CssBlog

redesain-navbar Portlet

Blog

3 Biaya yang Wajib Dikenal sebelum Masuk Kuliah

Rencanakan biaya kuliah sedini mungkin dengan mengetahui apa saja komponennya.

berapa biaya kuliah, Photo by Ales Nesetril on Unsplash

Biaya apa saja yang ada di kuliah? Pernah nggak, kamu ngitung-ngitung apa saja jenis biaya yang harus dibayarkan oleh orang tuamu selama kamu kuliah? Atau, ada nggak Sobat Pintar yang harus berhitung cermat sendiri sebelum masuk kuliah?

Tentu saja, keadaan kita masing-masing tak ada yang sama. Namun apapun itu, kita perlu tahu loh, apa saja yang harus dibayar saat kuliah. Iya dong, kan kita sendiri yang menjalani kuliahnya. Sudah semestinya kita tahu macam-macam pembayaran kuliah, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Minimal, kita kenal sama tiga istilah di bawah ini.

 

1. Uang Pangkal

Biaya apa saja yang ada di kuliah
Photo by micheile dot com on Unsplash

Nama resmi uang pangkal bisa berbeda-beda. Biaya masuk kuliah ini bisa disebut Uang Kuliah Awal, Iuran Pengembangan Institusi, Sumbangan Pengembangan Institusi, Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas, Dana Pengembangan, atau sekadar Uang Pangkal saja. Tak sedikit juga orang tua yang menyebut komponen ini uang gedung atau sumbangan pengembangan.

Uang pangkal merupakan salah satu komponen biaya kuliah swasta yang bersifat wajib. Oke, ini tentu bukan hal yang baru buatmu, Sobat. Namun kamu perlu tahu bahwa uang pangkal sebenarnya bukan hanya komponen biaya kuliah swasta. Lantas apakah Perguruan Tinggi Negeri bayar? Iya, uang pangkal juga dibayarkan di kampus negeri jika kamu masuk kuliah melalui Jalur Mandiri.

Rincian biaya kuliah yang satu ini bisa kamu dapatkan saat mendaftar masuk kuliah. Nominalnya cukup beragam antar universitas, bahkan berbeda antara satu jurusan dengan jurusan lain dalam satu universitas. Sebagai gambaran, uang pangkal di Jalur Mandiri kampus negeri bisa berada di angka Rp2,5 juta sampai Rp300 juta. Tenang, Sobat. Tak semua kampus negeri memberlakukan uang pangkal di Jalur Mandirinya. Sekali lagi, kamu bisa mendapatkan rincian biaya kuliah saat melakukan pendaftaran.

Uang pangkal dibayarkan sekali di awal, sama seperti biaya pendaftaran kuliah, sebelum kita masuk semester pertama.  Namun beberapa kampus, biasanya kampus swasta, ada yang membolehkan mahasiswa membayar uang pangkal dengan cara diangsur sampai lulus kuliah.

 

2. UKT

Apakah Perguruan Tinggi Negeri bayar
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Dari macam-macam pembayaran kuliah yang ada, kamu bakalan paling sering ketemu sama UKT karena ini merupakan biaya kuliah per semester. Itulah sebabnya, UKT kadang lebih dikenal sebagai uang semesteran.

UKT adalah kependekan dari Uang Kuliah Tunggal. Besaran nominal UKT setiap mahasiswa tidak sama, ditentukan oleh kampus sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarganya. Saat menyerahkan dokumen masuk kuliah, pihak kampus akan mempelajari tingkat ekonomi keluarga setiap mahasiswa dan kemudian menentukan Kelompok atau Golongan UKT-nya. Mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi, yang biasanya mengikuti program KIP-Kuliah, berhak atas pembayaran UKT pada Golongan I atau II. Semakin baik keadaan ekonomi keluarga mahasiswa, semakin tinggi pula golongan UKT yang berarti semakin besar nominal UKT-nya. Rancangan biaya kuliah sperti ini dimaksudkan sebagai subsidi silang, Sobat Pintar.

UKT memang diharapkan mampu meringankan biaya kuliah yang harus ditanggung oleh mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Selama kuliah, mahasiswa yang masuk kampus negeri melalui Jalur SNMPTN dan SBMPTN hanya dikenakan UKT sebagai biaya kuliah per semester. Dengan begitu, berapa biaya kuliah yang harus disiapkan setiap semesternya dapat diperkirakan.

 

3. Biaya SKS

yang harus dibayar saat kuliah
Photo by Ashraf Ali on Unsplash

Tolok ukur besaran UKT di kampus swasta berbeda lagi, Sobat. Alih-alih keadaan ekonomi, nominal UKT di kampus swasta ditentukan oleh jumlah SKS yang diambil sehingga dikenal dengan biaya SKS. Jadi pada dasarnya UKT dan biaya SKS adalah biaya kuliah yang dibayarkan setiap semester, tetapi dasar penentuan nominalnya berbeda.

Pada umumnya setiap mata kuliah terdiri dari 2-4 SKS, dan maksimal jumlah SKS yang bisa diambil setiap semester biasanya 24 SKS. Tentu saja, ketentuan ini berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya. Misalnya kampusmu menentukan biaya per SKS sebesar Rp100.000,00, kamu tinggal mengalikannya dengan jumlah SKS yang diambil. Jika kamu mengambil 20 SKS, maka total biaya kuliah per semester yang harus kamu bayarkan adalah sebesar Rp2.000.000,00.

Karena SKS ditentukan di awal semester, berapa biaya kuliah pada satu semester di kampus swasta pun masih dapat diperkirakan. Dengan demikian, biaya kuliah yang dibutuhkan juga masih bisa disiapkan.

 

Tentu saja, masih banyak biaya-biaya lain yang harus disiapkan seperti biaya untuk jaket almamater, orientasi akademik, kartu mahasiswa, hingga biaya praktikum di jurusan-jurusan yang memerlukan laboratorium dan peralatan untuk praktikum. Sama seperti biaya pendaftaran kuliah yang biasanya terpampang jelas, seharusnya kamu dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai rincian biaya kuliah yang ditarik oleh kampus.

Beda lagi dengan biaya kuliah yang "tak tampak," Sobat. Modul kuliah, buku, fotokopi, tugas kelompok, bahan kuliah, print makalah, dan banyak printilan lain sejatinya adalah juga termasuk biaya kuliah. Jumlah nominal yang harus kamu keluarkan untuk fotokopi, misalnya, pasti jauh lebih kecil dibandingkan uang pangkal. Namun lantaran kita bakal sering fotokopi sampai terlalu sulit untuk mencatatnya dalam pembukuan pengeluaran, sebenarnya jika ditotal biaya fotokopi selama kuliah juga tak sedikit.

Nah, siap masuk kuliah, Sobat Pintar? Rencanakan biaya kuliah sebaik-baiknya, ya!

80

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

CssBlog

metablog-web Portlet