redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pengertian Cerita Fiksi

Sobat Pinta Apa ya Pengertian Cerita Fiksi ?

Pengertian Fiksi adalah suatu prosa naratif yang sifanya imajiner, meskipun imajiner suatu karya fiksi tetap masuk akal dan didalamnya terkandung kebenaran yang dapat mendramatisasi hubungan manusia.

Pengertian lain dari teks cerita fiksi yaitu suatu karya sastra yang didalamnya berisi cerita rekaan atau didasari angan-angan atau fantasi dan bukan menurut kejadian nyata, hanya menurut imajinasi pengarang. Imajinasi pengarang tersebut diolah dengan dasar pengalaman, wawasan, tafsiran, kecendikiaan, penilaian kepada berbagai kejadian baik secara nyata atau rekaan.

Struktur Cerita Fiksi

Struktur Cerita Fiksi

Struktur dari cerita fiksi adalah sebagai berikut:

1. Abstrak.

Pada bagian ini opsional atau dapat ada maupun tidak. Bagian ini menjadi inti dari suatu teks cerita fiksi

2. Orientasi.

Berisikan mengenai pengenalan tema, latar belakang tema dan juga tokoh-tokoh dalam novel. Diletakkan di bagian awl dan menjadi pembahasan dari teks cerita fiksi dalam novel.

3. Kompilasi.

Adalah klimaks dari teks cerita fiksi karena di bagian ini akan muncul berbagai permasalahan, seringkali kompilasi disuatu novel menjadi daya tarik tersendiri untuk pembacanya.

4. Evaluasi.

Adalah bagian yang didalamnya berisi munculnya penjelasan memecahkan maupun menyelesaikan masalah.

5. Resolusi.

Adalah bagian yang didalamnya berisi pemecahan masalah dari masalah-masalah yang dijalani tokoh utama.

6. Koda (reorientasi).

Bagian ini didalamnya berisi amanat dan juga pesan moral positif yang dapat dipetik dari suatu naskah teks cerita fiksi.

Jenis Cerita Fiksi

Jenis-jenis atau macam-macam dari cerita fiksi antara lain, yakni:

A. Novel

Novel merupkan suatu karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Umumnya novel menceritakan mengenai tokoh dan tingkah laku mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi yang aneh dari naratif itu. Kata novel awalnya bermula dari bahasa Italis “Novella” yang artinya suatu kisah, sepotong berita dan novel mempunyai cerita yang lebih kompleks dari cerpen.

Ciri-ciri novel adalah

1. Rahasia untuk hilangkan nafas bau, hanya butuh 2 menit sehari

2. Tidak dibaca sekali duduk

3. Plot mengarah ke insiden atau kejadian jamak

4. Watak tokoh dilakukan pengembangan secara penuh.

5. Dimensi ruang dan waktu yang lebih luas, cerita lebih luas dan bisa mencapai keutuhan secara inklusi.

B. Cerpen

Cerpen merupakan bentuk prosa naratif fiktif yang berkecendurangan padat dan langsung menuju tujuannya. Cerpen sangat mengandalkan teknik sastra misalnya tokoh, plot, tema bahasa, dan insight secara luas daripada dengan fiksi yang lebih panjang.

Ciri-ciri cerpen adalah bisa dibaca dalam sekali duduk, plotnya mengarah hanya kepada suatu insiden atau kejadian tunggal, watak tokoh tidak dikembangkan secara penuh apabila tokoh itu baik maka hanya kebaikan saja yang diceritakan sedangkan sifat lainnya tidak, dimensi ruang dan waktunya terbatas, cerita lebih berisi, memusat dan mendalam, mencapai keutuhan secara ekslusi (terpisahda atau khusus).

Unsur Cerita Fiksi

Unsur Cerita Fiksi

A. Unsur Intrinsik Cerita Fiksi

1. Tema. Adalah gagasan mendasar yang umumnya menopang suatu karya sastra dan yang ada didalam teks.

2. Tokoh. Adalah pelaku dalam karya sastra. Karya sastra dari segi peranan dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan.

3. Alur/Plot. Adalah cerita yang isinya urutan peristiwa, tetapi setiap kejadian itu hanya dikaitkan secara sebab akibat, kejadian yang satu disebabkan atau menyebabkan kejadian yang lain.

4. Konflik. Adalah peristiwa yang termasuk penting, merupakan suatu unsur yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan plot.

5. Klimaks. Adalah yang mana suatu konflik sudah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan ketika itu adalah suatu yang tidak bisa dihindari.

6. Latar. Adalah tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan

7. Amanat. Adalah pesan yang disajikan pengarang dari persoalan di dalam suatu karya sastra

8. Sudut Pandang. Adalah cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menampilkan tokoh, perbuatan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam suatu karya fiksi terhadap pembaca.

9. Penokohan. Adalah teknik atau cara menunjukkan tokoh

 

Unsur Ekstrinsik Cerita Fiksi

Kondisi subjektivitas individu pengarang yang berperilaku

1. Keyakinan

2. Pandangan hidup yang menyeluruh akan berpengaruh terhadap karya sastra yang ditulisnya

3. Psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang misalnya ekonomi, politik, dan sosial juga akan berpengaruh terhadap karya sastra

4. Pandangan hidup suatu bangsa

5. Berbagai karya seni yang lain dan sebagainya.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Kaidah Kebahasaan Cerita Fiksi

Adapun kaidah kebahasaan dalam membuat cerita fiksi adalah sebagai berikut:

1. Metafora.

Adalah perumpamaan yang sering dipakai untuk membandingkan sesuatu atau menggambarkan dengan langsung terhadap sifat yang sama.

2. Metonimia.

Adalah gaya bahasa yang dipakai, kata tertentu dipakai sebagai pengganti kata yang sebenarnya, tetapi pemakaiannya hanya pada kata yang mempunyai hubungan yang sangat dekat

3. Simile (persamaan).

Adalah gaya bahasa yang dipakai sebagai pembanding yang sifatnya eksplisit dengan maksud menjelaskan sesuatu hal dengan hal lainnya. Contohnya adalah seumpama, selayaknya, laksana dan lain-lain.

Latihan Soal

Yang dimaksud dengan perumpamaan yang sering dipakai untuk membandingkan sesuatu atau menggambarkan dengan langsung terhadap sifat yang sama adalah . . .

A. Simile

B. Metafora

C. Metonimia

D. Kompilasi

E. Revolusi

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Pengertian Teks Cerita Sejarah

Pada pembelajaran kali ini, kita akan belajar tentang tema yang berhubungan dengan masa lalu dan sangat erat hubungannya dengan kehidupan saat ini, yaitu teks cerita (novel) sejarah. Melalui cerita sejarah, kita bisa mengetahui bagaimana kisah para pendahulu yang tidak hanya mementingkan kehidupan pribadinya, tetapi juga berjuang untuk kehidupan rakyat yang lebih makmur. Dari kisah perjalanan hidup mereka, kita bisa menyikapi kehidupan nyata sekarang dengan cara meneladani sosok tokoh yang diceritakan dalam teks cerita sejarah.

Oleh karena itu, kita tidak selayaknya melupakan sejarah. Sebab dalam sejarah banyak terkandung cerminan kehidupan yang mestinya dilihat dan ditiru oleh generasi saat ini. 

Teks cerita sejarah adalah teks yang menceritakan suatu peristiwa sejarah yang terjadi di masa lampau dan tetap berpijak pada fakta. Peristiwa sejarah tersebut disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu terjadinya dan peristiwa tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. Sebuah teks dapat disebut teks sejarah apabila memenuhi struktur yang berlaku. Dalam teks sejarah juga terdapat ciri kebahasaan yang membedakannya dengan teks yang lain. 

Teks cerita sejarah mengisahkan sebuah fakta sejarah manusia yang bersumber dari realisasi diri, kebebasan dan keputusan daya rohani yang menceritakan kisah masa lampau, studi tentang sebab dan akibat dalam bentuk teks cerita sejarah. Penyusunannya didasarkan pada fakta dan data yang objektif. Contoh novel sejarah yang beredar adalah Hulubalang Raja karya Nur St. Iskandar, Ken Arok (Cinta dan Takhta) karya Zhaenal Fanani, Gajah Mada, Sumpah di Manguntur karya Langit Kresna Hariadi. 

Ciri Teks Cerita Sejarah

Ciri – Ciri Teks Sejarah

Adapun ciri-ciri yang dimiliki oleh teks sejarah, diantaranya:

1. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian.

2. Bentuk teks cerita ulang (recount)

3. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi.

4. Sering menggunakan konjungsi temporal.

5. Isi berupa fakta.

Struktur Teks Cerita Sejarah

Struktur Teks Cerita Sejarah

Teks Cerita Sejarah memiliki 3 struktur pembangun yakni Orientasi, Urutan Peristiwa dan Reorientasi.

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian pembuka pada teks cerita sejarah.

2. Urutan Peristiwa

Urutan Peristiwa adalah bagian rekaman peristiwa sejarah yang terjadi dan umumnya disampaikan sesuai dengan urutan waktu.

3. Reorientasi

Reorientasi merupakan bagian komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada dan boleh tidak tergantung pada keinginan penulis.

Kaidah teks  cerita sejarah

Kaidah teks  cerita sejarah

Kaidah atau aturan teks dalam cerita sejarah biasanya selalu melibatkan kata kerja (verba) material, pronomina atau kata ganti, kata-kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, adanya  dan konjungsi (kata penghubung) temporal. Untuk lebih jelasnya bisa lihat dibawah ini.

1. Pronomina (kata ganti), merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

2. Frasa adverbial, meupakan kata yang menunjukan kejadian atau peristiwa, waktu, dan tempat.

3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukan aktivitas atau perbuatan nyata yang dilakukan oleh partisipan. Kata kerja material menunjukan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, menulis, dan menyapu.

4. Konjungsi Temporal (kata sambung waktu), berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah banya memanfaatkan konjungsi (kata penghubung) temporal.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Contoh teks cerita sejarah

Salah satu conoh dari teks sejarah misalnya sebagai berikut:

 

 SEJARAH TERBENTUKNYA PULAU SAMOSIR DANAU TOBA

Siapa yang tidak mengenal Pulau Samosir yang berada di Provinsi Sumatera Utara ini, tentunya anda telah mendengar banyak informasi mengenai Pulau Samosir yang sangat indah dan kaya akan budaya batak ini. Pulau Samosir sudah sangat famous / terkenal bukan hanya di Indonesia saja, melainkan sudah mendunia dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Pulau Samosir adalah sebuah pulau vulkanik di tengah Danau Toba di provinsi Sumatera Utara. Sebuah pulau dalam pulau dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut menjadikan pulau ini menjadi sebuah pulau yang menarik perhatian para turis. Pulau Samosir sendiri terletak dalam wilayah Kabupaten Samosir yang baru dimekarkan pada tahun 2003 dari bekas Kabupaten Toba -Samosir.

Pulau Samosir merupakan sebuah pulau besar di Danau Toba dimana di Pulau Samosir sendiri terdiri dari enam kecamatan dari sembilan kecamatan yang terdapat di Kabupaten Samosir.  Danau Toba sendiri memiliki panjang 100 km dengan lebar 30 km dan kedalaman bisa mencapai 505 m yang berada di ketinggian 900 meter. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanologi terbesar di dunia. Pulau Samosir sendiri memiliki luas 640 km2 dan merupakan pulau tengah danau kelima terbesar di dunia.

Danau Toba dan Pulau Samosir terbentuk dari letusan gunung berapi maha dahsyat sekitar 69000 sampai 77000 tahun yang lalu dengan skala 8.0 Volcanic Explosivity Index (VEI) . Skala 8.0 VEI dideskripsikan sebagai letusan supervulkanologi sangat dahsyat yang memuntahkan >1000 km3 material letusan dengan ketinggian letusan mencapai 50km dan mempengaruhi suhu dan kondisi di lapisan toposphere dan stratosphere bumi.

Dahulu Pulau Samosir berada dalam satu daratan dengan Pulau Sumatera, berbentuk sebuah tanjung di Danau Toba. Bagian paling sempit dari Samosir adalah di Pangururan, lebarnya hanya sekitar 300 meter. Warga dulu menyeret perahu agar bisa pindah ke sisi Danau Toba yang satunya, daripada harus memutari Samosir.

Pada era penjajahan Belanda dibangunlah kanal sungai untuk mempertemukan kedua sisi Danau Toba. Perahu bisa lewat dari satu sisi Danau Toba, ke sisi lainnya tanpa memutari Samosir. Dengan kanal itu, terputuslah sudah Samosir dengan dataran Sumatera dan bisa dikatakan telah resmi menjadi sebuah pulau. Area pemotongan Samosir tersebutlah yang disebut dengan Tano Ponggol. Pada awalnya, area Tono Ponggol dibangun sebuah jembatan dengan menggunakan kayu untuk waktu yang cukup lama. Namun kini Jembatan Tano Ponggol sudah dibeton pada tahun 1982. Menurut buku-buku Budaya Batak, Tano Ponggol di “potong” Belanda dengan dua alasan yaitu pertama bertujuan untuk memperlancar transportasi air dan kedua bertujuan untuk memecah belah Bangsa Batak dahulu secara psikologis.

Latihan Soal

Yang merupakan ciri-ciri teks sejarah, kecuali . . .

A. Disajikan secara kronologis atau urutan peristiwa atau urutan kejadian

B. Sering menggunakan konjungsi temporal

C. Struktur teksnya: orientasi, urutan peristiwa, reorientasi

D. Bentuk teks cerita ulang

E. Isi berupa opini

redesain-navbar Portlet