APSiswaNavbarV2

redesain-navbar Portlet

BelajarPintarV3

Peta Belajar Bersama

Sobat, ini nih ada Peta Belajar Bersama IPS bab 4 

Yuk, mulai belajar bersama !

Masa Kemerdekaan (1945-1950)




Sumber : Wikipedia

Sobat Pintar coba sama-sama kita perhatikan gambar pembacaan teks proklamasi kemerdekaan diatas. Siapakah yang membaca teks proklamasi ? Mengapa perlu proklamasi kemerdekaan ? Bagaimana maknanya bagi kehidupan bangsa Indonesia pada masa sekarang ? Untuk menambah informasi tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia, Yuk simak penjelasan berikut. 

Menjelang akhir tahun 1944, posisi Jepang dalam Perang Asia Pasifik semakin terdesak, satu demi satu daerah jajahannya jatuh ke tangan pasukan Sekutu. Untuk menghadapi Sekutu, Jepang mencari dukungan kepada bangsa-bangsa yang diduduki dengan memberikan janji kemerdekaan.

Pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jenderal Kuniaki Koiso menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia, janji ini dikemukakan di depan Parlemen Jepang, dengan tujuan untuk menarik simpati Indonesia. Sebagai pembuktiannya, ia mengijinkan pengibaran bendera merah putih di kantor kantor, tetapi harus berdampingan dengan bendera Jepang. 

Sementara itu untuk mendapatkan rumusan dasar negara yang benar-benar tepat, maka acara dalam sidang ini adalah mendengarkan pidato dari tiga tokoh utama pergerakan nasional Indonesia yaitu Mr. Mohammad Yamin, Mr Soepomo, Ir Soekarno. Gagasan mengenai dasar negara yang dikemukakan oleh masing-masing tokoh dapat kamu amati pada tabel berikut. 
 

Gagasan mengenai rumusan lima sila dasar negara Republik Indonesia yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dikenal dengan istilah Pancasila. Sampai akhir masa sidang pertama ini, belum ditemukan kesepakatan rumusan dasar negara Republik Indonesia yang benar-benar tepat, oleh karena itu dibentuk panitia kecil yang beranggota sembilan orang yang diketuai oleh Ir. Soekarno yang dinamakan “panitia Sembilan”. Tugasnya adalah mengolah usulan dari anggota BPUPKI mengenai dasar negara Republik Indonesia. 


Tepat pukul 10.00 WIB upacara proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai. Setelah pidato dan pembacaan proklamasi selesai, kemudian dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat dan S. Suhud.
 

Masa Demokrasi Parlemen (1950-1959)

Sumber : Kompas.com

Peristiwa Politik 
Peristiwa yang terjadi dalam bidang politik dan pemerintahan 
Tahun 1949 : 

  1. Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda  
  2. Pembentukan Negara Indonesia Serikat (NIS) dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS) 
  3. Pergantian dasar konstitusi, dari konstitusi RI tahun 1945,berganti menjadi konstitusi RIS 1949 
  4. Pembentukan Uni Indonesia Belanda 

Tahun 1950 : 

  1. Kembali ke bentuk NKRI tanggal 17 Agustus 1950 
  2. Pergantian konstitusi, dari konstitusi RIS ke UUDS 1950 
  3. Pemberlakuan sistem parlementer 
  4. Pemberlakuan Sistem Multi Partai 
  5. Pembentukan kabinet

Kabinet Natsir (6 September 1950-21 Maret 1951) 
Program Kabinet: Mempersiapkan pemilu, penyelesaian masalah Irian Barat, Indonesia menjadi anggota PBB Pembentukan DPRD. Kabinet jatuh Hadikusumo. karena adanya mosi.


Kabinet Sukiman (27 April 1951-3 April 1952)
Program Kabinet: Pengembalian Irian Barat, pelaksanaan politik bebas aktif, persiapan pemilihan umum. Kabinet jatuh karena menerima bantuan dari Amerika Serikat yang bernama Mutual Security Act (MSA).


Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953) 
Program Kabinet: Mempersiapkan pemilu, menciptakan pembebasan Irian Barat. Terjadi Peristiwa 17 Oktober tahun 1952. Kabinet jatuh karena terjadi Peristiwa Tanjung Morawa 16 keamanan dan upaya Maret 1953.


Kabinet Ali Sastroamidjojo I (31 Juli 1953-12 Agustus 1955)
Program Kabinet: Pembebasan Irian Barat, peninjauan kembali hasil KMB, pelaksanaan Pemilu, pelaksanaan Konferensi Asia Afrika Kabinet jatuh karena mosi tidak percaya akibat adanya konflik internal Angkatan Darat (Peristiwa 27 Juni 1955).


Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3 Maret 1956)
Program Kabinet: Penyelenggaraan Pemilu pertama tahun 1955. Kabinet jatuh karena kurangnya dukungan dari partai-partai pemenang Pemilu .


Kabinet Ali Sastroamidjojo II (20 Maret 1956-14 Maret 1957) 
Program Kabinet: Pembatalan hasil KMB, perjuangan mengembalikan Irian Barat. Terjadi terbentuknya dewan-dewan militer. Kabinet jatuh karena pertentangan politik tajam semakin yang dapat mengancam integrasi bangsa lalu Presiden Soekarno membentuk Kabinet Karya.


Kabinet Djuanda (9 April 1957-10 Juli 1959) 
Kabinet Djuanda dikenal dengan nama Kabinet Karya. 
Program kabinet: Pembentukan Dewan Nasional, perjuangan merebut Irian Barat dan keadaan keamanan Indonesia. Kabinet normalisasi karena mengeluarkan Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959. Setelah dekrit Indonesia kembali ke jatuh Presiden sistem Presidensial. 


Pelaksanaan Pemilu 
Pemilu pertama dilaksanakan pada masa kabinet Burhanudin Harah Pemilu dilaksanakan 2 kali yaitu : 

  • Tanggal 29 September 1955, memilih anggota DPR 
  • Tanggal 15 Desember 1955, memilih anggota Badan Konstituante 

Partai-partai yang mempunyai kursi terbesar di parlemen dalam Pemilu 1955: 

  • Partai Nasionalis Indonesia (PNI) 
  • Majelis Syuro Muslimin Indonesia (MASYUMI) 
  • Nahdlatul Ulama (NU) 
  • Partai Komunis Indonesia (PKI)

Peristiwa Ekonomi 

  1. Peristiwa Ekonomi yang terjadi pasca pengakuan kedaulatan adalah: 
  2. Nasionalisasi De Javasche Bank tahun 1951 dan menjadi Bank Indonesia tahun 1953
    Pemberlakuan Kebijakan Ekonomi Gerakan Benteng oleh Sumitro Joyohadikusumo tahun 1950-1953. Kebijakan ini bertujuan membantu meningkatkan taraf hidup pengusaha pribumi.
  3. Pemberlakuan Kebijakan Ekonomi sanering (Gunting Prawiranegara tahun 1950. Kebijakan ini adalah kebijakan yang memotong uang kertas yang bernilai di atas Rp.2,5 menjadi dua bagian. Kebijakan mengurangi jumlah mengatasi masalah inflasi) oleh Syafruddin bertujuan untuk beredarnya uang.
  4. Pemberlakuan Kebijakan Ekonomi Ali-Baba oleh Mr. Iskaq Cokroadisuryo pada masa kabinet Ali I. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara pedagang pribumi dengan non pribumi. 
  5. Pembentukan Badan Perencanaan Nasional oleh PM. Ali Sastroamijoyo pada masa kepemimpinan kabinet Ali II tahun 1956.
     

Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965)



Sumber : Cendika.com

Sobat pintar tau gak sih sistem pemerintahan yang diciptakan oleh Soekarno ? Sistem pemerintahan yang diciptakan oleh Presiden Soekarno lebih mengedepankan kekuasaan seorang Presiden.

Adapun latar belakang demokrasi terpimpin ini karena kegagalannya Dewan Konstituante menyusun UUD baru, keadaan negara yang tidak stabil akibat seringnya pergantian kabinet, selain itu terdapat konflik politik yang berkepanjangan antara partai-partai yang ada di dalam parlemen, dan UUD 1945 dianggap lebih sesuai untuk Indonesia. 

Pada masa demokrasi terpimpin ini terdapat beberapa hal yang menjadi ciri dari masa ini lho Sobat diantaranya. 

  1. Besarnya kekuasaan presiden Soekarno
  2. Peran partai politik di parlemen melemah
  3. Peran politik Partai Komunis Indonesia meningkat
  4. Peran parlemen dalam pemerintahan berkurang
  5. TNI AD memiliki peran politik yang cukup besar. 

Dalam masa demokrasi terpimpin terdapat pelaksanaan kebijakan-kebijakan sebagai berikut. 
 

Setelah terjadinya berbagai macam peristiwa lalu bagaimana akhir dari masa ini ? Hal pertama yaitu dengan terjadinya peristiwa G 30 S PKI tahun 1965, lalu terjadi demonstrasi mahasiswa dengan Tritura (turunkan harga, bubarkan PKI, rombak kabinet Dwikora) pada tahun 1996, selanjutnya keluar Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) 1966 dan keputusan Tap MPRS No XXXIII tahun 1967.

Masa Orde Baru (1966-1998)

Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Tau tidak Sobat SUPERSEMAR merupakan tonggak munculnya orde baru tahun 1966 dan secara resmi pemerintahan orde baru setelah keluarnya Tap MPRS No XXXIII tahun 1967 yaitu dengan mencabut kekuasaan pemerintahan Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.  
Kebijakan dalam pelaksanaan orde baru sebagai berikut. 

Beberapa hal yang terjadi menjelang kemunduran Orde Baru sebagai berikut. 

  • Terjadi krisis negara-negara Asia Tenggara 
  • Terjadi krisis ekonomi yang berdampak pada jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing 
  • Utang luar negeri jatuh tempo 
  • Praktik KKN dalam pemerintahan 
  • Terjadi krisis politik yaitu hilangnya kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan Orde Baru
  • Aksi mahasiswa yang menuntut reformasi 
  • Tragedi penembakan mahasiswa Trisakti h. Kerusuhan Mei 1998 
  • Kegagalan pembentukan kabinet reformasi dan pengunduran beberapa menteri
  • Pendudukan gedung MPR/DPR elemen mahasiswa dan masyarakat    

Bagaimana akhir dari masa orde baru ini ? tepatnya tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 WIB di Istana Negara Presiden Suharto meletakkan jabatannya dan berdasarkan Pasal 8 UUD 1945 maka menunjuk Wakil Presiden B.J Habibie sebagai presiden. 

Masa Reformasi (1998-Sekarang)



Sumber : Kompas.com 

Pengertian Reformasi adalah suatu periodisasi dalam sejarah Indonesia. Pada periode ini, terjadi penyusunan kembali nilai-nilai bernegara yang dianggap menyimpang pada masa Orde Baru. 
Hal-hal yang terjadi menjelang Reformasi :

  1. Krisis Moneter yang terjadi di Asia Tenggara, ternyata berdampak pada kehidupan politik di Indonesia
  2. Soeharto terpilih lagi menjadi presiden untuk ketujuh kalinya dan kemudian membentuk kabinet pembangunan VII
  3. Munculnya krisis kepercayaan disebabkan karena tindakan pemerintah yang menaikkan harga BBM 
  4. Munculnya aksi demonstrasi yang menentang kepemimpinan Soeharto 
  5. Terjadi beberapa perguruan tinggi akibat aksi demonstrasi. Peristiwa yang terjadi antara lain: 
    - Insiden hari pendidikan tanggal 2 Mei insiden di beberapa 1998 
    - Insiden Trisakti tanggal 12 Mei 1998 
  6. Kerusuhan 13 Mei 1998 
  7. Kegagalan Pembentukan kabínet Reformasi
  8. Pengunduran beberapa menteri Pembangunan VII 
  9. Pendudukan gedung MPR/DPR tanggal 19 Mei 1998 Kabinet 
  10. Pengunduran diri Soeharto sebagaí Presiden tanggal 21 Mei 1998

Masa Reformasi dari Soeharto mengundurkan maka Setelah jabatannya sebagai Presiden, menggantikannya adalah Wakil Presiden yang saat itu dijabat oleh B.J Habibie. Sementara itu, mahasiswa masih terus mengusung reformasi yang tergambar dalam agenda reformasi yaitu: 

  • Adili Soeharto dan kroni-kroninya 
  • Amandemen UUD 1945 
  • Penghapusan Dwifungsi ABRI
  • Otonomi daerah yang seluas-luasnya 
  • Supremasi hukum 
  • Pemerintah yang bersih dari KKN

Pemerintahan era Reformasi : 
Masa B.J Habibie (1998-1999), Kabinet Reformasi 

  • Peristiwa Semanggi I dan Il tahun 1998 
  • Lepasnya Timor-Timur tahun 1999 
  • Pembebasan tahanan politik 
  • Pemilu 1999

Masa Abdurrahman Wahid (1999- 2001), Kabinet Persatuan Nasional 

  • Memberikan jeda kemanusian di Aceh 
  • Rekonsiliasi hubungan dengan etnis Tionghoa 
  • Adanya kasus Buloggate tahun 2001
  • Adanya kasus Bruneigate tahun 2001 

Masa Megawati Soekarnoputri (2001- 2004), Kabinet Gotong Royong 

  • Privatisasi BUMN Melanjutkan kembali operasi militer di Aceh 
  • Lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan 
  • Penghentian kerjasama dengan IMF Adanya kasus Buloggate tahun 2001 
  • Munculnya peristiwa Bom Bali I dan beberapa wilayah Pemilu tahun 2004 
  • Pemilihan Presiden langsung oleh rakyat untuk pertama kalinya (2004) Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 

Masa Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2009 dan 2009-2014), Kabinet Indonesia Bersatu

  • Peristiwa Bom Bali II dan J.W Marriot II 
  • Perdamaian dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka Konversi gas elpiji 3 Kg 
  • Kasus Bank Century 
  • Pemutusan hubungan dengan IMF 
  • Adanya program bantuan langsung tunai 
  • Pemilu tahun 2009
     

Latihan 1

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Dengan kembalinya Indonesia ke dalam bentuk negara kesatuan tahun 1950, maka UUD yang digunakan adalah ....
 

A. UUD 1945

B. Konstitusi RIS 1949

C. UUDS 1950

D. UUD 1945 yang diamandemenkan

Latihan 2

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Sidang pertama BPUPKI dilaksanakan pada tanggal ....
 

A. 29 – 31 Mei 1945

B. 29 mei – 1 Juni 1945

C. 31 Mei – 1 Juni 1945

D. 10 – 17 Juli 1945

Latihan 3

Kerjakan soal berikut dengan benar!

Faktor yang menjadi penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah ....
 

A. Adanya mosi Hadikusumo

B. Keluarnya dekrit presiden 5 Juli 1959

C. Peristiwa Tanjung Morawa

D. Menerima bantuan ekonomi dari Amerika

redesain-navbar Portlet