redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Pendahuluan

Bagaimana Struktur dan Fungsi Tumbuhan Thallophyta di Atas ?

Masih ingatkah kamu bahwa tumbuhan dapat diklasifikasikan menjadi kelompok tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) dan tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta)? Tumbuhan tidak berpembuluh (Thallophyta) meliputi tumbuhan lumut (Bryophyta).

Tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) meliputi:

  • Tumbuhan paku (Pteridophyta)
  • Tumbuhan berbiji (Spermatophyta).

Sedangkan tumbuhan berbiji dapat dikelompokkan lagi menjadi:

  • Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)
  • Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

Pada bagian ini kamu akan mempelajari lebih dalam tentang tumbuhan berpembuluh.

Masih ingatkah kamu apa itu organ?
Organ merupakan kumpulan dari beberapa macam jaringan yang berbeda dan membentuk satu kesatuan untuk melakukan fungsi tertentu. Tahukah kamu organ penyusun tumbuhan berpembuluh? Tubuh tumbuhan berpembuluh tersusun atas beberapa organ. Secara umum, organ penyusun tumbuhan berpembuluh dapat dikelompokkan menjadi organ vegetative dan organ generatif.

Apakah organ vegetatif itu?
Organ vegetatif merupakan organ tumbuhan yang berfungsi untuk pendukung pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, terutama berguna untuk penyerapan, pengolahan, pengangkutan, dan penimbunan zat-zat makanan. Organ vegetatif tumbuhan berpembuluh terdiri atas akar, batang, dan daun. Organ generatif merupakan organ tumbuhan yang berfungsi dalam proses perkembangbiakan secara generatif atau seksual (didahului oleh peristiwa perkawinan). Pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) organ generatif terdiri atas bunga, buah, dan biji.

Struktur dan Fungsi Akar

Sobat pintar, lanjut ke topik terkait struktur dan fungsi akar.

Akar merupakan organ tumbuhan yang umumnya berada di bawah permukaan tanah, tidak memiliki buku-buku, tumbuh ke pusat bumi atau menuju air, warna tidak hijau (keputih-putihan atau kekuning-kuningan), dan memiliki bentuk meruncing.

Terdapat dua jenis sistem perakaran pada tumbuhan, yaitu serabut dan tunggang.

  • Tumbuhan monokotil seperti padi, jagung, dan rumput memiliki sistem perakaran serabut. Sebaliknya pada
  • Tumbuhan dikotil seperti kacang tanah dan mangga memiliki sistem perakaran tunggang.

Akar memiliki fungsi untuk :

  • Menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah atau medium tumbuhnya
  • Menyerap air dan mineral dalam tanah atau pada medium tumbuhnya. Pada beberapa tumbuhan, akar mengalami modifikasi sehingga dapat memiliki fungsi untuk menyimpan cadangan makanan misalnya pada singkong dan bengkuang serta berfungsi juga untuk menyerap oksigen atau untuk bernapas, misalnya pada tumbuhan bakau.

Pada wortel dan lobak akar tunggang berfungsi menyimpan cadangan makanan yang akan digunakan tumbuhan selama perbungaan dan pembentukan buah. Oleh karena itu, wortel dan lobak akan dipanen sebelum perbungaan.

Struktur dan Fungsi Batang

Sobat pintar, sekarang kita beralih ke topik struktur dan fungsi batang.

Pada umumnya tumbuhan yang kamu lihat memiliki batang yang berdiri tegak di atas tanah serta mendukung cabang, daun, dan bunga. Batang umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder, memiliki ruas-ruas (internodus) yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku (nodus).

Pada nodus inilah tempat melekatnya daun dan tunas. Batang memiliki banyak fungsi antara lain menyokong bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah, dan sebagai jalan pengangkutan air dan mineral dari akar menuju daun dan jalan pengangkutan makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Tahukah kamu apa perbedaan struktur luar batang tumbuhan monokotil dan dikotil?

Apa yang kamu amati dari batang tumbuhan monokotil dan batang tumbuhan dikotil? Batang tumbuhan monokotil memiliki ruas-ruas batang terlihat jelas, sedangkan batang tumbuhan dikotil ruas-ruas batang tidak terlihat jelas

Tumbuhan Dikotil

Tumbuhan dikotil secara sederhana didefinisikan sebagai tumbuhan dengan bijinya berkeping atau berbiji belah. Tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki karakteristik daun, akar dan batang yang berbeda. Pada tumbuhan dikotil, tulang pada daun tanamannya menyirip dan menjari dengan urat yang berbentuk jaring. Dari akarnya, akar tumbuhan dikotil adalah akar tunggang. Ciri lainnya adalah batang tanaman dikotil umumnya memiliki kambium dan batangnya bisa tumbuh menjadi besar. Yang termasuk dalam tumbuhan dikotil antara lain adalah :

  • Tumbuhan suku getah-getahan, yaitu tumbuhan yang memiliki getah berwarna putih pada tubuhnya, seperti pohon singkong dan pohon karet.
  • Tumbuhan suku kacang-kacangan (Leguminoceae) seperti kacang tanah dan kacang panjang.
  • Tumbuhan suku terung-terungan (Solanaceae) yang bunganya berbentuk bintang dan terompet dan buahnya memiliki daging yang berair, seperti tomat, terong dan cabai.
  • Tumbuhan suku jambu-jambuan (Myrtaceae) seperti jambu biji dan jambu air.
     

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang bijinya tunggal karena hanya berkeping satu. Ciri dari tumbuhan monokotil adalah memiliki daun yang berbentuk pita dan urat daunnya sejajar seperti daun yang dimiliki padi. Tumbuhan monokotil memiliki akar serabut dan batangnya kecil serta tidak memiliki kambium. Adapun yang masuk dalam golongan tumbuhan monokotil antara lain adalah:

  • Tumbuhan suku rumput-rumputan (gramineae) seperti padi dan jagung.
  • Tumbuhan suku pinang-pinangan (palmae) contohnya pohon kelapa dan sagu
  • Tumbuhan suku anggrek-anggrekan (orchidaceae)
  • Suku pisang-pisangan (musaceae)
  • Suku jahe-jahean (zingiberceae) seperti jahe, temu dan kunyit.

Bagaimana sobat pintar?

Apa kalian sudah bisa membedakan antara struktur batang dikotil dan monokotil?

Struktur dan Fungsi Daun

Yuk kita lanjut ke topik berikutnya ya...

Daun merupakan organ tumbuhan yang menempel pada batang, biasanya berbentuk tipis lebar dan banyak mengandung zat warna hijau yang dinamakan klorofil. Daun memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai alat untuk mengambil gas karbon dioksida (CO2) yang digunakan sebagai sumber (bahan baku) dalam fotosintesis, mengatur penguapan air (transpirasi), dan pernapasan (respirasi) tumbuhan.

Pada bagian sebelumnya kamu telah mempelajari bahwa sistem perakaran dan batang antara tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda. Demikian pula dengan daun, setiap tumbuhan memiliki bentuk, ukuran, dan warna daun yang berbeda untuk mencirikan tumbuhan tersebut.

Apakah struktur luar daun monokotil dengan daun dikotil berbeda?

Ada perbedaan struktur luar daun monokotil dan daun dikotil. Peruratan daun merupakan ciri untuk mengetahui suatu tumbuhan termasuk monokotil maupun dikotil. Daun monokotil memiliki peruratan daun yang sejajar, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki peruratan daun menjala.

Pada proses fotosintesis dibutuhkan cahaya sebagai sumber energi. Energi tersebut ditangkap oleh zat hijau daun yang disebut klorofil. Gas karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan glukosa (C6H12O6) dan oksigen (O2).

Glukosa selanjutnya akan disusun menjadi zat pati/amilum (C6H10O5)n melalui reaksi polimerisasi. Amilum tersebut kemudian disimpan dalam akar (misalnya pada singkong), batang (misalnya pada sagu), dan buah (misalnya pada padi).

Struktur dan Fungsi Bunga

Sobat pintar tentu pernah melihat bunga bukan?

Bunga merupakan alat reproduksi generatif pada tumbuhan. Bunga biasanya memiliki warna yang menarik dan berfungsi untuk menarik serangga atau hewan lain yang dapat membantu proses penyerbukan.

Secara umum, bunga tersusun atas dua bagian utama, yaitu perhiasan bunga dan alat reproduksi bunga. Perhiasan bunga meliputi tangkai, kelopak (kaliks), dan mahkota (korola). Sedangkan alat reproduksi berupa benang sari (alat kelamin jantan) dan putik (alat kelamin betina). Bunga yang memiliki bagian-bagian tersebut disebut bunga lengkap. Sedangkan bunga yang tidak memiliki salah satunya disebut bunga tidak lengkap.

Berdasarkan keberadaan alat reproduksi dalam satu bunga, ada bunga yang memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga. Bunga yang demikian disebut dengan bunga sempurna. Namun, ada juga bunga yang hanya memiliki satu alat kelamin saja dalam satu bunga, benang sari saja atau putik saja. Bunga yang demikian disebut bunga tidak sempurna.

Apakah struktur bunga pada tumbuhan dikotil dan monokotil sama?

Tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dibedakan berdasarkan karakteristik bunga, yaitu jumlah bagian-bagian bunga. Tumbuhan monokotil mempunyai bagian-bagian bunga seperti daun kelopak, daun mahkota, dan benang sari yang berkelipatan 3 (tiga). Pada tumbuhan dikotil mempunyai bagian-bagian bunga berkelipatan 4 (empat) atau 5 (lima).

Struktur dan Fungsi Buah dan Biji

Sobat pintar, pernahkah kamu memakan buah mangga atau buah yang lain?

Ketika kamu makan buah biasanya di dalamnya juga terdapat biji. Tahukah kamu darimana buah dan biji berasal? Masih ingatkah kamu bagian-bagian dari bunga?

Salah satu bagian dari bunga yaitu putik (pistillum). Putik terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian dasar yang menggelembung disebut bakal buah (ovarium), bagian yang memanjang disebut tangkai putik (stilus) dan kepala putik (stigma).

Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih bakal biji (ovul). Pada perkembangan selanjutnya, bakal buah akan berkembang menjadi buah sedangkan bakal biji akan berkembang menjadi biji.

 

Latihan 1

Susunan anatomi batang berikut yang tidak dimiliki oleh tumbuhan dikotil adalah...

A. Kulit dan kayu dapat dipisahkan

B. Pembuluh angkut tersebar

C. Pembuluh angkut dalam lingkaran

D. Kayu dan kulit dipisahkan oleh kambium

Latihan 2

Perhatikan pernyataan berikut!
1) Melindungi akar
2) Mengangkut air ke pembuluh berikutnya pada batang
3) Menyerap air dan garam mineral dari tanah
4) Menyampaikan makanan ke bagian akar
Fungsi kaliptra dan rambut akar berturut-turut sesuai nomor....

A. 1 dan 2

B. 2 dan 4

C. 1 dan 3

D. 3 dan 4

Jaringan Meristem

Sobat pintar, tahukah kalian mengapa  pohon bisa bertambah besar dan tinggi? 

Hal itu dikarenakan terdapat jaringan pada tumbuhan. Apa saja jaringan pada tumbuhan?

Yuk kalian simak topik berikut ini!

Jaringan meristem atau disebut juga jaringan embrional adalah jaringan yang sel-selnya aktif membelah diri secara mitosis. Hal ini menyebabkan sel-sel tumbuhan semakin bertambah dan menyebabkan tumbuhan mengalami pertambahan tinggi dan volume. Berdasarkan asal terbentuknya, jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.

Meristem Primer
Meristem primer adalah jaringan meristem pada tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah. Meristem primer pada umumnya terdapat pada ujung batang dan ujung akar oleh karena itu meristem primer menyebabkan pertumbuhan primer pada tumbuhan (pertumbuhan vertikal atau perpanjangan akar dan batang).

 

Meristem Sekunder
Meristem sekunder berasal dari sel-sel dewasa yang berubah sifatnya menjadi meristematik kembali (aktif membelah kembali). Contohnya adalah kambium pembuluh (kambium vaskuler) dan kambium gabus (felogen).

Kambium vaskuler merupakan lapisan sel-sel yang aktif membelah yang terletak di antara pembuluh angkut xilem dan floem. Kambium vaskuler ini banyak terdapat pada batang dan akar tumbuhan dikotil, sedangkan tumbuhan monokotil pada umumnya tidak memiliki kambium vaskuler.

Jaringan Dewasa dan Jaringan Pelindung

Lanjut ke topik berikutnya yaa sobat pintar!

Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa atau disebut juga jaringan permanen merupakan jaringan yang bersifat non-meristematik atau tidak aktif membelah. Jaringan ini berasal dari pembelahan sel-sel meristem primer dan sel-sel meristem sekunder, yang telah mengalami diferensiasi atau mengalami perubahan bentuk sehingga memiliki fungsi tertentu. Berdasarkan fungsinya jaringan dewasa dibedakan menjadi empat, yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut.

 

Jaringan Pelindung
Jaringan pelindung terdapat di seluruh permukaan luar tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan jaringan pelindung untuk melindungi bagian dalam tumbuhan dari berbagai pengaruh luar yang merugikan, misalnya hilangnya air akibat suhu yang meningkat dan melindungi dari kerusakan mekanik. Contoh dari jaringan pelindung yaitu jaringan epidermis.

Sel-sel epidermis dapat berkembang (mengalami modifikasi) menjadi alat pelindung tambahan, misalnya stomata (mulut daun), sisik, trikoma (rambut-rambut), dan duri (spina).

 

Jaringan Dasar, Jaringan Penyokong dan Jaringan Pengangkut

Lanjut ke topik berikutnya yaa sobat pintar!

Jaringan Dasar
Jaringan dasar
merupakan jaringan yang hampir terdapat pada seluruh bagian tumbuhan. Jaringan dasar seringkali disebut jaringan pengisi. Jaringan ini berperan penting dalam semua proses fisiologi (metabolisme) pada tumbuhan. Contoh dari jaringan dasar ini yaitu jaringan parenkim.

Jaringan parenkim dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis jaringan parenkim lain, misalnya pada buah dan umbi parenkim berdiferensiasi menjadi parenkim cadangan makanan yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan. Pada daun, jaringan parenkim berdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang, yang berfungsi untuk proses fotosintesis.

 

Jaringan Penyokong (Penguat)
Jaringan penyokong
merupakan jaringan yang berperan untuk menunjang bentuk tubuh tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.

  • Jaringan kolenkim merupakan jaringan yang berfungsi untuk menyokong bagian tumbuhan yang masih muda. Sel-sel jaringan kolenkim memiliki dinding sel yang mengalami penebalan, namun tidak merata.
  • Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penguat yang  bersifat permanen. Jaringan sklerenkim berfungsi untuk menyokong tubuh tumbuhan yang sudah tua.

Berdasarkan bentuk selnya, jaringan sklerenkim dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan serat (fiber) dan jaringan sklereid terdiri atas sel-sel yang memanjang, meruncing pada kedua ujungnya,dan tersusun membentuk benang. Jaringan serat banyak ditemukan pada jaringan xilem. Jaringan sklereid terdiri atas sel-sel yang pendek, dan memiliki bentuk yang tidak teratur. Jaringan sklereid ini banyak ditemukan pada kulit kacang atau buah pir.

 

Jaringan Pengangkut (Vaskuler)
Jaringan pengangkut terdiri atas dua jenis, yaitu xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan zat-zat terlarut di dalamnya dari akar menuju daun. Floem berfungsi untuk mengangkut makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan

 

Latihan 1

Pada tumbuhan dikotil, jaringan yang sel-selnya terus membelah untuk membentuk kulit dan kayu adalah....

A. Kambium

B. Silinder pusat

C. Epidermis

D. Korteks

Latihan 2

Sifat jaringan yang menunjang bersatunya batang-batang pada waktu menyambung adalah ...

A. Sel-sel parenkim berubah menjadi meristem

B. Sel-sel parenkim sebagai tempat cadangan makanan

C. Sel-sel kolenkim mengandung serat untuk menyatukan batang

D. Sel-sel sklerenkim sebagai penguat batang

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Akar

Sobat pintar, yuk kita lanjut ke topik berikutnya terkait struktur dan jaringan pada akar.

Jaringan meristem apikal inilah jaringan yang sel-selnya terus membelah membuat akar semakin panjang. Tudung akar berfungsi untuk melindungi sel-sel meristem tersebut saat membelah sehingga dapat menembus tanah tanpa mengalami kerusakan dan akar dapat menambatkan tubuh tumbuhan dengan kuat ke dalam tanah.

Kamu sudah paham bukan bagaimana akar mampu memiliki fungsi untuk menambatkan tubuh tumbuhan ke tanah? Selain menambatkan tubuh tumbuhan ke tanah, akar juga berfungsi untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah.

Mengapa akar mampu memiliki fungsi tersebut?

Akar tersusun atas epidermis, korteks, dan silinder pusat. Epidermis merupakan bagian terluar akar. Sel-sel epidermis memiliki dinding yang tipis, sehingga air dan mineral mudah masuk ke dalam sel-sel epidermis yang kemudian diteruskan ke dalam korteks dan silinder pusat.

Pada bagian tertentu sel-sel epidermis juga mengalami modifikasi menjadi rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air dan mineral. Bagian yang lebih dalam dari epidermis yaitu korteks. Korteks ini tersusun atas jaringan parenkim yang dinding selnya tipis dan tersusun renggang. Korteks ini berfungsi untuk tempat penyimpanan cadangan makanan bagi tumbuhan.

 

 

Lapisan terdalam dari korteks disebut endodermis. Lapisan endodermis tersusun atas satu lapis sel yang membatasi korteks dengan silinder pusat. Pada endodermis terdapat bentukan seperti pita yang disebut pita Kaspari. Pita Kaspari berfungsi untuk mengatur jalannya mineral yang diserap oleh akar agar menuju ke silinder pusat. Di sebelah dalam endodermis terdapat daerah silinder pusat atau stele.

Silinder pusat tersusun atas jaringan pengangkut dan jaringan pendukung lainnya seperti perisikel dan parenkim empulur. Sel-sel perisikel berfungsi untuk membentuk cabang akar. Berkas pengangkut pada silinder pusat terdiri atas xilem yang berfungsi mengangkut air dan mineral dari tanah menuju batang hingga ke daun dan floem yang berfungsi mengangkut makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Batang

Sobat pintar, masih ingatkah kamu fungsi batang?

Beberapa fungsi batang antara lain :

  • Menyokong bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas tanah
  • Sebagai jalan pengangkutan air dan mineral dari akar menuju daun
  • Jalan pengangkutan makanan dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan
  • Batang juga berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan pada beberapa tumbuhan

Seperti halnya akar, batang juga memiliki epidermis, korteks, dan berkas pengangkut.

Bagian terluar batang yang masih muda tersusun atas jaringan epidermis. Pada batang tumbuhan dikotil yang sudah dewasa, epidermis akan rusak dan digantikan oleh periderm atau jaringan gabus.

Pada bagian yang lebih dalam dari epidermis terdapat korteks. Korteks pada batang juga tersusun atas jaringan parenkim. Pada beberapa tumbuhan, seperti tebu, kentang, dan rimpang kunyit, di daerah korteks inilah cadangan makanan disimpan. Berkas pengangkut pada batang merupakan kelanjutan berkas pengangkut pada akar. Melalui berkas pengangkut ini, air dan mineral yang diserap akar diteruskan oleh berkas pengangkut pada batang untuk menuju daun.

Pada batang dikotil, berkas pengangkut tersusun dalam lingkaran, sedangkan pada batang monokotil, berkas pengangkut tersebar. Antara xilem dan floem pada berkas pengangkut tumbuhan dikotil terdapat kambium vaskuler yang aktif membelah.

Struktur dan Fungsi Jaringan pada Daun

Sobat pintar, masih ingatkah kamu fungsi daun?

Daun memiliki beberapa fungsi, antara lain untuk mengambil gas karbon dioksida (CO2) yang digunakan untuk fotosintesis, mengatur penguapan air (transpirasi), dan pernapasan (respirasi) tumbuhan. Bagaimana daun tumbuhan mampu melakukan fungsi tersebut?

Pada permukaan atas dan bawah daun terdapat jaringan yang disebut epidermis. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan di dalam daun. Pada beberapa tumbuhan, daun juga dilapisi oleh lapisan lilin yang disebut kutikula yang berfungsi untuk mengurangi penguapan. Sel-sel sisik, dan rambut-rambut. Stomata dapat membuka dan menutup, menyesuaikan kondisi lingkungan. Pada tumbuhan umumnya, saat siang hari stomata membuka, sehingga karbon dioksida dapat masuk ke dalam daun untuk digunakan dalam fotosintesis.

Pada tumbuhan yang hidup di daerah kering, misalnya kaktus, stomata menutup saat siang hari. Hal ini dilakukan agar tidak banyak air dalam tubuh yang hilang karena menguap lewat stomata. Pada tumbuhan tersebut stomata baru membuka saat malam hari.         

Latihan 1

Penyerapan air melalui rambut akar terjadi secara osmosis. Pernyataan yang tepat mengenai peristiwa osmosis adalah....

A. Masuknya zat ke dalam jaringan akar

B. Masuknya semua zat ke rambut akar

C. Pergerakan air ke dalam sel akar rambut

D. Menyusupnya air ke ruang-ruang antar sel

Latihan 2

Keluar masuknya udara pernafasan tumbuhan pada siang hari terjadi melalui ...

A. Stomata dan epidermis

B. Lentisel dan korteks

C. Stomata dan lentisel

D. Korteks dan epidermis

redesain-navbar Portlet