CssBlog

redesain-navbar Portlet

Blog

Kenakalan Remaja yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Contoh kenakalan remaja dan cara mengatasi kenakalan remaja

Foto oleh cottonbro dari Pexels 

Juvenile delinquency atau kenakalan remaja adalah masalah yang masih kerap terjadi. Hal ini disebabkan pada masa pubertas ini, mereka memiliki rasa keingintahuan yang besar dan sedang melakukan proses pencarian jati diri.  Jika tidak diarahkan dengan benar, bukan tidak mungkin anak remaja akan terlibat dalam tindakan yang masuk dalam kategori kenakalan remaja.

Pengertian Kenakalan Remaja

Kenakalan remaja perlu menjadi perhatian dari orang tua dan orang-orang disekitarnya
Foto oleh kat wilcox dari Pexels

Apa sih yang dimaksud dengan kenakalan remaja? Kenakalan remaja adalah segala perbuatan melanggar aturan dalam masyarakat yang dilakukan oleh remaja. Fenomena sosial seperti ini biasanya ditemukan di kalangan pelajar, terutama pada rentang usia 15 hingga 19 tahun. Kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dipadankan dengan istilah juvenile delinquency bisa jadi menjadi hal yang cukup meresahkan, baik bagi orang tua maupun masyarakat sekitarnya. 

Data World Health Organization (WHO) pada 2020 menunjukkan bahwa setiap tahunnya terjadi 200 ribu pembunuhan di kalangan anak-anak muda usia 12-29 tahun. Sebanyak 84 persen kasus melibatkan laki-laki usia muda. WHO juga menyatakan bahwa kekerasan di antara anak muda telah menjadi isu kesehatan warga dunia. Jenis-jenis kenakalan remaja menurut para ahli dikategorikan menjadi beberapa kategori seperti berikut ini:

1. Jenis kenakalan yang menimbulkan korban fisik pada orang lain.

2. Jenis kenakalan yang menimbulkan korban materi.

3. Jenis kenakalan sosial yang tidak menimbulkan korban di pihak lain.

4. Jenis kenakalan yang melawan status.

Macam-Macam Kenakalan Remaja

Kasus kenakalan remaja di Indonesia sering muncul menjadi bahan berita baik di media cetak maupun media elektronik. Terdapat berbagai contoh kenakalan remaja yang biasa terjadi di sekitar kita. Berikut ini adalah beberapa contoh kenakalan remaja yang sering dijumpai di Indonesia:

1. Terlibat perkelahian atau tawuran.

2. Bolos Sekolah dan Keluyuran tengah malam atau di jam sekolah.

3. Kabur dari rumah.

4. Mengendarai kendaraan tanpa SIM.

5. Mengambil barang orang tua atau orang lain tanpa seizin yang punya (mencuri).

6. Menonton video atau gambar porno

7. Merokok, Mabuk-mabukan, dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

8. Balapan liar atau ugal-ugalan di jalan raya.

9. Terlibat dalam perjudian dan bentuk permainan lain dengan taruhan uang.

10. Hubungan seks bebas

11. Pemerkosaan dan pembunuhan

Kenakalan remaja yang terjadi dapat memberikan dampak negatif, baik bagi anak itu sendiri, keluarga, dan juga masyarakat sekitarnya. Akibat yang terjadi dapat berupa dampak pada fisik maupun mental dan juga kerugian material. 

Akibat lain dari kenakalan remaja adalah ketidakharmonisan dan terputusnya komunikasi antara anak dan orangtua, mendapat sanksi baik di sekolah maupun di masyarakat. Oleh karena itu kenakalan remaja harus menjadi perhatian dari banyak pihak, terutama orang tua.

Penyebab Kenakalan Remaja

Remaja zaman sekarang tentu berbeda dengan remaja zaman dahulu. Tantangan dan kondisi yang dihadapi sangat jauh berbeda sehingga memunculkan permasalahan yang juga berbeda-beda. Orangtua, guru, dan masyarakat harus memahami penyebab kenakalan remaja supaya dapat membantu mengatasi masalah ini.

Ada dua faktor besar yang menyebabkan perilaku Kenakalan remaja, yaitu  faktor dari dalam diri sendiri (faktor internal) dan faktor luar (faktor eksternal).

1. Faktor internal

Yang termasuk dalam faktor internal penyebab munculnya kenakalan remaja adalah krisis identitas dan lemahnya kontrol diri remaja. Kenakalan remaja yang dipicu krisis identitas antara lain karena merasa gagal dalam pencarian jati diri. Atau ketika dalam proses pencarian jati diri terjerumus dalam pergaulan yang buruk sehingga menyebabkan anak melakukan tindakan dalam kategori kenakalan remaja.

Pada masa pubertas yang membuat anak remaja belum memiliki kestabilan emosi dan cenderung sensitif menyebabkan kontrol diri yang lemah. Mereka tidak mampu mengendalikan diri sendiri sehingga melakukan kenakalan-kenakalan yang dapat mengganggu sekitarnya. 

2. Faktor eksternal

Faktor eksternal kenakalan remaja diantaranya disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua, minimnya pemahaman tentang agama, dan pengaruh dari lingkungan sekitar yang tidak baik.

Cara Mengatasi Kenakalan Remaja


Foto oleh cottonbro dari Pexels

Apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kenakalan yang terjadi pada anak remaja? Setelah memahami berbagai penyebab kenakalan remaja, berikut adalah beberapa cara yang dapat dicoba untuk mengatasi kenakalan remaja:

1. Membekali dengan ilmu agama

Pengetahuan dan pemahaman agama yang baik dapat menjadi benteng bagi anak remaja dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat mengarahkannya pada tindakan kenakalan remaja. Pondasi agama ini seharusnya sudah diberikan sedini mungkin sehingga dapat menjadi kontrol diri bagi anak di masa remajanya.

2. Tegas dalam menegakkan aturan

Aturan tidak hanya diperlukan di tempat-tempat umum. Di rumah pun, perlu dibuat rangkaian peraturan yang dapat mendidik anak untuk menjadi anak yang patuh. Ajak anak untuk berdiskusi mengapa peraturan tersebut dibuat dan apa konsekuensi yang akan didapat jika melanggar peraturan tersebut. Dalam perjalanannya, orang tua dan anak harus sama-sama menjalankan peraturan yang telah dibuat. Jangan sampai terkesan peraturan dibuat hanya untuk mengekang anak saja.

3. Mengendalikan diri

Orang tua adalah contoh bagi anaknya. Jika ingin anak-anak dapat mengendalikan diri, pertama-pertama orang tua harus mampu mengendalikan dirinya. Berusaha tenang saat menghadapi permasalahan yang ditimbulkan oleh anak dan tidak bereaksi berlebihan. Ajak diskusi atau bicara dengan baik-baik sehingga anak tidak merasa dihakimi atau disudutkan. Sehingga anak mampu berefleksi dan menyadari kesalahannya.

4. Meluangkan Waktu untuk Anak

Anak tidak hanya membutuhkan materi saja. Untuk mendukung perkembangannya, mereka juga membutuhkan perhatian dan kasih saya. Sesibuk apapun orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak, tetap luangkan waktu untuk anak. Jadikan waktu bersama anak sebagai quality time dimana orang tua dan anak dapat saling mendengarkan dan bercerita serta memberi solusi atau masalah yang dihadapinya.

5. Pergi Berkonsultasi pada Psikolog

Jika kenakalan remaja sudah dalam kategori yang mengkhawatirkan dan kemungkinan dipicu oleh masalah psikologis, segera ajak anak remaja untuk berkonsultasi dengan psikolog. Psikolog dengan segala keilmuannya tentunya memiliki pemahaman yang mendalam terkait psikologi anak sehingga mampu memberikan tindakan atau arahan kepada orang tua dan juga anak. Dengan demikian, kenakalan remaja tidak akan semakin parah dan dapat segera dicarikan jalan keluarnya.

Memang bagi sebagian orang tua pergi menemui psikolog bukanlah pilihan karena masalah ekonomi. Nah, Ayah Bunda Pintar tidak perlu khawatir. Ada fitur Konseling Pintar pada aplikasi Aku Pintar. Konseling Pintar ini dapat menjadi penghubung antara anak-anak remaja dan juga orang tua dengan para konselor handal untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh remaja. Aplikasi yang sudah digunakan oleh ribuan pengguna ini dapat melakukan sesi konseling secara online, yaitu melalui pesan atau video call. Mudah, bukan? Segera install aplikasinya dan rasakan manfaat dari Konseling Pintar dari Aku Pintar.

00

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

CssBlog

metablog-web Portlet