APSiswaNavbarV2

CssBlog

redesain-navbar Portlet

metablog-web Portlet

CssBlog

Blog

6 Cara Memulai Presentasi dengan Kuat dan Memikat

Presentasi yang efektif ditentukan dari pembuka yang menarik.

Photo by Product School on Unsplash

Faktor pendukung keberhasilan sebuah presentasi yang cukup penting adalah pembuka yang menarik. Tanya diri kita sendiri aja deh, Sobat Pintar. Apa kamu mau mendengarkan seseorang yang omongannya dan cara ngomong-nya enggak menarik? Kalau dari awalnya saja sudah enggak tertarik, masak kamu mau mendengarkan orang itu bicara sampai selesai?

Begitu pula dengan presentasi. Opening atau pembukaan presentasi yang menarik bisa sangat menentukan mood audiens. Pada saat kita membuka presentasi, audiens sedang memutuskan apakah akan menyimak sampai selesai atau tidak. Penting ga, tuh? Ya penting banget dong, Sobat!

Nah, gimana caranya agar kita dapat membuka presentasi yang menarik penonton atau audiens? Ini dia tipsnya, catat biar lain waktu kamu bisa presentasi dengan semangat dan siap mental, ya!

 

1. Cerita Pendek atau Anekdot

cara presentasi yang menarik
Photo by Gregoire Jeanneau on Unsplash

Cerita bisa digunakan buat menarik perhatian audiens, terutama di awal presentasi. Hampir enggak ada orang yang ga suka mendengarkan cerita, apalagi cerita yang seru dan lucu. Mulailah presentasimu dengan cerita singkat atau anekdot yang relevan. Dijamin, penontonmu bakal tertarik! Lagian, cara ini bisa bikin audiens merasa terhubung dengan materi yang akan kamu sampaikan.

Jika lebih suka pendekatan yang personal, cerita pribadi bisa menjadi pembukaan presentasi yang menarik. Ingat, ceritanya tetap yang relevan dengan materi presentasimu, ya! Cerita pribadi yang disampaikan di awal presentasi bikin audiens merasa lebih dekat secara emosional dengan kamu sebagai pembicara.

 

2. Pertanyaan Retorik

membuka presentasi yang menarik penonton
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels

Tau ga, Sobat, kamu bisa mengembangkan keterampilan presentasi yang kuat dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan retorik kepada audiens. Pertanyaan retorik bahkan bisa menjadi pembuka presentasi yang kuat karena dapat mendorong audiens untuk berpikir. Pertanyaan retorik di awal presentasi memicu minat audiens untuk mendapatkan jawaban dari materi yang akan kamu sampaikan.

Bila pertanyaanmu tidak bersifat retorika, kamu bisa menjanjikan bakal memberikan jawaban seiring berjalannya presentasi. Dengan begitu, minat audiens tetap terjaga selama presentasimu berlangsung. Lagipula, bukankah presentasi yang efektif adalah yang mampu mempertahankan minat dan keterlibatan penonton dari awal sampai akhir, Sobat?

 

3. Kutipan yang Memikat

tempo bicara saat menyampaikan poin penting
Photo by cottonbro studio on Pexels

Kata-kata mutiara bisa jadi merupakan salah satu yang harus dipersiapkan sebelum presentasi. Bukan sekadar kata-kata yang indah dan memikat, tetapi pilih kutipan yang kuat dan relevan dengan materi presentasimu, Sobat. Sampaikan kutipan itu sebagai pembuka sebelum, misalnya, mempresentasikan hasil kerja kelompok. Pilih kutipan dari tokoh terkenal atau sumber yang kredibel untuk memberi kesan betapa berbobotnya presentasimu sejak dari awal. Bakalan keren banget, tuh!

 

4. Statistik yang Berbeda

presentasi yang efektif adalah
Photo by RDNE Stock project on Pexels

Kamu lebih suka angka ketimbang kata-kata yang berbunga-bunga, Sobat Pintar? Oke, statistik bisa juga digunakan untuk membuka presentasi yang menarik penonton, apalagi jika materimu memang berhubungan dengan data. Statistik yang menunjukkan fakta bombastis biasanya dapat menarik perhatian audiens dengan lebih mudah. Plus, kamu bisa menggunakannya untuk memperkuat argumen yang akan disampaikan.

 

5. Ilustrasi Visual

faktor pendukung keberhasilan sebuah presentasi
Photo by Paymo on Unsplash

Mau tips jitu cara presentasi di depan kelas yang menarik, Sobat? Gunakan ilustrasi visual seperti gambar atau grafik untuk memulai presentasimu. Dijamin, bakalan banyak teman-temanmu yang seketika melek!

 

6. Interaksi Intensif

presentasi dengan semangat dan siap mental
Photo by Mikhail Nilov on Pexels

Sekali lagi, presentasi yang efektif adalah yang mampu mengusahakan supaya minat dan keterlibatan audiens tetap terjaga. Maka dari itu, manfaatkan pembukaan presentasi untuk membangun interaksi dengan audiens. Ajukan pertanyaan dan simak jawaban disampaikan. Jajak pendapat di awal presentasi juga dapat mendorong partisipasi audiens.

Cara lain memanfaatkan interaksi di awal presentasi adalah dengan mengidentifikasi masalah. Audiens yang merasa bahwa materimu relevan dengan masalah yang dihadapinya mungkin berharap bakal mendapatkan solusi dengan menyimak presentasimu. Kalau sudah mendapatkan minat dan perhatian audiens seperti ini, berikutnya tinggal eksplorasi cara presentasi yang menarik, Sobat.

Salah satu kesalahan umum saat presentasi adalah membaca. Kamu tentu tau, presentasi harus memperhatikan intonasi suara. Dengan membaca, intonasi suara kita cenderung menjadi lebih datar, sehingga kurang menarik untuk disimak. Membaca juga membuat pandangan matamu tertuju pada catatan. Audiens yang sudah kehilangan minat merasa enggak kamu perhatikan, dan semua itu menjadi alasan yang valid untuk tidak menyimak presentasimu.

Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah tempo dalam berbicara. Jangan sampai saking groginya kamu berbicara terlalu cepat, sehingga audiens enggak nangkep poin-poin yang disampaikan. Oleh sebab itu, perhatikan betul tempo bicara saat menyampaikan poin penting ya, Sobat.

Sekarang gimana caranya biar pembukaan dan presentasimu dapat saling mendukung dan menguatkan, seperti kamu dan bestie-mu? Masuk Kelas Jago Public Speaking aja, Sobat Pintar! Di kelas ini kamu bakal belajar bagaimana cara presentasi yang menarik, yang pasti berguna banget buat sekolah, kuliah, sampai bekerja nanti. Tunggu apa lagi? Buruan join kelasnya!

40

Entri Blog Lainnya

thumbnail
thumbnail
Menambah Komentar

ArtikelTerkaitV3

Artikel Terkait

download aku pintar sekarang

BannerPromoBlog