APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih, ada Peta Belajar Bersama Geografi di Bab kelima!

Yuk, mulai belajar bersama kita!

Susunan Lapisan

Lapisan kulit bumi sering disebut LITOSFER. Litosfer berasal dari kata litos berarti batu dan spheir/sphaira berarti bulatan. Litosfer merupakan lapisan batuan atau kulit bumi yang mengikuti bentuk bumi yang bulat dengan ketebalan ± 1.200 km.

Litosfer bumi terdiri atas beberapa lempeng keras. Lempeng ini bergeser dan bergerak di atas lapisan yang lebih lunak yang disebut astenosfer. Tebal kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian benua/dataran lebih tebal daripada di bawah samudera.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan.

Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun atas lapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi). Jari-jari ± 3.470 km dan batas luarnya ± 2.900 km di bawah permukaan bumi. 

Lapisan antara, yaitu lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1.700 km. Berat jenisnya rata-rata 5 gr/cm3. Lapisan antara, disebut juga asthenosfer (mantle), merupakan bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.

Litosfer, yaitu lapisan yang terletak di atas lapisan pengantara, dengan ketebalan 1.200 km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 gr/cm3. Litosfer (kulit bumi) terdiri atas lapisan sial dan lapisan sima.

Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Dalam lapisan ini terdapat batuan sedimen, granit, andesit, jenis-jenis batuan metamorf, dan batuan lain yang terdapat di daratan benua. Lapisan sial disebut juga lapisan kerak yang bersifat padat dan kaku, berketebalan rata-rata ± 35 km. Kerak ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudera.

  • Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini yang menempati sebagai benua.
  • Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri atas endapan di laut pada bagian atas, kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun atas batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini menempati sebagai samudera.

Lapisan sima, yaitu lapisan kulit bumi yang disusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium, yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

Batuan

Sobat Pintar, batuan di kulit bumi dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu BATUAN BEKU, BATUAN SEDIMEN, DAN METAMORF.

Batuan Beku

Batuan jenis ini adalah batuan yang terbentuk karena magma pijar yang mendingin menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannya ada tiga macam batuan beku.

Batuan Tubir/Batu Beku Dalam 
Batuan tubir terbentuk jauh di dalam kulit bumi dan hanya terdiri atas kristal saja. Karena pendinginannya lambat sekali maka kristalnya besar-besar, misalnya granit.

Batuan Leleran/Batu Beku Luar 
Batuan ini membeku di luar kulit bumi sehingga temperatur turun cepat sekali. Zat-zat dari magma hanya dapat membentuk kristal-kristal kecil, dan sebagian ada yang sama sekali tidak dapat menjadi kristal. Itu sebabnya batuan leleran ada yang terdiri atas kristal-kristal besar, kristal-kristal kecil dan bahan amorf, misalnya liparit. Ada yang hanya terdiri atas bahan amorf, misalnya batu apung.

Batuan Korok/Batu Beku Gang 
Batuan ini terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Karena tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itu sebabnya batuan ini terdiri atas kristal besar, kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak mengkristal. Misalnya bahan amorf dan granit fosfir.

Batuan Sedimen (Batuan Endapan)

Bila batuan beku lapuk maka bagian-bagiannya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin, atau es, dan diendapkan di tempat lain. Batuan yang mengendap ini disebut batuan sedimen. Batuan ini mula-mula lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena proses pembatuan. Dilihat dari perantara atau mediumnya, batuan sedimen dapat dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut.

Batuan sedimen aeris atau aeolis 
Pengangkut batuan ini adalah angin. Contohnya tanah los, tanah tuf, dan tanah pasir di gurun.

Batuan sedimen glasial 
Pengangkut batuan ini adalah es. Contohnya moraine.

Batuan sedimen aquatis (aqua = air)
Dilihat dari tempat pengendapannya ada tiga macam batuan sedimen, yaitu batuan sedimen lakustre, kontinental, dan marine.

  • Batuan sedimen lakustre, yakni batuan sedimen yang diendapkan di danau. Contoh: turf danau dan tanah liat danau.
  • Batuan sedimen kontinental, yakni batuan sedimen yang diendapkan di daratan. Contoh: tanah los dan tanah gurun pasir.
  • Batuan sedimen marine, yaitu batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contoh: lumpur biru di pantai, endapan radiolaria di laut dalam, dan lumpur merah.

Batuan Metamorf

Batuan ini merupakan batuan yang mengalami perubahan yang signifikan. Asalnya dapat dari batuan beku atau batuan sedimen. Perubahan itu dapat terjadi karena bermacam-macam sebab sebagai berikut.

  • Karena Suhu Tinggi berasal dari magma, sebab batuan itu berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosa ini disebut metamorfosa kontak. Contoh: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
  • Karena Tekanan Tinggi dapat berasal dari adanya endapan-endapan yang tebal sekali di atasnya sehingga disebut metamorfosa dinamo. Contoh: batu pasir dari pasir.
  • Karena Tekanan dan Suhu Tinggi kalau ada pelipatan dan geseran waktu terjadi pembentukan pegunungan, metamorfosa seperti ini disebut metamorfosa pneumatolis. Contoh: batu asbak, schist, dan shale.

Bagaimana Proses Pembentukan Batuan Bumi ?

Sobat Pintar, batu-batuan mengalami siklus sebagaimana diperlihatkan dalam bagan di bawah ini.

 

Latihan 1

Perhatikan proses pembentukan batuan bumi ini!

Pada diagram di atas fase nomor 1 menunjukkan...

A. magma

B. batuan beku

C. batuan sedimen klastis

D. batuan metamorf

E. batuan sedimen organis

Latihan 2

Perhatikan pernyataan berikut ini!

  1. Breksi
  2. Dolomit
  3. Kalsit
  4. Topas
  5. Marmer

Batuan yang mempunyai nilai tinggi dalam kehidupan adalah nomor...

A. 1 dan 5

B. 1 dan 3

C. 2 dan 3

D. 2 dan 4

E. 4 dan 5

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

Batuan merupakan benda alam yang terdiri atas campuran antara mineral sejenis atau tidak sejenis. Adapun batuan yang mempunyai ciri-ciri umumnya berbutir kasar dan jarang menunjukkan adanya lubang gas. Jenis batuan tersebut adalah ....

A. batuan beku luar

B. batuan beku gang

C. batuan beku dalam

D. batuan beku sill

E. batuan beku lakolit

Latihan 4

Perhatikan jenis batuan di bawah ini!

  1. Breksi
  2. Kalsit
  3. Konglomerat
  4. Marmer
  5. Granit

Yang tergolong batuan sedimen akuatis ditunjukkan nomor ....

A. 1 dan 2

B. 1 dan 3

C. 2 dan 4

D. 3 dan 5

E. 4 dan 5

Vulkanisme

Bentuk permukaan bumi selamanya tidak tetap, tetapi mengalami perubahan-perubahan bentuk dari waktu ke waktu atau zaman ke zaman. Adapun faktor-faktor penyebabnya bermacam-macam, yaitu:

Tenaga geologi yang berasal dari dalam yang disebut tenaga endogen, menyebabkan terjadinya bentuk/bangunan relief permukaan bumi.

Tenaga geologi yang berasal dari luar yang disebut tenaga eksogen, menyebabkan perombakan bangunan relief permukaan.

Tenaga geologi menurut waktu dan luas pengaruh dibagi menjadi 2 yaitu,

  • Orogenesa atau pembentukan pegunungan, yaitu tenaga geologi yang bekerja di areal yang relatif sempit dan relatif cepat. Deretan Pegunungan Mediterania yang memanjang dari Pegunungan Atlas di Afrika sampai ke Pegunungan Indonesia itu merupakan hasil tenaga orogenesa.
  • Epirogenesa atau pengangkatan / penurunan benua, epirogenesa bekerja di daerah yang relatif luas dan relatif lambat.

 

Gejala Vulkanisme

VULKANISME adalah peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma ke permukaan bumi. Magma adalah campuran batu-batuan dalam keadaan cair, liat, serta sangat panas. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Magma itu dapat berbentuk gas, padat, dan cair.

GUNUNG API adalah tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma. Dilihat dari bentuk dan terjadinya, ada tiga macam gunung api.

Gunung Api Maar

Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadinya hanya karena letusan kuat (eksplosif). Bahannya terdiri atas efflata. Contohnya terdapat di lereng Gunung Lamongan Jawa Timur, di Pegunungan Eifel Jerman, dan di dataran tinggi Prancis Tengah.

Gunung Api Kerucut (Strato)

Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan kuat yang disertai letusan kuat (efusif-eksplosif), secara bergantian. Bahannya berlapis-lapis sehingga disebut lava gunung api strato. Jenis ini yang terbanyak di Indonesia.

Gunung Api Perisai (Tameng)

Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali. Sudut kemiringan lereng antara 1º - 10º. Contoh: Gunung Mauna Loa dan Kilanca di Hawai.

Kuat atau lemahnya gunung api tergantung dari tekanan gas, kedalaman dapur magma, luasnya sumber/dapur magma, dan viskositas magma (cair/ kental). Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut.

  • Gunung aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja yang kawahnya selalu mengeluarkan asap, gempa, dan letusan. Misalnya Gunung Stromboli.
  • Gunung mati, gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak meletus lagi. Misalnya Gunung Patuha, Gunung Sumbing, dan sebagainya.
  • Gunung istirahat, ialah gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali. Misalnya Gunung Ciremai, Gunung Kelud, dan sebagainya.

Gunung api memiliki bagian yang tampak dari luar seperti kaldera, dan bagian yang tidak tampak berada di dalamnya. Bagian-bagian gunung api adalah sebagai berikut.

  • Kaldera ialah kawah kepundan yang amat besar, luas, dan bertebing curam. Kaldera terjadi pada waktu gunung api meletus dengan hebat dan sebagian dari puncak gunung api itu terbang/gugur ke dalam pipa kawah. Contoh: kaldera Gunung Krakatau 7 km dan kaldera Gunung Tengger 8 km.
  • Siil ialah magma yang masuk di antara dua lapisan batuan sedimen dan membeku (intrusi datar).
  • Lakolit ialah magma yang masuk di antara batuan sedimen dan menekan ke atas sampai bagian atas cembung dan bagian bawah datar.
  • Batolit ialah magma yang menembus lapisan-lapisan batuan dan membeku di tengah jalan.

Vulkanisme

Benda Padat (Efflata) 

Menurut asalnya efflata dibagi dua, yakni efflata allogen dan eflata autogen. Efflata allogen berasal dari batu-batuan sekitar pipa kawah yang ikut terlempar, dan efflata antogen berasal dari magma sendiri atau disebut juga pyroclastic. Menurut ukuran, efflata dibedakan atas:

  • Bom (batu-batu besar),
  • Lapili (batu sebesar kacang/kerikil),
  • Pasir, debu, dan batu apung (batu yang penuh dengan pori-pori udara).

Benda Cair 

  • Lava, yaitu magma yang telah sampai di luar.
  • Lahar panas, berupa lumpur panas mengalir yang terbentuk dari magma bercampur air.
  • Lahar dingin, yaitu batu, pasir, dan debu di puncak gunung. Jika hujan lebat maka air hujan itu akan bercampur dengan debu dan pasir yang merupakan bubur kental. Cairan ini mengalir dengan deras ke bawah melalui lereng dan jurang-jurang dan menyapu bersih semua yang dilaluinya. Lahar dingin ini menutup sawah-sawah, membendung sungai-sungai dan saluran-saluran sehingga dapat menimbulkan banjir.

Bahan Gas (Ekshalasi) 

  • Solfatar, yaitu gas (H2SO4) yang keluar dari lubang magma.
  • Fumarol, yaitu tempat yang mengeluarkan uap air.
  • Mofet, yaitu tempat yang mengeluarkan CO² seperti Pegunungan Dieng.

Seisme

GEMPA BUMI ialah getaran permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam. Dilihat dari intensitasnya, ada dua macam gempa sebagai berikut.

  • Macroseisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat.
  • Microseisme, yaitu gempa yang intensitasnya kecil dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam.

Gempa atau seisme menurut penyebabnya dibagi menjadi 3 yaitu,

  1. Vulkanik, yang disebabkan aktivitas gunung berapi.
  2. Tektonik, yang disebabkan aktivitas pergerakan lempeng bumi.
  3. Runtuhan, yang disebabkan runtuhan gua atau bangunan.

Ilmu yang mempelajari gempa bumi, gelombang-gelombang seismik serta perambatannya disebut seismologi. Dalam kajian seismologi ini diperlukan berbagai alat. Salah satu alat yang terpenting ialah seismograf atau alat untuk mencatat gempa. Ada dua macam seismograf, yaitu sebagai berikut.

  • Seismograf horizontal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah horizontal.
  • Seismograf vertikal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada arah vertikal.

Jenis Seismograf

Besaran (magnitudo) gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skala Richter.

Pembagian Skala Richter

Bila terjadi gempa bumi di laut dengan kekuatan di atas 7,0 skala richter dapat menimbulkan gelombang tsunami yang mengancam korban manusia, seperti di Aceh tahun 2004 dengan korban lebih dari 200.000 orang dan di Pangandaran tahun 2006 lebih dari 700 orang.

Gelombang pasang tsunami

Tektonisme

TEKTONISME adalah  perubahan letak lapisan bumi secara mendatar atau vertikal. Pada umumnya bentuk hasil tenaga tektonisme berupa lipatan dan patahan. Yang dimaksud gerak tektonik adalah semua gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi.

Diatropisme mencakup gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

Gerak epirogenetik adalah gerak atau pergeseran kulit bumi yang relatif lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas. Ada dua macam gerak epirogenetik, yaitu positif dan negatif.

Epirogenetik positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut naik.
Contoh: Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur (Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke Pulau Banda). Turunnya muara Sungai Hudson di Amerika yang dapat dilihat sampai kedalaman ± 1.700 meter. Turunnya lembah Sungai Kongo sampai 2.000 meter di bawah permukaan laut.

Epirogenetik negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan permukaan air laut turun.
Contoh: Naiknya Pulau Timor dan Pulau Buton. Naiknya Dataran Tinggi Colorado di Amerika.

Gerak orogenetik adalah gerakan yang relatif lebih cepat daripada gerak epirogenetik. Gerak ini disebut gerakan pembentuk pegunungan. Gerakan ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi, yang menyebabkan peristiwa dislokasi atau berpindah-pindahnya letak lapisan kulit bumi. Peristiwa tersebut dapat menimbulkan lipatan dan patahan.

Lipatan (Kerutan), yaitu gerakan tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut, melipat, dan menyebabkan relief-relief muka bumi berbentuk pegunungan.
Contoh: Pegunungan-pegunungan tua, seperti Pegunungan Ural dan Allegani.

Patahan (Retakan), yaitu gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah.
Contoh: Tanah turun/slenk, tanah naik/horst, dan tanah bungkuk/fleksur.

Latihan 1

Perhatikan soal di bawah ini!

Turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur (Kepulauan Maluku dari pulau-pulau barat daya sampai ke Pulau Banda) mengindikasikan di daerah tersebut terjadi proses …

A. Patahan

B. Orogenetik positif

C. Orogenetik negatif

D. Epirogenetik positif

E. Epirogenetik negatif

Latihan 2

Perhatikan soal di bawah ini!

Daerah di Indonesia yang relatif aman dari bencana gempa adalah...

A. Sumatra

B. Jawa

C. Kalimantan

D. Sulawesi

E. Papua

Latihan 3

Perhatikan soal di bawah ini!

Erupsi gunung api yang tidak menimbulkan ledakan, tetapi hanya menyebabkan aliran lava lubang kepundan disebut ….

A. erupsi eksplosif

B. erupsi sentral

C. erupsi efusif

D. erupsi area

E. erupsi linear

Latihan 4

Perhatikan soal di bawah ini!

Turunnya dasar laut dapat ditandai dengan surutnya air laut secara mendadak, maka setelah fenomena tersebut akan terjadi ....

A. tsunami

B. gunung meletus

C. gempa bumi

D. daratan bertambah

E. pulau-pulau karang

Erosi

PELAPUKAN ialah perusakan batuan kulit bumi karena pengaruh keadaan cuaca. Hasil pelapukan adalah terbentuknya tanah.

Menurut prosesnya, pelapukan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pelapukan mekanis, pelapukan kimia, dan pelapukan organis.

Pelapukan Mekanis (Fisika)

Pelapukan yang bersifat merombak batuan secara mekanik, tanpa mengubah sifat batuannya. Pelapukan ini dapat terjadi karena perbedaan suhu siang malam dan beku celah.

Perbedaan Suhu Siang dan Malam
Pada siang hari batuan mengalami pemuaian. Pada malam hari, suhu turun sangat rendah menyebabkan batuan menyusut dengan cepat. Hal ini akan mengakibatkan batuan retak-retak dan akhirnya hancur berkeping-keping. Gejala seperti ini terdapat di daerah gurun.

Perubahan Volume Pada Celah-celah Batuan
Menurut Wardiyatmoko dan Bintarto, celah-celah batuan di daerah sedang atau daerah sekitar kutub dapat kemasukan air pada musim panas. Pada musim dingin atau malam hari, air pada celah batuan menjadi es. Karena menjadi es, volumenya bertambah besar sehingga batuan akan pecah akibat terdesak oleh es yang ada di dalam celah batuan tersebut. Peristiwa ini dapat pula terjadi di daerah-daerah pegunungan tinggi.

Pelapukan Kimia

Pelapukan yang terjadi akibat peristiwa kimia. Misalnya air hujan yang mengandung CO² dan oksigen, memiliki tenaga melarutkan yang besar. Gejala pelarutan akan lebih cepat jika air tersebut mengenai batuan kapur atau karst. Bentuk-bentuk itu disebut gejala-gejala karst.

  • Ponor adalah lubang masuknya aliran air ke dalam tanah berupa masuknya air sungai ke dalam tanah di daerah kapur.
  • Dolina adalah lubang di permukaan tanah kapur, yang bentuknya seperti corong, piring, dan sumur. Dolina ini terbentuk oleh air yang meresap ke dalam melalui rekah-rekah sehingga melarutkan kapur yang dilaluinya.
  • Sungai bawah tanah adalah aliran air yang terdapat di dalam tanah dan biasa mengalir melalui daerah kapur. Aliran air tersebut meresap ke dalam celah-celah kapur dan akhirnya berkumpul serta mengalir kembali ke dalam tanah di daerah kapur.
  • Stalaktit adalah endapan kapur yang menggantung pada langit-langit gua.
  • Stalakmit adalah endapan kapur yang terdapat di dasar gua.
  • Columnar adalah stalaktit dan stalagmit yang menyatu menjadi satu.

Pelapukan Organis (Biologis)

Pelapukan yang disebabkan proses organis. Misalnya akar tumbuhan dapat menembus batuan karena akar mengeluarkan zat yang dapat melarutkan batuan. Binatang-binatang membuat sarang dengan melubangi batuan hingga hancur. Untuk bahan bangunan rumah maka manusia memecah batuan. Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh daun yang membusuk di atas batuan.

PENGIKISAN (EROSI) adalah proses terkikisnya permukaan tanah yang disebabkan oleh air, angin, dan gletser.

Erosi Sungai

Erosi sungai ialah erosi yang disebabkan oleh air sungai. Kekuatan erosi sungai tergantung dari kecepatan gerak aliran sungai, daya angkut air sungai, kohesi batuan pada alur sungai, dan keadaan permukaan batuan. Erosi sungai ada dua jenis, yaitu erosi dasar dan erosi tepi.

Erosi Dasar
Erosi dasar ialah erosi sungai yang pengikisannya terutama pada dasar sungai. Erosi ini terjadi pada sungai muda dan menghasilkan bentuk V dan U. Sungai bentuk V memiliki dasar yang makin dalam, sedangkan sungai bentuk U memiliki lereng yang terjal.

Erosi Tepi
Erosi tepi ialah erosi yang pengikisannya terutama pada tepi sungai. Erosi ini terjadi pada sungai dewasa dan sungai tua. Bentuk-bentuk yang dihasilkan oleh erosi ini ialah sebagai berikut.

  • Dataran-dataran banjir, yang terdapat di kanan dan kiri sepanjang aliran sungai.
  • Meander, ialah sungai yang berbelok-belok dengan arah aliran yang tetap. Peristiwa meander biasanya terjadi pada sungai tua. Pembentukan meander dimulai bila garis arus pindah ke tepi luar belokan; di tempat ini erosi tepi berjalan kuat. Apabila terjadi gerakan massa air yang kuat karena banjir besar maka dapat terjadi aliran sungai menerobos secara lurus, akibatnya aliran sungai menjadi lurus, dan meander ditinggalkan.

Erosi Air Laut

Erosi air laut disebut abrasi. Abrasi ini biasanya terjadi pada pantai yang curam, misalnya: pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur. Hasil abrasi air laut misalnya gua-gua pantai, cliff, dan jembatan alam (natural bridge).

Erosi Angin

Angin juga dapat menyebabkan terkikisnya batuan. Pengikisan batuan oleh angin disebut korasi. Hasil pengikisan angin terhadap batuan, misalnya batu jamur di daerah gurun pasir. Di daerah pantai berpasir, angin yang bertiup cukup kencang mampu mengangkut pasir-pasir yang kering dan diendapkan di dataran sehingga terbentuk bukit-bukit pasir. Hal ini banyak terdapat di pantai sebelah selatan dan utara Pulau Jawa. 

Erosi Gletser

Erosi oleh gletser disebut eksharasi yang banyak terdapat di kutub dan gunung tinggi bersalju. Erosi ini terjadi akibat es atau salju yang mencair dan bergerak turun melalui lembah-lembah pegunungan. Akibatnya lembah-lembah yang semula berbentuk V berubah menjadi U.

Erosi Air Hujan

Permukaan lahan tanah yang gundul tanpa tanaman yang tumbuh di atasnya, lebih-lebih bila tanahnya tersebut miring dan gembur akan mudah sekali terjadi erosi oleh air hujan. Bentuk erosi tersebut berupa penghanyutan atau penelanjangan dari lapisan tanah bagian atas sehingga dapat menimbulkan bencana bagi daerah-daerah di bawahnya dan tanah menjadi tandus.

Sedimentasi

Hasil erosi oleh air, angin, dan gletser, pada proses selanjutnya akan dibawa ke tempat yang lebih rendah untuk diendapkan. Adapun contoh hasil-hasil pengendapan sebagai berikut.

  1. Di muara-muara sungai terdapat endapan berupa DELTA, misalnya delta Sungai Cimanuk, delta Sungai Brantas, dan lain-lain. Endapan juga terjadi di lembah-lembah sungai, terutama sungai yang ada di tempat datar dan berkelok-kelok.
  2. Debu yang diangkut oleh angin diendapkan di tempat-tempat lain yang berupa bukit-bukit pasir yang disebut SAND DUNES atau berupa bulan sabit yang disebut barchan.
  3. Air laut di dekat pantai yang datar biasanya terdapat pula ENDAPAN PASIR, yang disebut gosong pasir. Gosong pasir ini dapat tumbuh tinggi dan dapat membentuk empangan.
  4. Batuan yang diangkut oleh luncuran gletser diendapkan pada perjalanannya yang terakhir, yaitu tempat es mencair. Endapan ini berupa tanggul-tanggul yang disebut MORENA, misalnya yang terdapat di lereng-lereng Pegunungan Jaya Wijaya, pegunungan di Swiss, dan pegunungan di Norwegia.

Latihan 1

Perhatikan soal berikut!

Faktor yang tidak berpengaruh terhadap pelapukan atau proses penghancuran massa batuan adalah ....

A. struktur batuan

B. iklim

C. topografi

D. gempa bumi

E. faktor biologis

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Berikut jenis pohon yang ditanam dalam reboisasi, kecuali...

A. jati

B. mahoni

C. rasamala

D. pinus

E. tomat

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

Tanah los terbentuk oleh tenaga ….

A. air

B. air laut

C. es

D. kimiawi

E. angin

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Bentuk muka bumi sebagai hasil sedimentasi oleh angin berupa bukit-bukit pasir kecil disebut ….

A. flood plain

B. kipas aluvial

C. delta

D. sand dunes

E. loss

Proses Pembentukan Tanah

TANAH merupakan hasil pelapukan batu-batuan, sebagai proses alami yang disebabkan antara lain oleh pengaruh iklim dan organisme. Selain itu, tanah merupakan akumulasi dari tubuh-tubuh alam yang bebas yang menduduki sebagian besar permukaan bumi. Tanah mampu menumbuhkan tanaman dan memiliki sifat-sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad-jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan tertentu selama jangka waktu tertentu pula. Tanah berperan penting bagi kehidupan manusia, karena:

  • Digunakan untuk tempat tinggal dan tempat melakukan kegiatan manusia,
  • Sebagai tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi manusia, dan
  • Mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia.

Tanah mempunyai penyebaran ke arah vertikal dan ke arah horizontal. Penyebaran ke arah vertikal dari permukaan sampai pada batuan induk (bedrock), sedangkan penyebaran ke arah horizontal kurang sejajar dengan permukaan bumi.

Lapisan tanah atas (top soil) merupakan bagian yang optimum bagi kehidupan tumbuh-tumbuhan. Komponen tanah adalah mineral, bahan organik, air, dan udara. Keadaan tanah yang serasi menjadi habitat tumbuh-tumbuhan apabila perbandingan komponen-komponen itu terdiri atas mineral 45%, bahan organik 5%, air antara 20% - 30%, dan udara tanah 20% - 30%.

Profil Tanah

Lahan atau tanah mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: tekstur tanah, permeabilitas tanah, kedalaman atau solum tanah, keadaan erosi dan kemiringan lereng, serta drainase (penyaluran air).

Tekstur Tanah

Tekstur tanah adalah perbandingan relatif berbagai golongan besar partikel tanah dalam suatu massa tanah, terutama perbandingan antara fraksi-fraksi seperti pasir, debu, dan lempung.

Tekstur tanah berkaitan dengan struktur bahan mineral, seperti pasir, debu, dan lempung. Pasir, debu, dan lempung disebut zarah (partikel) tanah. Berdasarkan ukurannya (diameter butirnya), zarah dibagi menjadi 3 yaitu fraksi pasir, fraksi debu, dan fraksi lempung. Butir-butir tanah atau batuan yang berdiameter lebih dari 2 mm disebut gravel dan tidak termasuk fraksi tanah.

Unsur-unsur tanah yang terdiri atas butiran-butiran pasir, tekstur tanah itu bersifat kasar, sedangkan unsur-unsur tanah yang terdiri atas lempung, tekstur tanah itu sangat halus. Tekstur tanah yang ideal untuk pertanian adalah geluh, yaitu tanah yang lekat. Dalam pembuatan kerajinan keramik, batu bata, dan genting, fraksi lempung sangat diperlukan.

Permeabilitas Tanah

Permeabilitas tanah adalah cepat atau lambatnya air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori tanah ke arah horizontal maupun ke arah vertikal. Cepat/lambatnya perembesan air ini sangat ditentukan oleh tekstur tanah. Semakin kasar tekstur tanah maka semakin cepat perembesan air.

Kedalaman (Solum Tanah)

Kedalaman atau solum tanah menunjukkan berapa ketebalan tanah diukur dari permukaan sampai ke batuan induk.

Erosi

Erosi menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang terpindahkan. Lereng yang curam akan mempercepat erosi bila lahan tanahnya gundul.

Drainase

Drainase adalah pengeringan air yang berlebihan pada tanah yang mencakup proses pengaturan dan pengaliran air yang berada dalam tanah atau permukaan tanah yang menggenang. Di daerah yang mempunyai solum tanah dalam, drainase yang baik, tekstur halus, kemiringan lereng 1% - 2% dapat diusahakan secara intensif tanpa bahaya erosi atau penurunan produktivitas. Kemampuan daerah bersolum tanah dangkal, drainase buruk, tekstur tanah sangat halus atau kasar, dan berlereng curam tidak dapat digunakan secara maksimal dan diperkirakan akan banyak hambatan.

Jenis Tanah

Bahan induk adalah batuan yang telah lapuk. Bahan induk ini dapat menentukan jenis tanah. Jenis dan persebaran tanah di Indonesia, antara lain sebagai berikut.

Tanah Aluvial
Tanah aluvial ialah tanah yang berasal dari endapan lumpur yang dibawa oleh aliran air sungai. Kemampuan meresap air lambat dan mudah tererosi. Jenis tanah ini terdapat di semua kepulauan Indonesia, yaitu di lembah-lembah, cekungan, dan di sepanjang aliran besar. Tanah ini dimanfaatkan untuk persawahan, perladangan, perkebunan, dan perikanan. Wilayah ini merupakan daerah pertanian yang subur dan pusat persebaran penduduk. 

Tanah Kapur
Tanah kapur ialah tanah yang mengandung banyak zat kapur. Pada umumnya, tanah ini terdapat di pegunungan kapur tua. Meskipun tidak subur, tanah kapur dapat ditanami pohon jati seperti tanah di pegunungan kapur Pulau Jawa. 

Tanah Podzolik Merah Kuning
Tanah podzolik merah kuning ialah tanah yang terjadi dari pelapukan batuan yang mengandung kuarsa pada iklim basah dengan curah hujan antara 2.500 - 3.500 mm per tahun. Sifatnya mudah basah jika kena air. Jenis tanah ini banyak terdapat di pegunungan yang tinggi seperti di Sumatera, Sulawesi, Papua, Jawa Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara. Di tempat-tempat ini ditemukan persawahan, perladangan, kebun karet, dan kopi.

Tanah Vulkanis (Tanah Tuff)
Tanah vulkanis (tanah tuff) ialah tanah yang terjadi dari pelapukan batuan vulkanis. Pada umumnya jenis tanah ini mudah meresap air, tetapi daya menahan air sangat kurang sehingga mudah tererosi. Jenis tanah ini banyak terdapat di sekitar gunung berapi atau daerah lahar gunung berapi seperti di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Tanah ini digunakan untuk persawahan, tanaman palawija, tebu, tembakau, sayur-sayuran, dan perkebunan.

Tanah Pasir
Tanah pasir ialah tanah yang berasal dari batuan pasir yang telah lapuk, sangat miskin hara, daya menahan air sangat kurang, dan mudah tererosi. Tanah jenis ini terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. 

Tanah Laterit
Tanah laterit ialah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium, tidak subur, dan berwarna merah muda. Oleh karena itu, tanah ini sering disebut tanah merah. 

Tanah Organosol
Tanah organosol ialah tanah yang terjadi dari bahan induk organik dari gambut dan rumput rawa pada iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2.500 mm per tahun. Sebagian besar tanah ini masih tertutup hutan rawa gambut dan rumput rawa. Persebarannya adalah di daerah pasang surut di daratan timur Sumatera, pantai Kalimantan bagian barat dan selatan, serta pantai Irian Jaya (Papua) bagian barat dan selatan.

Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan atas tanah muda, dewasa, tua, dan sangat tua.

  • Tanah muda;  unsur hara zat makanan yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga belum subur.
  • Tanah dewasa; unsur hara zat makanan yang terkandung di dalamnya banyak sehingga tanah ini sangat subur. Tanah inilah yang sangat baik untuk pertanian.
  • Tanah tua; unsur hara zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah sangat berkurang.
  • Tanah sangat tua; unsur hara zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah sangat sedikit, bahkan hampir habis sehingga ada yang menyebut jenis tanah ini sebagai tanah mati.

Kesuburan tanah pertanian sangat diperlukan oleh penduduk, terutama para petani. Oleh karena itu, kesuburan tanah perlu ditingkatkan dan dilestarikan. 

Latihan Soal 1

Perhatikan soal berikut!

Daerah yang banyak terdapat gunung api mempunyai jenis tanah...

A. Kapur

B. Argosol

C. Regosol

D. Aluvial

E. Andosol

Latihan 2

Perhatikan soal berikut!

Tanah yang terbentuk dari abu vulkanik adalah...

A. tanah alluvial

B. tanah andosol

C. tanah regosol

D. tanah gambut

E. tanah grumosol

Latihan 3

Perhatikan soal berikut!

Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah ....

A. pemupukan dan pengairan

B. pengairan dan pembuatan parit

C. pembuatan tanggul dan pengairan

D. pengolahan tanah dan pembuatan tanggul

E. pembuatan parit dan pemberian kapur

Latihan 4

Perhatikan soal berikut!

Tanah gersang kurang bermanfaat dalam pertanian karena ...

A. curah hujan rendah dan kandungan hara tinggi.

B. daerah berelief curam dan drainase baik.

C. kandungan hara dan curah hujan sedikit.

D. terasering menghambat air dan drainase kurang.

E. kandungan hara minim dan air banyak.

redesain-navbar Portlet