APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat Pintar, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai materi metode penelitian sosial. Mari perhatikan peta konsep dibawah ini.


 

Pengantar Penelitian Sosial

Penalaran (Proses Berfikir) dan Penelitian Sosial Proses berpikir lahir dari rasa ragu terhadap suatu hal dan keinginan untuk memperoleh suatu kepastian sehingga kemudian tumbuh menjadi suatu masalah yang khas dan memerlukan pemecahan. Biasanya manusia selalu berfikir jika berhadapan dengan banyak permasalahan sehingga memunculkan keinginan berpikir untuk menyelesaikannya. Proses berfikir ini disebut dengan penalaran. Penalaran adalah suatu proses berpikir untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. 

Ciri-ciri penalaran 
a. Logis, artinya pemikiran ditimbang secara objektif dan berdasarkan pada data yang sah. 
b. Analitis, artinya penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya 
c. Rasional, artinya apa yang sedang dinalar merupakan suatu fakta atau kenyataan yang memang dapat dipikirkan secara mendalam. 

Jenis penalaran 
a. Deduktif, yaitu cara berpikir ilmiah yang bertolak dari pernyataan atau alasan yang bersifat umum ke pernyataan atau alasan yang bersifat khusus dengan menggunakan kaidah logika tertentu.  
b. Induktif, yaitu metode pemikiran yang bertolak dari peristiwa khusus untuk menentukan hukum umum. 
c. Pendekatan ilmiah, yaitu gabungan antara cara penalaran deduktif dan induktif. Dalam pendekatan ilmiah penalaran disertai dengan suatu dugaan sementara atau hipotesis. 

Fungsi Penelitian 
a. Fungsi verikatif atau pengujian adalah fungsi penelitian ilmiah untuk menguji kebenaran suatu pengetahuan yang sudah ada. 
b. Fungsi eksploratif atau penjajakan adalah fungsi penelitian ilmiah untuk menemukan sesuatu yang belum ada atau mengisi kekosongan dan kekurangan ilmu. 
c. Fungsi development atau pengembangan adalah fungsi penelitian ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. 

Manfaat Penelitian 
a. Bagi dunia pendidikan, untuk menambah referensi dan mengembangkan ilmu pengetahuan. 
b. Bagi masyarakat, untuk menambah sumber bacaan sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat. 
c. Bagi peneliti, dapat meningkatkan karir dan profesi peneliti jika penelitiannya dianggap berhasil. Dapat menambah jaringan kerja. 
d. Bagi pemerintah, dapat membantu pemerintah dalam menentukan suatu kebijakan yang dianggap sesuai dengan kondisi masyarakat.  

Sikap Seorang Peneliti 
a. Objektif, yaitu seorang peneliti harus dapat memisahkan antara pendapat pribadi dan fakta yang ada (tidak boleh subjektif). 
b. Kompeten, yaitu seorang peneliti yang baik memiliki kemampuan untuk menyelenggarakan penelitian dengan menggunakan metode dan teknik penelitian tertentu. 
c. Faktual, yaitu seorang peneliti harus bekerja berdasarkan fakta yang diperoleh, bukan berdasarkan observasi, harapan, dan anggapan yang bersifat abstrak. 

Cara Berpikir Seorang Peneliti 
a. Skeptis, seorang peneliti harus selalu mempertanyakan bukti atau fakta yang dapat mendukung suatu pernyataan. 
b. Analitis, seorang peneliti harus selalu menganalisis setiap pernyataan atau persoalan yang dihadapi. 
c. Kritis, peneliti harus selalu mendasarkan pikiran dan pendapatnya pada logika serta menimbang berbagai hal secara objektif berdasarkan data dan analisis akal sehat. 
d. Jujur, peneliti tidak memasukan keinginannya sendiri ke dalam data. 
e. Terbuka, peneliti bersedia memberikan bukti penelitian dan siap menerima pendapat pihak lain tentang hasil penelitiannya.  

Jenis-jenis Penelitian Sosial

1) Berdasarkan tempat pengumpulan data, penelitian dapat dilakukan di laboratorium, perpustakaan, dan lapangan. 

2) Berdasarkan tingkat analisis yang direncanakan, peneliti untuk data yang hendak dikumpulkan, penelitian dapat dikelompokkan sebagai berikut: 
a. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berupaya menyajikan rincian lebih lanjut dari informasi yang ada. Dalam penelitian deskriptif, penelitian yang berupaya menyajikan rincian lebih lanjut dari informasi yang ada. Dalam penelitian deskriptif, pertanyaan dimulai dengan kata tanya bagaimana. 
b. Penelitian eksploratif adalah penelitian yang berupaya mendapatkan informasi mendasar tentang permasalahan atau keadaan yang jarang atau belum pernah diteliti. Peneliti merencanakan penelitiannya tanpa merumuskan hipotesis khusus, dalam penelitian ini pertanyaan sering dimulai dengan kata tanya apa. 
c. Penelitian prediksi adalah penelitian ilmiah yang berupaya menggambarkan atau menjelaskan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang. 
d. Penelitian eksplanasi adalah penelitian ilmiah yang berupaya menganalisis hubungan antar variabel yang diteliti. Penelitian eksplanasi memiliki hipotesis dan dirancang untuk menjelaskan mengapa suatu peristiwa terjadi. Pertanyaan peneliti sering dimulai dengan kata tanya mengapa. 

3) Berdasarkan data yang dikumpulkan, Penelitian dibagi menjadi penelitian sebagai berikut: 
a. Penelitian kuantitatif, menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian ini hanya melihat data pada lapisan permukaan, seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan besarnya penghasilan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik. Pendekatan penelitian ini menggunakan teknik survei.
b. Penelitian kualitatif menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang diperoleh. Teknik yang digunakan adalah wawancara. Data untuk jenis penelitian ini tidak dianalisis dengan statistik. 

4) Berdasarkan metodenya penelitian, dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu : 
a. Penelitian historik, fokus kajian pada peristiwa masa lampau. 
b. Penelitian survei, penelitian untuk memperoleh informasi dari berbagai kelompok atau orang dengan cara penyebaran kuesiner atau angket. 
c. Penelitian eksperimen, seorang peneliti merekayasa dan mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan sesuai dengan tujuan penelitian. d. Penelitian observasi, tujuannya untuk memperoleh berbagai data konkret secara langsung di lapangan. 

5) Berdasarkan bidang studinya penelitian, dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu : 
a. Penelitian bidang sosial humaniora, misalnya penelitian mengenai Pendidikan, ekonomi, politik, social budaya, etnografi, dan lain-lain. 
b. Penelitian bidang eksakta, misalnya penelitian mengenai biologi (manfaat tanaman obat, penemuan bibit tanaman unggul), pemenfaatan energi matahari, dan lain-lain. 
 

Metodologi dan Langkah – langkah Penelitian Sosial


Metodologi Penelitian 
Kata metodologi berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara atau jalan dan logos yang berarti ilmu. Metodologi penelitian adalah ilmu yang membicarakan tata cara atau jalan sehubungan dengan adanya penelitian. Dalam metodologi penelitian dibahas mengenai bagaimana suatu penelitian dimulai dan diakhiri dengan pembuatan laporan penelitian serta beberapa teknik yang digunakan dalam menganalisis data. Metodologi penelitian itu sendiri melingkupi metode penelitian. Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan yang memiliki langkah-langkah sistematis. Metode penelitian menyangkut cara kerja untuk dapat memahami yang menjadi sasaran penelitian yang bersangkutan. 

Langkah-langkah penelitian Sosial 
Suatu penelitian dilakukan dengan urutan tertentu, yaitu sebagai berikut: 
a. Menentukan topik penelitian; topik atau permasalahan yang akan diteliti. 
Topik dapat diambil dari berbagai sumber yang ada dalam kehidupn sehari-hari (Misalnya, masalah pendidikan, ekonomi, social, dll). 
Dalam menentukan topik peneliti harus mempertimbangkan hal-hal: 

a) Topik harus menarik dan perlu diteliti 
b) Tersedia data yang cukup 
c) Topik merupakan hal yang baru. 
d) Memiliki manfaat
e) Dapat dilakukan oleh peneliti 

b. Melaksanakan Studi pendahuluan 
Studi pendahuluan perlu dilakukan agar peneliti tahu betul masalah yang akan diteliti. Dapat dilakukan dengan studi kepustakaan (membaca berbagai referensi yang berkaitan dengan penelitiannya), bertanya/konsultasi pada ahli dan observasi ke lokasi penelitian. 
a) Merumuskan masalah sehingga batasan, kedudukan, dan alternatif cara pemecahan masalah tersebut menjadi jelas. 
b) Memutuskan Asumsi/Anggapan Dasar/Hipotesis Penelitian. Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak dalam mengadakan tindakan untuk menentukan alternatif pemecahan masalah yang dipilih. 
c) Memilih Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dikelompokkan menjadi dua, yaitu metode tes (untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, atau bakat yang dimiliki 
 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan ini!

Seorang peneliti dalam melakukan tindakan penelitian selalu diawali adanya ….

A. masalah-masalah pribadI

B. kebutuhan akan uang dari penyandang dana

C. kepanikan

D. kekecewaan terhadap problem hidup

E. rasa ingin tahu (curiosity)

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Dari masalah-masalah di bawah ini yang lebih cocok apabila diteliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif adalah ….

A. pengungkapan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan

B. pengungkapan perasaan kekecewaan para pengusaha pada kebijakan pemerintah yang menaikkan pajak penjualan sebesar 150%

C. pengungkapan jumlah penduduk usia sekolah pada satu kabupaten

D. pengungkapan pendapatan per kapita penduduk pada suatu provinsi

E. persentase penduduk yang sudah menjalankan KB

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Dalam menentukan topik penelitian hendaknya peneliti mempertimbangkan mengenai tersedianya data dengan maksud tertentu yaitu supaya ….

A. mempunyai kegunaan praktis

B. tidak terjadi duplikasi topik

C. diketahui masyarakat umum

D. mampu dilaksanakan

E. menarik minat peneliti

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kritis, artinya …

A. tidak mempunyai unsur objektif

B. mendasarkan pemikiran pada logika

C. jujur dan terbuka untuk umum

D. selalu menanyakan prosedur penelitian

E. selalu menganalisis tiap persoalan

Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan temuan dari masalah yang sedang diteliti. Hasil pengolahan data dapat menunjukkan kebenaran dari data yang telah dikumpulkan. 

Tahapan-tahapan dalam pengolahan data 
a. Editing Gambar: Pengolahan data dengan memanipulasi data (agar data menjadi bentuk yang lebih berguna) Editing adalah meneliti kembali catatan-catatan yang diperoleh dari lapangan. Melalui editing, mutu data yang akan diolah dan dianalisis dapat ditingkatkan. Diharapkan data yang diperoleh sesuai dengan keinginan dan dapat dipergunakan untuk pengolahan lebih lanjut. Hal-hal yang diperhatikan dalam editing adalah: 
1) Keterbacaan tulisan 
2) Lengkapnya pengisian 
3) Kejelasan makna jawaban 
4) Kemantapan dan kesesuaian jawaban satu sama lain
5) Keseragaman satuan data 

b. Coding (Pengkodean Data) Pengkodean adalah usaha mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden menurut macamnya. Tujuannya untuk menyederhanakan jawaban responden. 

Pengkodean dapat dilakukan dengan cara: 
1) Pengkodean untuk jawaban berupa angka, seperti umur, jumlah siswa, pendapatan, dan lain-lain. Contoh angket dengan jawaban dan kode angka :

Jika jawabannya dalam interval angka, maka perlu ada kode tersendiri agar lebih
mudah.
Contoh:

2) Pengkodean untuk pertanyaan tertutup
Pertanyaan tertutup artinya responden tidak memiliki alternatif lain selain yang disediakan. Misalnya jawabannya berupa “ya” dan “tidak” / ”setuju” dan “tidak setuju”.

Contoh:

3) Pengkodean untuk pertanyaan semi terbuka
Pertanyaan semi terbuka adalah pertanyaan dengan jawaban yang telah disediakan, tetapi responden masih diberi kesempatan untuk memberikan jawaban lain.

Contoh pengkodeannya:


4) Pengkodean untuk pertanyaan terbuka 
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang diberikan kepada responden, dan responden boleh menjawab secara bebas sesuai pertanyaan yang diajukan
. Jawaban yang diperoleh akan beraneka ragam. Oleh sebab itu kita harus membuat pengelompokan atau kategori jawaban. Setelah itu baru diberi kode.

c) Tabulasi Data Pengolahan data dimulai dengan proses tabulasi, yaitu memasukkan data kedalam tabel-tabel dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori yang telah ditentukan. 
Tabulasi data dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut: 
1) Tabulasi langsung
Cara menghitung frekwensi yang paling sederhana adalah dengan cara men-tally. Artinya setiap jawaban yang telah diberi kode dimasukkan kedalam kategori yang sesuai. Caranya dengan memberi tanda pada kolom yang telah disediakan. Tanda yang dicoretkan itu dinamakan tally atau turus.
Contoh tabulasi langsung untuk jawaban dengan pertanyaan, “Apakah kamu setuju jika standar kelulusan setiap tahun dinaikkan?” Diperoleh hasil sebagai berikut:

Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa 54% responden menyatakan setuju jika standar kelulusan setiap tahun dinaikkan, dan sisanya 46% tidak setuju 

2) Tabulasi data ke dalam tabel frekuensi dan tabel silang 
a. Tabel frekuensi 
Merupakan tabel yang menyajikan berapa kali suatu hal diperoleh atau terjadi. Tabel ini dijadikan bahan dasar untuk analisis bagi peneliti maupun orang lain 
yang ingin memanfaatkan data penelitian tersebut. Contoh tabel frekuensi buku yang sering dibaca siswa ketika diperpustakaan sekolah.

b. Tabel Silang 
Tabel dibuat dengan cara memecah setiap kesatuan data ke dalam setiap kategori menjadi dua atau lebih subkesatuan. Pemecahan data ini dilakukan atas suatu kriteria baru yang lain. Tabel silang dibuat untuk mengetahui hubungan antar variabel yang mempunyai hubungan tertentu satu sama lain. Contoh Frekuensi buku yang sering dibaca siswa ketika di perpustakaan sekolah berdasarkan jenis kelamin.

Pengolahan data dengan Statistik Sederhana 
Kegunaan Statistik dalam penelitian antara lain sebagai berikut: 
a. Alat untuk mengetahui hubungan sebab akibat (kausalitas) 
b. Memberikan teknik-teknik sederhana 
c. Membantu peneliti dalam menyimpulkan 
d. Menguji Hipotesis e. Meningkatkan kecermatan peneliti 
f. Memungkinkan peneliti melakukan kegiatan ilmiah secara hemat (ekonomis) 

Pengolahan data statistic meliputi hal-hal sebagai berikut: 
a. Distribusi Frekuensi 
b. Mengukur derajat besarnya hubungan Hubungan: Simetris, asimetris dan timbal balik Ukuran tendensi sentral: Tendensi sentral adalah suatu bilangan yang menunjukkan kecenderungan memusat dari bilangan-bilangan yang lain dalam distribusi frekuensi. Bilangan yang sering digunakan dalam ukuran tendensi sentral adalah: 
a. Mean (Nilai rata-rata) 
1) Untuk data yang tidak dikelompokkan rumusnya: 
 

2) UNtuk data yang dikelompokkan rumusnya: 

b) Median (Nilai tengah) 
Suatu nilai yang terletak di tengah data yang telah diurutkan. Cara mengurutkannya, dimulai dari angka yang terkecil sampai yang terbesar. Jika data berjumlah genap, maka median diperoleh dengan cara mengambil rata-rata dari dua nilai yang terletak ditengah tersebut. 
c) Modus Frekuensi tertinggi dalam suatu distribusi. Modus berguna sebagai alat distribusi yang cepat. Cara mencari modus adalah dengan mencari nilai yang paling banyak frekuensinya. 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan ini!

Tujuan dari pengumpulan dan pengolahan data agar sesuai dengan yang diharapkan yang hasilnya…

A. terbukti secara empirik

B. disetujui untuk dilaporkan

C. diserahkan pada pemesan

D. sesuai dengan keinginan peneliti

E. diarahkan pada objek penelitian

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Salah satu proses pengolahan data kuantitatif ialah editing. Contoh proses pengolahan data pada tahap editing terdapat pada pernyataan . . .

A. Budi mengecek kembali kelengkapan kuesioner yang sudah disebar kepada responden

B. Siska memasukkan angka-angka dalam bentuk tabel agar mudah diolah menggunakan SPSS

C. Beni memberi tanda 1 untuk semua pilihan jawaban setuju dan tanda 0 untuk jawaban tidak setuju

D. Ajeng mulai melakukan wawancara setelah membuat instrumen pertanyaan

E. Viki menulis saran pemecahan konflik berdasarkan data temuan lapangan

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Dalam pengolahan data kualitatif, data yang diolah adalah hal-hal yang tercantum dalam rekaman, catatan lapangan, hasil pengamatan, dan hasil wawancara. Pengolahan data biasanya dilakukan menjadi beberapa tahapan berikut ....

A. reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan/verifikasi

B. reduksi data, penyajian data, pengolahan statistik sederhana

C. reduksi data, coding, pengolahan statistik sederhana

D. tabulating, penyajian data, menarik kesimpulan/verifikasI

E. reduksi data, penyajian data, editing

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Berikut ini adalah tahap-tahap dalam pengolahan data, yaitu ....

A. Tabulasi, coding, frekuensi silang

B. Tabulasi, editing, coding

C. Editing, coding, tabulasi

D. Tabulasi, coding, editing

E. Coding, tabulasi, editing

Menyusun Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah dokumen tertulis yang berfungsi sebagai media komunikasi antar peneliti dan pembaca. 
Syarat-syarat penulisan laporan: 
a. Peneliti harus mengetahui kepada siapa laporan ditujukan 
b. Jelas langkah demi langkah penelitian sehingga pembaca mudah memahami 
c. Dibuat dengan bahasa yang komunikatif, baik dan benar, serta penyusunannya sistematis. 

Bentuk laporan beragam dan dipengaruhi oleh pembaca, jenis laporan ilmiah, dan outline/susunan laporannya. Berikut penjelasannya: 
a. Pembaca 
1) Masyarakat Umum, laporannya harus praktis dan langsung dapat digunakan oleh masyarakat (biasanya berbentuk brosur). 
2) Masyarakat Ilmiah, bentuknya berupa skripsi, tesis, disertasi, monografi, dan artikel ilmiah. Semuanya berisi penjelasan yang mendalam. 
3) Sponsor penelitian, laporannya harus sesuai dengan keinginan sponsor karena mereka yang membiayai penelitian. 

Jenis Laporan Ilmiah 
1) Laporan monografi, berisi proses penelitian menyeluruh sesuai dengan 
2) metodologi ilmiah dan faktanya riil/nyata. 
3) Artikel Ilmiah, difokuskan pada masalah penelitian tunggal yang 
4) objektif/mengambil aspek tertentu dari laporan lengkap. 
5) Laporan untuk administrator, dibuat tidak terlalu lengkap karena tidak 
6) merinci tentang rencana pelaksanaan penelitian dan hanya melaporkan hasil penelitian saja.kat modern. 

Outline/Susunan Laporan 
a) Bagian Pendahuluan (preliminary Materials) 
1) Halaman Judul, judul penelitian ditulis jelas, ringkas, dan menggambarkan isi. Dicantumkan nama penyusun, nama lembaga, nama tempat dan tahun penyusunan laporan. 
2) Kata pengantar, uraian pendek dari penulis tentang penelitiannya. Diuraikan tentang tujuan penelitian, masalah yang dihadapi, siapa sponsor/pembimbing, dan ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu penelitian. 
3) Daftar Isi, memuat gambaran menyeluruh tentang isi laporan sehingga hubungan antara satu dengan lainnya dapat diketahui. Semua bagian laporan dicantumkan secara urut sesuai dengan halamannya. 
4) Daftar Tabel, gambar, dan grafik, apabila tidak ada tabel, gambar dan grafik halaman ini tidak perlu dibuat. Daftar tabel dibuat nomor urut dan disesuaikan dengan judul tabel lengkap dengan halamannya. 

b) Bagian Isi Laporan (Body of the Paper) 
1) Bab Pendahuluan 
2) Bab Tinjauan Pustaka 
3) Bab Metodologi Penelitian 
4) Bab Pelaksanaan Penelitian 
5) Bab Hasil Penelitian dan Pembahasan 
6) Bab Kesimpulan dan Saran 

c) Bagian Penutup 
1) Daftar Pustaka 
2) Lampiran 
 

Mempresentasikan Laporan Penelitian

Hasil laporan penelitian yang telah ditulis, sebaiknya disajikan dalam bentuk presentasi kelas dengan cara diskusi. Hal ini penting untuk mempertanggung jawabkan laporan. Pemaparan dalam kelas dimaksudkan untuk memperoleh berbagai masukan. 

Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan diskusi: 
a. Mengikutsertakan seluruh peserta dalam diskusi 
b. Pembicara jangan didominasi oleh beberapa orang 
c. Menjaga ketertiban dalam diskusi 
d. Menjaga sopan santun dalam diskusi 
e. Setiap peserta diberi kesempatan yang sama untuk berpendapat, saran atau  sumbangan pemikiran. 

Manfaat Diskusi kelas :
a. Memupuk sikap berani mengeluarkan pendapat 
b. Membina untuk mampu berpikir secara kreatif 
c. Memupuk rasa toleransi, memberi kesempatan, dan menghargai pendapat orang lain 
d. Melatih untuk menggunakan pengetahuan yang telah diperoleh di sekolah  
 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan di bawah ini secara tepat! 

Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan diskusi, kecuali…

A. Mengikutsertakan seluruh peserta dalam diskusi

B. Pembicara jangan didominasi oleh beberapa orang

C. Menjaga ketertiban dalam diskusi

D. Menjaga sopan santun dalam diskusi

E. Menggunakan kata-kata kasar

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Daftar isi merupakan bagian komponen dari…

A. bagian pendahuluan

B. bagian laporan

C. bagian kesimpulan

D. bagian penutup

E. bagian hasil bahasan

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Di bawah ini yang merupakan syarat penulisan laporan adalah....

A. ditulis dalam bahasa yang rumit

B. ditulis dalam istilah-istilah yang sulit

C. menyamakan kemampuan pembaca

D. mengetahui kepada siapa laporan ditujukan

E. mengabaikan sistematika penulisan laporan

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Dibawah ini adalah manfaat diskusi kelas, kecuali… 

A. Memupuk sikap berani mengeluarkan pendapat

B. Membina untuk mampu berpikir secara kreatif

C. Menyombongkan diri dan ingin terlihat pintar

D. Menghargai pendapat orang lain

E. Melatih untuk menggunakan pengetahuan yang telah di perolehnya di sekolah

redesain-navbar Portlet