APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Hallo Sobat Pintar

Yuk pahami peta konsep dibawah ini terlebih dahulu, supaya memudahkan kita dalam memahami materi selanjutnya.

 


 

Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sebelum kemunculannya, Sosiologi masih berupa ilmu yang menjadi pemikiran para ilmuwan. Mereka memikirkan cara-cara yang bisa dilakukan agar ilmu pengetahuan mampu mengakomodasi masyarakat dan juga menjelaskan fenomena fenomena yang terjadi di dalamnya. Pada dasarnya, latar belakang yang akhirnya menjadi tujuan utama Sosiologi bisa dibentuk adalah agar bisa mengetahui pola perilaku masyarakat sehingga mampu mewujudkan interaksi masyarakat yang berhasil. Hal tersebut juga selaras dengan pengertian Sosiologi yang mengatakan jika ilmunya mengatur tentang kehidupan masyarakat.


Istilah Sosiologi ini pertama kali diperkenalkan oleh August Comte yang kemudian dikenal sebagai bapak Sosiologi dunia. 
August Comte mengatakan jika Sosiologi merupakan ilmu yang menggunakan masyarakat sebagai objeknya. Sebenarnya, sebelum August Comte menggagas tentang Sosiologi, Ibnu Khaldun yang merupakan tokoh pemikir Islam telah memperkenalkan kajian tentang masyarakat sekitar tahun 1332. Namun, memang kajian tentang Sosiologi secara umum dan lengkap dibahas oleh August Comte.

a. Awal Perkembangan
Awal perkembangannya, Sosiologi lahir akibat adanya gejolak sosial efek revolusi industri. Akibat revolusi tersebut banyak terjadi eksploitasi tenaga kerja dan urbanisasi yang sangat besar. Hal ini tentunya menjadikan dunia menjadi bergejolak dan banyak konflik-konflik baru muncul. Dari sinilah, peran ilmu pengetahuan dibutuhkan untuk memberikan pengamatan serta pengalaman kepada masyarakat yang kemudian dikemas dalam rancangan ilmu Sosiologi.

b. Pada abad ke 19
Pada abad ke-19 muncul banyak sekali konflik di dunia yang mengakibatkan perubahan sosial terjadi secara besar-besaran. Terlebih pada tahun 1798 terjadi revolusi industri di Prancis yang menimbulkan banyak kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat. Atas dasar tersebut, Auguste Comte merancang instrument penelitian yang digunakan untuk mempelajari pola perilaku masyarakat. Penelitian sosial yang dilakukan secara ilmiah tersebut kemudian pada awal abad ke-19 dikenal sebagai Sosiologi.
 

Konsep Dasar Sosiologi

Istilah sosiologi secara etimologis berasal dari kata Latin socius yang berarti teman, kawan', dan logos yang berarti 'ilmu'. Jadi apakah yang dimaksud sosiologi? Merujuk pada arti dua kata tersebut, maka sosiologi berarti ilmu tentang teman. Dalam arti yang lebih luas, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi manusia di dalam masyarakat. Sosiologi bermaksud untuk mengkaji kejadian-kejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan manusia yang selanjutnya berusaha untuk mendatangkan perbaikan dalam kehidupan bersama. Sosiologi sebagai ilmu mulai dikenal sejak abad ke-19 dengan melepaskan diri dari filsafat.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat, dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia dalam kehidupan. Sosiologi mencoba mengerti sifat dan maksud hidup bersama, cara terbentuk, tumbuh, dan berubahnya kumpulan-kumpulan manusia yang hidup bersama itu, serta kepercayaan, keyakinan yang memberi sifat tersendiri kepada cara hidup bersama itu dalam tiap persekutuan hidup manusia. Singkatnya, sosiologi merupakan ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat (tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakat), serta ikatan-ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan atau agama, tingkah laku, dan kesenian atau kebudayaan masyarakat tersebut.

Beberapa konsep dasar sosiologi menurut Para Sosiolog adalah :
a. Auguste Comte
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya.
b. Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu, serta mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan.
c. Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan dan berorientasi pada perilaku orang lain.
d. Pitirim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari mengenai:
1) Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dan agama, keluarga dan moral, hukum dan ekonomi, gerak masyarakat dan politik, dan sebagainya.
2) Hubungan dan saling pengaruh antara gejala-gejala sosial dan gejala-gejala nonsosial, misalnya gejala geografis, biologis, dan sebagainya.
3) Ciri-ciri umum semua jenis gejala sosial.
e. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi 
Sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Seperti yang sudah disinggung di atas, orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi adalah Auguste Comte, oleh sebab itu dia dikenal dengan bapak sosiologi dunia. Bagi para akademisi, Comte lebih dikenal sebagai filsuf dibanding sosiolog. Awalnya ia mengembangkan suatu disiplin ilmu yang disebut fisika sosial (Ritzer, 2012), yang kemudian dikenal dengan nama sosiologi. Sosiologi disebut fisika sosial karena mencoba mengadopsi ilmu alam ke dalam ranah sosial. Pemikiran Comte yang terkenal adalah mengenai hukum tiga tahap pemikiran manusia, yaitu tahap teologis menekankan kepercayaan terhadap kekuatan supranatural , kemudian tahap metafisik menekankan pada kekuatan-kekuatan abstrak, misalnya alam, dan tahap positivistic kepercayaan kepada ilmu pengetahuan.

Salah satu pemikir besar sosiologi yang terkenal adalah Karl Marx. Marx merupakan seorang berkewarganegaraan Jerman. Marx bukan hanya sekedar sosiolog belaka, melainkan ia juga dikenal sebagai filsuf dan ekonom. Kajian sosiologi yang terkenal dari Marx adalah konflik sosial antara majikan dengan buruh. Golongan majikan atau pemilik modal dikenal dengan istilah borjuis, sedangkan buruh dikenal dengan istilah proletar. Konflik ini terjadi karena adanya perbedaan kepentingan dan kesenjangan, serta adanya eksploitasi yang dilakukan borjuis terhadap proletar. Marx juga dikenal dengan pemikirannya yang kontroversial tentang keadaan masyarakat komunis, yaitu konsep masyarakat tanpa kelas.

Pemikir besar lainnya adalah Emile Durkheim. Emile Durkheim merupakan orang yang lahir di Perancis. Pemikiran yang paling dikenal dari Durkheim adalah fakta sosial. Fakta sosial adalah suatu struktur yang berada di luar individu (eksternal), dan bersifat memaksa. Selain fakta sosial, konsep Durkheim yang terkenal adalah pembagian kerja (division of labor) yang merupakan bagian dari perubahan sosial masyarakat mekanik ke masyarakat organik. Masyarakat mekanik ditandai dengan kehidupan yang masih tradisional, kebersamaan masih kuat, dan pembagian kerja masih rendah, misalnya berburu dan bertani. Masyarakat organik ditandai dengan kehidupan yang lebih modern, individualitas lebih tinggi, dan pembagian kerja lebih kompleks (pekerjaan lebih beragam). Pemikiran Durkheim ini cukup dipengaruhi oleh Comte, sehingga ia dikenal juga sebagai ilmuwan positifisik, yang mengadopsi ilmu alam misalnya statistic dalam membangun suatu teori.

Tokoh berikutnya adalah Max Weber. Sama seperti Karl Marx, Weber adalah seorang berkewarganegaraan Jerman. Kajian sosiologis yang terkenal dari Weber adalah tindakan sosial. 
Weber menjelaskan bahwa terdapat empat tipe tindakan sosial yaitu:
1) Tindakan tradisional, yaitu tindakan yang dilakukan karena kebiasaan
2) Tindakan afektif, yaitu tindakan yang dilandasi oleh perasaan atau emosional
3) Tindakan berorientasi pada nilai, yaitu tindakan yang dilakukan berdasarkan pada suatu keyakinan
4) Tindakan rasional instrumental, yaitu menggunakan alat atau cara tertentu dalam mencapai suatu tujuan.
 

Hakikat Sosiologi

a. Sosiologi merupakan Ilmu Sosial, Bukan Ilmu Pengetahuan Alam, juga bukan Ilmu Kerohanian. Perbedaan Sosiologi dengan ilmu diatas adalah pada isinya, Sosiologi berisi tentang kemasyarakatan, berbeda dengan biologi tentang tumbuhan, astronomi tentang ruang angkasa, dan tentu berbeda dengan ilmu lainnya.
b. Sosiologi Termasuk ilmu Pengetahuan yang Kategoris, bukan normatif. Artinya sosiologi membatasi pembahasan pada apa yang sedang terjadi, bukan pada apa yang akan terjadi, juga bukan pada sesuatu yang seharusnya terjadi. Sosiologi merupakan ilmu bebas nilai, karena tidak mempertimbangkan baik buruknya suatu fakta.
c. Sosiologi Adalah Ilmu Pengetahuan Murni (Pure Science), Bukan Ilmu pengetahuan terapan (applied Science). Artinya Sosiologi merupakan suatu ilmu yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan mutunya tanpa dipergunakan dalam masyarakat.

Dalam Penerapannya, Ilmu Pengetahuan terbagi menjadi dua, yaitu Murni dan Terapan. Ilmu Pengetahuan murni adalah ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mengembangkan dan membentuk ilmu pengetahuan secara abstrak dengan mempertinggi mutunya tanpa digunakan secara langsung dalam kehidupan. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Terapan adalah Ilmu yang bertujuan untuk diterapkan dan dipergunakan dalam kehidupan.
1) Sosiologi merupakan Ilmu Pengetahuan yang Abstrak. Artinya Sosiologi melakukan pengamatan terhadap bentuk dan pola yang terjadi dalam masyarakat, bukan merupakan wujud konkret.
2) Sosiologi adalah ilmu yang rasional, dan terkait dengan metode yang digunakannya. Artinya Sosiologi tidak berlawanan dengan akal sehat dan kenyataan yang ada, serta dalam penelitiannya menggunakan metode-metode sosiologi.
3) Sosiologi Termasuk Ilmu Pengetahuan Umum, Bukan Ilmu Pengetahuan Khusus. Artinya Sosiologi mempelajari gejala umum yang terjadi pada objek studinya yaitu masyarakat. Gejala umum yang dipelajari lebih ditekankan pada interaksi yang terjadi.
 

Objek Kajian dan Pokok Kajian Sosiologi

Objek kajian sosiologi adalah manusia. Ilmu pengetahuan yang objek kajiannya adalah manusia bukan hanya sosiologi semata, namun letak perbedaan sosiologi dengan ilmu lain yang mempelajari manusia juga adalah sosiologi mempelajari aspek sosial dari manusia, atau lebih sering disebut dengan masyarakat.

Setiap ilmu pengetahuan pasti memiliki objek kajian ilmu tersebut, contohnya ekonomi objek kajiannya adalah berbicara tentang keuangan. Objek kajian sosiologi adalah manusia, manusia yang melakukan hubungan dengan manusia lainnya, yang akan mengakibatkan terjadinya suatu pola dari hubungan dalam masyarakat itu. Objek Sosiologi ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal.
a.    Objek Material
Objek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala, dan proses hubungan antar manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri.
b.    Objek Formal
Objek formal sosiologi, yaitu ditekankan pada manusia sebagai makhluk sosial atau masyarakat. Dengan demikian, objek formal sosiologi adalah hubungan antar manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. bisa disebutkan juga dengan bentuk atau cara bagaimana sosiologi mempelajari masyarakat 
 

Ciri-ciri Sosiologi

Berikut adalah empat ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu:
a. Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi sebagai ilmu dilandasi pada observasi kenyataan dan tidak bersifat spekulatif atau mengira-ngira suatu kebenaran. Jadi kebenaran yang diuji haruslah berdasar penelitian ilmiah.
b. Sosiologi bersifat teoritis, artinya ilmu pengetahuan dibangun menjadi sebuah teori (abstraksi) yang disusun secara logis untuk tujuan mencari sebab akibat dari suatu fenomena sosial.
c. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya disusun berdasarkan teori-teori yang sudah ada sebelumnya. Sebagai ilmu pengetahuan yang dinamis, sosiologi berkembang dari teori yang sudah ada, yang kemudian dikritisi, diperbaiki, agar teori-teori tersebut dapat lebih relevan mengikuti perkembangan jaman.
d. Sosiologi bersifat nonetis, artinya sosiologi mempersoalkan fakta yang terjadi di masyarakat, bukan tentang baik dan buruknya fakta.
 

Hubungan sosiologi dengan ilmu sosial lain

a. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Antropologi
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat. Masyarakat selalu berkebudayaan. Masyarakat dan kebudayaan tidak sama, tetapi berhubungan sangat erat. Masyarakat menjadi kajian pokok sosiologi dan kebudayaan menjadi kajian pokok antropologi. Jika diibaratkan sosiologi merupakan tanah untuk tumbuhnya kebudayaan. Kebudayaan selalu bercorak sesuai dengan masyarakat.

b. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Sejarah
Salah satu metode yang digunakan dalam sosiologi adalah metode historis. Dalam hal ini para sosiolog selalu memberikan persoalan sejarah kepada ahli sejarah sehingga ilmu sejarah dipengaruhi oleh perkembangan sosiologi. Oleh karena itu antara sejarah dan sosiologi mempunyai pengaruh timbal balik. Keduanya mempelajari kejadian dan hubungan yang dialami masyarakat/manusia

c. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Politik
Ilmu politik mempelajari satu sisi kehidupan masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan meliputi upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan.

d. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam dengan keterbatasan barang dan jasa yang tersedia. Misalnya ilmu ekonomi berusaha memecahkan persoalan yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk, serta mempelajari usaha menaikkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Adapun sosiologimempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan. Sosiologi mempelajari bagaimana manusia berinteraksi, bekerja sama, bersaing dalam upaya-upaya pemenuhan kebutuhan.
 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan ini!

Dua peristiwa penting yang mendorong lahirnya sosiologi dunia adalah revolusi politik atau revolusi Prancis dan ….

A. revolusi agama

B. revolusi parlemen

C. revolusi demokrasi

D. revolusi pemerintahan

E. revolusi industri

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Seorang sosiolog meneliti suatu permasalahan berkaitan dengan persoalan kemiskinan di perkotaan. Ia menemukan fakta bahwa kemiskinan tersebut terjadi akibat mahalnya biaya pendidikan sehingga akses menuju pendidikan menjadi terhambat. Pada akhirnya, hasil penelitian yang dilakukan dijadikan sebagai rekomendasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan. Dalam hal ini, ilmu sosiologi termasuk ilmu pengetahuan ….

A. murni

B. terapan

C. sosial

D. abstrak

E. studi kasus

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Sosiologi memiliki beberapa ciri-ciri salah satunya adalah empiris. Itu menunjukkan bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang empiris. Itu menunjukkan bahwa sosiologi ….

A. Disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama

B. Pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan buruk atau baik masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.

C. Ilmu pengetahuan yang didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.

D. Ilmu pengetahuan yang selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi tersebut merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.

E. Objek yang dipelajari dibatasi pada apa yang terjadi sekarang dan bukan apa yang seharusnya terjadi pada saat ini.

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Dalam mempelajari sosiologi, yang dipersoalkan bukan baik buruknya fakta, tetapi klarifikasi terhadap fakta-fakta. Sifat demikian disebut….

A. Empiris

B. Nonetis

C. Normatif

D. Teoretis

E. Kumulatif

Fungsi Sosiologi

a. Fungsi Sosiologi dalam Perencanaan Sosial
Perencanaan sosial merupakan kegiatan untuk mempersiapkan masa depan individu di masyarakat. Tujuannya untuk mengatasi kemungkinan munculnya masalah-masalah saat terjadinya perubahan. Perencanaan sosial bersifat antisipatif, maksudnya: bersifat mencegah, mempersiapkan untuk sesuatu yang mungkin terjadi.
Fungsi Sosiologi dalam Perencanaan Sosial:
1) Perencanaan sosial merupakan alat untuk mengetahui perubahan yang terjadi di masyarakat
2) Perencanaan disusun atas dasar kenyataan yang factual
3) Perencanaan sosial digunakan untuk mengantisipasi berbagai masalah yang timbul di masyarakat
4) Perencanaan sosial sebagai alat untuk mengetahui perkembangan masyarakat, sehingga dapat menghimpun kekuatan sosial di masyarakat
5) Sosiologi memahami perkembangan masyarakat , baik desa maupun kota, sehingga proses penyusunan perencanaan sosial dapat dilakukan.

b. Fungsi Sosiologi dalam Penelitian
Penelitian merupakan suatu usaha untuk meningkatkan ilmu. Dalam sosiologi, penelitian berguna untuk memberikan gambaran mengenai kehidupan
masyarakat. Kegiatan penelitian dalam sosiologi, biasanya mengkaji berbagai gejala yang ada di masyarakat. Dengan penelitian, akan diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik. Dari data yang dihasilkan dari penelitian sosiologis, pengambil keputusan dapat menyusun rencana penyelesaian suatu masalah sosial, seperti cara untuk mencegah kenakalan remaja dan mengatasi masalah pengangguran, maupun meningkatkan rasa solidaritas antarwarga yang semakin memudar.
Fungsi Sosiologi dalam penelitian sosial:
1) Untuk mempertimbangkan berbagai gejala sosial yang timbul dalam kehidupan masyarakat 
2) Untuk memahami pola tingkah laku manusia di masyarakat
3) Untuk bersikap hati-hati dan selalu berpikir rasional
4) Untuk dapat melihat perubahan tingkah laku anggota masyarakat
5) Untuk dapat memahami simbol, kode, dan berbagai istilah yang menjadi objek penelitian.

c. Fungsi Sosiologi dalam Pembangunan
Pembangunan adalah perubahan yang dilakukan dengan terencana dan terarah. Proses pembangunan bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, baik secara spiritual maupun material. Dalam pembangunan, Sosiologi berfungsi untuk memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan.
Tahap-tahap dalam Pembangunan:
1) Tahap Perencanaan : 
Untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, sehingga memerlukan data-data yang relatif lengkap, yang meliputi: Pola interaksi sosial, kelompok sosial, lembaga sosial, stratifikasi sosial
2) Tahap Pelaksanaan. 
Pada tahap pelaksanaan perlu diadakan pengawasan terhadap kekuatan sosial dan perubahan sosial di masyarakat. Caranya adalah dengan mengadakan penelitian terhadap pola kekuasaan dan wewenang yang ada di masyarakat dan melakukan pengamatan terhadap perubahan yang terjadi.
3) Tahap Evaluasi. 
Dalam tahap ini, dilakukan analisis dampak sosial pembangunan. Keberhasilan pembangunan hanya dapat dinilai melalui evaluasi. Dalam tahap ini juga dapat diidentifikasikan terjadinya kekurangan dan kemunduran. Melalui evaluasi dapat dilakukan perbaikan, penambahan, dan peningkatan ke arah yang lebih baik.

d. Fungsi Sosiologi dalam Pemecahan Masalah Sosial 
Masalah merupakan keadaan yang dianggap sebagai suatu kesulitan yang perlu diselesaikan. Masalah muncul karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Masalah sosial yang ada di masyarakat berkaitan dengan nilai-nilai dan lembaga kemasyarakatan. Disebut masalah sosial karena dapat
mengganggu keharmonisan di masyarakat. Oleh karena itu masalah sosial harus ada pemecahannya agar tercipta kestabilan dan keharmonisan di
masyarakat.
Metode pemecahan masalah sosial ada 3 (tiga):
1) Metode antisipatif:
tindakan yang sifatnya mencegah, serta mempersiapkan untuk sesuatu yang mungkin terjadi.
2) Metode Represif:
tindakan agar membuat jera pelaku pelanggaran.
3) Metode Restitusif:
tindakan yang berupa pemberian penghargaan/reward kepada seseorang yang menaati hukum

Peran Sosiologi
1) Sosiolog sebagai ahli riset. Para sosiolog melakukan riset ilmiah. Tujuannya adalah mencari data kehidupan sosial masyarakat.
2) Sosiolog sebagai konsultan kebijakan. Prediksi sosiologi dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi.
3) Sosiolog sebagai praktisi. Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat.
4) Sosiolog sebagai guru atau pendidik.
 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan ini!

Para pedagang kaki lima (PKL) banyak yang berjualan di pinggir jalan, untuk memelihara ketertiban pemerintah daerah merelokasi para pedagang kaki lima tersebut di tepi kota. Berdasarkan kasus tersebut sosiologi berfungsi sebagai…

A. pengawas sosial

B. kekuatan sosial

C. pemecahan masalah

D. pengambil keputusan

E. perencana pembangunan

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Seorang walikota ingin melakukan perbaikan pada sistem tata kota di wilayahnya. Hal tersebut dilakukan agar tata kota terlihat lebih indah dan nyaman. Untuk itu, sosiolog membantunya memberikan data yang akurat tentang kebutuhan masyarakat pada keindahan kota. Manfaat sosiologi dalam kasus tersebut adalah untuk… 

A. penelitian

B. pencegahan

C. pengawasan

D. penyelesaian

E. pembangunan

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Sebelum memberikan izin pendirian pusat perbelanjaan, walikota minta sosiolog untuk memberikan masukan tentang dampak sosial pembangunan pusat perbelanjaan terhadap masyarakat. Dengan demikian, fungsi kajian sosiologi dalam kasus tersebut adalah… 

A. Sumber data perencanaan pembangunan kota

B. Pelaksana Pembangunan tata kota

C. memberi masukan kepada pemerinta

D. mengurangi dampak pembangunan di kota

E. mencegah pembangunan yang tidak ramah lingkungan

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Seorang sosiolog meneliti suatu permasalahan berkaitan dengan persoalan kemiskinan di perkotaan. Ia menemukan fakta bahwa kemiskinan tersebut terjadi akibat mahalnya biaya pendidikan sehingga akses menuju pendidikan menjadi terhambat. Pada akhirnya, hasil penelitian yang dilakukan dijadikan sebagai rekomendasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan. Dalam hal ini, ilmu sosiologi termasuk ilmu pengetahuan ….

A. murni

B. terapan

C. sosial

D. abstrak

E. studi kasus

Pengertian Gejala Sosial

Gejala Sosial adalah masalah sosial yang memengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Gejala sosial juga dapat diartikan sebagai fenomena sosial. Munculnya fenomena sosial tersebut berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial tidak bisa kita hindari namun kita perlu mengantisipasi. Pengertian gejala sosial juga dapat kita artikan sebagai sebuah peristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
 

Faktor Penyebab Gejala Sosial



a. Faktor kultural
Faktor ini merupakan nilai yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan masyarakat atau komunitas. Berikut beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor kultural diantaranya kemiskinan, kerja bakti, perilaku menyimpang dan lain sebagainya.

b. Faktor struktural
Merupakan sebuah keadaan yang memengaruhi stuktur yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural bisa dilihat dari pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dalam lingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi faktor struktural diantaranya seperti penyuluhan sosial, interaksi antar individu dan lain sebagainnya.
 

Macam-macam Gejala Sosial

a. Ekonomi
Merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendapatan. Tingkat pendapatan yang dimiliki individu bisa mengakibatkan gejala sosial dalam masyarakat. Dilihat dari aspek ekonomi, gejala sosial sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Jika ada seseorang yang kurang bisa mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial di lingkungannya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi dalam masyarakat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dan lain sebagainya.

b. Budaya
Indonesia memiliki beraneka ragam kebudayaan sehingga sudah sepatutnya kita saling menghormati budaya lain. Dengan adanya perbedaan kebudayaan jangan membuat persatuan menjadi pecah. Tidak hanya di negara sendiri, perbedaan budaya dengan negara lain juga harus dihormati. Keragaman budaya yang ada disekitar kita juga dapat menyebabkan timbulnya gejala sosial seperti tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dan lain sebagainya.

c. Lingkungan alam
Gejala sosial dalam lingkungan alam menyangkut aspek kesehatan. Seseorang yang terserang penyakit bisa mengakibatkan gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Contoh gejala sosial yang dapat ditumbulkan diantaranya penyakit menular, pencemaran lingkungan dan lain sebagainya.

d. Psikologis
Perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologi. Jika seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menyebabkan gejala sosial dalam masyarakat seperti diorganisasi jiwa, aliran ajaran sesat dan lain sebagainya.

Contoh Gejala Sosial dalam Masyarakat

a. Kemiskinan
Merupakan contoh gejala sosial yang sering dijumpai disekitar kita. Kemiskinan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut yaitu individu atau kelompok orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan minimum hidupnya. Kemiskinan relatif yaitu individu atau kelompok orang yang mampu memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, akan tetapi dirinya masih merasa miskin jika dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain. Kemiskinan bisa disebabkan tidak mampunya seseorang dalam memenuhi kebutuhan primer. akan tetapu dalam sosiologi, salah satu faktor penyebab kemiskinan ini yaitu karena lembaga kemasyarakatan dibidang ekonomi yang tidak berfungsi dengan baik. Permasalahan ini dapat menyebar ke bidang lain seperti pendidikan, sosial, dan lain sebagainya.

b. Masalah kependudukan
Indonesia merupakam negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang padat. Penduduk merupakan sumber penting bagipembangunan. Hal tersebut dikarenakan penduduk menjadi subjek dan objek pembangunan. Dengan adanya pembangunan maka dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di suatu negara. Kesejahteraan penduduk akan mengalami gangguan yang dipengaruhi oleh perubahan demografis yang sering sekali tidak dirasakan. Masalah kependudukan bisa berupa kepadatan penduduk, pemerataan penduduk yang tidak rata, ledakan penduduk dan lain sebagainya. Masalah diatas perlu adanya penanggulangan, karena dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. 
Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi permasalahan kependudukan yaitu:
1) Melalui program keluarga berencana (KB)
2) Transimigrasi
3) Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk

 

Dampak Gejala Sosial di Masyarakat

a. Dampak positif
Gejala sosial yang ada dalam masyarakat harus disikapi dengan baik. Apabila kita terbuka dan mengimbangi perubahan sosial busaya yang ada maka perubahan tersebut akan memberikan dampak positif bagi kita. Hal ini dapat dilihat dengan adanya kemajuan di bidang ateknologi salah satunya teknologi komunikasi dengan alat komunikasi modern seperti smartphone dan alat komunikasi modern lainnya yang membuat kita dapat berinteraksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung.

b. Dampak negatif
Seseorang yang tidak bisa menerima perubahan akan mengalami keguncangan culture shock. Ketidakmampuan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawanya ke arah perilaku menyimpang
 

Latihan 1

Jawablah pertanyaan ini!

Gejala sosial timbul dari adanya kemiskinan. Dibawah ini merupakan ciri-ciri kemiskinan, kecuali….

A. Mereka tidak memiliki faktor produksi, seperti tanah, modal, ataupun keterampilan, sehingga kemampuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas

B. Mereka tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri

C. Mereka memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan warisan yang banyak

D. Tingkat pendidikan rendah dan waktu mereka tersita untuk mencari nafkah

E. Kebanyakan mereka tinggal di pedesaan

Latihan 2

Jawablah pertanyaan ini!

Raina merupakan anak perempuan dari keluarga sederhana. Ia duduk di kelas 11 SMA. Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membuat Raina harus mengalami berbagai kesulitan dalam bertahan hidup. Ayah dan Ibunya tidak memiliki pekerjaan. Raina pun memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena tidak memiliki biaya. Contoh permasalahan sosial dalam teks diatas adalah…….

A. Kenakalan remaja

B. Kejahatan

C. Tawuran pelajar

D. Kemiskinan

E. Pengangguran

Latihan 3

Jawablah pertanyaan ini!

Menurut Durkheim, gejala sosial harus dipahami sebagai fakta objektif di luar kehidupan subjektif individu, artinya ….

A. gejala sosial merupakan suatu kondisi yang sebenarnya terjadi di masyarakat

B. gejala sosial merupakan suatu rekayasa yang dilakukan oleh individu

C. gejala sosial merupakan suatu kondisi yang dipengaruhi oleh pandangan pribadi

D. gejala sosial tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi karena dibentuk oleh suatu kelompok tertentu

E. gejala sosial di masyarakat tidak terjadi sesuai dengan fakta di masyarakat

Latihan 4

Jawablah pertanyaan ini!

Perhatikan ilustrasi berikut!
1) Jimmy mencuri pulpen milik Miya
2) Pak Riga tidak ikut serta dalam gotong royong karena sedang malas
3) Falih bermain gitar di saat pelajaran musik
4) Pak Deddy selaku sekretaris RW mengemukakan pendapat saat rapat RW
5) Ninar memakai sandal jepit saat menghadiri upacara pernikahan sepupunya
Ilustrasi yang menunjukkan penyimpangan sosial ditunjukkan oleh nomor ….

A. 1 ), 2), dan 3)

B. 2), 3), dan 4)

C. 1), 2), dan 5)

D. 3), 4), dan 5)

E. 1), 4), dan 5)

redesain-navbar Portlet