PinpointBlog

website-baru-feed-banner Portlet

Informasi Terkini Seputar Dunia Pendidikan

Informasi terbaru

website-baru-navbar Portlet

Blog

Langkah Praktis Mengatasi Minder, photo via www.dp-developingpeople.com

5 Langkah Praktis Mengatasi Minder

Menumbuhkan kepercayaan diri memerlukan waktu dan kesabaran.

Pernah merasa kenapa orang lain sepertinya selalu saja lebih baik darimu? Merasa ada saja kurangnya dibanding mereka? Iya, dengan kata lain, merasa minder.

Minder, atau rasa rendah diri (low self esteem), adalah istilah yang digunakan saat kita merasa lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Memang tak nyaman, tapi terkadang sulit menghindari rasa minder ini. Nah, bagaimana mengatasi rasa minder atau rendah diri ini, Sobat? Ingin tahu tipsnya? Let's read on!

 

1. Cari Tahu Sebabnya

Coba tanyakan pada diri sendiri apa yang membuatmu merasa minder, Sobat. It may take some time, but be patient with yourself. Barangkali satu jawaban membawa Sobat pada jawaban berikutnya. Galilah terus sampai ditemukan penyebab yang sesungguhnya kenapa dan bagaimana rasa minder itu mulanya muncul.

Kita dapat merasa lebih baik hanya dengan mengetahui penyebab munculnya rasa minder tersebut. Coba bayangkan, siapapun yang berada pada posisimu dan mengalami hal yang sama kemungkinan besar juga akan merasa minder. That's why no need to feel bad for being who you are today.

 

2. Jangan Terburu-Buru

Think about it this way. Sobat Pintar menuju ke sebuah kafe, tempat yang telah disepakati untuk bertemu dengan  banyak orang. Saat ini, jangan membayangkan pertemuan yang akan terjadi di kafe tersebut. Tak perlu memikirkan siapa saja yang akan ditemui, atau bahkan apa yang mereka pikirkan tentang dirimu.

Melainkan, nikmati saja setiap langkahmu menuju kafe tersebut. How do you feel at every step you take? Dengan kata lain, fokuslah pada satu hal saja yang membuatmu merasa rendah diri pada satu kesempatan.

Misalnya, Sobat selalu tak berani menatap muka bila bertemu orang baru. Maka lain kali berkenalan dengan seseorang, cobalah untuk menatap matanya saat menyebutkan nama. Pada tahap ini, asosiasikan perkenalan dengan menatap wajah.

 

3. Keluar dari Zona Nyamanmu

It may sound overwhelming, but you have to get out of your comfort zone to gain your confidence. Misalnya, sobat selalu diantar atau ditemani bila harus ke mana-mana – bahkan pulang pergi sekolah juga diantar jemput. Merasa nyaman dan aman dalam perjalanan sampai tiba kembali di rumah memang menyenangkan.

Tapi sekali waktu cobalah untuk pergi sendiri. Pada awalnya jangan terlalu jauh, mungkin ke swalayan terdekat. Keesokan hari, mungkin ke toko buku di pusat kota. Lambat laun, berinteraksi secara langsung dengan pengguna transportasi umum lain yang sama sekali tak dikenal akan menjadi hal yang teramat sangat biasa.

Tahun depan, ketika harus merantau ke kota lain untuk kuliah, Sobat Pintar takkan merasa cemas dan gelisah saat harus tinggal bersama orang-orang baru dalam suasana baru. Begitulah analoginya saat kita melangkah keluar dari zona nyaman sedikit demi sedikit.

 

4. Bersikap Lebih Positif

Apa yang membuat kita merasa minder? Karena kita meyakini bahwa kita kurang pada suatu hal dibanding orang lain. Lantas, apakah kenyataannya demikian?

Belum tentu, Sobat! Misalnya, Sobat Pintar gagal bergabung dengan tim penari pada ekskul drumben sekolah karena tinggi badan masih kurang. Tapi bukankag Sobat masih dapat mengikuti ekskul tari, baik modern maupun tradisional? Sama juga, Sobat bisa mengikuti ekskul sepak bola bila ditolak oleh ekskul basket.

Pada contoh diatas, jangan terfokus pada kekuranganmu, yaitu pada tinggi badan. Melainkan, lihatlah bagaimana Sobat masih dapat melakukan kegiatan yang disukai dengan cara yang berbeda, yaitu tari dan olahraga tim.

Don't be too hard to yourself. Temukan sesuatu yang Sobat sukai dari diri sendiri – mungkin sisi ketenanganmu, kecermatanmu, kecekatanmu, atau yang lain-lain. Terimalah dirimu sendiri sebagaimana adanya, sembari terus mengembangkan potensimu.

 

5. Lakukan Apa yang Disukai

Masing-masing kita punya minat lebih pada suatu hal, seperti musik, buku, seni tradisional, kerajinan tangan, komputer, dan lain-lain. Nah, apa yang membuat Sobat merasa senang, antusias, penting, berharga, dan bahagia saat melakukannya? Jadikan itu sebagai hobi.

Hobby isn't just some time-killing activity. Menyadari bahwa Sobat mampu melakukan satu hal saja dengan mahir atau bahkan lebih baik orang lain dapat melejitkan rasa percaya dirimu.

 

Last but not least, appreciate yourself. Celebrate each of your achievement, no matter how insignificant it is for anybody else. Kembali pada contoh sebelumnya, saat Sobat sudah merasa nyaman pergi ke toko buku yang paling jauh dari rumah, sebuah novel populer sepertinya bisa menjadi hadiah yang menyenangkan. Go get yourself one!

Now, do you need help in improving your self esteem? Manfaatkan fitur Konseling Aku Pintar. Your fingertips may hold the key for a better you.

Lebih masukan Blog

Presentasi Tugas Sukses: 3 Tips untuk Introvert

Introvert memang dikenal pendiam, pemalu, dan tak banyak terlibat dalam kegiatan yang...

6 Alasan Ini Membuatmu Mau Membaca Buku

Entah kenapa, membaca buku sepertinya suatu hal yang teramat sangat berat dilakukan. Sobat...

metablog-web Portlet

popular-post-web Portlet

Terpopuler

Terbaru