. Berdasarkan proses terjadinya

  1. Laut transgresi, laut yang terjadi karena ada genangan air laut terhadap daratan pada waktu berakhirnya zaman es
  2. Laut Regresi, laut yang menyempit yang terjadi pada zaman es
  3. Laut Ingresi, laut yang terjadi karena dasar laut mengalami gerakan menurun

c. Menurut kedalamannya

1) Zona Litoral atau jalur pasang surut

Zona litoral atau zona pesisir laut terletak diantara garis pasang dan garis surut. Ketika air pasang zona ini akan tergenang oleh air, ketika air surut zona ini akan kering menjadi pantai. Kedalamannya zona ini adalah 0 meter.

2) Zona Neritik ( laut dangkal )

Zona ini adalah zona laut dangkal yang terletak pada kedalaman 0 m – 200 m.

3) Zona Batial ( laut dalam )

Zona batial adalah laut yang terletak pada kedalaman 200 m – 1.000 m. Zona ini merupakan batas antara daratan dan perairan, ditandai dengan lereng yang curam.

4) Zona Abisal (laut sangat dalam / palung laut)

Zona Abisal Adalah laut yang terletak pada kedalaman lebih dari 1.000 m -6.000m

Ciri – ciri zona abisal :

  • Sinar matahari tidak ada lagi
  • Kedalaman antara 1.000 m –6.000 m
  • Suhu sangat rendah sudah mencapai titik beku air
  • Tekanan tinggi
  • Tumbuh-tumbuhan tidak ada lagi
  • Hewan yang berada di sini adalah hewan Predator, detritivor (pemakan sisa organisme) dan hewan pengurai. Hewan pada zona ini mampu menghasilkan cahaya sendiri untuk bertahan hidup

Morfologi, Fenomena, dan Pemanfaatan Perairan Laut

MORFOLOGI DASAR LAUT adalah hasil dari peristiwa tektonik.

a. Paparan Benua (Continental Shelf)

Paparan benua (continental shelf) merupakan Wilayah laut yang dangkal disepanjang pantai dan merupakan kelanjutan wilayah benua (kontinen). Kedalamannya ±200 m. Lebar rata-rata Paparan Benua adalah sekitar 80 km (50 mil).

Paparan benua merupakan suatu sistem dinamik yang dikontrol oleh tiga faktor:

  1. Laju sedimentasi bahan-bahan yang dari daratan ke laut
  2. Laju energi yang cukup untuk menggerakkan sedimen ke, di sekitar dan keluar paparan
  3. Erosi dan naik-turunnya muka laut.

Contoh paparan benua adalah Paparan Siberia di Samudera Arktik dan Dangkalan Sunda.

b. Dangkalan (Plat)

Merupakan perluasan dari landas kontinen dengan kedalam lebih kurang 200 meter dan masih merupakan kelanjutan benua.

c. Lereng Benua (Continental Slope)

Merupakan kelanjutan dangkalan dan merupakan relief yang membatasi continental shelf dengan dasar laut yang hampir rata, kemiringan relief ini curam dengan sudut kemiringan lereng 4% hingga 6%. Batas antara continental shelf dan continental slope merupakan batas dari lautan. Continental slope juga dikenal dengan sebutan kaki benua.

d. Dasar Samudera (Ocean Floor)

Dasar Samudera terdiri atas:

1) Dasar Samudera Landai (Deep Sea Plain)

Dasar laut dengan kedalaman lebih dari 1000 meter, bentuk dasar laut landai.

2) Laut Dalam (The Deeps)

Dasar laut dalam yang berbentuk palung laut.

e. Palung laut (trench)

Palung laut (trench/trough), merupakan dasar laut yang menyerupai lembah yang dalam dan memanjang. Contoh palung adalah palung Mindanau yang dalamnya 11.165 meter.

f. Punggungan dasar samudra /Guyot (mid oceanic ridge)

Gunung di dasar laut yang bentuknya serupa dengan seamount tetapi bagian puncaknya datar. Banyak terdapat di lautan Pasifik

g. Gunung api dibawah laut (Sea mount)

Gunung api bawah laut adalah sebuah gunung yang naik dari dasar laut yang tidak sampai naik hingga permukaan air (permukaa laut), dan dengan demikian bukanlah juga sebuah pulau.

h. Ambang laut

Ambang Laut (Dremple) adalah relief dasar laut berupa bukit dalam laut yang memisahkan dua buah pulau. Contohnya Ambang Laut Sulu, yang sebagian dikelilingi pulau-pulau dan laut dangkal di Sulawesi yang dipisahkan oleh ambang yang ada di Kepulauan Talaud.

i. Lubuk laut (basin)

Depresi laut yang bentuknya bulat atau lonjong. Contoh: Lubuk laut di Eropa, Lubuk laut Banda, Lubuk laut Sulawesi, Lubuk laut Sulu, Lubuk laut Canary, Cape Verde Mediterania, dan Teluk Meksiko.

j. Punggung laut

Punggung Laut adalah rangkaian perbukitan di dalam laut dan kadang-kadang muncul di permukaan laut. Punggung laut terjadi karena tenaga endogen yang berupa proses tekanan vertical. Contohnya Punggung Laut Sibolga.


Pasang surut air laut

Terjadinya pasang surut air laut karena pengaruh gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi.

1) Pasang purnama: terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar), biasanya terjadi pada tanggal 1 dan 14 (saat bulan purnama) disaat posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis (konjungsi).

2) Pasang perbani : pasang naik dan pasang surut terendah (kecil), terjadi pada tanggal 7 dan 21 kalender bulan disaat posisi matahari-bulan-bumi membentuk sudut 900.


Penyebab gelombang laut antara lain:

a. Karena angin.

Gelombang terjadi karena adanya gesekan angin di permukaan, oleh karena itu arah gelombang sesuai dengan arah angin.

b. Karena menabrak pantai.

Gelombang yang sampai ke pantai akan terjadi hempasan dan pecah. Air yang pecah itu akan terjadi arus balik dan membentuk gelombang, oleh karena itu arahnya akan berlawanan dengan arah datangnya gelombang

c. Karena gempa bumi.

Terjadi karena adanya gempa di dasar laut. Gelombang yang ditimbulkan biasanya besar disebut dengan gelombang “tsunami”.

 

ARUS LAUT

Arus laut atau sea current adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerakan ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).

Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain:

  1. arah angin
  2. perbedaan tekanan air
  3. perbedaan densitas air
  4. Gaya Coriolis dan Arus Ekman. Gaya Corriolis memengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus.
  5. Upwelling. Upwelling adalah sebuah fenomena di mana air laut yang lebih dingin dan bermassa jenis lebih besar dari dasar laut bergerak ke permukaan akibat pergerakan angin di atasnya.
  6. Downwelling. Gerak massa air permukaan turun ke dasar laut.

a) Arus laut menurut letaknya

1) Arus atas adalah arus yang bergerak di permukaan laut.

2) Arus bawah adalah arus yang bergerak di bawah permukaan laut.

b) Arus laut menurut suhunya

1) Arus panas adalah arus yang bila suhunya lebih panas dari daerah yang dilalui.

2) Arus dingin adalah arus yang suhunya lebih dingin dari daerah yang dilaluinya.

c) Arus laut menurut terjadinya

1) Arus laut karena pengaruh tiupan angin

2) Arus laut karena perbedaan kadar garam/berat jenis

3) Arus laut karena perbedaan tinggi rendah permukaan air laut yang disebabkan oleh pasang surut

4) arus laut karena pengaruh daratan/benua.


BIOTA LAUT adalah semua mahluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan ataupun karang. Secara umum Biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, Nekton dan Bentos.

a. Plankton

Plankton adalah sejenis organisme hanyut yang hidup dalam zone bagian atas samudera, laut dan air tawar (Danau,Sungai). Plankton menjadi makanan utama kebanyakan makhluk laut dan biasanya terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut.

Plankton sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu:

a) Fitoplankton yang berasal dari tumbuh-tumbuhan

b) Zooplankton yang berasal dari hewan.

b. Nekton

Nekton adalah sekelompok organisme yang hidup di kolam air baik air tawar maupun air laut. Nekton berasal dari bahasa Yunani yang artinya berenang. Nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak sendiri kesana kemari seperti Ikan bertulang rawan, Ikan bertulang sejati, Kelomang, Molusca, sotong, cumi-cumi , kuda laut dan semua jenis invertebrata laut lainnya.

c. Bentos

Bentos merupakan sebuah organisme yang tinggal didalam atau di dasar laut dan dikenal sebagai zone Bentik. Mereka tinggal didekat laut atau endapan lingkungan dari pasang surut disepanjang tepi kolam dan pantai, dan kemudian ke zone Neritis, zone Bathial dan zone kedalaman laut yaitu Abysal.

d. Hutan Mangrove

Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis.

e. Terumbu karang

Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut) yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya)


MANFAAT LAUT BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Laut memiliki banyak fungsi/peran/manfaat bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya karena di dalam dan di atas laut terdapat kekayaan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan.

Berikut beberapa manfaat laut bagi kehidupan manusia.

  1. Tempat Rekreasi dan Hiburan
  2. Pembangkit Listrik
  3. Tempat Hidup Sumber Makanan
  4. Tempat Budidaya
  5. Sebagai Jalur Transportasi Air
  6. Laut Sebagai Tempat Pertahanan dan Keamanan
  7. Laut Sebagai Pengatur Iklim

Latihan Soal 1

Perhatikan soal berikut!


Dari batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m. Pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Laut ini adalah zona ...

A. Litoral

B. Neritik

C. Bathyal

D. Abisal

E. Pasang Surut

Latihan Soal 2

Perhatikan soal berikut!


Arus dingin yang mengalir dari selat Bering di sisi timur Rusia ke selatan hingga ke Kepulauan Jepang. Bertemu dengan arus panas dari khatulistiwa. Tempat yang sangat subur bagi hidupnya plankton yang menyebabkan kaya aneka jenis ikan. Arus ini dinamakan arus …

A. California

B. Oyashio

C. Humbold

D. Brazilia

E. Kuroshio

Latihan Soal 3

Perhatikan soal berikut!


Pasang naik dan pasang surut merupakan bentuk gerakan air laut yang terjadi karena pengaruh ...

A. kandungan garam air laut

B. gaya tarik matahari dan bulan

C. posisi bumi siang dan malam

D. suhu permukaan air laut

E. arus laut

Latihan Soal 4

Perhatikan soal berikut!


Contoh laut Transgresi di Indonesia adalah...

A. Lubuk Sulawesi

B. Lubuk Banda

C. Palung Sunda

D. Laut Jawa

E. Samudra Hindia

redesain-navbar Portlet