4 Kiat Tetap Produktif Saat Stres
APSiswaNavbarV2
Tesssss Tesssss
CssBlog
redesain-navbar Portlet
metablog-web Portlet
Blog
Kiat Tetap Produktif Saat Stres, image via www.soulspring.org
Kita cenderung menghindari stres dan menganggapnya berdampak buruk pada produktivitas. Saat merasa stres, energi kita banyak terkuras untuk merasa cemas, khawatir, marah, jengkel, dan berbagai emosi negatif yang lain. Alhasil, tugas yang semestinya terselesaikan menjadi terbengkalai karena kita disibukkan oleh emosi-emosi tersebut.
Padahal, kita dapat memanfaatkan stres untuk menjadi lebih produktif. Nah, bagaimana kiatnya agar kita tetap produktif sekalipun dalam keadaan stres?
Â
1. Usahakan untuk Tidak Menunda Pekerjaan dan Menyelesaikannya Sesuai Tenggat
Well, the first point isn't so likable. "Bukankah target dan jadwal justru merupakan salah satu, kalau bukan yang utama, penyebab stres?"
Misalnya kemarin adalah jadwal, atau deadline, dikumpulkannya tugas A dan hari ini tugas B. Seandainya kita belum mengumpulkan tugas A, apakah kita dapat mengerjakan tugas B dengan tenang? Tentu tidak. Nah, sebenarnya penundaan dikumpulkannya tugas A itulah yang membuat kita stres, bukan tugas B.
Jadi, cara terbaik agar kita tetap dapat produktif adalah dengan menaati jadwal atau tenggat yang sudah ditetapkan. Dengan begitu, energi kita akan tercurah untuk menuntaskan pekerjan alih-alih memusingkan beban tanggung jawab yang belum terselesaikan.
2. Susun Jadwal untuk Mengatur Waktu dengan Baik dan Istirahat yang Cukup
"Bukankah dengan adanya tenggat justru membuat stres? Jangankan menunda atau mengerjakan, memikirkan deadline tugas saja sudah memusingkan!"
Create your own deadline, Sobat. Jika deadline tugas A dan tugas B berurutan hari, seperti contoh diatas, buatlah deadline sendiri agar kita tak bekerja mati-matian selama dua hari tersebut. Misalnya, kita membuat target sendiri untuk menyelesaikan tugas A dua hari sebelum hari H dan tugas B satu hari sebelum jadwal dikumpulkan.
Lebih baik lagi bila kita dapat membuat jadwal untuk mengerjakan tugas A selama satu jam setiap hari, kemudian tugas B selama satu jam berikutnya – dalam dua pekan penuh, misalnya. Dengan jadwal bekerja seperti ini, kita punya cukup waktu untuk istirahat. Bukankah saat tak cukup istirahat, kita juga merasa lelah secara psikis?
Lagipula, saat bekerja tanpa terburu-buru, besar kemungkinan kita dapat menghasilkan tugas yang berkualitas. Kalau perlu, Sobat dapat membuat eksperimen dan membandingkan kualitas tugas yang dikerjakan sedikit demi sedikit dengan tugas yang dikerjakan semalam sebelum dikumpulkan.
3. Bila Perlu, Bekerjalah dalam Kelompok untuk Meringankan Pekerjaan
Meskipun sebenarnya suatu tugas bersifat individual, bukan berarti kita tak bisa mengerjakannya bersama-sama. Tentunya, tidak untuk di-copy-paste beramai-ramai ya, Sobat!
Bekerja bersama pada intinya adalah untuk meringankan beban ketika kita sudah merasa kewalahan – entah karena banyaknya pekerjaan yang harus dituntaskan atau karena tenggat waktu yang terlalu singkat. Yang pasti, menanggung beban bersama orang lain dapat mengurangi stres. Minimal, suasana terasa lebih riang bila ada teman saat bekerja.
4. Pilah dan Susun Prioritas antara yang Lebih Penting dan Kurang Penting
Salah satu faktor penyebab kita merasa kewalahan adalah karena begitu banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Kita pun menjadi stres memikirkan gunungan tugas yang menunggu untuk dikerjakan.
Kita memang tak bisa mengendalikan jumlah tugas yang terus datang seperti air mengalir. Tapi disisi lain, kurang cakapnya kita dalam mengatur waktu dapat memperbesar rasa stres yang timbul dalam keadaan tersebut.
Selain manajemen waktu, kita perlu memilah mana saja tugas-tugas yang penting dan mendesak untuk dikerjakan. Fokus pada tugas yang lebih penting dan mendesak dapat membantu kita mengatur jadwal apa saja yang harus dituntaskan setiap harinya. ÂYou don't have to finish everything in one day!
Bagi sebagian orang, mereka memang justru menjadi lebih produktif dalam keadaan stres. Misalnya, ada mahasiswa yang justru lancar mengerjakan tugas pada malam hari sebelum dikumpulkan keesokan harinya – entah memang baru menemukan jawabannya atau sekedar menjadi alasan untuk menunda pekerjaan.
Tapi sebaiknya jangan sering-sering mengakhirkan pekerjaan ya, Sobat. Adrenalin memaksa badan kita bereaksi dalam situasi fight or flight, padahal kita hanya duduk dan mengerjakan tugas. Ibarat kendaraan yang dipaksa melaju pada kecepatan rendah padahal sudah berada pada persneling tinggi, lama-kelamaan mesinnya rusak juga, bukan?
Jadi, bukan berarti kita harus stres dulu agar bisa produktif. Akan tetapi, yang perlu dicermati adalah bagaimana agar kita fokus menyelesaikan tugas-tugas yang harus dituntaskan tanpa terlalu banyak drama.
ArtikelTerkaitV3
Dari Bangku Kuliah ke Ruang Operasi: Begini Perjalanan Seru
Halo, Sobat Pintar! Punya mimpi jadi dokter? Atau sekadar penasaran dengan perjalanan panjang yang harus dilalui sebelum bisa memakai jas putih dan stetoskop? Yuk, simak cerita seru tentang perjalanan pendidikan dan karier menjadi dokter, mulai dari kulia...
Baca Selengkapnya
4 Bulan Menuju SNBT-UTBK 2026: Strategi Belajar Kilat yang B
Hai, Sobat Pintar! Ujian SNBT-UTBK 2026 sudah di depan mata, dan kamu hanya punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkannya. Jangan panik! Dengan strategi yang tepat, waktu 4 bulan ini bisa kamu manfaatkan sebaik mungkin untuk meraih nilai tinggi. Yuk,...
Resolusi 2026: Rahasia Sukses Siswa Pintar untuk Gapai Targe
Hai, Sobat Pintar! Sudah punya rencana buat tahun 2026? Jangan cuma jadi penonton, yuk jadi pemain utama di hidupmu dengan menyusun resolusi yang smart! Buat kamu yang masih duduk di bangku sekolah, ini saatnya mempersiapkan diri untuk kuliah dan karir im...
Hai Sobat Pintar,
Yuk Cobain Aplikasi Aku Pintar Sekarang Juga!
Jutaan siswa sudah menemukan minat, bakat dan kampus impian bersama Aku Pintar. Sekarang giliran kamu Sobat!
BannerPromoBlog