APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab keempat!


Yuk, mulai belajar bersama kita!

Pendahuluan

Jagad raya atau alam semesta (THE UNIVERSE) merupakan ruang tidak terbatas yang di dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagad raya tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan jelas. Galaksi, bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan hanyalah sebagian kecil dari materi di jagad raya yang dikenal manusia yang hidup di Bumi.

Seperti diketahui Bumi tempat tinggal manusia merupakan suatu bulatan kecil yang dikenal sebagai suatu planet anggota dari sistem tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Matahari merupakan salah satu bintang dari sekitar 200 miliar bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways atau Kabut Putih).

Galaksi

PENGERTIAN

Galaksi adalah kumpulan bintang, planet, debu, nebula, dan kumpulan benda benda langit lainnya yang membentuk pulau pulau dalam ruang hampa jagad raya.

CIRI-CIRI GALAKSI

  • Memiliki cahaya sendiri
  • Memiliki bentuk bentuk tertentu
  • Antar galaksi memiliki jutaan cahaya
  • Galaksi luar dapat dilihat di galaksi bima sakti

BENTUK-BENTUK GALAKSI

1) Galaksi Berbentuk Elips. 

Dari bentuk ini ada yang berbentuk bola, di tengah-tengahnya terdapat tumpukan bintang yang padat dan ada pula yang berbentuk lensa, di tengah tebal di tepi pipih. Dengan ciri-ciri yaitu mempunyai titik pusat sentral dan mempunyai lingkaran bintang yang mengelilinginya. Kira-kira 17% dari galaksi yang telah dikenal mempunyai bentuk elips.

2) Galaksi Berbentuk Spiral/Pilin. 

Galaksi spiral tampak seperti putaran api yang maha besar. Dengan ciri-ciri Mempunyai titik pusat sentral, Lingkaran bintang yang bergerak mengelilingi sentralnya, dan Piringan dengan lengan-lengan spiral yang selalu mengelilingi sentralnya. Kira-kira  80% dari galaksi ini sudah kita kenal, termasuk galaksi kita.

3) Galaksi Berbentuk Tak Beraturan. 

Nampak seperti bola-bola kecil yang berserakan tak teratur tanpa tepi yang tegas.

BENTUK GALAKSI BIMA SAKTI

  • Bentuknya seperti cakram.
  • Bagian tengahnya tebal dan menipis ke segala penjuru.
  • Matahari kita terletak pada salah satu tepinya (berada sejauh ±35.000 tahun cahaya dari pusatnya).
  • Bagian tengah cakram berisikan ± 80 milyar bintang. - Bagian tepi cakram berisikan ± 20 milyar bintang.
  • Garis tengahnya ± 100.000 tahun cahaya dari pusatnya.
  • Tebal bagian tengah cakram ± 10.000 tahun cahaya.
  • Strukturnya spiral dan berotasi pada intinya.

Apakah Sobat Pintar sudah memahami materinya? Yuk kita lanjut ke materi berikutnya!

Rasi Bintang

Sobat pernahkah kalian memperhatikan bintang di langit ? Bisakah sobat mendapatkan suatu bentuk rasi bintang ? Sebelumnya sobat tahu apa itu rasi bintang ? Rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus.

RASI-RASI YANG TERKENAL

Di belahan bumi selatan rasi yang terkenal, yaitu Rasi Pari/Gubug Penceng/Crux, Centaurus/Lanjar Ngirim, Argo, Rasi Canis Mayor, Rasi Virgo, Rasi Leo, dan Rasi Scorpio/Kalajengking. Di belahan bumi utara rasi yang terkenal, yaitu Rasi Lyra, Rasi Biduk/Ursa Mayor, Rasi Orion, Rasi Taurus, dan Rasi Pleiades/ Lintang Wuluh/Bintang Tujuh.

RANGKAIAN RASI-RASI BINTANG

Rangkaian rasi-rasi bintang merupakan sebuah lajur lingkaran rasi bintang yang lebarnya 160 terletak sepanjang ekliptika. Rasi Bintang yang biasa disebut zodiak dibagi atas 12 bagian (tanda zodiak atau house), masing-masing berjarak ± 300. Zodiak artinya gambar binatang-binatang kecil seperti berikut.

  • Rasi Aries - Ram - bintang hamai
  • Rasi Taurus - Bull - bintang sapi jantan
  • Rasi Gemini - Twins - bintang kembar
  • Rasi Cancer - Crab - bintang mengkara
  • Rasi Leo - Lion - bintang singa
  • Rasi Virgo - Virgin - bintang mayang
  • Rasi Libra - Scales - bintang neraca
  • Rasi Scorpius - Scorpion - bintang kala
  • Rasi Sagitarius - Archer - bintang pemanah
  • Rasi Capricorn - Goat - bintang judai
  • Rasi Aquarius - Water Bearer - bintang dawi
  • Rasi Pisces - Fish - bintang hut

Tata Surya

Satu tata surya terdiri atas satu matahari dan benda-benda angkasa yang beredar mengelilinginya. Tata surya kita dikelilingi sembilan planet-planet termasuk planet bumi yang kita tempati ini. Planet dalam, yaitu planet yang lintasannya di antara Bumi dan Matahari, yaitu planet Merkurius dan planet Venus. Planet luar, yaitu planet yang lintasannya mengelilingi matahari lebih jauh dari Bumi, yaitu planet Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

Beberapa hal yang penting mengenai planet sebagai berikut.

  • Planet-planet tidak memiliki cahaya sendiri, cahaya itu berasal dari matahari yang dipantulkan kembali, planet tidak berkelip-kelip, tetapi berkilauan.
  • Lintasan planet beredar mengelilingi Matahari berbentuk elips.
  • Arah peredaran planet-planet sama.
  • Planet ada yang mempunya satelit ada yang tidak.

Latihan Soal 1

Perhatikan soal berikut!

Asteroid adalah anggota tata surya yang lintasannya berada di antara planet…
 

A. Bumi dan Mars

B. Mars dan Jupiter

C. Neptunus dan Uranus

D. Bumi dan Venus

E. Merkurius dan Matahari

Latihan Soal 2

Perhatikan soal berikut!

Galaksi yang tampak dari samping berbentuk elips yang memiliki lengan dan dikelilingi atmosfer yang memancarkan cahaya adalah galaksi yang berbentuk...

A. Spiral

B. Elips

C. Tak Beraturan

D. Silinder

E. Kerucut

Latihan Soal 3

Perhatikan soal berikut!


Di bawah ini adalah bermacam-macam bentuk galaksi, kecuali….

A. Spiral

B. Spiral Berpalang

C. Tak Beraturan

D. Elips

E. Eklips

Latihan Soal 4

Perhatikan soal berikut!


Berikut ini yang merupakan planet yang memiliki suhu panas di tata surya adalah….

A. Venus dan Bumi

B. Uranus dan Neptunus

C. Mars dan Merkurius

D. Venus dan Merkurius

E. Venus dan Mars

Pembentukan Jagad Raya

TEORI TERBENTUK JAGAD RAYA

a. TEORI LEDAKAN BESAR (BIG BANG)

Teori menjelaskan bahwa proses jagad raya terbentuk dari ledakan dahsyat yang terjadi kira-kira 13.700 juta tahun yang lalu. Teori ”Big Bang” ini didukung  oleh seorang astronom dari Amerika Serikat, yaitu Edwin Hubble. Berdasarkan pengamatan dan penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa jagad raya ini tidak bersifat statis. Semakin jauh jarak galaksi dari Bumi, semakin cepat proses pengembangannya.

b. TEORI ”KEADAAN TETAP”

Teori ciptaan sinambungan (Fred Hoyle) menyatakan bahwa jagad raya selama berabad-abad selalu dalam keadaan yang sama dan zat hidrogen senantiasa dicipta dari ketiadaan. Penambahan jumlah zat, dalam teori ini memerlukan waktu yang sangat lama, yaitu kira-kira seribu juta tahun untuk satu atom dalam satu volume ruang angkasa.

c. TEORI MENGEMBANG dan MEMAMPAT

Teori ini dikenal pula dengan nama teori ekspansi dan konstraksi. Menurut teori ini jagad raya terbentuk karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen. Pada tahap ini terbentuklah galaksi- galaksi. Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 miliar tahun. Selanjutnya, galaksi-galaksi dan bintang yang telah terbentuk akan meredup kemudian memampat didahului dengan keluarnya pancaran panas yang sangat tinggi. Setelah tahap memampat, maka tahap berikutnya adalah tahap mengembang dan kemudian pada akhirnya memampat lagi.

Pembentukan Tata Surya

HIPOTESIS KABUT - TEORI NEBULA

Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) seorang Jerman dan Laplace (1796) seorang Perancis. Masing-masing mengemukakan teori kabut mengenai susunan matahari, kemudian disempurnakan oleh CF Van Weizacher (1944) dan G.P. Kuiper (1951) sehingga menjadi teori kondensasi. Garis besar teori ini bahwa: Tata surya pada mulanya awan gas atau nebula yang berputar. Sambil memadat, pusat awan ini memutar dengan cepat. Melepaskan cincin-cincin gas, yang kemudian membentuk planet-planet, satelit-satelit yang beredar. Dan massa intinya menjadi matahari yang sekarang ini. 

HIPOTESIS PLANETESIMAL

Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton (1905). Masing-masing mengemukakan teorinya yang terkenal, yaitu teori planetesimal. Garis besar teori ini sebagai berikut. Susunan matahari terlebih dahulu merupakan sebuah kabut pilin. Pada kabut pilin ada himpunan benda-benda halus yang disebut planetesimal. Yang lebih besar menarik yang kecil, kemudian menjadi bola besar di tengah-tengahnya. Akhirnya bola besar itu menjadi matahari dan planetesimal menjadi planet-planet.

HIPOTESIS PASANG SURUT

Teori ini dikemukakan oleh Yames Yeans (1917) ahli bintang bangsa Amerika. Ia mengemukakan teori pasang surut. Garis besar teori ini sebagai berikut. Bumi dibentuk pada waktu sebuah bintang melintas berdekatan dengan matahari dan menarik keluar dari permukaan matahari gumpalan gas yang amat besar berbentuk cerutu. Kemudian gumpalan gas tersebut pecah menjadi bagian-bagian yang mendingin dan memadat membentuk planet-planet.

HIPOTESIS PELEDAKAN BINTANG

Teori ini dikemukakan oleh ahli astronomi Inggris Fred Hoyle (1956). Matahari mempunyai kawan sebuah bintang, pada mulanya berevolusi satu sama lain, kemudian ada di antaranya yang memadat dan mungkin terjerat ke dalam orbit keliling matahari yang lain, lalu meledak dan bebas di ruang angkasa. Teori ini didukung banyak ahli astronomi karena dewasa ini banyak diketemukan bintang ganda atau kembar. 

HIPOTESIS KUIPER ASTRONOM

Gerard P. Kuiper (1905 - 1975) menjelaskan bahwa alam semesta terdiri atas formasi bintang-bintang. Menurut dia pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antar bintang dari gas hidrogen. Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya, kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari. Peristiwa berikutnya, kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan adanya daya tarik dari massa yang lebih besar, menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah-pecah menjadi awan yang lebih kecil yang disebut proto planet. Setelah suatu periode yang lama, proto planet tersebut menjadi planet-planet seperti yang kita lihat sekarang ini. Bila kedua awan mempunyai ukuran yang sama maka akan terbentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sangat sering terjadi di alam semesta ini.

Karakteristik Planet dan Anggota Tata Surya

PLANET adalah benda langit yang gelap, tidak mempunyai cahaya sendiri, dan selalu beredar mengelilingi sebuah bintang sejati yaitu Matahari.

Planet dapat dikelompokkan atas :

a) Berdasarkan letaknya (Bumi sebagai batas)

- Planet Dalam/Interior/konjugasi

Planet yang orbitnya terletak dalam orbit bumi yang mengelilingi matahari, diantaranya : Merkurius, Venus

- Planet Luar/Superior/oposisi

Planet yang orbitnya diluar orbit bumi dalam mengelilingi matahari, diantaranya : Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus

b) Berdasarkan ukurannya planet dapat dibedakan atas :

- Major planet = Jupiter, saturnus, uranus dan Neptunus

- Terrestrial planet = Merkurius, Venus, Bumi dan Mars

Untuk mengetahui ciri-ciri kedelapan planet anggota tata surya kita perhatikan keterangan berikut ini:

1) Merkurius/ Bintang senja/Bintang pagi

  • Planet ini merupakan yang paling dekat dengan matahari jaraknya 58,5 juta km.
  • Planet ini merupakan planet berukuran kecil dengan diameter 4878 km.
  • Revolusi merkurius berlangsung 88 hari dan rotasinya 58 hari 15 jam.
  • Temperatur di permukaannya mencapai 3500c pada siang hari dan -1700c pada malam hari.
  • Massa merkurius paling kecil di antara planet lain, yaitu 0,06 kali massa bumi.
  • Tidak ada lapisan atmosfer yang menyelimutinya.

2) Venus/Bintang fajar/Bintang timur/Bintang kejora

  • Planet ini berjarak 108 juta km dari matahari
  • Diameter 120.104 km.
  • Di venus matahari terbit dari sebelah barat dan terbenam di sebelah timur.
  • Lama revolusi venus adalah 224,7 hari
  • Temperatur di permukaan Venus 4800c dengan massa 0,8 kali massa bumi.

3) Bumi

  • Diameter bumi pada ekuator adalah 12.757 km, sedangkan jarak dari kutub ke kutub 12.714 km
  • Rotasi bumi 23 jam 56 menit
  • Revolusi bumi 365 hari 6 jam 9 menit
  • Memiliki satu buah satelit yaitu bulan
  • Atmosfer banyak mengandung uap air
  • Sekitar 71 % permukaan bumi tertutup perairan dan hanya 29 % merupakan daratan sehingga bumi disebut planet biru
  • Luas bumi 510.101.000 km

4) Mars/Planet Merah

  • Jarak mars dengan matahari adalah 228 juta km
  • Diameter pada ekuator 6795 km.
  • Mars berevolusi selama 687 hari dengan rotasi selama 24 jam 7 menit.
  • Temperatur permukaan mars adalah -230c dan massanya 0,11 kali massa bumi.
  • Memiliki dua satelit yaitu Phobos dan deimos.

5) Jupiter

  • Merupakan planet terbesar di tata surya
  • Jarak dengan matahari 778 juta km
  • Revolusi 12 tahun
  • Rotasi 10 jam
  • Diameter 143.000km
  • Memiliki 14 satelit rotasi 10 jam
  • Memiliki cincin tipis

6) Saturnus / Titan

  • Dikenal dengan planet yang memiliki cincin yang terdiri dari kepingan satelit, gas dan butir-butir es
  • Revolusi selama 30 tahun
  • Rotasi 10,02 jam
  • Diameter 120.000 km
  • Jarak dengan matahari 1.426 juta km
  • Memilikki 10 satelit diantaranya Titan, Rhea, Lapetus, Dione, Tethys dll

7) Uranus

  • Revolusi 84 tahun
  • Rotasi 10 jam 45 menit
  • Diameter 497.000km
  • Jarak rata-rata ke matahari 2.869 juta km
  • Memiliki 5 satelit ;Miranda, Ariel, Umbiel, Titania, Oberon.

8) Neptunus/ Pembuat Ulah

  • Revolusi 164,5 tahun
  • Rotasi 15 jam
  • Diameter 53.000km
  • Jarak ke matahari 4.493 juta km
  • Memiliki 3 satelit Triton, Naiad,dan Proteus

BULAN

Bulan adalah benda luar angkasa yang disebut sebagai satelit alami bagi Bumi, bulan bergerak mengelilingi bumi, dan bersama – sama bumi mengelilingi matahari.

KOMET

Komet merupakan benda langit yang diliputi oleh kabut tipis panjang dan mempunyai ekor dan terdiri dari inti/nukleus dan koma/ekor. Beberapa komet yang muncul secara berkala, seperti komet Encekae (3,3 tahun), Halley (76 tahun), Biela dan Kohoutek. Salah satu contoh komet adalah Komet Halley

METEOR DAN METEORIT

Meteor, adalah benda angkasa berupa pecahan batuan yang jatuh masuk ke dalam atmosfer bumi.

Meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bumi disebut meteorit.

Tumbukan meteorit berukuran besar sering kali menimbulkan lubang besar di permukaan bumi yang disebut kawah meteorit, contohnya Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat yang lebarnya sekitar 1.265 m.

PLANET - PLANET KECIL (ASTEROID / PLANETOID)

Asteroid atau planetoid adalah benda-benda langit berukuran kecil yang bergerak mengelilingi matahari. Sebagian besar asteroid ditemukan antara orbit Mars dan Jupiter. Dalam orbit tata surya matahari, terdapat lebih dari 1.150 asteroid yang memiliki diameter lebih dari 30 km.

Rotasi dan Revolusi

Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada sumbunya, dimana waktunya berlangsung selama 23 jam 56 menit 48 detik atau dibulatkan menjadi 24 jam dimana arah rotasinya dari barat ke timur.

Berikut ini bentuk bentuk pengaruh Rotasi Bumi terhadap Kehidupan, diantaranya :

  • Terjadinya perbedaan percepatan gravitasi bumi
  • Peredaran semu harian benda langit
  • Peristiwa siang dan malam
  • Perbedaan waktu
  • Pembagian daerah waktu dunia
  • Bumi Pepat pada kedua Kutubnya
  • Perubahan arah angin

Revolusi bumi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari selama 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik (1 tahun). Gerakan berputarnya bumi mengelilingi matahari. Baik rotasi bumi maupun revolusi bumi arahnya dari barat ke timur.

Pengaruh Revolusi bumi Terhadap Kehidupan di Bumi

  • Perubahan panjang siang/malam hari
  • Peredaran semu tahunan matahari
  • Pergantian musin
  • Pasang surut air Laut
  • Terjadi Gerhana (bulan dan Matahari)

Latihan Soal 1

Perhatikan soal di bawah ini!


Teori yang menjelaskan tata surya pada mulanya awan gas atau nebula yang berputar. Sambil memadat, pusat awan ini memutar dengan cepat. Melepaskan cincin-cincin gas, yang kemudian membentuk planet-planet, satelit-satelit yang beredar adalah...

A. Teori Nebula

B. Teori Planetesimal

C. Teori Pasang Surut

D. Teori Ledakan Bintang

E. Teori Kuiper Astronom

Latihan Soal 2

Perhatikan soal di bawah ini!


Dekat dengan matahari lewatlah sebuah bintang yang besar. Karena gaya Tarik bintang tersebut sebagian massa matahari terbentuk tonjolan yang kemudian terlepas dan menjadi planet-planet. Ini merupakan narasi dari teori …

A. Nebula

B. Planetesimal

C. Pasang Surut

D. Awan Debu

E. Proto Planet

Latihan Soal 3

Perhatikan soal berikut!


Teori yang menyatakan bahwa pada masa lalu galaksi-galaksi pernah berdekatan dan kini berhamburan di jagad raya di kenal dengan nama…

A. Teori Jagad Raya Mengembang

B. Teori Keadaan Tetap

C. Teori Steady State

D. Teori Antroposentris

E. Teori Ledakan Besar

Latihan Soal 4

Perhatikan soal berikut!


Meteor yang mendekati bahkan jatuh ke permukaan bumi disebabkan oleh …

A. Gaya Gravitasi Bumi

B. Gaya Dorong Matahari

C. Momen Koppel

D. Konveksi

E. Punya energi sendiri

Pendahuluan

Semula dari gumpalan gas yang besar dari matahari yang selalu dalam keadaan berputar. Dikarenakan sesuatu hal, terlepaslah sebagian gumpalan itu, gumpalan gumpalan yang terpisah dan masih tetap berputar tersebut setelah mengalami proses pendinginan akan menjadi padat.

Itulah yang disebut PLANET-PLANET, berturut-turut nama-nama planet yang masuk susunan Matahari, yaitu:

  1. Merkurius,
  2. Venus,
  3. Bumi,
  4. Mars,
  5. Yupiter,
  6. Saturnus,
  7. Uranus, dan
  8. Neptunus.

Dari gumpalan yang terlepas tersebut (planet) terlepas pula sebagian dari planet, itulah yang disebut Bulan atau Satelit.

Kejadian tersebut memakan waktu yang sangat lama. Sesudah Bumi bertambah dingin, berubahlah gas tersebut menjadi cairan dan lama kelamaan bagian luarnya makin padat sehingga pada permukaan bumi dapat ditempati makhluk hidup. Lapisan kerak bumi paling luar memiliki ketebalan ± 1.200 km. Menurut ahli geologi, pada permukaan bumi ini terdapat berbagai oksida yang sebagian besar (± 60%) berupa oksida silikon (SiO2).

ZAMAN SEJARAH pembentukan bumi sendiri terbagi menjadi 4, yaitu:

  • Prakambrium,
  • Kenozoikum, 
  • Paleozoikum, dan
  • Mesozoikum

Yuk lanjut ke materi berikutnya!

Zaman Prakambrium

 

PRAKAMBRIUM adalah masa di mana lapisan-lapisannya terdapat di bawah lapisan-lapisan yang mengandung fosil. Jelasnya, lapisan batuan baru dikatakan pasti berumur Prakambrium jika tertutup lapisan yang berfosil Kambrium.

Diperkirakan, batuan Prakambrium tampak di permukaan bumi karena batuan-batuan itu tidak pernah tertutup oleh sedimen yang lebih muda. Umumnya daerah-daerah itu merupakan bagian pusat benua. Karena bentuknya agak melingkar dan permukaannya sedikit cembung, maka inti-inti Prakambrium disebut perisai benua.

Pada masa Prakambrium dapat diketahui pula bahwa di beberapa daerah terdapat iklim yang sangat dingin (endapan terbentuk oleh es darat atau gletser), sedangkan pada saat lain, iklimnya panas dan lembap (lapisan yang berwarna merah dengan rekah kerut), tetapi sangat sukar untuk menentukan iklim dari lapisan-lapisan sedimen yang ada.

Pada waktu itu permukaan bumi merupakan gurun hal itu disebabkan karena kekurangan air yang sangat besar (Sahara), tetapi karena pada waktu itu belum terdapat tumbuh-tumbuhan darat. Faktor lain adalah adanya oksigen bebas dalam atmosfer, yang jauh lebih sedikit daripada sekarang.

Zaman Paleozoikum

PALEOZOIKUM dibagi menjadi zaman Kambrium, Silur, Devon, karbon dan Perm

Kambrium

Endapan yang terbentuk pada masa Kambrium banyak ditemukan fosil sehingga dapat diketahui tentang keadaan kehidupan yang masih hidup terbatas pada air. Oleh karena itu, sisa-sisa peninggalannya hanya berupa jasad-jasad air, terutama jasad-jasad samudera. Contohnya archaecyata dan binatang Trilobit Olenellus.

Anggapan yang menyebabkan binatang-binatang yang dapat memfosil semakin banyak dan ditemukan sebagian besar di daerah tertentu, misalnya Kanada Barat sebagai berikut.

Pada masa Kambrium, batu-batuan terkena pengaruh metamorfosa lebih kecil sehingga lapisan-lapisan batu-batuan yang telah diendapkan dalam zaman geologi yang lebih muda. Contohnya lempung lemigrad untuk pembuatan barang-barang pecah-belah. Setelah Prakambrium, beberapa kelompok binatang lebih banyak mempunyai kerangka maka kemungkinan untuk memfosil lebih besar.

Dengan menggunakan fosil maka dapat diketahui 3 macam zaman Kambrium

Fauna kambrium bawah 
Masih bersifat kosmopolit, yaitu binatang-binatang masih terdapat di mana-mana di dunia (Trilobit Olenellus).

Fauna kambrium tengah 
Sudah terbagi menjadi daerah-daerah fauna pasifik dan Atlantik. Daerah Atlantik sebagai fosil binatang Paradoxides (Pasifik Olenoides).

Fauna kambrium atas 
Daerah fauna Pasifik bercirikan Diclocephalus dan terus menembus Eropa-Tiongkok-Tibet sampai Spanyol. Daerah fauna Atlantik bercirikan Olenus.

Silur

Pada zaman Silur, penyebaran fauna lebih luas dan banyak kelompok binatang baru muncul, diantaranya yang terpenting adalah Vertebrata atau binatang bertulang punggung. Banyak binatang karang berkembang biak dengan baik sehingga jasad-jasadnya meninggalkan lapisan batu gamping yang tebal. Sedimen dengan ciri fasies Graptalit terbentuknya di lautan yang dalam, tetapi kini ternyata kebanyakan di antara lempung-lempung itu diendapkan di lautan yang dangkal, yang kadang-kadang tertutup oleh ganggang laut.

Di Indonesia zaman Silur adalah zaman yang tertua yang diketahui. Fosil Silur berupa koral bulat yang bernama Halisites, telah banyak ditemukan orang dalam batu-batu lepas dalam suatu sungai di Papua. Iklim pada zaman Silur di mana-mana mengalami panas yang hampir sama dengan masa Kambrium.

Devon

Zaman ini bercirikan munculnya tumbuh-tumbuhan darat dan binatang bertulang punggung. Di laut dijumpai perkembangan luas kelompok-kelompok binatang yang tidak bertulang punggung, seperti Amronit. Pada dasarnya Devon terbagi atas 3 macam, yaitu Devon bawah, Devon tengah, dan Devon atas. Pada umumnya daerah Old Red Sandstone (ORS) terdiri atas Arkosa Konglomerat, batu pasir, yang kesemuanya berasal dari perombakan pegunungan Kaledonia.

Pada zaman Devon banyak ditemukan:

  • Lapisan-lapisan endapan daratan yang sungguh luas,
  • Keadaan iklim sangat panas, dan di daerah tropika banyak hujan disertai tumbuhan berkembang, mengakibatkan terjadinya tanah merah yang bersifat laten.
  • Di beberapa tempat Afrika Selatan, Grondalia, dan Amerika ditemukan bekas-bekas yang menunjukkan adanya gletser-gletser besar. 
  • Di Indonesia, zaman Devon hanya dapat ditunjukkan di beberapa tempat saja, yaitu dengan adanya Heliolithes dan Tetracoralla. Clathrodyctyon daerah sungai Telen di Kalimantan adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang telah terbukti mempunyai batuan-batuan Devon.

Karbon

Zaman ini ditandai dengan timbulnya sejumlah besar karbon bebas di berbagai bagian dunia. Pada zaman Karbon ini terjadi pembentukan pegunungan; hal-hal inilah yang menyebabkan zaman Karbon dapat dikenal dengan nyata. Terjadinya batu bara sangat erat hubungannya dengan pengangkatan dan pembentukan pegunungan. Perkembangan naptelia, amfibia yang muncul pada zaman Devon mengalami perkembangan pesat, demikian pula perkembangan serangga, lebah, dan lipan. Serangga pada zaman ini ialah pemakan daging/bangkai. Perkembangan tumbuhan (paku/pakis, kawat/sumbar batu) lebih nyata dibandingkan dengan binatang bertulang punggung.

Perm

Ciri-ciri perm adalah:

  • letak lapisan yang diskor dan di atas karbon mengandung batu bara,
  • adanya penyimpangan fauna laut dari 2 karbon fosil pada zaman Paleozoikum akhir.
  • lapisan perm mengandung minyak, koalium (bahan porselin), lempung keramik, besi, dan batu bara.

Di Indonesia, peninggalan perm ditemukan di lembah sungai Noil, besi di Miaffo Timor Barat Daya berupa lapisan lava-lava bantal (kegiatan vulkanik). 

Zaman Mesozoikum

MESOZOIKUM terdiri atas zaman kapur (+- 90 juta tahun), jura 140 tahun, dan trias 190 tahun. Ketiga zaman ini disebut tingkat kehidupan pertengahan. Keadaan iklim pada waktu itu adalah panas dan basah. Hal ini dapat diketahui dengan adanya pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna. Pada zaman ini mulai timbul dan berkembang tumbuh-tumbuhan berdaun lebar, binatang melata, amfibi, dan ikan serta binatang menyusui pertama.

KENOZOIKUM disebut juga masa Neozoikum, terdiri atas zaman tersier dan kwarter dan merupakan tingkat kehidupan baru.

Zaman tersier terbagi menjadi zaman eosen 70 juta tahun, oligosen 42 juta tahun, dan pleiosen 16 juta tahun. Pada zaman ini  terjadi:

  • Tumbuh-tumbuhan berkembang biak dan meluas ke seluruh wilayah kontinen,
  • Mulai timbul dan berkembang tumbuh-tumbuhan berbunga,
  • Binatang menyusui dan burung-burung mulai meluas,
  • Keadaan iklim tidak begitu berbeda dengan zaman sekunder,
  • Batu bara muda mulai terbentuk.

Zaman kwarter, munculnya manusia pertama terdiri atas zaman pleistosen atau dilluvium dan zaman holosen atau alluvium. Kedua zaman ini berumur kurang lebih 3 juta tahun yang lalu.

Skala Waktu Geologi

Latihan 1

Perhatikan soal berikut ini!

Masa dimana mulai ada manusia pertama yaitu manusia kera, binatang menyusui, berkembang meluasnya tumbuh-tumbuhan darat, bunga-bungaan merupakan masa....

A. Neozoikum

B. Mesozoikum

C. Paleozoikum

D. Neolitikum

E. Prakambrium

Latihan 2

Perhatikan soal berikut ini!

Sebelum muncul kehidupan pada masa pterozoikum, di bumi terbentuk dua komponen pendukung kehidupan, yaitu….

A. atmosfer dan pedosfer

B. atmosfer dan biosfer

C. biosfer dan litosfer

D. atmosfer dan hidrosfer

E. hidrosfer dan pedosfer

Latihan 3

Perhatikan soal berikut ini!

Hewan darat, ikan air tawar, dan hewan amfibi terbentuk pada 290-250 juta tahun yang lalu. Masa tersebut dikenal dengan zaman….

A. Silur

B. Perm

C. Devon

D. Karbon

E. Kambrium

Latihan 4

Perhatikan soal berikut ini!

Dalam sejarah kehidupan planet bumi dinosaurus hidup sekitar 250-65 juta tahun yang lalu. Dengan demikian hewan reptil raksasa tersebut hidup pada masa….

A. Paleozoikum

B. Mesozoikum

C. Kenozoikum

D. Arkeozoikum

E. Pterozoikum

Perkembangan Muka Bumi

Alfred L. Wagner (1880 - 1930)

Bukunya berjudul, Die Enstehung der Kontinente Und Ozeane (Asal-usul Benua dan Lautan) yang terbit tahun 1915 menjabarkan bahwa bumi mulanya 1 daratan luas yang kemudian terpecah-pecah menjadi benua kecil.

  1. Dibuktikan adanya persamaan garis kontur pantai timur Amerika Utara dan Amerika Selatan dan garis kontur Eropa Barat dan Afrika.
  2. Dibuktikan adanya kesamaan formasi geologi sepanjang pantai Afrika Barat (dari Sierra Leone - Tanjung Afrika Selatan) dengan formasi geologi pantai timur Amerika (dari Peru - Balsia Blanca).
  3. Daerah Green Sandria bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 36 m/th. Pulau Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan dengan kecepatan 9 m/tahun.
  4. Benua yang sekarang ini, dulunya satu yang disebut benua Pangaea. Benua Pangaea pecah, di bagian selatan bergerak menuju ke barat dan ke utara menuju khatulistiwa

Des Cartes (1596 - 1650)

Pokok-pokok teori kontraksi. Bumi berkembang karena mengalami pendinginan terus-menerus maka bumi kita makin susut dan berkerut, kerutan tersebut menyebabkan terjadinya lembah-lembah di permukaan bumi. 

E. Suess (1831 - 1914)

Meneruskan teori Des Cartes, akan tetapi E. Suess menambahkan bahwa persamaan geologi yang terdapat di Amerika Selatan, Antartika, India, Australia karena semula benua itu satu yang disebut Benua Gondwana. Benua itu dewasa ini tinggal sisa-sisanya karena sebagian telah tenggelam di bawah permukaan laut.

Teori Lempeng Tektonik J. Tuzlo Wilson dan Jason Morgan 

Ahli geofisika Kanada, J. Tuzlodan dan ahli geofisika Amerika Jason Morgan, mengajukan skema teori lempeng tektonik pada tahun 1960-an. Teori ini menyatakan litosfer bumi terdiri atas beberapa lempeng keras. Lempeng ini bergeser dan bergerak di atas lapisan yang lebih lunak yang disebut astenosfer. Sebuah lempeng dapat menyusun seluruh tumbukan samudera, seperti lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara.

Tumbukan samudera baru menghasilkan pegunungan samudera (deretan gunung bawah air yang terbentuk akibat kulit samudera muda). Kulit samudera tua tenggelam atau tersubduksi ke mantel bumi pada zona subduksi, yang ditemukan pada bagian terdalam samudera, disebut trenches. Batas lempeng adalah daerah tersering terjadi gempa bumi dan paling banyak terdapat gunung api.

Persebaran Lempeng Tektonik

Lempeng-lempeng tektonik terus mengalami pergerakan, lempeng-lempeng tektonik ini tidaklah masif, melainkan terpecah-pecah, terapung di atas cairan magma panas. Akibat gerakan lempeng ini, kerak bumi yang tebalnya sekitar 40 km dan di dasar samudera sekitar 10 km, terpecah menjadi sekitar 12 lempeng.

ADA TIGA JENIS PERTEMUAN LEMPENG TEKTONIK, yaitu sebagai berikut.

Konvergen (Lempeng saling bertemu)

  • Subduksi = menunjam, contoh: Eurasia – Indo Australia (benua dan Samudra).
  • Kolisi = membentur, contoh: India – Eurasia (benua dan benua)

Transform (Lempeng saling bergeser).

Contoh: Patahan San Andreas

Divergen (Lempeng saling menjauh).

Contoh: Mid Oceanic Ridge

Di daerah dua lempeng bertemu/bertabrakan terjadi keadaan sebagai berikut,

  1. Terjadi aktivitas intrusi, ekstrusi, dan vulkanisme.
  2. Merupakan hiposentrum dalam dan dangkal.
  3. Lempeng dasar samudera masuk di bawah lempeng benua terjadi palung-palung laut.
  4. Tepi lempeng benua terjadi pegunungan, deretan pulau-pulau yang bergunung api.
  5. Terjadi tumpukan sedimen campuran/batuan campuran/melange.

Di daerah dua lempeng yang saling berjauhan terjadi keadaan sebagai berikut,

  1. Pembentukan tanggul di dasar samudera sepanjang perenggangan lempeng, seperti tanggul-tanggul di dasar Samudera Atlantik, Samudera Pasifik.
  2. Persebaran lempeng tektonik di bumi.
  3. Benua Amerika bergerak menjauh dengan benua Afrika dan Eropa.
  4. Vulkanisme dasar laut menghasilkan lava basa/lava encer.
  5. Aktivitas gempa di dasar laut.

Di daerah lempeng bertemu/berpapasan terjadi keadaan sebagai berikut,

  1. Terdapat aktivitas vulkanisme yang lemah dan gempa tidak kuat.
  2. Terdapat jalur tanggul di dasar laut yang terputus-putus.

Latihan 1

Perhatikan soal berikut ini!

Palung laut dapat terbentuk apabila...

A. salah satu lempeng tektonik menghujam ke dalam lempeng yang lain

B. kedua lempeng saling menjauh

C. salah satu lempeng bergerak menjauh

D. kedua lempeng mengalami pergeseran

E. kedua lempeng hanya diam

Latihan 2

Perhatikan soal berikut ini!

Pembentukan jagat raya menurut Teori Big Bang didasarkan pada asumsi bahwa alam semesta berasal dari keadaan panas dan padat yang mengalami ...

A. gaya gravitasi antara materi dan planet.

B. ledakan dahsyat dan mengembang.

C. perubahan materi secara terus-menerus dan statis.

D. pembentukan atom-atom hidrogen dan helium.

E. pergeseran bintang-bintang di alam raya dan planet.

Latihan 3

Perhatikan soal berikut ini!

Ciri khas dari Teori Big Bang dalam pembentukan jagat raya adalah ....

A. jagat raya sangat luas

B. jagat raya cukup luas

C. jagat raya mengembang

D. jagat raya statis

E. jagat raya stabil

Latihan 4

Perhatikan soal di bawah ini!

Pertemuan dua lempeng tektonik berada pada zona subduksi. Adapun dua lempeng tektonik yang saling bertumbukan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya ….

A. perenggangan lempeng

B. pembentukan dasar samudra

C. terbentuknya mid oceanic ridge

D. vulkanisme laut

E. palung laut dan zona beni off

redesain-navbar Portlet